December 28, 2016

Child of Light – Volume 4 / Chapter 32

 

Battle Cry of the Dragon and Phoenix

Fire Phoenix itu melesat ke hadapan Xiao Jin, tapi Xiao Jin tidak melawan dan hanya menghindari serangannya.

Aku juga sedang berada di pertandingan sengit karena Si Feng Ri sudah memenuhi seluruh arena dengan banyak fire spell. Aku berusaha bertahan dengan menyedihkan.

Meskipun tubuh Xiao Jin sangat besar, dia benar-benar gesit. Kecepatan yang dimilikinya lebih besar dari pada Fire Phoenix, jadi dia hanya akan melawan serangan api yang datang lebih dari satu arah.

Aku mulai gelisah. ‘Kenapa Xiao Jin tidak memberi perlawanan?’ Dengan kesulitan aku bertanya kepada Xiao Jin, yang saat itu sedang berada di udara. Dia menjawab kalau dia tidak bisa menyerang Fire Phoenix karena dia merasa dia memiliki hubungan dengan Fire Phoenix. Sial! Aku menggunakan seluruh kemampuanku untuk terus-menerus menggunakan Bright Star’s Shine untuk menghentikan gerakan Si Feng Ri.

Si Feng Ri juga berada dalam kondisi yang tidak baik kerena memanggil Phoenix itu membuatnya menggunakan terlalu banyak magic power. Saat dia melihat kalau Fire Phoenix tidak bisa mengalahkan Xiao Jin setelah waktu berlalu cukup lama dan aku masih melawan dengan gigih, dia menghentikan serangannya. Dia menarik nafas dalam-dalam untuk mengembalikan nafasnya.

Aku juga menggunakan kesempatan itu untuk mengumpulkan magic power milikku.

Kondisi Xiao Jin juga semakin memburuk karena Fire Phoenix terlalu kuat. Beberapa sisik emasnya rusak dan sebuah asap hijau keluar dari luka bakarnya.

Si Feng Ri tersenyum dengan mengerikan. “Anak baik, kau bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama! Heng! Wahai Master yang hebat, tolong berikan aku kekuatanmu yang sempurna kepada pelayanmu!”

Saat dia merapal, aku menyadari sambil terpana melihat cahaya merah menyala dari tubuh Si Feng Ri berubah menjadi kelabu. Rambutnya yang kuning juga berubah menjadi warna kelabu yang aneh.

High Priest berdiri dan berseru, “Sungguh sebuah kekuatan yang sangat jahat! Si Feng Ri sudah dikendalikan oleh kekuatan jahat!”

Si Feng Ri tersenyum dengan kejam. “Mereka yang mencoba menghentikanku akan mati!” Sebuah pusaran berwarna kelabu keluar dari tubuhnya dan menuju ke arahku.

Saat aku melihatnya datang ke arahku, aku mulai merapal, “Wahai Light elements yang hebat! Tolong ubahlah kekuatan surgawi milikmu yang tidak ada habisnya untuk membentuk sebuah Divine Halo untuk menghalau kekuatan jahat di hadapanku, Divine Halo!”

Sebuah cahaya emas membungkusku dengan erat dan menghalau cahaya kelabu itu. Aku bisa mendengar teriakan dingin seolah-olah sejumlah arwah penuh dendam mengejar nyawaku. Divine Halo perlahan-lahan tertekan oleh kekuatan jahat, dan segera, itu tidak akan bisa menghalau serangannya.

Si Feng Ri berkata dengan dingin, “Itu tidak berguna! Tidak ada defensive spell yang bisa menghentikan serangan ini. Anak nakal! Kau akan mati!” Apa yang dia katakan adalah benar karena itu artinya akhir hidupku akan datang saat Divine Halo spell hancur. Saat aku berdiri di perbatasan antara hidup dan mati, aku berpikir tentang Guru Di, Mu Zi, dan kedua orang tuaku yang aku cintai. Saat menghadapi kematian, aku mengerti kalau aku sudah benar-benar jatuh cinta kepada Mu Zi.

Divine Halo tersisa hanya satu inci di sekeliling tubuhku. Guru Di, Guru Zhen, dan Guru Long melihatku dengan gelisah. Mereka ingin maju untuk menolongku dan mengakhiri kompetisi, namun magister lawan semua menahan mereka.

