December 17, 2016

Child of Light – Volume 4 / Chapter 3

 

Return to the Academy

Saat pagi di hari berikutnya, Ao De datang dengan berlari. Aku tersenyum, berkata, “Kau sedikit tidak sabaran! Di mana Luo Yu?”

Ao De terangah-engah dan berkata, “Aku terburu-buru ke sini untuk memintamu untuk tidak memulai pelajarannya dulu. Luo Yu tinggal di Senke Aku akan bertemu dengannya dulu dan kembali ke sini nanti. Bisakah kau baru memulai latihannya setelah kami sampai ke sini?”

“Baik, cepatlah! Aku akan menunggu kalian.”

Sambil aku melihat punggung dari sosok Ao De yang pergi, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menggelengkan kepalaku. Memiliki seorang pacar tampaknya melelahkan. Aku memutuskan aku tidak akan mencari gadis yang cantik di masa depan, karena mereka merepotkan.

“Zhang Gong, sarapan! Siapa itu tadi?” Ibu bertanya padaku.

“Aku datang! Itu tadi Ao De. Dia bilang dia akan bertemu dengan Luo Yu, sebelum ke sini untuk belajar sihir.” Sambil mengatakan itu, aku dengan tergesa-gesa lari masuk ke dalam rumah. Sarapannya begitu mewah. Sarapannya termasuk susu, roti kukus isi telur yang digoreng, dan beberapa macam lainnya.

“Yang pertama datang yang pertama dilayani.” Aku mengambil sebuah roti kukus yang digoreng itu dan memasukkannya ke mulutku. Wah! Itu sangat panas!

“Makanlah pelan-pelan, tidak ada yang akan mencuri bagianmu.”

Setelah kami selesai menikmati sarapan, mereka tiba. Aku berkata, “Apa kau sudah makan sarapanmu? Apa kau masih ingin makan sesuatu dulu?”

Luo Yu berkata, “Kami sudah makan. Ao De selalu berkata kalau kau sangat bagus dalam menggunakan magic. Tolong segera mulai pelajarannya untuk memberiku pencerahan.”

“Kau bahkan lebih tidak sabaran dari Ao De. Baiklah!”

Ayah, Ibu, Ao De, Luo Yu dan aku pergi menuju halaman. Aku berkata, “Ok, sekarang kita akan belajar sedikit light magic. Pertama, jika kita ingin mulai menggunakan light magic, kita harus belajar bagaimana cara mengumpulkan light element. Light element adalah element yang cinta damai. Mereka melambangkan cahaya dan kebenaran. Saat mengumpulkan light element, kalian tidak boleh mengatur pikiran mereka. Light element adalah sahabat kita…”

Seperti itulah, aku memulai cultivation light magic mereka. Sebenarnya, Ao De tidak ingin belajar bersamaku karena insiden sebelumnya sudah meninggalkan bekas yang dalam untuknya. Namun, karena didesak oleh Luo Yu, dia tidak punya pilihan selain memanggil keberaniannya untuk belajar magic. Setelah latihan selama beberapa hari, karena tidak ada insiden seperti mati rasa yang dulu dia alami, dia mulai lebih tenang.

Aku menggunakan waktu satu bulan untuk berhasil mengajarkan mereka mengumpulkan light element dan mengajari mereka beberapa dasar dari light magic. Aku menulis berbagai mantra untuk sihir tingkat intermediate light magic dan meninggalkannya untuk mereka.

Sudah waktunya untuk pergi lagi; aku harus pergi sekali lagi.

“Ayah, Ibu, tolong jaga diri kalian! Saat liburan tengah semester, aku akan kembali. Kalian juga harus berlatih keras dalam menguasai light magic. Aku akan memeriksa light magic kalian saat aku kembali. Ayah, aku memberimu sebotol wine harum ini. Kau benar-benar harus meminumnya sesedikit mungkin karena saat kau selesai meminumnya, tidak akan ada lagi yang tersisa.” Sebenarnya, mereka sangat enggan untuk mengijinkanku pergi, tapi saat ayah melihat wine yang harum itu, matanya langsung berbinar-binar. Ibu juga meminta, “Nak, apa kau masih memiliki wine lagi? Berikan ibumu sebotol wine juga.” Aku membawa pulang total lima botol wine. Aku minum satu, dan satu botol aku berikan kepada ayah, jadi aku masih memiliki tiga bolol lagi yang tersisa. Aku menahan rasa sakit dan mengeluarkan sebotol lagi. “Ini benar-benar botol terakhir, kalian harus meminumnya dengan hati-hati.”

Ibu mengambilnya dengan semangat yang tinggi dan memberikan ekspresi peringatan kepada ayah. “Kita akan minum dengan terpisah. Kau tidak diperbolehkan mengambil bagianku!” Sepertinya ibu juga sudah jatuh cinta dengan rasa dari aroma wine yang harum ini. Mungkin itu ada hubungannya dengan efek yang diberikan oleh wine itu.

Aku melihat ke arah mereka, tidak yakin apakah aku ingin menangis atau tertawa. Aku berseru, “Aku benar-benar harus berangkat!”

