December 29, 2016

Child of Light – Volume 4 / Chapter 34

 

Joining the Banquet

Aku berkata, “Mataku bersinar? Kau pasti belum pernah melihat bagaimana mata bersinar karena makanan. Bisakah aku mengundang satu orang lagi bersamaku?”

Ma Ke bertanya dengan heran, “Ada orang yang jauh lebih bersemangat dalam hal makan daripada dirimu? Siapa yang kau minta untuk datang? Seseorang dengan nafsu makan yang jauh lebih besar daripada dirimu? Apakah dia akan menyapu seluruh makanan di rumahku? Haha!”

Aku menyikutnya dan berkata, “Itu tidak akan terjadi! Ah! Itu Mu Zi. Saat ini aku pacaran dengannya!”

Ma Ke mendadak seperti mendapat pencerahan dan berkata, “Apakah kau maksud Mu Zi yang sama dengan seseorang ingin kau balas?”

Aku mengangguk dan memikirkan perasaan yang aku punya kepada Mu Zi saat aku berada dalam krisis. Aku memiliki perasaan aneh di dalam hatiku.

Ma Ke menjawab, “Kalau begitu pergi dan ajaklah dia! Aku sangat penasaran tentang seberapa banyak dia bisa makan! Haha! Dia adalah seorang gadis, tapi dia bisa makan lebih banyak darimu. Menakjubkan!”

Aku melihat ke arah langit dan menyadari kalau ini sudah siang hari. Aku berkata kepada Ma Ke, “Kau pergilah duluan menuju mansion. Aku akan mencarinya dan membawanya ke sana”

Ma Ke mengangguk. “Bos, bagaimana kondisimu? Apa kau tidak apa-apa?”

Aku menjawab, “Aku baik-baik saja jadi berhentilah khawatir! Aku akan pergi sekarang!” Aku menggunakan teleportasi jarak pendek dan berpindah sejauh lima ratus meter.

Aku berhasil menyelesaikan pertanyaan tentang nasib Kerajaan Aixia dan merasa sangat senang. Aku kembali ke akademi secepat kilat, yang tampaknya sedang di kelas terakhir untuk pagi hari. Aku berjalan menuju pintu masuk kelas dan berseru, “Izin untuk masuk!”

Guru Si menjawab dari dalam kelas, “Masuklah!”

Aku membuka pintu itu dan berkata, “Guru, saya kembali!”

Guru Si Lan berkata, “Ah! Zhang Gong, bukankah kau masih ada izin untuk berada di luar selama satu hari? Kenapa kau kembali hari ini?”

‘Aku pasti tidak bisa mengatakan kalau aku kembali untuk mengajak Mu Zi makan siang.’ Aku menjawab, “Aku sudah menyelesaikan masalahnya jadi aku sudah kembali.”

“Baiklah! Pergilah ke tempat dudukmu!”

Setelah aku duduk di tempat dudukku, Mu Zi menatapku dengan matanya yang besar.

Aku berbisik, “Aku kembali untuk mengajakmu makan siang.”

Mata Mu Zi yang besar itu langsung bersinar dan berkata, “Benarkah? Apakah kita akan pergi ke Ascending Jade Tide?”

Aku menunjukkan wajah kesal dan berkata, “Apa hanya satu tempat itu saja yang kau tahu? Kita tidak akan kesana, tapi kualitasnya tidak akan terlalu jauh dari restoran Ascending Jade Tide. Ini adalah sebuah pesta dan aku sudah datang dengan sengaja kesini untuk menjemputmu.”

Mu Zi merengut dan berkata, “Aku tidak akan pergi ke sana karena akan banyak orang dan aku tidak menyukai tempat yang berisik.”

Aku memohon dan berkata, “Mu Zi, ayo pergi bersama! Akan ada banyak makanan enak untuk dimakan dan kau tidak perlu bersosialisasi. Kau hanya perlu menikmati makanannya saja. Bukankah itu bagus? Apakah kau akan benar-benar menolak tawaran ini?”

Mu Zi melihatku dengan heran dan berkata, “Benarkah? Jika makanannya tidak enak, aku tidak akan memaafkanmu!”

Aku berkata dengan kegirangan, “Itu tidak akan menjadi masalah karena jika kau merasa tidak puas dengan makanan di sini, aku akan membawamu ke Ascending Jade Tide. Apa kau puas dengan cara ini?”

Mu Zi mengangguk dan berkata, “Baiklah. Tapi aku sudah menjelaskan kalau aku hanya akan pergi untuk makan dan tidak akan banyak bersosialisasi.”

‘Dia benar-benar tampak seperti seekor anak babi yang hanya tahu tentang makan.  Sejak aku masuk ke ruang kelas, hatiku merasakan kehangatan yang tidak bisa diungkapkan setelah melihat Mu Zi. Meskipun aku hanya berpisah dari Mu Zi selama dua hari, perasaanku kepadanya masih sangat kuat. Di dalam mataku, tidak ada apapun yang bisa menggantikan posisinya, meskipun dia tidak cantik.’

