December 27, 2016

Child of Light – Volume 4 / Chapter 27

 

The Competition Begins

Aku tidak memiliki waktu untuk memeriksa Guru Zhen saat Guru Di sudah selesai merapalkan offensive spell miliknya. Karena aku hanya bertarung dengannya, lebih mudah untuk melawan sihirnya. Bahkan meskipun aku tidak bisa melawannya secara langsung, aku masih bisa bertahan melawannya.

Guru Di menggunakan spell tingkat 7, Lightning Array Burst. Aku jarang sekali menggunakan spell itu karena sangat sulit dikendalikan. Guru Di menggunakan sembilan bolt of lightning untuk mengelilingiku; membuat sebuah lapisan sederhana. Ini akan membuatku tidak bisa menghindarinya menggunakan teleportasi jarak pendek jadi semua lightning bolt memiliki kekuatan serangan yang hebat.

Aku tidak akan bisa menghindar jika melawan sihir yang datang lebih dari satu arah. Aku hanya perlu melawan karena aku tidak memiliki waktu untuk merapalkan mantra yang kuat untuk melawannya. Aku dengan cepat menggunakan beberapa protective spell tingkat rendah kepada diriku sendiri dan menggabungkan Dou Qi ke dalamnya sebanyak mungkin sebelum berhadapan dengan spell itu.

Hong! Aku terlempar cukup tinggi oleh magic spell milik Guru Di. Lapisan pelindungku telah sepenuhnya hancur karena menahan serangannya. Aku beruntung aku sudah menggabungkan Dou Qi ke dalam lapisan pelindung itu sehingga berhasil mengurangi cedera dari serangannya ke tingkat yang paling rendah. Namun masih tidak terelakkan karena aku memuntahkan sejumlah darah dari mulutku. Aku dengan cepat menggunakan light element recovery spell untuk menyembuhkan tubuhku sebagai persiapan untuk menghadapi serangan selanjutnya dari Guru Di.

Guru Zhen berseru, “Aku sudah cukup bertanding hari ini! Jika kita melanjutkannya, mungkin akan mengorbankan hidupku!” Guru Zhen terluka cukup serius kali ini karena meremehkanku.

Guru Di dan aku menarik kembali offensive spell yang tadi kami siapkan untuk digunakan. Aku dengan canggung berlari ke arah Guru Zhen untuk menolongnya. “Apakah anda baik-baik saja? Anda terlalu kuat untukku jadi aku tidak menahan diri dan harus bertarung dengan seluruh kemampuanku.”

Guru Zhen menggelengkan kepalanya dan berkata, “Bukan kau yang harus disalahkan. Itu adalah aku. Ayo kita hentikan latihan hari ini karena aku perlu merawat lukaku secepat mungkin karena kompetisinya akan dimulai besok. Latihan Ma Ke dari Si Di dan Xin De seharusnya segera selesai.” Lukanya tidak terlalu sulit untuk dirawat oleh Guru Zhen dengan kemampuannya saat ini. Setelah Guru Zhen berjalan pergi, Guru Di berbisik kepadaku, “Apakah itu adalah gabungan dari light element dan Dou Qi yang dulu kau katakan kepadaku?”

Aku mengangguk. “Itu benar! Meskipun kekuatan hasil penggabungan itu kuat, kecepatan untuk menggabungkan mereka masih memakan banyak waktu.”

Guru Di menjawab, “Tidak buruk. Kau harus mengembangkannya karena itu akan sangat berguna di masa depan.” Aku mengangguk tanda setuju.

Guru Di berkata, “Baiklah! Hari ini sudah cukup latihannya. Ayo kembali untuk makan dan beristirahat sebelum kompetisi besok.”

Ma Ke dan aku ditemani oleh empat orang Magister pergi ke mansion milik pangeran pada keesokan harinya. Pangeran sendirilah yang secara langsung mengundang kami ke sana. Dia berkata penuh rasa terima kasih, “Terima kasih atas semua dukungan kalian! Aku berharap kepada kalian hari ini.”

Guru Di tersenyum dan berkata, “Yang Mulia, anda tidak perlu sesopan ini karena kami melakukan ini bukan hanya untuk anda. Kami harap anda akan menjadi kaisar yang baik jika kami berhasil memenangkan kompetisi.”

Sang pangeran mengangguk tanda setuju. “Anda tidak perlu khawatir karena aku berjanji aku tidak akan mengecewakan kalian.”

Lokasi kompetisinya berada di lapangan untuk latihan milik kerajaan. Tempatnya sangat luas dan memiliki perotection spell kuno sehingga lapangan latihan itu tidak akan bisa dihancurkan dengan mudah.

Pangeran memimpin seratus pengawal untuk melindungi kami ke lapangan latihan kerajaan. Kompetisi ini bersifat rahasia sehingga hanya mereka yang terlibat dalam mempersiapkan tempat kompetisi ini yang tahu tentang itu.

Pangeran berkata, “Aku sudah mengundang High Priest kerajaan untuk menjadi wasit kompetisi ini. Jika kompetisi ini tidak melibatkan ahli magic sebanyak ini, aku tidak akan bisa mendapat bantuannya.

