December 28, 2016

Child of Light – Volume 4 / Chapter 30

 

An Outlook Far From Good

Saat dia meraung, Azure Flames tampak mundur sedikit sebelum berubah menjadi seekor Azure Flame Dragon yang besar. Temperatur apinya sudah meningkat dan melawan Brilliant Empire spell dengan mencakarnya dan berhasil mendorong Brilliant Empire spell mundur ke belakang.

Guru Di melihat perubahan situasi ini tapi tidak terlihat panik. Beliau hanya tersenyum sedikit dan melanjutkan Brilliant Empire spell sambil terus mengumpulkan light elements dari segala arah ke tangan kanannya. Sebuah light ball putih terbentuk di tangan Guru Di. ‘Aku tahu kalau itu adalah light element power ball, tapi apakah itu bisa melawan Azure Dragon itu? Sepertinya Brilliant Empire itu juga tidak bisa bertahan lebih lama lagi.’

Wajah Guru Di berubah menjadi merah. Itu adalah tanda dari mengumpulkan light elements dalam jumlah yang besar. Guru Zhen berkata, “Lao Lun akan menggunakan salah satu spell terkuatnya, bahkan aku tidak yakin kalau aku bisa bertahan dari serangan itu. Zhang Gong! Kau harus memperhatikannya baik-baik!”

Light Ball putih yang ada di tangan Guru Di mendadak mengeluarkan cahaya, sesuai dugaan. Perlahan itu berubah menjadi golden light ball yang berukuran sama seperti telur. Ah! Guru Di membentuknya menjadi mirip seperti bentuk sebuah Gold Dan. Ini adalah alasan kenapa dia terus mengatakan kepadaku untuk mengumpulkan magic power milikku sebanyak mungkin. Golden light ball melayang dari tangan Guru Di dan melesat menuju Azure Dragon, yang sudah menembus Brilliant Empire spell.

Azure Dragon besar itu menembakkan sebuah Azure Flame yang temperaturnya bisa melelehkan emas dan batu. Dibawah kendali Guru Di, cahaya emas itu melayang ke atas menghindari azure flame dan bertabrakan dengan Azure Dragon. Saat itu, mustahil untuk menghentikan tabrakannya.

Saat golden light ball itu bertemu dengan Azure Dragon, suara benturan yang besar bergema di seluruh arena. Sebuah lubang terbentuk sebagai akibat dari tabrakan dengan pasir dan debu menutupi seluruh arena. Penghalang di arena itu sedikit bergetar.

Setelah beberapa waktu lamanya, debu pasir itu menghilang. Aku merasa senang melihat Guru Di berdiri di posisinya, meskipun raut wajahnya terlihat sedikit pucat. Wa Tian Shi, di sisi lain, pingsan di atas tanah. Seluruh jubah sihirnya sudah ternoda oleh darahnya. Guru Di berjalan mendekat ke arahnya dan merapal, “Wahai heavenly light! Tolong gunakan hatimu yang penuh belas kasihan untuk menjadi seorang god light penyelamat – Recovery Light!” Itu adalah advanced light recovery spell. Selama Wa Tian Shi masih bisa bernafas, spell itu akan menyelamatkan nyawanya.

Wa Tian Shi perlahan-lahan sadar dari kondisinya yang tidak sadarkan diri dan sedikit batuk. Dia tersenyum pahit. “Seperti yang diharapkan dari Magister peringkat tiga. Aku mengaku kalah.”

Guru Di membantunya dan berkata dengan tulus, “Jika kau menggunakan magical beast milikmu, hasilnya mungkin akan berbeda.”

Wa Tian Shi menggelengkan kepalanya. “Aku meragukan itu. Bahkan jika aku menggunakan magical beast milikku, aku tidak akan bisa bertahan dari serangan itu. Kau tidak perlu mencoba menenangkanku. Jika aku menang, maka aku menang. Jika aku kalah, maka aku kalah.” Dia mendorong tangan Guru Di dan kembali menuju kelompoknya.

Setelah kalah dari pertandingan ini, ekspresi wajah Duke Te Yi menjadi sedikit gelap. Sangat jelas kalau dia tidak puas dengan apa yang dilakukan Wa Tian Shi.

High Priest itu mengumumkan di saat yang sama, “Lao Lun Di dari pihak pangeran memenangkan pertandingan kedua!”

Pihak kami bersorak dengan penuh semangat lagi. Saat Guru Di kembali ke kelompok kami, aku dengan gembira memegang lengannya dan berkata, “Guru, anda sangat hebat di sana! Anda sudah meningkatkan kesempatan kami untuk menang dengan drastis.”

Guru Di tidak menunjukkan tanda-tanda kegembiraan, namun dia hanya mengerutkan wajahnya. “Jangan merasa senang dulu! Situasi ini masih tidak baik untuk kita.”