Setelah kelas usai, kami langsung pergi ke mansion pangeran. Saat kami sampai ke mansion pangeran dengan cepat, Mu Zi melihat ke arah bangunan yang luas itu. Dia termegap, “Ini tidak mungkin menjadi tempat yang kau maksudkan untuk mengajakku?”

Aku tersenyum dan berkata, “Itu benar! Inilah tempatnya.” Aku menarik tangannya yang halus dan lembut dan berjalan menuju pintu masuknya. Para penjaga yang berdiri di pintu masuk tersenyum dengan ramah kepadaku dan berkata, “Tuan muda Zhang Gong, akhirnya anda datang. Sebaiknya anda segera masuk karena semua orang sudah menunggu kedatangan anda!”

“Baiklah! Terima kasih dan di mana mereka?”

“Yang Mulia dan beberapa kepala sekolah ada di ruang dansa, yang terletak di sebelah ruang belajar.”

“Oh! Aku sudah tahu itu dimana. Mu Zi, ayo kita segera pergi sebelum mereka menghabiskan semua makanan.”

Aku pergi ke arah ruang belajar sambil menarik Mu Zi yang tampak kebingungan bersamaku. Aku tahu di mana ruang belajar jadi secara alami, aku akan bisa menemukan di mana ruang dansa itu.

Wah! Saat aku membuka pintunya, suasananya sangat hidup. Ruangan itu cukup menampung lima ratus orang dan berisi dengan orang-orang yang tentunya penuh dengan kebahagiaan. Pangeran sangat hebat. Dia berhasil mengumpulkan semua bawahannya dalam waktu yang sangat singkat. Sangat mudah melihat seberapa bahagia dirinya itu.

“Bos, akhirnya kau sudah datang. Aku sudah menunggumu.” Ma Ke memanggilku

Mu Zi berseru dengan kagum, “Ma Ke, kau juga di sini?”

Aku menjawab dengan senyuman, “Tentu saja dia ada di sini. Lagipula ini adalah rumahnya.”

Mu Zi menjawab, “Ma Ke adalah putra dari pangeran? Aku tidak tahu itu!”

Aku berkata, “Ini adalah sebuah rahasia jadi jangan bicarakan hal ini setelah kembali ke akademi.”

Mu Zi merengut dan berbisik ke telingaku, “Kenapa kau ikut berpartisipasi dalam pesta ini? Ini tampaknya untuk pemimpin yang memiliki pangkat yang tinggi.”

Aku berbisik untuk menjawabnya, “Kau tidak perlu khawatir tentang itu. Aku hanya membantu pangeran sedikit jadi dia mengundangku.”

Suara pangeran yang berseru terdengar, “Apakah Zhang Gong sudah kembali?”

Aku langsung menjawab, “Benar, Yang Mulia. Aku baru saja sampai.”

Pangeran datang mendekat dan menatap Mu Zi dengan kebingungan sebelum berkata kepadaku. “Zhang Gong, kenapa kau masih memanggilku Yang Mulia? Kau seharusnya cukup memanggilku paman Ke Zha!”

Aku menunjuk ke arah Mu Zi dan berkata, “Baiklah! Paman Ke Zha, ini adalah teman sekelasku yang aku ajak kemari.”

Pangeran tersenyum dan berkata, “Jika dia adalah temanmu, dia juga adalah seorang juniorku. Cepatlah masuk ke dalam, kami semua menunggumu sebelum memulai pestanya.”

Aku berkata dengan terkejut, “Menungguku? Bagaimana mungkin aku bisa membiarkan para pemimpin menungguku? Semuanya seharusnya bisa memulai tanpa aku.”

Pangeran berkata, “Kau memberi sumbangan terbesar dalam kemenanganku! Jika bukan karena kau, bagaimana kompetisi hari ini bisa berjalan dengan mulus? Ayo masuk.”

Aku menarik Mu Zi, yang sekarang semakin  kebingungan, masuk kedalam ruang dansa dan duduk di meja utama. Aku mengenalkan Mu Zi kepada para guru, “Orang ini adalah Kepala Sekolah dari akademi kita Guru Zhen, ini adalah Kepala Sekolah Intermediate Magic Academy Guru Di, yang juga adalah guruku. Ini…”

Mu Zi terus membungkuk kepada masing-masing guru saat aku mengenalkannya kepada mereka. Setelah itu aku baru menyadari kalau dia tahu etika yang pantas di dalam istana. Guru Di menatap ke arahku sambil merenung, namun tidak mengatakan apapun.

Guru Zhen menjawab, “Zhang Gong! Kau luar biasa. Kau baru saja masuk ke akademi, tapi kau sudah berhasil mendapatkan Mu Zi. Aku tahu kalau Mu Zi adalah jagoan ketiga dari akademi milikku. Kau benar-benar hebat!”

Wajah Mu Zi memerah dan dia menjawab, “Kepala Sekolah, anda pasti bercanda. Bagaimana aku menjadi seorang jagoan di hadapan anda para guru?” Ekspresi lembut Mu Zi membuatku sedikit terpesona. Apakah dia Mu Zi yang cerewat dan dingin yang selama ini aku kenal?

Translator / Creator: Veve