December 24, 2016

Child of Light – Volume 4 / Chapter 23

 

Battle for Kingship

Saat mendengar percakapan kami wajah Hai Shui berubah menjadi pucat. Tubuhnya bergoyang dan dia terlihat seolah dia akan pingsan. Aku langsung datang untuk menolongnya. “Hai Shui, apa kau sakit? Aku membantunya untuk duduk di bangku di sebelahku.

Setelah dia duduk dia memaksakan sebuah senyuman dan berkata, “Aku baik-baik saja. Zhang Gong, selamat karena sudah mendapatkan Mu Zi.”

Aku berkata dengan bangga, “Terima kasih, ini adalah hasil dari kegigihanku. Kau tidak tahu seberapa dingin dia sebelum ini.”

Ekspresi Hai Shui bahkan menjadi lebih pucat. Aku bertanya dengan cemas, “Hai shui, wajahmu tidak terlihat baik. Apa kau mau aku membawamu kembali ke asrama?”

Hai Shui berdiri dan berkata, “Kau tidak perlu melakukan itu. Aku akan pergi sendirian. Mungkin karena hari ini terasa panas. Kalian lanjutkan saja makan kalian. Aku akan kembali dulu.”

Aku bertanya dengan heran, “Apa kau yakin kau akan baik-baik saja?”

Hai Shui tersenyum, tampak menderita. “Aku akan baik-baik saja. Sampai jumpa.”

Sambil melihat Hai Shui pergi, aku bertanya kepada Mu Zi, “Ada apa dengan Hai Shui? Magician yang kuat sangat jarang jatuh sakit.”

Mu Zi tertawa dan berkata, “Apakah kau memang sebodoh ini atau hanya pura-pura? Bahkan yang buta saja bisa melihat kalau dia sampai sepeti itu karena dirimu. Sikapnya yang penuh kasih sayang sebelumnya tidak terlihat seperti seorang teman biasa.”

Aku bertanya dengan gelisah, “Bagaimana bisa itu karena aku? Kenapa itu tidak terlihat seperti teman biasa?”

Mu Zi tampak cemberut. “Dia menyukaimu, jadi ketika dia melihat kita bersama dan mendengar kalau aku menjadi kekasihmu, dia merasa kesal!”

Aku dengan cepat menjelaskan. “Mu Zi, tolong jangan salah paham! Hai Shui dan aku hanya teman satu sekolah dari Intermediate Magic Academy. Kami hanya teman. Aku selalu memperlakukannya seperti adikku sendiri.”

Mu Zi menjawab, “Aku tidak salah paham! Silahkan bertanya kepada siapapun dan mereka akan memberitahumu kalau dia menyukaimu. Sebenarnya, Hai Shui tidak buruk. Dia cantik dan berasal dari keluarga yang terkemuka jadi dia lebih cocok denganmu daripada aku.”

Ekspresi wajahku menjadi gelap. “Apa yang kau katakan? Jika aku menyukainya, aku sudah akan merayunya, tapi yang aku sukai adalah dirimu!” Setelah aku mengatakan itu, aku terkejut. ‘Ini sama seperti aku mengatakan apa yang sebenarnya aku rasakan kepada Mu Zi. Mungkinkah aku sudah benar-benar jatuh cinta kepadanya?’

Setelah Mu Zi mendengar apa yang aku katakan dia menundukkan kepalanya, tersipu malu. “Bisakah kau kecilkan suaramu? Baiklah, sebaiknya kita tidak membicarakan tentang itu dan makan.”

Setelah makan malam, Mu Zi dan aku berkeliling sekolah untuk waktu yang lama. Kami tidak berbicara banyak. Hanya memilikinya di sisiku sangat menenangkan dan membuatku merasa sangat puas. Aku tanpa sadar menggenggam tangannya. Dia mencoba melepaskan tangannya dari tanganku, tapi tidak menggunakan banyak usaha. Perasaan saat menggenggam tangannya sangat luar biasa. Tangannya sangat ramping, indah dan lembut, seolah-olah tangannya tidak memiliki tulang. Kami hanya meluangkan waktu bersama sampai langit menjadi gelap dan aku mengantarnya kembali ke asramanya. Aku menyadari kalau aku sudah jatuh cinta sangat dalam kepadanya dan kebencianku yang dulu sudah benar-benar menghilang. Setelah mengantarkan Mu Zi kembali, aku kembali ke asrama. Ma Ke sedang menunggu di ruanganku. Saat dia melihatku, dia kegirangan, “Bos! Dari mana saja kau? Aku sudah menunggu lama sekali!”

Oh! Aku hanya berkeliling di sekitar akademi. Bagaimana hasil negosiasinya?”

Ma Ke menjawab, “Sulit dikatakan. Saat ini, kedua pihak memiliki kesempatan menang.”

