December 28, 2016

Child of Light – Volume 4 / Chapter 31

 

Dauntless Attack

Si Feng Ri mendadak marah dan berkata dengan tegas, “Dari luka Feng Liang, aku memperkirakan kalau kau sudah hampir mencapai tahap seorang magister. Bisa mencapai tahap itu pasti bukanlah hal yang mudah. Namun, kemampuanmu masih jauh dari menjadi seorang Magister. Aku akan membuatmu merasakan apa yang terjadi jika bertanding melawan seorang Magister yang sebenarnya dan kau akan membayarnya karena telah melukai cucuku.”

Aku menggenggam magic staffku dengan erat dan menatap ke arahnya dengan teguh. “Baiklah! Berikan aku pencerahan dengan kemampuanmu! Aku hanyalah seorang junior, jadi aku tidak akan segan.” Setelah mengatakan itu, aku mengayunkan magic staffku dan pedang yang terbuat dari sihir dan battle spirit yang sudah aku persiapkan sebelumnya muncul.

Aku sudah memikirkan cara bagaimana aku bisa melawannya. Ayo kita lihat apakah fusion spell ini bisa mendapatkan keuntungan melawan Si Feng Ri. Itu tidak sama seperti saat latihan dua hari yang lalu saat aku menahan seranganku saat berlatih melawan Guru Zhen dan Guru Di. Meskipun si Feng Ri tidak akan membunuhku, dia akan membuatku berada dalam kondisi sekarat. Aku harus bertanding sekuat tenaga!

Sebuah battle spirit berwarna putih meluncur ke arah kepala Si Feng Ri.

Sebuah cahaya api merah keluar dari tubuh Si Feng Ri saat dia menembakkan cahaya lain dari tongkatnya dengan sekali ayun secara bersamaan. Saat cahaya putih dan merah itu bertemu, efek suara yang halus terdengar di udara. Kebalikan dari apa yang diduga oleh semua orang, aku tidak terdorong mundur oleh serangan Si Feng Ri, namun Si Feng Ri terdorong hingga tiga langkah ke belakang. Kelompokku bersorak gembira, tapi Duke Te Yi hanya bersandar pada pagar dan terus menatapku.

Pertama ekspresinya menunjukkan tanda-tanda terkejut. Dia sangat marah sampai wajahnya menyala merah.

Dinilai dari serangannya, sepertinya aku berada dalam posisi yang menguntungkan, namun itu karena lawanku meremehkanku. Aku berencana membuat Si Feng Ri membayar karena sudah meremehkanku. Namun, dia hanya bergerak mundur tiga langkah; membuktikan kalau dia sebenarnya sangat kuat.

Aku tidak memiliki cukup waktu untuk menggunakan sihir gabungan itu lagi, jadi aku menggunakan empat light blade ke arah Si Feng Ri (Aku tidak akan terpental mundur dengan cara itu). Aku berhasil menghentikan serangan kejam dari Si Feng Ri menggunakan light blade itu.

Si Feng Ri berkata, “Bagus, anak muda, kau memiliki serangan yang hebat. Api yang tidak ada habisnya, jadilah api yang ganas untuk membakar lawan dihadapanku, Buddha’s Fury!”

Dengan Si Feng Ri di tengahnya, fire element berkumpul di sekitarnya untuk membentuk sebuah pusaran, membuatku menjadi sulit bernafas.

‘Spell itu tidak akan bisa dilawan dengan mudah.’ Aku dengan cepat merapalkan mantraku. Kekuatanku tidak bisa dibandingkan dengannya, jadi aku tidak boleh melawan sihirnya secara langsung. “Light elements! Sahabatku yang hebat! Aku memohon kepadamu untuk menggunakan kekuatanmu untuk menjadi cahaya bintang yang tidak terbatas dan kalahkan musuh di hadapanmu – Bright Star Shine!” Aku sudah terbiasa dengan spell ini dan memiliki kendali yang besar terhadapnya bahkan Guru Zhen sedikit terluka dari ini.

Si Feng Ri sudah selesai merapalkan mantra miliknya. Sejumlah besar api merah keemasan membentuk sebuah bentuk manusia yang besar dan menembakkannya ke arahku. Apinya berwarna merah keemasan. Meskipun itu tidak bisa dibandingkan dengan kekuatan api hijau yang sebelumnya, itu adalah sebuah sihir yang memiliki jangkauan area yang luas.

Light element tanpa henti berkumpul di sekitarku dan membentuk cahaya emas yang tidak ada habisnya di sekelilingku. Aku memadatkan mereka semua untuk membentuk sembilan bintang bercahaya emas dan menembakkan mereka satu demi satu ke arah sihir Buddha’s Fury.

Guru Di, yang sedang menonton pertandingan, berseru, “Itu gerakan yang bagus! Zhang Gong benar-benar cerdik.”

