December 23, 2016

Child of Light – Volume 4 / Chapter 20

 

An Invitation to Dinner

‘Ini buruk! Orang tua itu melihatku.’ Dia menyeringai dan berjalan mendekat ke arahku. Mu Zi sangat ketakutan sampai dia tidak berani mengangkat kepalanya.

‘Jika aku ketahuan olehnya, aku akan berada dalam masalah besar! Apa yang harus aku lakukan? Sudah terlambat untuk menyembunyikan catatan itu. Karena aku sudah tertangkap, aku akan menggunakan teknik rahasiaku!’

Dengan tenang aku duduk tegap dan melihat ke arah guru itu. Aku meletakkan kertas yang berisi jawaban itu di depan hidungku dan meniup dengan hidungku keras-keras, yang membuat kertas itu mendarat di pojok ruang kelas. Guru itu menatap dengan galak ke arahku, tapi tidak berani mengambil bukti kalau aku tadi berbuat curang.

Dia hanya berbalik dan berjalan pergi. Aku menghela nafas panjang dan berpikir. ‘Itu tadi nyaris saja!’ Mu Zi yang duduk di sebelahku cekikikan tanpa terkendali sambil membaringkan tubuh bagian atasnya di atas meja.

Aku berbisik, “Pastikan air liurmu tidak menetes di kertasmu.” Mu Zi kemudian memaksa dirinya untuk berhenti tertawa. Dia mengangkat kepalanya untuk meneruskan menjawab pertanyaan ujiannya.

Aku melihat ke kertas jawabanku. Karena aku menulis jawabannya dengan cukup cepat, aku sudah menjawab sekitar tujuh puluh persen dari semua pertanyaan. Aku setidaknya akan lulus. Aku menjawab pertanyaan yang tersisa dengan kebingungan, kemudian bersandar di bangku tempat dudukku dan menunggu kertasnya dikumpulkan.

Pelajaran akhirnya selesai. Setelah kertas ujian itu dikumpulkan, aku berkata dengan senang kepada Mu Zi, “Seharusnya tidak ada masalah kali ini. Haha. Terima kasih banyak atas bantuanmu. Bagaimana kalau aku mentraktirmu makan siang hari ini?”

Mu Zi menjawab, “Reaksimu cukup cepat. Kali ini guru itu pasti sangat marah kepadamu. Dia jelas tahu kau berbuat curang, tapi tidak bisa mendapatkan buktinya.”

Aku tersenyum dengan puas dan berkata, “Tentu saja! Aku ahlinya melawan balik! Apakah kau mau atau tidak mau pergi makan siang denganku?”

Mu Zi berpikir sejenak. Tanda kelicikan terpancar dari matanya. “Baiklah! Tapi, aku tidak ingin makan di kantin akademi. Aku ingin makan di luar akademi.”

Dengan baik hati aku berkata, “Tidak masalah! Kau boleh memilih ingin makan di mana. Setelah kelas hari ini berakhir, ayo kita pergi dan makan.”

Mu Zi berkata, “Kau yang bilang begitu! Kau akan membutuhkan banyak uang karena aku bisa makan banyak sekali makanan.”

‘Bisakah kemampuan makanmu dibandingkan denganku? Aku adalah White Rice Bucket yang terkenal. Heh heh. Aku ingin tahu siapa yang akan menang.’ Aku tidak mungkin mengatakan itu kepadanya, jadi aku berkata, “Tenang! Aku janji aku akan membiarkanmu makan sampai kau puas.”

Mu Zi tersenyum. “Bagus! Sudah beberapa waktu lamanya sejak terakhir kali aku makan makanan yang lezat. Aku ingin makan banyak sekali makanan yang lezat.”

‘Ini adalah pertama kalinya pelajaran pagi hari berakhir tanpa amarah darinya kepadaku.’ Setelah kelas selesai, aku mengikutinya keluar dari akademi. Aku mengikutinya lama sekali, tapi kami masih belum mencapai tempat tujuan kami.

Aku bertanya dengan kebingungan, “Hey nona muda, ke mana kau ingin membawaku?”

Mu Zi tersenyum dengan misterius kepadaku. “Kenapa? Kau takut kalau aku akan membunuhmu karena uangmu? Kau yang bilang kalau kau ingin mentraktirku makan jadi berhentilah menanyakan berbagai pertanyaan.”

Aku langsung berkata, “Baiklah! Aku akan mengikutimu.” Aku seorang Magister! Aku tidak takut kepada siapapun.

Kami sampai di tempat tujuan kami, tapi itu tidak terlihat seperti restoran! Mu Zi membawaku ke sebuah tempat yang dipenuhi dengan keindahan emas dan batu permata Jade. Itu terlihat seolah tempat itu bisa dibandingkan dengan sebuah istana, meskipun aku belum pernah masuk ke sebuah istana sebelumnya. Nama tempat itu, dengan kata-kata yang terbuat dari emas, Ascending Jade Tide. Seorang maître d’hôtel yang ada di pintu masuk datang dan menyapa kami. “Tuan dan nona muda, apakah anda di sini untuk makan?”

Mu Zi menganggukkan kepalanya. “Kami ingin sebuah meja yang tenang untuk dua orang.”

