December 26, 2016

Child of Light – Volume 4 / Chapter 25

 

Bombardment

Guru Zhen berseru, “Zhang Gong mengorbankan separuh hidupnya untuk naga itu?”

Aku mengangguk dan berkata dengan penuh perasaan, “Xiao Jin adalah sahabatku yang paling penting. Bagaimana mungkin aku akan menutup mataku dan membiarkan dia mati?” Karena merasakan aliran perasaan milikku, Xiao Jin menundukkan kepalanya mengusap kepalanya ke arahku, mendorongku untuk mengusap kepalanya dengan lembut.

Guru Zhen menggelengkan kepalanya. “Sulit dipercaya! Sepertinya kita tidak perlu melatih naga ini karena aku tidak yakin aku bisa mengalahkan Zhang Gong jika dibantu oleh Xiao Jin. Kesempatan kita untuk menang sekarang semakin tinggi.” Dia sudah mengukur kekuatan Xiao Jin dari kekuatan hidupnya.

Guru Di membalas, “Meskipun seperti itu, kita masih tidak tahu siapa yang akan mereka kirimkan untuk pertandingan ke lima. Zhang Gong dan Ma Ke, kalian berdua harus membuat beberapa terobosan dalam dua hari ke depan. Karena magic power tidak bisa dikembangkan hanya dalam waktu singkat, kami akan fokus melatih defensive spell dan spell technique. Baiklah! Ma Ke, Xin De dan Si Di akan pergi ke lapangan di sebelah sana untuk berlatih. Zhang Gong, kau tetaplah di sini. Kita akan langsung mulai!”

Baru saja Ma Ke dan para gurunya berjalan menuju tempat yang ditunjuk oleh mereka, Guru Zhen mendadak menembakkan sebuah dimensional slash ke arahku. Seperti yang diharapkan dari Magister peringkat satu; sebuah daya tarik yang kuat datang dari dimensional slash tersebut, yang jauh lebih kuat dari milikku. Sebuah retakan spatial muncul di sebelahku dan sebuah daya tarik yang kuat dengan cepat keluar dari dalam retakan itu.

Karena aku tidak siap, tubuhku sesaat ditarik ke arah retakan spatial itu. Tepat di saat aku akan melawannya, sebuah tubuh yang besar bergerak ke hadapanku. Itu adalah Xiao Jin! Dia mengayunkan sayap kirinya yang panjangnya hampir dua puluh meter ke arah retakan spatial itu. Hong! Serangannya berhasil membuat retakan Spatial itu menghilang. Xiao Jin menatap dengan marah ke arah Guru Zhen dan bersiap menyerangnya.

Guru Zhen terlihat seperti dia tidak tahu harus tertawa atau menangis. “Zhang Gong, sebelum kita mulai latihannya, tolong tarik kembali magical beast milikmu.”

Aku dengan tergesa-gesa menjelaskan kepada Xiao Jin kalau Guru Zen tidak memiliki niat buruk sebelum menariknya kembali ke dalam tubuhku. Guru Zhen berkata, “Lao Lun dan aku akan menyerangmu. Kau harus dengan hati-hati bertahan dan melawan serangan kami. Kami tidak akan menahan diri karena kau hanya bisa berkembang di dalam situasi yang keras.” ‘Jadi itu maksud dari latihan ini; tidak heran dia mendadak menyerangku.’

Aku langsung merapalkan dua advance defensive light spell. Tubuhku dikelilingi oleh cahaya emas yang redup. Guru Di berseru, “Waspadalah!” Sebuah light blade ditembakkan ke arahku. Aku dengan terburu-buru membuat sebuah light blade untuk melakukan serangan balik. Hong! Saat kedua light blade itu bertemu, langit bercahaya terang. Dampaknya membuatku terdorong tiga langkah ke belakang, tapi Guru Di tidak bergerak sama sekali. Guru Di tampak cemberut dan berkata, “Light element power milikmu belum cukup terpusat!”

‘Jadi itulah kenapa aku terdorong ke belakang.’ Sebuah dimensional slash dari Guru Zhen dan sebuah light blade dari Guru Di menyerangku secara bersamaan, tidak memberiku waktu yang cukup untuk berpikir.

Karena light element yang buyar itu tidak cukup kuat, aku fokus kepada element power. Aku menarik separuh kekuatan Gold Dan milikku untuk membentuk sebuah bola kecil di tangan kiriku, kemudian aku menggunakan teleportasi jarak pendek untuk menghindari serangan Guru Di dan melemparkan light ball ke arah dimensional slash kecil milik Guru Zhen.

Guru Zhen terkejut dan langsung membatalkan mantranya karena tidak akan kuat untuk melawan light ball yang kuat dan sangat padat. Guru Di tertawa. “Itu benar! Itulah cara untuk melawan!”

