December 30, 2016

Child of Light – Volume 4 / Chapter 36

 

Rolling Like a Bottle Gourd

Guru Zhen tersenyum kepada  Mu Zi dan berkata, “Mu Zi, kenapa kau tidak memberikan wine milikmu kepada gurumu? Kau adalah seorang perempuan, jadi minum wine terlalu banyak tidak akan baik untuk kesehatanmu.”

Mu Zi membuat sebuah gerakan yang membuat Guru Zhen tidak bisa menangis atau tertawa. Dia menghabiskan fruit wine sekaligus dan berkata, “Aku tidak minum wine. Aku hanya minum jus buah. Hehe!”

Guru Zhen sangat kesal sampai-sampai dia diam-diam menatap ke arah Mu Zi dan mendengus ke janggutnya.

Pangeran berkata, “Tolong nikmati wine milikku. Masih ada banyak makanan. Mari makan!”

Kami semua menunggunya untuk mengatakan itu. Mu Zi dan aku mulai menyapu semua makanan dengan cepat. Namun, karena banyak orang tua di sekitar kami,  kami harus makan dengan elegan, namun kami tidak mengatakan sepatah katapun dan menyibukkan diri kami untuk makan. Para pemimpin bercakap-cakap dan juga menikmati makanannya, dalam waktu yang singkat, meja itu hampir bersih dari makanan.

Guru Zhen berkata, “Wah! Zhang Gong, kau tidak hanya hebat dalam hal menggunakan magic, kau juga hebat dalam hal makan!”

Guru Di berkata dengan sindiran, “Kau tidak tahu ini, tapi muridku yang berharga ini memiliki gelar White Rice Bucket.”

Aku tersenyum canggung dan berkata, “Aku tidak hebat dalam menggunakan magic, tapi makan. Jika bukan karena aku beruntung, aku pasti sudah mati ditangan kepala keluarga Ri.” Memikirkan situasi itu lagi, aku masih merasa trauma.

Setelah mengatakan itu, aku merasa seolah aku baru saja membocorkan sesuatu kepada Mu Zi dan melihat ke arahnya. Dia hanya tampak makan dengan cepat dan tidak memperhatikan apa yang aku katakan. Aku bertanya kepada pangeran, “Paman Ke Zha, bagaimana keadaan kepala keluarga Ri?”

Pangeran menghela nafas dan berkata, “Aku mengirimkan sejumlah orang untuk menangkap mereka setelah kompetisi, tapi seluruh keluarga Ri tampaknya menghilang begitu saja. Tidak ada siapapun di sana, kecuali beberapa pelayan. Tampaknya Si Feng Ri sudah bersiap kalau hal ini terjadi. Aku memerintahkan beberapa orang untuk mencari mereka, namun kemungkinan untuk bisa menemukan mereka sangat tipis.”

Aku mengangguk dan berkata, “Aku tidak menyangka bahwa keluarga Ri yang terhormat akan mendukung kekuatan jahat.” Untuk menghindari kepanikan yang tidak penting, aku tidak memberitahu mereka mengenai Monster King. Bagaimana mungkin aku tahu kalau mereka salah mengerti kalau keluarga Ri mendukung penjajahan oleh Magic Race, dan membuat masalah yang tidak penting kepada mereka sendiri.

Guru Zhen berkata, “Sebaiknya kita tidak membicarakan itu sekarang. Yang Mulia, bisakah anda menyajikan lebih banyak makanan? Aku masih belum kenyang. Haha.”

Pangeran meminta maaf atas pelayanan yang tidak memuaskan kepada para tamunya dan langsung mengatakan kepada para pelayannya untuk membawakan  lebih banyak makanan lagi. Mu Zi dan aku terus makan. Makanan yang tidak kalah lezatnya dengan makanan yang ada di Ascending Jade Tide tanpa henti masuk ke mulut kami yang terbuka lebar seperti sebuah mangkuk.

Setelah santapan yang nikmat itu selesai, aku diam-diam bertanya kepada pangeran mengenai buku yang berjudul “Three Hundred Poems” itu. Pangeran mengatakan kepadaku kalau dia menemukan buku itu di beberapa puing. Buku itu hanya ada satu dan sangat sulit mendapatkannya. Jika bukan aku, aku ragu dia akan bisa memberikannya.

Aku menemani Mu Zi dan berjalan keluar dari mansion pangeran. Aku tersenyum dan berkata, “Bagaimana tadi? Apakah hari ini kau puas?”

Mu Zi mendadak melihatku dengaan dingin. “Hmph! Apanya yang puas? Semua ini salahmu! Dengan orang sebanyak itu, aku belum kenyang.”

‘Ah! Dia tidak kenyang? Dia baru saja makan banyak, tapi banyak gerakannya yang diam-diam.’ Aku menjawab, “Mau bagaimana lagi? Atau mungkin kau ingin mencari tempat lain untuk makan sekarang, benar bukan?”

