December 30, 2016

Child of Light – Volume 4 / Chapter 35

 

Excellent Fruit Wine

Guru Zhen tertawa dan berkata, “Mu Zi, kau tidak perlu malu-malu seperti ini karena ini akan menjadi era kalian yang masih muda di masa depan. Namun, kau tidak boleh membiarkan itu mengganggu pelajaranmu. Kau juga harus mengawasi Zhang Gong karena aku dengan dari Lao Lun kalau dia sanagt malas.” Setelah dia berkata demikian, dia tertawa sekali lagi.

Guru Long, yang ada di sebelahnya, berkata, “Kau orang tua yang nakal, kau tidak punya rasa hormat kepada seniormu.”

Pangeran berkata sambil tersenyum, “Berhentilah menggoda mereka!” Setelah dia berkata demikian, dia berseru kepada semua orang untuk tenang.

Ruang dansa yang tadinya ramai dengan cepat menjadi hening. Pangeran berkata dengan suara yang jelas, “Alasan utama dari pesta ini adalah untuk menyatakan rasa terima kasihku kepada beberapa Magister.” Pangeran tidak langsung berkata kalau dia memenangkan pertandingan antar kekuatan, namun sebagian besar orang yang datang ke pesta kurang lebih mengerti apa yang terjadi.

Pangeran melanjutkan kata-katanya, “Semuanya, duduklah! Pelayan! Bawa kemari makanannya!”

Aku berbisik kepada Mu Zi, “Kita akan makan sekarang. Kendalikan sikapmu sedikit!”

Wajah Mu Zi memerah dan dia mencubitku dari bawah meja.

Pangeran tahu bagaimana cara memperlakukan tamunya. Dalam waktu singkat, seluruh meja terisi oleh makanan. Pangeran berdiri dan mengangkat gelas wine miliknya sebelum berkata, “Aku ingin bersulang kepada semuanya, karena tanpa bantuan kalian semua, Kerajaan Aixia tidak akan memiliki masa depan.” Sebagai pemimpin, dia mengangkat gelasnya. Semua orang berdiri dan mengangkat gelas wine mereka juga.

Aku berkata, “Pangeran Ke Zha, aku punya sebotol wine yang enak. Karena hari ini adalah hari yang membahagiakan, bagaimana kalau mencicipi wine milikku ini?”

Pangeran tampak tertarik dan berkata, “Oh! Itu bagus! Wine enak apa yang ingin kau berikan kepada kami?”

Guru Di merengut. “Kau anak nakal! Wine enak apa yang kau miliki? Kau pikir itu bisa menandingi wine yang dimiliki oleh Pangeran?” Guru Di sebenarnya tidak ingin aku duduk di meja ini, karena Ma Ke duduk di meja di sebelah meja utama dengan saudaranya yang tampak mirip dengannya. Karena keinginan pangeran aku diizinkan untuk duduk di meja ini. Aku tahu kalau Guru Di tidak senang aku mengajak Mu Zi untuk menghadiri pesta.

Aku menjulurkan lidahku kepadanya. “Kalau begitu lupakan! Sebaiknya aku tidak menawarkan sesuatu yang mungkin tidak layak.”

Guru Zhen menjawab, “Apa maksudnya dengan menawarkan sesuatu yang tidak layak? Jangan hiraukan Lao Lun! Kalau mereka tidak ingin minum, berikan saja kepadaku.”

Aku melihat ke arah Guru Di, yang menunjukkan ekspresi pasrah. “Kau Chuan Song yang bodoh! Sudah sulit bagiku untuk mengajari muridku dan kau mengacaukannya! Bagaimana kalau dia terus-menerus tidak disiplin di masa depan?”

Guru Zhen menjawab, “Murid sebaik ini masih harus diajari? Kenapa kau tidak memberikannya kepadaku? Aku menginginkannya! Bagaimana menurutmu, Zhang Gong? Aku tahu kau juga berlatih spatial magic. Kenapa kau tidak membuatku menjadi gurumu? Aku janji aku tidak akan mengajarimu.”

Aku berada di tengah-tengah jadi aku kebingungan harus berkata apa. Guru Di berkata dengan marah, “Kau cukup berani untuk mencoba mencuri muridku. Kau tidak tahu seberapa besar usaha yang aku lakukan untuk mengajarinya? Kalau kau memang memiliki kemampuan, kenapa kau tidak mengajari muridmu sendiri!”

Guru Zhen menghela nafas dan berkata, “Sulit menemukan seseorang yang berbakat seperti Zhang Gong. Aku juga sudah cukup tua. Siapa yang bisa aku ajar? Aku juga tidak ingin melawanmu. Dalam masalah mengajari murid, aku tidak bisa dibandingkan denganmu. Apa kau puas sekarang?”

Setelah melihat Guru Zhen yang tampak sedih, Guru Di merasa tidak enak. Beliau dan Guru Zhen selalu menjadi teman baik. Guru Di berkata, “Baiklah! Aku salah. Bukankah muridku juga muridmu? Kenapa kau harus sangat perhitungan?”

Guru Zhen berkata dengan senang, “Itulah yang kau katakan! Kau tidak bisa menyesal telah mengatakan itu. Zhang Gong sekarang menjadi muridku.”

