December 24, 2016

Child of Light – Volume 4 / Chapter 21

 

Exchanging Titles

Setelah satu setengah jam berlalu, sekitar sepuluh piring kosong diletakkan dihadapanku. Makanannya benar-benar bagus. Itu adalah makanan yang paling baik yang aku rasakan sejak lahir. Aku menepuk perutku dengan rasa puas, kemudian menghela nafas panjang dan melihat ke arah Mu Zi.

Wow! Ini tidak mungkin terjadi – dia masih makan. Dia benar-benar tahu caranya makan! Ada banyak piring kosong dihadapannya juga, dan aku teringat dia mengambil beberapa makanan dari makananku.

Aku sedikit ternganga sambil memberikan dia sebuah serbet makan dan berkata, “Nikmati waktumu dan makanlah! Jangan sampai tersedak!”

Mu Zi mengambil serbet makan itu dan menyeka mulutnya. Dia berkata dengan tidak jelas, “Kau juga harus makan, aku tidak akan bersikap sopan lagi.” Setelah mengatakan itu, dia meneruskan makannya.

Aku menatapnya, tertegun, sampai dia menghabiskan semua makanan yang dia pesan.

Mu Zi mengeluarkan nafas panjang dengan rasa puas dan menyeka mulutnya. “Itu luar biasa! Sudah lamanya sejak terakhir kali aku makan makanan yang lezat.”

Aku bertanya dengan keheranan, “Kau sangat hebat! Aku menyerah. Apakah perutmu terasa kembung setelah makan sebanyak itu?”

Mu Zi dengan polosnya berkata, “Aku sama sekali tidak merasa kembung. Metabolisme tubuhku sangat bagus. Ditambah lagi, aku sama sekali belum makan banyak. Pelayan! Tolong bawakan aku dua porsi deep fried dragon meat, satu set blue whale wings, dua porsi makanan penutup dan dua porsi es krim.”

Setelah dia memesan lebih banyak makanan, aku dengan cepat berkata, “Aku sudah Kenyang sampai ke tahap dimana aku tidak bisa makan lagi!”

Mu Zi melihat ke arahku. “Kau mungkin tidak bisa makan lagi, tapi aku masih lapar. Makanan itu semuanya untukku!”

Di pinggir, aku melihat dengan terpesona saat dia melahap tumpukan makanan lainnya. Mu Zi menepuk perutnya. “Itu benar-benar memuaskan dan luar biasa! Baiklah! Kau bisa membayar tagihannya sekarang. Aku tidak makan lagi.”

Secara diam-diam aku menyeka keringat dinginku. Dia akhirnya berhenti makan.

Aku memanggil pelayan dan meminta tagihannya, yang dengan cepat dia bawakan. “Tuan, totalnya adalah seratus tiga koin berlian, empat koin emas, dan delapan koin perak.”

Aku berteriak, “Apa! Bukankah ini sebuah pemerasan? Sebanyak itu?” Aku melihat ke arah pelayan itu dengan kesal. Dengan sabar dia menjelaskan, “Tuan, bahan-bahan yang digunakan di sini cukup langka. Sebagai contohnya, daging naga harganya dua koin berlian setiap porsinya..”

‘Tidak heran Mu Zi menyuruhku membawa banyak uang! Aku sudah dicurangi sepenuhnya karena ingin mentraktirnya makan.’

Mu Zi berkata dari sebelahku, “Ah! Harganya sangat mahal sekarang. Aku biasanya hanya menghabiskan tujuh puluh koin berlian setiap sekali makan dulu. Aku minta maaf kau jadi harus membayar sangat mahal.”

Apalagi yang bisa aku katakan? Aku mengeluarkan amethyst card dari dimensi spatial dan menyerahkannya kepada pelayan itu. Pelayan itu mengambil katu itu dariku dengan penuh hormat dan berkata, “Kami memberimu potongan harga delapan puluh persen karena menggunakan amethyst card. Mohon tunggu sebentar.” Setelah mendengar kata-katanya, hatiku merasa lebih baik.

Mu Zi bertanya dengan gelisah, “Kartu apa yang sangat berguna yang kau gunakan untuk mendapatkan diskon itu? Aku juga mau memilikinya!”

‘Aku tidak akan menawarkan diri mentraktir Mu Zi lebih banyak makanan di masa depan. Gelar White Rice Bucket milikku seharusnya jatuh kepadanya.’

Mu Zi mendadak melihatku dengan tatapan yang tampak sedih.

Aku bertanya, “Ada masalah apa?”

Mu Zi tampak tersipu, “Bisakah aku mendapatkan satu liter dari Ascending Jade Tide untuk diminum di siang hari? Itu sangat nikmat dan harganya hanya lima koin berlian.”

Aku langsung merasa kalau langit berputardan lantainya bergulir. “Baiklah! Apapun yang kau katakan!”

Aku tidak tahu bagaimana aku kembali ke sekolah karena saat aku tersadar aku sudah berada di kelas untuk pelajaran siang hari.

Mu Zi mendorongku. “Apa yang kau pikirkan sampai sedalam itu? Apa kau juga ingin minum sedikit Ascending Jade Tide?”