Mendengar pujian dari Guru Di, aku merasa sangat gembira. Aku menghilangkan light ball di tangan kiriku dan menggunakan light blade ke arah Guru Zhen dengan tangan kananku. Light blade itu benar-benar mengenainya. Aku terkejut! Namun, setelah aku lihat lagi, aku sadar bahwa apa yang aku serang adalah sebuah ilusi. Guru Zhen sudah berteleportasi ke belakangku dan berseru, “Chaotic Space!” Aku merasa sekelilingku berputar. Rasanya seperti tubuhku tidak bisa dikendalikan, dan aku merasa sangat kesakitan, seolah-olah aku dipotong menjadi beberapa bagian. ‘Apakah ini adalah sebuah spatial magic spell dari level advanced?’ Aku menjerit kesakitan dan mengembalikan kekuatan dari light ball ke dalam tubuhku. Aku langsung menggunakan sebuah defensive magic spell untuk membuat sebuah defensive array yang kuat. Perasaan berputar itu hilang, tapi sebuah tekanan yang sangat kuat datang dari semua arah membuatku sulit bernafas.

‘Apakah aku akan dikalahkan dengan mudah? Aku masih memiliki kekuatan. Aku tidak akan kalah! Aku juga seorang Magister.’ Aku mencoba sebisaku untuk melawan tekanan itu dan memberikan magic power dengan jumlah yang sangat banyak ke dalam defensive array, dan merapal, “Light elements! Temanku yang luar biasa! Aku memohon kepadamu untuk menjadi sebuah sinar yang menyilaukan tanpa henti, berubahlah menjadi titik-titik bintang dan kalahkan musuh di hadapanmu, Bright Star’s Shine!” Ini adalah salah satu spellku yang paling kuat. Meskipun sekelillingku berputar, light elements masih mampu berkumpul di sekitarku. Saat mereka berkumpul dengan cepat, defensive array itu menjadi lebih stabil.

Guru Zhen berkata kepada Guru Di, “Sepertinya Zhang Gong memiliki banyak cara untuk melawan serangan kita; saat dia melawan Chaotic Space milikku, dia masih memiliki magic power yang cukup untuk menggunakan magic spell yang cukup kuat. Ayo kita bersiap-siap juga untuk memastikan Zhang Gong tidak membalikkan keadaan. Haha!” Setelah dia mengatakan itu, kedua Magister rank atas merapalkan defensive spell.

Setelah aku menyelesaikan mantraku, light element stars yang ada di sekitarku mengelilingi defensive array. Aku berseru, “Serang!” Meskipun aku tidak bisa menghancurkan itu, bintang-bintang itu masih berhasil keluar dari ruang yang berputar. Saat bintang dari light element itu pergi, tekanan yang ada di sekitarku berkurang dengan drastis. Aku dengan cepat menempatkan magic power milikku ke dalam defensive array sambil mengendalikan cahaya bintang yang melesat ke luar.

Guru Di tersenyum ke arah Guru Zhen. “Dia datang! Itu adalah advanced light spell. Itu tidak akan mudah dilawan.” Light stars dengan jumlah yang sangat banyak melesat ke arah mereka. Kedua Magister yang sudah berpengalaman itu sudah mengatur dinding pertahanan mereka ke kekuatan penuh mereka untuk bertahan dari magic spell yang datang. Namun, light stars itu mendadak berhenti di udara.

Kedua Magister itu terkejut, tanpa sengaja sedikit menurunkan pertahanan mereka, membuat pertahanan mereka melemah. Saat itulah, light stars yang tadinya berhenti kembali bergerak, dengan cepat membentuk dua rantai emas dan melesat menuju kedua lapisan pertahanan. Guru Di berseru, “Sangat bagus! Gerakan yang pintar!” Saat light stars itu mendarat di lapisan pertahanan mereka mereka mengeluarkan suara pukulan yang seperti diredam. Aku menggunakan spiritual power milikku untuk memusatkan light element stars ke sebuah titik dari tembok pertahanan mereka daripada menggunakan sebuah large area spell. Kekuatan untuk menembusnya sangat kuat sehingga mereka tidak akan bisa menghentikan spell ini dengan tembok pertahanan yang mereka miliki.

Setelah kedua pertahanan guru itu hancur, mereka menggunakan gerakan terakhir mereka untuk menghentikan serangan dari light stars. Guru Di menggunakan Bright Star’s Shine spell yang sama. Saat light star milikku mendarat di tembok pertahanannya, dia menyadari kalau ada sesuatu yang janggal dan langsung merapalkan mantranya. Meskipun beliau ada di posisi yang sulit, dia berhasil menahan seranganku.

Translator / Creator: Veve