Saat Xiao Jin merasakan kalau aku berada dalam bahaya yang mematikan, dia menjadi marah. Dia tidak lagi peduli tentang perasaan kekeluargaan dengan Fire Phoenix dan dengan kejam menyerangnya. Melihat Phoenix itu akan dikalahkan, aku mendadak mendapat pencerahan dan memikirkan tentang perlawanannya dan energi hitam yang mengikat itu. ‘Apakah dia disegel diluar kehendaknya?’

Aku menggigit lidahku dan meludahkan sejumlah darah ke Divine Halo untuk melebarkannya dan dengan serak berseru, “Xiao Jin! Hancurkan segel sihirnya!”

Xiao Jin tanpa ragu menembakkan sebuah cahaya emas ke arah Fire Phoenix. Fire Phoenix itu tidak bisa melakukan apapun kepada cahaya yang mendarat tepat ke kepala Fire Phoenix itu. Fire Phoenix itu memekik kesakitan di udara. Seluruh tubuhnya kemudian bergetar dan berubah ukuran menjadi dua kali lipat lebih besar saat dia memekik bahagia.

Divine Halo milikku juga hancur pada saat itu, namun anehnya aku tidak merasa seolah aku akan mati. Aku membuka mataku yang tadinya tertutup dan melihat ke arah Si Feng Ri.

Ekspresinya sangat pucat dan mengerikan dan darah mengalir dari ketujuh lubang di tubuhnya. Dia berkata dengan suara serak, “Bagus! Bagus! Bagus! Kau berhasil menghancurkan segel Fire Phoenix itu. Aku tidak akan memaafkanmu!” Sepertinya saat segel yang ada pada Fire Phoenix itu hancur, itu mengenai Si Feng Ri, yang mengendalikan segelnya. Itu mengakhiri kesempatannya membunuhku dan memberikan luka serius kepadanya.

Si Feng Ri menatap ke arah semua orang sebelum dia tertawa dengan dingin. “Saat tuanku mendapatkan kembali kekuatannya, itu akan menjadi akhir dari kalian para orang-orang bodoh!”

Semua orang terkejut sesaat. Duke Te Yi sudah berhenti menahan kelompokku. Sebuah magic spell berbentuk bintang bersudut enam mendadak terbentuk dibawah kaki Si Feng Ri. “Tunggulah kalian! Aku akan kembali! ….”

Guru Zhen berseru, “Hentikan dia! Dia berusaha melarikan diri!” Itu sudah terlambat karena Si Feng Ri dan magic array hitam itu menghilang dari arena.

Pangeran Ke Zha berteriak kepada Duke Te Yi. “Te Yi! Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa seorang kepala keluarga Ri menjadi seperti ini?”

Sikap sombong milik Duke Te Yi tadi sudah menghilang, Dia bergumam, “Bagaimana ini terjadi? Kenapa ini terjadi?” Dun Yu Xi membelanya. “Yang Mulia, kami juga tidak tahu kenapa ini bisa terjadi. Untuk pertandingan ini, kami mengaku kalah.”

Dari apa yang dia katakan, kami seharusnya sudah bersorak gembira atas kemenangan ini, tapi sekarang, tidak ada seorangpun yang bisa membuat diri mereka gembira.

Fire Phoenix itu berseru dengan penuh keramahan, “Ras manusia! Apakah kalian tahu kalau pemimpin kekuatan jahat berusaha untuk menjajah seluruh bumi? Kalian harus tetap bersatu dan bekerja sama untuk bertarung melawannya!” Xiao Jin tampak meraung tanda setuju.

Fire Phoenix itu benar-benar bicara. Guru Di berjalan ke atas arena dan menggunakan light recovery magic untuk merawatku karena aku sudah kehabisan tenaga.

High Priest itu bertanya, “Magical beast yang hebat, apa yang kau bicarakan?”

Fire Phoenix yang ada di udara mengecil menjadi ukurannya yang sebelumnya dan berkata, “Aku sudah disegel oleh sebuah kekuatan kuno. Aku tidak bisa melakukan apapun selain mendengarkan perintah mereka. Aku beruntung karena segelnya dihancurkan oleh Dragon King dan aku mendapatkan kembali kebebasanku. Aku berharap kau juga sanggup membebaskan pelayan kejahatan yang sebelumnya dikalahkan. Tolong diingat kalau pasukan jahat akan bangkit di barat. Akhirnya, terima kasih, Dragon King. Aku pasti akan membalas kebaikanmu suatu hari nanti!” Setelah mengatakan itu, Fire Phoenix itu menghilang dan udaranya menjadi dingin dengan drastis.

Translator / Creator: Veve