Aku menjawab, “Oh! Aku tidak memikirkan apapun. Kau bisa meminumnya sendiri.”

Murid perempuan yang ada di depan Mu Zi bertanya, “Apa yang kau minum? Itu aromanya sangat manis.”

Mu Zi menjawab, “Ini adalah Ascending Jade Tide. Ini, cobalah!”

Murid perempuan itu termegap sesaat, “Wah! Itu benar-benar sebuah Ascending Jade Tide. Aku dengar itu sangat mahal. Kau benar-benar punya banyak uang.”

Mu Zi menunjuk ke arahku. “Itu bukan uangku. Zhang Gong yang membelinya. Aku bisa berbagi denganmu.”

Murid perempuan itu melihat dengan iri ke arah Mu Zi. “Dia memperlakukanmu dengan sangat baik. Dia tampan dan magic spellnya sangat kuat. Kau sangat beruntung!”

Mu Zi merengut. “Kalau kau menyukainya, kau boleh mengambilnya.”

Aku diam-diam mendengar percakapan mereka sampai ke bagian itu. Aku berkata dengan marah, “Mu Zi! Apa yang kau katakan?”

Mu Zi menoleh ke arahku dan berkata, “Aku bahkan belum setuju untuk menjadi pacarmu! Kenapa kau sangat galak?”

Aku langsung terdiam. ‘Dia memang belum setuju untuk menjadi pacarku. Sepertinya aku membuang-buang koin berlianku.’ Aku hanya jatuh di tempat dudukku. Untuk beberapa alasan, Hatiku terasa sangat sakit.

Mungkin karena Ascending Jade Tide yang aku minum tadi. Murid perempuan itu tidak buruk karena dia membelaku sambil berkata, “Mu Zi! Bagaimana mungkin kau bisa mengatakan itu kepadanya? Kata-katamu sangat menyakitkan.” Mu Zi hanya diam saja.

Akhirnya, kelas sudah berakhir dan aku segera keluar dari ruang kelas. Aku murung tidak seperti biasanya.

Aku bertemu Ma Ke setelah berjalan beberapa saat. Ma Ke, yang menunjukkan wajah yang penuh kegembiraan, menghentikanku dan berkata, “Bos, ini luar biasa! Kita berhasil!”

Aku bertanya dengan suram, “Berhasil? Dalam hal apa?”

Ma Ke dengan heran bertanya, “Bos, apa yang terjadi padamu? Apakah kau sedang berada dalam suasana hatimu sedang buruk? Tentu saja keberhasilan yang sedang aku bicarakan adalah keberhasilan dalam membentuk aliansi. Hari ini, Guru Di pergi ke mansion pangeran untuk mengunjungi ayahku. Setelah berbicara sepanjang pagi, akhirnya mereka mencapai sebuah kesepakatan. Di siang hari, mereka pergi untuk menemui tiga Magister lainnya. Guru Long tidak bisa dihitung, tapi kedua Magister lainnya, kepala sekolah dan wakil kepala sekolah akademi ini, keduanya setuju untuk membantu ayah.”

Itu benar-benar sebuah berita yang sangat bagus! Aku menjawab, “Itu bagus! Kapan kita akan mulai bergerak?”

Ma Ke menjawab, “Ayahku bilang untuk menghindari pertempuran yang tidak diperlukan, akan lebih baik untuk menyelesaikan masalah secepat mungkin. Mereka memutuskan untuk menemui Duke Te Yi dan tiga keluarga besar untuk bernegosiasi tentang peraturan-peraturan besok.”

Aku menjawab dengan terkejut, “Secepat itu?”

Ma Ke melanjutkan penjelasannya, “Sebenarnya, ayah ingin memintamu untuk bergabung bersama mereka, tapi Guru Di berkata kalau kau adalah senjata rahasia kami dan kami tidak boleh membuat pihak lawan tahu tentangmu.”

Aku menjawab, “Bagaimana mungkin aku adalah sebuah senjata rahasia? Lagipula, aku hanya akan menunggu berita baik besok dan akan pergi menuju asrama.”

Ma Ke bertanya, “Bos, apa yang terjadi hari ini? Apa yang membuatmu tampak sangat jengkel? Ayo pergi keluar untuk makan!”

Aku segera mengayunkan tanganku ke arah Ma Ke, merasa takut untuk makan lagi. “Tidak! Tunggu sampai semuanya sudah diselesaikan, barulah kita akan merayakannya. Aku tidak tahu kenapa, tapi aku merasa sangat kelelahan hari ini jadi aku akan pergi duluan.”

Ma Ke menjawab, “Baiklah! Aku tidak akan mengganggumu lagi. Kau seharusnya merasa lebih baik setelah beristirahat semalaman.”

Setelah berpamitan dengan Ma Ke, aku kembali ke asrama dan berbaring di atas kasur. Kepalaku bergemuruh seperti lautan. Kenapa Mu Zi membuat hatiku terasa sangat sakit? Mungkinkah aku benar-benar jatuh cinta kepadanya? Tidak, itu tidak mungkin! Apa yang bagus darinya? Tia tidak cantik dan tidak ramah! Namun tetap saja, bayang-bayang Mu Zi terus muncul di hadapanku.

Translator / Creator: Veve