Ayah melambaikan tangannya, “Pergilah!” Aku tersenyum pahit, sebelum berbalik dan berjalan di jalan menuju ke sekolah.

Sambil melihat punggungku yang semakin menjauh, ayah tersenyum. “Anak yang bodoh.” Ibu mengaitkan lengannya dengan lengan ayah. “Melihatnya pergi seperti ini juga tidak buruk. Jika tidak, aku pasti akan marah lagi.” Pikiran tentang tidak akan melihat anaknya lagi selama setengah tahun membuat matanya mulai memerah lagi.

Ayah diam-diam berkata, “Bagaimana kalau begini? Kau berikan wine yang harum itu untukku, dan aku akan membawamu menemui anakmu. Bagaimana?”

Ibu dengan cepat menyembunyikan wine itu di dadanya, “Tidak! Aku tidak ingin mengganggu anak kita. Aku ingin dia berlatih dengan baik.”

Sambil meninggalkan rumah, aku berkelana di alam. Sudah hampir dua tahun. Aku penasaran bagaimana kabar Guru Di. Aku berjalan ke hutan dan menemukan sebuah area yang terisolasi, sebelum mengeluarkan magic array keluar dari buku itu. Aku teringat saat aku akan pergi meninggalkan Guru Di, dia mengatakan padaku bahwa aku hanya perlu menggunakan array ini untuk kembali ke sekolah. Aku memutuskan untuk mencobanya!

Aku dengan hati-hati menggambar magic array itu. Aku menggambar setiap garis dengan serius. Jika aku tidak berhati-hati, satu kesalahan saja dapat membuat tujuanku berubah tanpa diduga.

Setelah meluangkan waktu dua hari untuk menggambarnya, akhrnya aku menyelesaikan magic array itu. Aku memasang sebuah pola rahasia dalam magic array tersebut sehingga hanya aku yang bisa menggunakannya. Jika aku membalik magic array itu, aku akan kembali ke sini. Aku meninggalkan sebuah magic array yang sama di tempat para Nature Elf. Aku bahkan memasang sebuah koneksi mental di sana. Menggunakan sebuah cara khusus, mereka bisa memberitahu keadaan mereka di sana, jika mereka membutuhkannya. Tujuan utamanya adalah agar aku bisa langsung sampai di sana jika mereka diserang oleh para Dark Elf.

Setelah aku memperhatikan setiap detil dari magic array itu lagi dan menemukan kalau semuanya sudah sesuai urutannya, aku berdiri di tengah magic array dan merapal, “Dengan menggunakan magic powerku sebagai penghubung, pindahkan ruang dan waktu!” Dengan cepat, tubuhku dihisap oleh magic array itu. Magic array mengeluarkan cahaya yang kuat dan menghilang dari tanah.

Aku menggunakan magic powerku untuk mengendalikan kestabilan mantranya. Dengan magic powerku yang sekarang, mengendalikan magic array ini sangat mudah.

Cahaya putih bersinar, dan aku muncul di halaman belakang dari Royal Intermediate Magic Academy. Bukankah ini hanya di luar tempat tidur Guru Di? Jadi dia meletakkan ujung magic array itu di sini. Ini benar-benar mudah dan membantu menghindari banyak masalah.

Tepat saat aku mulai melangkah menuju kamar tidur Guru Di, pintu itu berdecit terbuka. Sosok tubuh Guru Di yang sangat aku kenal muncul. Aku dengan cepat maju beberapa langkah dan berlutut dihadapannya. “Guru, aku sudah kembali!”

Guru Di menarikku bangun. “Aku sudah memperkirakan kau seharusnya sudah kembali. Baru saja saat ada gejolak magic power, aku segera keluar untuk melihatnya. Itu benar-benar kau! Ayo, masuklah ke dalam rumah.”

Aku menceritakan seluruh pengalamanku dalam sekali cerita. Itu menghabiskan waktu selama tiga jam. Setelah Guru Di mendengar tentang bagian di mana God King menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang Grand Magister seseorang harus mencapai bagian dimana tidak ada bagian tubuh yang tidak memiliki Gold Dan, dia gemetar dengan gembira.

“Sepertinya pengalaman ini sangat bermanfaat bagimu. Kau tidak hanya berhasil menyelesaikan tugasmu, tapi magic power milikmu juga sudah mencapai level seorang Magister. Sepertinya aku sudah tidak memiliki apapun untuk diajarkan kepadamu. Apa rencana masa depanmu?”

Aku menjawabnya, “Ini yang aku rencanakan. Aku berencana untuk pergi ke Advanced Magic Academy untuk berlatih selama beberapa tahun. Meskipun aku tidak akan belajar banyak dari sana, aku sangat ingin berlatih di sana. Suasana di tempat itu lebih baik. Dengan cara ini, aku juga bisa mempersiapkan diriku untuk mengalahkan Raja Monster di masa depan!”

Guru di berkata, “Baiklah, kalau begitu itulah yang akan kita lakukan! Aku akan membuat beberapa persiapan untukmu. Setelah kau beristirahat selama dua hari, kau harus berangkat ke sana.”

Translator / Creator: Veve