Guru Di, yang jatuh ke dalam perangkap, tergagap, “Ka-kau ternyata menipuku. Kau benar-benar tua bangka!” Ini membuat semua orang tertawa.

Guru Zhen berkata kepadaku, “Zhang Gong, cepat keluarkan wine milikmu yang enak itu dan biarkan aku melihat seberapa enak wine itu.” Guru Zhen dikenal sebagai seseorang yang menyukai minuman yang mengandung alkohol.

‘Sebenarnya, saat aku bilang aku ingin mengeluarkan wine itu, aku menyesal membuat keputusan itu karena aku hanya memiliki dua botol lagi. Pikiran Guru Di yang tidak menginginkan aku mengeluarkan wine itu sebenarnya cocok denganku, tapi sekarang Guru Zhen menginginkannya. Aku tidak bisa menarik kata-kataku di hadapan banyak orang.’

Aku menjawab, “Aku akan mengizinkan anda meminumnya sebagian, dan aku hanya bisa memberikan anda separuh botol ini.”

Guru Zhen bertanya dengan penasaran, “Wine berharga seperti apa sampai kau hanya bisa membagiku setengah botol?”

Aku menjawab, “Itu karena aku hanya memiliki satu botol terakhir ini.” Aku mengeluarkan sebotol fruit wine dari ruang spatialku dan memberikannya kepada Guru Zhen.

Botol yang berkilau dan tembus cahaya itu memiliki cairan hijau di dalamnya. Itu langsung menarik perhatian semua orang. Pangeran bertanya dengan rasa ingin tahu, “Zhang Gong, wine macam apa ini?”

Aku menjawab, “Ini diberikan kepadaku oleh seorang nature elf saat aku sedang berpetualang di luar sana. Wine ini tidak buruk.”

Guru Long berkata, “Zhen tua, kau tidak bisa menikmati wine itu sendirian. Izinkan kami juga mencobanya!”

Bahkan Mu Zi yang tidak tahu apa-apa tentang wine, tahu kalau itu luar biasa. Bagaimaa para orang tua tidak merasakan hal yang sama?

Guru Zhen menyembunyikan botol itu ke sisinya. “Tidak akan kuberikan! Guru Di berkata kau tidak boleh meminumnya.”

Guru Di menegurnya, “Apakah aku mengatakan sesuatu tentang tidak boleh meminum wine itu? Siapa yang mendengarnya?”

Pangeran menggelengkan kepalanya dan berkata, “Aku tidak mendengarnya!” Semua orang, termasuk Mu Zi, larut dalam tawa.

Guru Zhen tidak memiliki pilihan lain selain mengeluarkan wine itu. Pangeran memerintahkan para pelayannya untuk menyajikan segelas fruit wine itu kepada semua orang. Saat botol itu dibuka, aroma buah yang kuat memenuhi ruangan. Kepala dari Kerajaan Aixia semuanya berkata, “Wine yang sangat enak!”

Mu Zi berbisik kepadaku, “Apakah kau masih memiliki wine ini lagi? Wine ini memiliki aroma yang sangat sedap.”

Aku menjawab, “Aku sudah tidak memiliki wine lagi. Bagaimana kalau kau mencoba membandingkannya dengan Ascending Jade Tide? Tapi, jangan minum terlalu banyak karena efek setelah meminumnya sangat kuat.”

Mu Zi mengangguk.

Setelah pelayan menuang segelas wine untuk dicoba oleh semua orang, botol fruit wine yang tidak terlalu besar itu sudah kosong.

Pangeran berkata, “Semuanya mari mencicipi wine yang diperoleh Zhang Gong dari para nature elf.” Dia mencoba seteguk wine setelah mengatakan itu.

Guru Zhen tidak bisa mengunggu lebih lama lagi dan meminum wine itu. Semua orang juga mencoba wine itu. Guru Di berkata, “Zhang Gong, kau anak nakal! Kenapa kau tidak diam-diam membagi wine itu kepadaku?”

Aku bergumam, “Aku tidak tahu anda minum wine.”

Guru Di terdiam sejenak karena dia jarang minum wine. Dia membuat alasan dan berkata, “Aku tidak banyak minum wine… Tapi wine yang enak ini, aku harus memilikinya sedikit.”

Guru Zhen menggenggam bahuku dan berkata, “Kau anak nakal! Cepat! Berikan lagi wine itu kepadaku! Apa kau masih ada wine lagi?”

Aku berkata dengan sedih, “Bukankah aku berkata kalau itu botol terakhir?” Guru Zhen dengan sedih melepaskanku. “Setelah meminum wine ini, akan sulit bagiku untuk minum wine yang lain.”

Pangeran juga berkata, “Wine ini benar-benar enak! Aku belum pernah meminum wine yang seenak ini sebelumnya. Zhang Gong, apa ada cara agar kau bisa mendapatkan beberapa botol wine lagi?”

Aku menjawab, “Aku dengar para Nature Elf hanya memproduksi beberapa botol wine selama satu tahun. Jadi tidak akan mudah mendapatkannya lagi.”

Translator / Creator: Veve