Aku bertanya kepada Guru Di dengan penasaran, “Siapa High Priest itu?” Guru Di menjelaskan kepadaku kalau dia memiliki posisi netral di kerajaan jadi dia tidak akan memihak dalam membuat keputusan dari pertandingan ini. Siapapun yang tekun adalah murid-muridnya. Kerajaan ini memiliki banyak sekali kepercayaan. Jika dia ingin kerajaan ini menjadi miliknya, itu akan sangat mudah untuknya. Untungnya, kekuatan yang dia miliki tidak mustahil untuk dilawan. High Priest sendiri adalah seseorang yang sangat baik. Tidak ada yang tahu seberapa tua usianya dan belum pernah ada yang melihatnya marah sebelumnya. Semua orang bisa tenang karena dia adalah orang yang akan memutuskan hasil kompetisi. Aku menatap ke arah High Priest hanya untuk melihatnya menutup mata dengan tenang dan tidak menghiraukan segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya. Dia menggunakan pakaian yang aneh. Dia mengenakan jubah hitam dan sebuah tongkat kayu di tangannya. Ada sebuah permata merah yang berkilau di ujung tongkatnya. Sepertinya dia merasakan kalau aku sedang menatapnya karena secara perlahan dia membuka matanya dan sebuah sinar masuk ke mataku. Seluruh tubuhku bergetar sebagai responnya, tapi itu adalah sebuah kekuatan yang tidak memiliki kebencian di dalamnya. Aku tidak merasakan rasa tidak nyaman apapun selama proses itu. Saat aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, High Priest menutup matanya dan kembali ke posturnya yang sebelumnya.

‘Aku tidak tahu kalau ada banyak sekali ahli di Kerajaan Aixia.’ Tim lawan tiba di saat itu juga. Mereka memiliki setidaknya seratus orang. Jelas sekali kalau mereka semua sebagian besar berasal dari Royal Mage Union.

Ada lima orang yang memimpin kelompok itu. Orang yang berjalan di depan kelompok itu menggunakan pakaian dari kain yang mewah. Dia terlihat berusia kira-kira lima puluh tahun. Dia memiliki ekspresi yang dingin seolah-olah tidak ada yang berhubungan dengannya. Jika tebakanku tidak salah, dia adalah pihak lawan yang bernama Duke Te Yi yang bersama empat orang lainnya memiliki magic staff di tangannya. Mereka pasti adalah pemimpin dari tiga keluarga utama dan pemimpin dari Royal Mage Union, Dun Yu Xi.

Karena Dun Yu Xi adalah seorang Earth Magister dia seharusnya yang berada di sebelah kiri; menggunakan jubah magician kuning. ‘Aku penasaran kenapa dia menutup matanya sama seperti High Priest. Apakah itu berarti keren? Namun, magic staff yang dia miliki terlihat seperti tingkat advanced. Itu pasti adalah magic staff yang terbuat dari earth.’

Keluarga Ri, Yue, dan Xin sangat mudah dikenali karena pakaian yang mereka gunakan masing-masing memiliki lambang matahari, bulan, dan bintang yang disulam. Itu sangat menarik! Yang mengenakan jubah yang memiliki matahari yang disulam pasti kakek dari Feng Liang Ri, Si Feng Ri. Dia tampak sangat murung.

Kami datang dengan pangeran sebagai wakil untuk pergi dan mengenalkan mereka berlima dengan kami berlima.
Duke Te Yi berkata, “Yang Mulia, aku minta maaf karena kami terlambat.”

Pangeran berkata sambil tersenyum, “Anda tidak perlu sesopan itu. Hanya kelompokku yang datang lebih awal. Karena kedua pihak sudah datang, ayo kita mulai kompetisinya?”

Duke Te Yi berkata dengan sungguh-sungguh, “Baiklah! Ayo kita mulai pertandingan yang akan menentukan takdir kerajaan ini.”

Sebuah suara yang serak berkata, “Apakah kalian semua sudah siap?”

Pangeran dan Duke Te Yi membungkuk secara bersamaan dan berkata. “Ya, kami siap! High Priest yang terhormat, tolong berikan kami izin untuk memulai kompetisi ini.”

High Priest itu menghela nafas sedikit dan menatap semua orang sebelum menjawab, “Kompetisi ini tidak bisa dihindari, tapi aku harap kalian semua tidak akan memberikan luka serius kepada lawan kalian. Kerajaan ini masih membutuhkan bantuan kalian. Aku diberitahu oleh bintang-bintang beberapa hari lalu kalau akan ada bencana yang serius yang akan terjadi dan menimpa ras manusia dalam waktu dekat. Kalian harus menyimpan sebanyak mungkin kekuatan untuk bisa menghadapi bahaya yang tidak kita ketahui. Apakah kalian mengerti? Dengan ini, aku akan memutuskan kalau sebuah kelompok akan di diskualifikasi jika seseorang dari tim tersebut membunuh lawan mereka.”

Translator / Creator: Veve