Maître d’hôtel itu tersenyum dan berkata, “Dimengerti. Selamat datang di restoran ini!” Pelayanannya sangat sempurna. Itu, bagaimanapun juga, membuat biaya yang mahal. Kami mengikuti maître d’hôtel itu dan masuk ke Ascending Jade Tide.

Wow~ Bagian dalamnya bahkan lebih mewah. Di lantai terdapat sebuah karpet yang terkenal dan mahal, dan hiasan dari emas dan permata jade ada dimana-mana. Maître d’hôtel itu membawa kami ke sebuah tempat duduk dekat jendela di lantai kedua dan bahkan membantu kami dengan menarik kursi itu untuk kami duduk. “Mohon tunggu sebentar. Seorang pelayan akan datang dan mengambil pesanan anda.”

Sesuai dugaan, dalam waktu singkat, seorang pelayan perempuan yang masih muda dan anggun datang dan memberikanku sebuah daftar menu. Untuk menunjukkan sikap elegan seorang pria, aku tidak melihat menu itu dan memberikannya kepada Mu Zi, memberinya tanda untuk memilih makanannya.

Mu Zi terlihat tidak sopan dan mengambil menu itu dariku. Dia membalik halaman pertama dan membacanya dengan cepat, dan kemudian melihat ke halaman kedua. Setelah melihatnya, dia mengembalikan menunya kepada pelayan itu. “Aku ingin semua makanan dari dua halaman pertama dari menu dan satu liter Ascending Jade Tide.”

Pelayan itu tampak terkejut dan menatap Mu Zi. “Sebanyak itu? Bisakah kalian berdua menghabiskan itu semua? Kita tidak mengijinkan pembatalan dari seluruh pesanan di restoran ini.”

Mu Zi merengut. “Kau cukup menyajikan kami makanannya. Bagaimana kau tahu apakah kami bisa menghabiskannya atau tidak?” Pelayan itu setuju dan menarik kembali menu itu.

Aku bertanya, “Apa itu Ascending Jade Tide? Bukankah itu nama restoran ini?”

Mu Zi menjawab, “Kau tidak tahu? Ascending Jade Tide adalah sebuah minuman yang sangat terkenal. Restoran ini menjadi terkenal karena minuman itu jadi bos dari restoran ini mengganti nama restoran ini menjadi Ascending Jade Tide.”

Jadi ternyata seperti itu. “Kau tampaknya sangat familiar dengan tempat ini. Apakah kau sering datang ke sini?”

Mu Zi menjawab, “Itu benar. Aku sering datang ke sini untuk makan, tapi aku sudah menggunakan semua uang yang aku bawa dari rumah. Aku tidak ada pilihan lain selain makan di kantin akademi.”

Aku bertanya dengan terkagum, “Kau sangat menyukai makanan di sini sampai kau menggunakan seluruh uangmu di sini?” Meskipun aku memang suka makan, tapi tidak sampai ke tingkat miliknya.

Mu Zi tersenyum malu-malu. “Itu benar. Aku sangat menikmati waktunya makan, terutama makanan kalian para ras manusia. Itu luar biasa!”

“Ras manusia kami? Kau bukan manusia!?”

Mu Zi tampak seolah dia sudah membocorkan sesuatu dan dengan sedikit gurauan dia menegur, “Kau adalah orang yang bukan manusia! Karena kita sudah ada di sini, kenapa kau menanyakan berbagai pertanyaan? Kau tidak ingin membayar?”

Aku langsung menyerah. “Oke! Oke! Aku akan berhenti bertanya.”

Makanan sudah tiba. Kemudian aku tahu kenapa pelayan itu takut kalau kita tidak akan bisa menghabiskan makanan sebanyak ini. Mu Zi memesan makanan sangat banyak sampai tidak muat di meja. Pelayan yang lain menarik satu meja lagi dan mengisi separuh meja itu dengan makanan.

Aku bertanya dengan shock, “Banyak sekali makanan? Tidak baik membuang-buang makanan!”

Mu Zi tampak cemberut. “Siapa bilang kita akan membuang-buang makanan? Cepatlah makan! Jika makanannya menjadi dingin, rasanya tidak akan enak.” Sambil mengatakan itu, dia mulai memakan beberapa udang dengan sumpitnya. Dia tampak menikmati makanannya. “Yummy! Sudah lama sekali sejak terakhir kali aku makan di sini. Ini sangat luar biasa.”

Karena aku yang membayar, tidak akan pantas kalau aku tidak makan sama sekali. Aku mengambil Ascending Jade Tide yang berwarna hijau jade itu dan meminumnya sedikit. Ini memberikanku sebuah perasaan yang dingin dan menyegarkan. Rasanya diingin dan manis. Cukup baik!

Aku berkata, “Aku juga akan makan.” Aku mulai membenamkan diriku kedalam makanannya. Makanannya terlihat, tercium, dan terasa hampir sempurna. Saat aku makan, aku bahkan hampir menelan lidahku bersama makanannya. Itu benar-benar lezat. Mu Zi benar-benar tahu bagaimana memilih tempat. Makanan di hadapan kami habis dengan sangat cepat.

Translator / Creator: Veve