Aku bertanya dengan heran, “Kita tetap tidak bisa membuat mereka menyerah dengan kekuatan kita saat ini?”

“Menyerah? Kenapa mereka ingin melakukannya? Mereka punya empat Magister seperti kita juga; tidak mudah untuk membuat mereka menyerah. Setelah bernegosiasi selama setengah hari, kami akhirnya setuju untuk bertanding satu sama lain. Pemenangnya akan memiliki hak untuk mengendalikan kerajaan Aixia.”

Aku merengut. “Sebuah kompetisi? Bukankah itu hanya permainan anak-anak? Keberhasilan kerajaan ini adalah masalah yang sangat penting. Bagaimana mereka menggunakan sebuah kompetisi untuk memutuskannya?”

Ma Ke menghela nafas. “Sebenarnya, ini adalah hasil yang paling baik yang paling memungkinkan. Aixia adalah negara dengan landasan magic. Jika kau memiliki banyak magic power, kau akan snagat dihormati dan statusmu akan naik bersama dengan kekuatanmu. Jika kedua pihak yang saling melawan benar-benar bertanding satu sama lain, yang memiliki magic power lebih banyak akan menang. Lagipula, ini hanya pertandingan antar magician jadi itu lebih baik untuk membuat sebuah kompetisi dan menghindari cedera dan korban yang tidak diperlukan.”

Aku mempertimbangkan hal itu dan berpikir kalau ‘benar, untuk menghindari korban yang tidak diperlukan adalah dengan memperkecil peperangan menjadi sebuah kompetisi.’ “Itu masuk akal!”

Ma Ke tersenyum. “Tentu saja itu masuk akal. Ini adalah saran dari Guru Di, dan kepala sekolah Zhen mendukungnya. Setelah banyak bernegosiasi, kompetisi akhirnya siap. Pemenang akan mendapatkan kendali dari kerajaan ini dan kelompok yang kalah harus mengakui kekalahannya. Namun, selama kompetisi dilarang untuk melukai musuh dengan serius.”

Jadi itu adalah ide Guru Di. Aku bisa berhenti merasa cemas, karena Guru Di adalah orang yang sangat bijak. Aku bertanya kepada Ma Ke, “Bagaimana cara kita berkompetisi?”

Ma Ke menjelaskan. “Awalnya, pihak kami menyarankan juara dari tiga pertandingan adalah pemenangnya. Namun, mereka berkata kalau itu tidak adil. Namun, mereka berkata kalau itu tidak adil karena kita memiliki Guru Di dan Guru Zhen, yang peringkatnya lebih tinggi daripada magister mereka, jadi mereka menyarankan kalau yang paling baik adalah lima pertandingan. Karena kami meminta kompetisi, kami hanya bisa setuju dengan permintaan mereka. Setelah tiga hari, kita akan bertanding di istana secara rahasia. Guru Di memintaku memberi tahu dirimu bahwa setelah meminta izin untuk absen dari akademi besok, kau harus menemuinya jadi kau bisa berlatih untuk beberapa saat dan meningkatkan kesempatan kita untuk menang.”

Aku bertanya, “Aku juga ikut berpartisispasi? Pengalaman dan kemampuan magic milik mereka sangat tinggi! Bagaimana aku bisa bertanding melawan mereka?”

Ma Ke terkekeh. “Bos, kau salah! Kau adalah senjata rahasia kami. Selain beberapa orang saja, siapa yang tahu kalau kau adalah seorang Magister? Kau sudah dipilih untuk bertanding di pertandingan terakhir, jadi kau memiliki sedikit keuntungan dari siapapun yang dikirim untuk bertanding melawanmu. Haha. Ini juga kenapa kami setuju dengan permintaan lima pertandingan.”

‘Ini benar-benar sebuah rencana yang bagus. Namun, aku masih memiliki firasat kalau ada sesuatu yang janggal. Karena itu sudah diputuskan, aku akan meminta izin untuk absen dari akademi besok.’

Aku menepuk bahu Ma Ke. “Jangan khawatir! Aku akan melakukan yang terbaik untuk membentu ayahmu mendapatkan tahtanya.”

Ma Ke dengan penuh rasa terima kasih menggenggam tanganku. “Bos, aku berjanji padamu kalau ayahku pasti akan menjadi seorang raja yang baik!”

Aku tersenyum. “Kau harus mengingat janjimu! Aku akan memastikannya!”

Ma Ke tampak kegirangan, “Akan aku lakukan!”

Pertandingan terakhir untuk menentukan nasib kerajaan Aixia sudah dimulai. Aku sangat berharap kalau itu mungkin akan menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah di ronde ke empat jadi aku tidak perlu bertanding.

Translator / Creator: Veve