December 26, 2016

Child of Light – Volume 4 / Chapter 26

 

Avoiding the Sharp Edge

Guru Zhen tidak seberuntung itu. Beliau juga merasakan ada sesuatu yang salah saat pertahanannya bertemu dengan light stars, tapi karena beliau dengan aktif mengendalikan Chaotic Space spell, reaksinya sedikit terlambat. Pertama dia harus menarik offensive spell yang digunakan kepadaku sebelum dia bisa membuat sebuah large dimensional slash. Tampak jelas kalau light star sangat sulit untuk ditahan olehnya, dia tampak pucat setelah mengerahkan tenaga meskipun dia berhasil menahan serangan.

Seluruh tubuhku terasa lebih ringan saat tekanan yang ada di sekelilingku menghilang. Meski baru beberapa menit berlalu sejak latihan dimulai, magic powerku hampir semuanya digunakan. Aku dengan terburu-buru mengumpulkan light element saat aku berusaha mengatur nafasku untuk memulihkan kekuatan dari magic spell secepat mungkin.

Guru Zhen tersenyum pahit, “Itu sangat hebat! Nak, pengendalian magic spellmu sangat luar biasa! Ini sebenarnya sedikit membuat kami terluka.”Sambil dia berbicara, dia tidak berhenti merapalkan mantranya, tapi dia tidak menggunakan magic spell yang kuat. Dia hanya terus-menerus merapalkan small dimensional slash. Guru Di bekerja sama dan terus-menerus menggunakan Light Blade. Magic spell itu membentuk sebuah jaring besar yang datang ke arahku.

Ah! Aku mencoba yang terbaik untuk melawan spell itu. Serangan itu berlanjut sampai aku kehabisan tenaga. Sambil aku terbaring di tanah, aku melihat Ma Ke berada di situasi yang sama. ‘Empat mage tua ini sangat kejam.’ Sambil memikirkan itu, aku pingsan.

Saat aku terbangun, seluruh tubuhku terasa sakit, tapi magic powerku sebagian besar sudah pulih. Magic powerku sudah pulih sekitar delapan puluh persen.

Saat aku duduk, aku melihat Ma Ke berbaring di sebelahku, namun dia tidak menunjukkan tanda-tanda akan sadar. Para guru sedang berbincang-bincang di pojok ruangan.

Guru Di melihatku sudah sadar dan berkata, “Zhang Gong, kau sudah sadar. Kemari dan makanlah dulu.” Aku bangun dari tempat tidur dan melakukan peregangan untuk melemaskan ototku. Saat aku merasa jauh lebih baik, aku lari ke arah meja dan dengan tenang melahap semua makanan. Aku menepuk perutku dengan puas dan menghela nafas dengan senang.

Guru Zhen tertawa. “Kau benar-benar tahu caranya makan! Bagaimana perasaanmu setelah latihan hari ini?”

Aku tertawa dengan pahit. “Aku lelah sampai ke tulang. Perasaan apa lagi yang harus aku rasakan?”

Guru Zhen mejawab, “Sebenarnya, kau seharusnya bisa bertahan sedikit lebih lama dengan kekuatanmu saat ini. Bagaimanapun juga, kau tidak terlalu baik dalam mengendalikan penggunaan magic power milikmu. Kau menyia-nyiakan terlalu banyak magic power setiap kau melawan serangan dari kami. Karena kau tahu kami bukan musuh, seharusnya kau menghindari serangan kami dan hanya menyerang saat kau melihat sebuah kesempatan. Kau bisa menghemat banyak magic power dengan cara itu. Pengendalianmu dalam menggunakan star magic spell yang kau gunakan di pagi hari tidak terlalu buruk karena itu membuatku dan Lao Lun kesulitan untuk melawannya. Namun magic power yang dibutuhkan untuk menggunakan itu terlalu besar. Itulah alasan kenapa kau akhirnya mendapat kesulitan saat melawan kami.

‘Menghindari serangan mereka dan hanya menyerang kalau ada kesempatan?’ Aku memikirkan pernyataan itu sejenak dan menganalisisnya. Mataku menjadi cerah sebelum akhirnya berkata, “Dengan kata lain, maksud anda adalah aku bergerak sambil bertarung dan juga menghindari serangan anda daripada bertarung secara langsung spell anda?”

Guru Zhen mengangguk. “Ada harapan untuk mengajarinya!”

Aku merasakan sesuatu yang berbeda dari dalam diriku, tapi aku tidak bisa menjelaskan bagaimana itu terjadi. Aku berkata, “Guru, bisakah kita bertanding lagi?” Mereka telah membangunkan ketertarikanku untuk melawan mereka. Mereka tidak akan melukaiku dan ini adalah kesempatan yang langka untuk meningkatkan pengalamanku dalam menggunakan magic power dengan cara ini.