Guru Zhen berjalan mendekat dan mengangguk. “Apa yang Lao Lun katakan itu benar! Meskipun kita sudah memenangkan dua pertandingan, kita masih berada di posisi yang tidak menguntungkan. Lawan kita masih memiliki pemimpin keluarga Ri dan Yue dan Dun Yu Xi sebagai ahlinya. Kita masih memiliki Xin De, Si Die, dan Zhang Gong. Kekuatan mereka sedikit lebih lemah daripada kelompok lawan, jadi kita harus melakukan yang terbaik untuk memenangkan pertandingan terakhir.”

Kedua orang Guru dan aku menganggukkan kepala kami bersamaan.

Arena pertandingan sudah diperbaiki oleh beberapa earth magician saat itu, sebagai persiapan untuk melaksanakan pertandingan ketiga.

Hasil dari undian ketiga adalah Guru Si Di Lie melawan pemimpin keluarga Yue, Huan Ying Yue. Hasil dari pertandingan tepat seperti yang diperkirakan Guru Di dan Guru Zhen. Karena Si Di Lie sedikit lebih lemah dibandingkan dengan lawannya, meskipun dia sudah menggunakan seluruh kemampuannya untuk bertarung melawan musuhnya, dia masih kalah dari pertarungan sengit melawan teknik khusus dari keluarga Yue milik Huan Ying Yue, Shadow Moon’s Trace, hanya dalam waktu satu jam.

Ma Ke membantu Guru Lie, yang sudah terlalu banyak menggunakan magic power miliknya, kembali ke kelompoknya. Guru Lie duduk di lantai dan berkata, “Maaf, aku sudah kalah.”

Pangeran dengan cepat menjawab, “Kalah dan menang adalah hal yang biasa dalam operasi militer jadi tolong jangan mengkritik diri sendiri. Jika aku berada di posisimu, aku ragu aku akan bisa bertahan walau hanya sesaat.”

Pangeran dan Duke Te Yi sudah menarik undian untuk pertandingan ke empat. Itu adalah aku melawan pemimpin keluarga Ri, Si Feng Ri.

Setelah hasilnya keluar, aku diliputi rasa murung. Aku merasa diremehkan oleh semua orang. Bahkan meskipun aku adalah seorang Magister, masih ada jarak yang cukup jauh dalam kemampuanku dengan Si Feng Ri yang sudah menjadi seorang Magister untuk beberapa waktu lamanya. Meskipun itu Guru Di yang bertanding melawannya, dia tidak akan memiliki kesempatan yang besar untuk menang. Jika aku kalah di pertandingan ini, Guru Long akan bertanding melawan Dun Yu Xi dan pasti akan kalah dari pertandingan itu.

Guru Zhen menepuk bahuku. “Zhang Gong, kau hanya perlu melakukan yang terbaik! Bahkan jika kau kalah, tidak akan ada yang menyalahkanmu.”

Satu-satunya orang yang memiliki kepercayaan diri sepenuhnya kepadakau adalah guruku, Lao Lun Di. Guru Di berjalan mendekat dan meluruskan light robe yang dia berikan kepadaku dulu. Dia berbisik, “Zhang Gong, kau harus percaya kepada dirimu sendiri! Kau memiliki kesempatan. Sudah mustahil untuk menyembunyikan identitas asli Xiao Jin. Dengan bantuan Xiao Jin, kau akan menjadi kekuatan besar yang bisa diandalkan.”

Aku mengangguk dan menjawab dengan serius, “Guru Di, jangan khawatir! Aku pasti tidak akan mengecewakanmu.”

Saat aku berjalan menuju arena pertandingan, hatiku dipenuhi kegelisahan. Aku akan berbohong kepada diriku sendiri jika aku bilang aku tidak merasa takut. Lawanku adalah seorang Fire Magister, yang memiliki peringkat empat di antara para Magister. Aku menggenggam erat magic staff milikku dan berjalan menuju ke tengah arena dan bersiap menghadapi lawanku yang paling buruk yang pernah aku hadapi di sepanjang hidupku saat itu.

Saat pihak lawan melihat pangeran benar-benar memilihku untuk bertanding, mereka semua mencemooh dengan penuh hinaan. Duke Te Yi mengangkat kepalanya dengan penuh kesombongan; dia bahkan tidak melihatku, karena dia berpikir aku pasti akan kalah dari pemimpin keluarga Ri.

Si Feng Ri datang ke arena pertandingan. Dia tampak sangat tenang dibandingkan dengan perasaanku yang gugup. Dia menggunakan jubah magician merah. Cocok dengan jubahnya yang merah, rambutnya yang merah,dan magic staff merah, dia tampak seperti api yang sangat panas.

Si Feng Ri bertanya, “Apakah kau Zhang Gong Wei yang sudah melukai cucuku dengan serius?”

Aku mengangguk. “Iya, itu aku.”

Translator / Creator: Veve