Guru Zhen memujinya, “Anak muda itu benar-benar seorang anak yang berbakat. Dia sudah melakukan serangan terhadap sihir yang kuat secara tidak langsung dengan sangat baik dengan fokus ke satu titik dari sihir itu.”

Saat sembilan bintang emas itu bertemu dengan api yang ganas di udara, bintang pertama dengan cepat ditelan. Saat api itu hampir menelan seluruh bintang emas pertama, bintang emas kedua datang dan membantu bintang pertama. Itu berhasil menghentikan pergerakan api yang ganas. Sembilan bintang emas itu bergabung menjadi sebuah bintang raksasa di hadapan api yang ganas itu. Saat kedua kekuatan yang besar itu bertemu, keduanya meledak. Seluruh arena pertandingan penuh dengan hujan cahaya putih dan percikan api.

Si Feng Ri dan aku dipaksa untuk mundur ke belakang. Pada serangan sebelumnya, kami seimbang, tidak ada satupun dari kami mendapatkan keuntungan melawan yang lain.

Si Feng Ri tidak bisa menerima kenyataan kalau dia dipaksa untuk seimbang dengan seorang junior dan berseru dengan marah, “Datanglah, Phoenix!” ‘Sihir apa yang mantra yang sependek ini? Apa itu phoenix?’ Beberapa pertanyaan muncul di dalam pikiranku.

Sesuatu yang aneh terjadi dan seluruh arena menjadi panas dengan drastis. Bahkan para penonton di luar arena merasakan panasnya. Suara melengking terdengar di udara dan seekor phoenix besar muncul di atas Si Feng Ri.

Guru Zhen, Guru Di, Dan Guru Long berseru, “Magical Beast legendaris – Fire Phoenix!”

High Priest juga membuka mata yang sudah lama dia tutup dan bergumam, “Itu benar-benar seekor Fire Phoenix! Bagaimana Si Feng Ri menaklukkannya? Itu bukan beast biasa.”

Aku terpesona dengan kemunculan mendadak dari beast yang besar itu. ‘Apa itu? Itu bahkan bisa mengubah atmosfir di sini! Itu terlalu mengerikan!’

Fire Phoenix itu memiliki sebuah Halo hitam di atas kepalanya dan dengan tidak sabar mengepak-ngepakkan sayapnya. Rambut Si Feng Ri yang awalnya berwarna merah berubah menjadi kuning pucat dan wajahnya yang merah memucat. Tampak jelas kalau sangat sulit baginya untuk mengendalikan Phoenix itu. Dia tertawa dengan dingin dan berkata, “Aku akan mengakhirimu sekarang. Meskipun itu artinya diskualifikasi dari kompetisi ini, aku tidak keberatan!” Kekuatanku yang besar sudah membangkitkan keinginan membunuh yang ada di dalam Si Feng Ri. Dia tahu kalau dalam beberapa tahun, kemampuanku akan meningkat dan dia ingin menghilangkan bahaya apapun di masa depan.

Guru Di melihat kalau aku sedang kebingungan dan berseru, “Zhang Gong! Panggillah Xiao Jin!” Guru Di tidak tahu apakah seekor Five Clawed Golden Dragon akan mampu bertarung melawan beast legendaris itu, tapi itu adalah solusi perlawanan terbaik pada saat itu.

Aku mendengar peringatan Guru Di. ‘Itu benar! Dia memiliki seekor Phoenix, dan aku memiliki seekor naga. Aku masih memiliki Xiao Jin!’ Aku berseru, “Datanglah! Rekanku seumur hidup, Xiao Jin!”

Sebuah cahaya emas bersinar dan tubuh Xiao Jin yang besar muncul di atas arena.

Saat Xiao Jin muncul, semua orang terkejut karena belum pernah ada yang melihat seekor naga sebelumnya, karena mereka dianggap sebagai mitos. Siapa yang bisa melihatnya?

Saat Xiao Jin merasakan ketakutanku, dia mengeluarkan sebuah raungan dan melindungi tubuhku dengan cara berdiri di hadapanku. Si Feng Ri berseru, “Kau juga memiliki seekor magical beast yang sangat kuat, tapi itu tidak bisa dibandingkan dengan milikku jadi jangan buang-buang waktu. Serang, Fire Phoenix!”

Fire Phoenix itu mengeluarkan suara melengking yang dingin dan melesat ke arahku. Aku berseru, “Xiao Jin, majulah!”

Xiao Jin tidak mendengarkan perintahku dan hanya mengeluarkan suara merapal mantra dengan singkat. Aku tidak ada waktu untuk bertanya kepadanya apa yang sedang dia lakukan dan menembakkan sebuah light blade ke arah Si Feng Ri.

Translator / Creator: Veve