Guru Zhen terkejut. “Magic power milikmu sudah pulih sepenuhnya?”

Aku menjawab, “Ini belum benar-benar pulih,tapi tidak akan memakan waktu lama. Mungkin aku hanya perlu waktu satu jam.” Sambil berkata begitu, aku pergi ke sudut ruangan dan duduk. Aku menenangkan tubuhku sebelum dengan rakus menyerap light element yang ada di sekitarku. Aku menyadari bhawa setiap aku menghadapi pertarungan yang sulit, kecepatan pemulihan magic powerku sedikit meningkat. Aku tidak yakin sudah berapa lama waktu berlalu, tapi seluruh tubuhku terasa tenang. Aku sudah merasa kalau aku bisa dengan bebas menggunakan magic powerku. Gold Dan yang berada di dalam upper dantian milikku menjadi lebih stabil daripada sebelumnya.

Aku membuka mataku dan mereganggkan tubuhku. Para guru tidak berada di ruangan itu. Suara magic yang saling beradu terdengar dari luar ruangan. Aku berjalan keluar untuk memeriksa dan melihat Ma Ke dan dua Fire Magister sedang bertarung.

Saat Guru Di melihatku, dia berkata, “Apanya yang hanya satu jam? Ini sudah malam! Cepatlah pergi ke tempat pertandingan!”

Baiklah! Ayo bertanding! Aku dengan patuh berdiri di hadapan mereka. Kedua guru itu mulai merapalkan offensive spell yang mereka miliki. ‘Ini hanyalah intermediate magic spell seperti kemarin, tapi pengendalian dan kekuatan magicnya sangat kuat yang membuatku kesulitan untuk melawan mereka.’

Guru Di menggunakan Light Severing Sword kepadaku. Aku dengan cepat menghindari sihirnya, tapi small dimensional slash Guru Zen mencegahku menghindar. Aku memikirkan tentang pernyataan ‘Hindari bertarung secara langsung dan serang saat ada kesempatan’ dan tidak menggunakan magic spell untuk melawan. Aku hanya menggunakan protection spell kepada diriku sendiri sebelum menggunakan Dou Qi untuk mendorong ke arah tanah. Tubuhku mulai melayang, yang membuatku mampu menghindari serangannya.

‘Itu benar! Aku masih memiliki Dou Qi! Bagaimana aku bisa lupa tentang itu?’ Aku menggabungkan Dou Qi dan light element di lenganku. Meskipun magic spell gabungan ini sangat kuat, kecepatan mengumpulkannya masih sedikit tambat.

Aku menggunakan Dou Qi dan teleportasi jarak pendek secara berurutan. Aku terlihat seperti ikan yang menghindari serangan dari kedua guru dengan berpindah ke sana kemari menuju celah di antara sihir mereka. Sambil merapalkan mantranya, Guru Zhen berkata, “Penggunaan teleportasi jarak pendekmu sangat bagus. Waspadalah, selanjutnya kami akan menggunakan advance magic.”

Guru Zhen dan Guru Di melihat satu sama lain sebelum mereka mulai merapalkan sebuah magic spell level advanced. Aku terkekeh, ‘Apa kalian kira aku akan menunggu kalian untuk menggunakan sihir itu?’
Aku mengayunkan tanganku dan sebuah cahaya putih keemasan

ditembakkan ke arah Guru Zhen. ‘Hehe! Guru Di adalah guruku jadi aku akan sedikit lebih sopan saat melawannya.’

Guru Zhen mengira aku tidak bisa menggunakan magic spell di saat seperti itu. Saat beliau melihat cahaya putih itu, dia tidak melihatnya dengan serius dan hanya menggunakan sebuah Dimensional Slash kecil ke arahnya. Aku merasa senang! Haha! ‘Anda akan berada dalam masalah besar sekarang.’

Sesuai dugaan, gabungan dari magic spell dan Dou Qi meningkatkan magic power beberapa kali. Itu tidak bisa dilawan hanya dengan sebuah Dimensional Slash yang kecil. Saat Dimensional Slash itu hampir mengenai fusion spellku, Guru Zhen merasa sesuatu ada yang tidak beres. Lagipula beliau adalah Magister nomor satu di dunia. Beliau langsung menggunakan tiga lapisan pertahanan di hadapannya dan menggunakan teleportasi jarak pendek untuk menjauh dari sihir itu.

“Hong!” Guru Zhen muncul dalam jarak seratus meter jauhnya. Dia tertutupi oleh kotoran dan aliran darah tipis mengalir dari sudut bibirnya.

Translator / Creator: Veve