Mu Zi mengangkat kepalanya dan melihatku dengan tatapan seolah terhibur. “Itu tidak perlu! Lagipula, kau harus mengingat kalau kau masih berhutang padaku untuk makan di Ascending Jade Tide.” Setelah mengatakan itu, dia berbalik dan berlari ke arah akademi sambil mengeluarkan suara gelak tawa.

Kemudian aku mengerti dan berteriak, “Wah! Kau menipuku!” Setelah aku berseru, aku mengejarnya.

Karena kami ada di jalanan utama di kota, kami tidak menggunakan magic apapun dan hanya mengejar satu sama lain; Mu Zi benar-benar hebat dalam hal berlari… Meskipun aku sudah meluangkan waktuku untuk berlatih, masih sulit untuk mengejarnya.

Saat aku melihat pintu masuk akademi di hadapanku, aku memperhatikan sekitarku dan memastikan tidak ada orang di sekitar sana. Aku menggunakan teleportasi jarak pendek untuk muncul di hadapan Mu Zi. Mu Zi tidak memiliki cukup waktu untuk berhenti dan jatuh ke dalam pelukanku. Karena suasananya sangat bagus, kami langsung terjatuh dan berguling seperti botol.

Kepala Mu Zi langsung membentur sisi kiri wajahku, yang membuatku mengeluarkan air mata karena sakit. Mu Zi menahan kepalanya dan berseru, “Sakit!”

Setelah beberapa saat, aku tersadar karena rasa sakit. Mu Zi saat ini berada di atasku dan terus mengusap kepalanya. Tubuhnya sangat lembut. Aku tanpa sadar meletakkan tanganku di pinggangnya. Meskipun itu hanya melalui bajunya, aku masih bisa merasakan kelembutan kulitnya.

Saat aku melamun, Mu Zi menyadari kalau ada sesuatu yang aneh dan berusaha melepaskan diri dari genggamanku. “Apa yang kau lakukan? Dasar kau genit!”

Saat itu aku sepenuhnya tersadar kembali ke kenyataan dan membantunya berdiri, tapi perasaan saat memeluknya belum hilang.

Wajah Mu Zi memerah dan dia menatap ke arahku sebelum merengut sambil bergurau, “Ternyata sikapmu seburuk ini!”

Aku berseru karena ketidak-adilan. “Bagaimana mungkin aku yang buruk? Kau yang menabrakku.”

Mu Zi berkata tanpa alasan, “Aku tidak peduli! Itu salahmu! Jika tidak, kenapa kau muncul mendadak di hadapanku? Aku sangat kesakitan sekarang karena menabrakmu. Kau lihat, aku ada benjol besar di kepalaku. Bagaimana aku bisa bertemu yang lain sekarang?”

Aku mengusap kepala Mu Zi dengan lembut. Ternyata ada sebuah benjolan kecil. Tampaknya benturan tadi tidak pelan. Aku menggodanya sambil berkata, “Wah! Mu Zi, kau tumbuh tanduk! Haha.”

Mu Zi menarik telingaku, ”Kau hebat! Kau melakukan sesuatu yang salah, tapi masih tertawa karena kesialanku. Aku tidak akan memaafkanmu!”

Aku dengan cepat berkata, “Aku tidak berani! Aku akan membantumu menyembuhkannya. Aku janji benjolnya akan hilang.”

Mu Zi melepaskan telingaku dengan keheranan. “Benarkah? Kalau kau bohong padaku, kau akan mati!”

Itu menyakitkan hatiku ketika aku tahu kalau Mu Zi terluka karena jatuh tadi, jadi aku mengumpulkan light element di tanganku dan menggunakan sebuah light recovery spell kepada Mu Zi.

Mu Zi yang melihat sedikit cahaya di tanganku, dengan cepat menjauh dari cahaya itu. “Apa yang kau lakukan?”

Aku terkejut sesaat. “Aku membantumu untuk menyembuhkan benjolanmu. Kenapa? Aku menggunakan light recovery spell. Efeknya tidak buruk.”

Mu Zi langsung menggelengkan kepalanya. “Tidak! Aku tidak membutuhkan bantuan darimu! Aku sangat sensitif terhadap light element sejak aku masih kecil.”

Ah! Ternyata ada hal sensitif terhadap light element seperti itu? Aku belum pernah mendengarnya.’ Aku tertawa dan berkata, “Kau benar-benar istimewa. Kau bahkan sensitif terhadap light element. Kau sangat luar biasa! Karena kau tidak bisa aku sembuhkan, ayo kita kembali ke akademi mencari water mage untuk mengobatimu. Kau pasti tidak terlalu sensitif terhadap water element, bukan? Haha.”

Mu Zi melihat ke arahku dan berkata, “Itu keturunan dari keluargaku. Aku juga tidak bisa melakukan apapun tentang itu. Ayo cepat kita kembali ke akademi.”

Tanpa diduga dia menggenggam tanganku saat kami berjalan ke akademi.

Translator / Creator: Veve