December 23, 2016

Child of Light – Volume 4 / Chapter 18

 

I’m The Mediator

Pangeran tersenyum dengan tulus dan ramah berkata, “Zhang Gong, jangan khawatir! Saat ini, melawan ras magic adalah yang paling penting. Duke Te Yi adalah orang yang sangat egois dan tiga keluarga besar juga tidak bersatu; jika mereka memang memimpin kerajaan, mereka akan memimpin pada jatuhnya kerajaan. Kita tidak boleh membuat kudeta sekarang, tapi harus menemukan cara untuk menyelesaikan masalah pewarisan tahta. Para rakyat itu tidak bersalah. Aku pasti tidak akan membiarkan mereka berada dalam bahaya karena perang kekuatan.” ‘Dia benar-benar seekor rubah tua; dia pasti tahu kalau aku sangat peduli kepada rakyat dan mengatakan itu untuk menenangkanku.’

Aku mengangguk. “Baiklah, Paman. Ayo kita biarkan seperti itu. Aku akan kembali dulu. Anda hanya perlu menunggu berita baik dariku!”

Setelah berpamitan dengan pangeran, Ma Ke dan aku kembali ke akademi. Di perjalanan, Ma Ke bertanya, “Bos, bagaimana menurutmu?”

Sambil terus berjalan aku berkata, “Sebenarnya, aku tahu kalau ayahmu hanya ingin menggunakanku.” Setelah aku mengatakan itu, aku melihat Ma Ke dengan tatapan penuh arti. Ma Ke hanya menundukkan kepala dan tidak mengatakan apapun lagi.

Aku menepuk bahunya. “Kau tidak perlu memikirkan itu! Aku tidak banyak berarti; aku hanya merasa sedikit tidak nyaman. Namun, akan lebih baik kalau ayahmu mewarisi tahta yang memang haknya daripada kekuatan musuh. Berhentilah merasa khawatir! Aku pasti membantu ayahmu.”

Ma Ke menggenggam tanganku dan berkata dengan semangat, “Bos, aku benar-benar tidak tahu harus berkata apa!”

Aku mengangkat kepalaku untuk melihat jam. “Kau tidak perlu mengatakan apapun! Ayo kita berjalan lebih cepat! Kau kembalilah ke akademi duluan. Ini belum terlalu malam sekarang jadi aku akan mengunjungi Royal Intermediate Magic Academy dan menemui Guru Di untuk melihat apakah aku bisa mendapatkan dukungannya.”

Di persimpangan jalan, Ma Ke dan aku berpisah. Aku dengan cepat tiba di Royal Intermediate Magic Academy. Di akademi tempatku belajar yang sebelumnya ini, penjaganya mengenalku. Aku berkata aku datang untuk menemui Guru Di dan dia dengan cepat mengijinkan aku masuk.

Setelah sampai ke pintu masuk tempat tinggal Guru Di, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak mengenang masa lalu. Dia sangat menyayangiku dan selalu menjadi orang tua yang kesepian. Hatiku penuh dengan rasa terima kasih kepadanya.

Aku berseru dari luar, “Guru Di, aku di sini untuk mengunjungimu!”

Saat pintu terbuka, Guru Di keluar dari ruangan dan berkata sambil tersenyum, “Kenapa kau sudah kembali, setelah mengikuti kelas dalam Advanced Magic Academy selama beberapa hari? Tidak bisa meninggalkan tempat ini?”

Aku berjalan mendekat dan memegang erat tangannya, bersikap seperti anak yang manja, “Tentu saja, aku merindukanmu! Bukankah aku datang untuk menjengukmu?”

Guru Di tertawa. “Kau benar-benar anak yang baik. Ayo masuk ke dalam ruangan!”

Aku tersenyum dengan canggung dan berkata, “Aku tidak membelikan anda apapun dan hanya mampir. Apakah anda sibuk dengan urusan akademi?”

Guru Di bersandar di tempat duduknya dan tersenyum. “Tidak apa-apa. Itu tidak terlalu sibuk karena banyak hal tidak membutuhkanku untuk secara langsung menyelesaikannya. Sejujurnya, aku berpikir untuk segera pensiun. Bagaimana kalau kau mewarisi posisiku setelah kau selesai mengurus masalah Raja Monster?”

Aku langsung melambaikan tanganku kearahnya. “Tidak! Tidak! Aku terlalu muda! Bagaimana mungkin aku bisa mewakili sekolah? Bukankah Guru Long adalah kandidat yang lebih baik untuk mewarisi posisi anda? Aku juga berpikir kalau anda perlu sedikit santai di pekerjaan anda.”

Guru Di berkata, “Guru Long memang salah satu kandidat yang paling baik, tapi sekarang dia sudah pergi mengikuti pertempuran kekuatan. Dia tidak akan bisa tenang selama waktu itu. Menurutmu bagaimana aku bisa menyerahkan akademi ini kepadanya tanpa rasa khawatir?”

Sepertinya Guru Di tidak menyukai pertempuran kekuatan saat ini. ‘Bagaimana aku bisa menanyakannya?’

Guru Di melihatku tidak mengatakan apapun. “Bukankah kau kembali untuk menanyakan sesuatu? Katakan saja, kau ingin aku untuk membantu Pangeran Ke Zha.”

Aku menjawab dengan sedikit terkejut, “Benar.”, dan kemudian aku tersadar dan melihat ke arah Guru Di dengan mulutku ternganga lebar. Aku masih terkejut. “Bagaimana anda tahu? Apakah anda mempelajari sebuah mantra yang membuat anda bisa melihat masa depan?”

Guru Di tersenyum, “Bagaimana mungkin aku tidak mengerti tentang dirimu? Dengan hubunganmu dengan Ma Ke, Bagaimana mungkin Ke Zha tidak menggunakanmu untuk meyakinkanku?”

Aku menggaruk kepalaku dan berkata, “Guru, anda benar-benar menakjubkan. Pangeran Ke Zha memang berusaha menggunakanku untuk meyakinkan anda.”

Guru Di menghela nafas. “Keadaan di kerajaan Aixia benar-benar menegangkan. Jika kau membuat satu gerakan salah saja, aku akan terjebak dalam kekacauan perang. Meskipun kau sudah tahu kalau Pangeran Ke Zha berniat menggunakanmu, kenapa kau masih datang ke sini?”

Aku tersenyum dan berkata, “Aku benar-benar merindukanmu, jadi apakah aku tidak boleh mengunjungimu?”

Guru Di tertawa mendengar jawabanku. “Berhentilah bercanda dan beritahu aku yang sebenarnya!”

Aku menjadi serius dan berkata dengan sungguh-sungguh, “Sebenarnya, aku datang memang untuk mencoba meyakinkan anda, tapi ini bukan untuk Pangeran Ke Zha. Ini untuk rakyat Kerajaan Aixia yang sangat banyak.”

Guru Di mulai tertarik. “Hmm! Lanjutkan kata-katamu.”

Aku menjelaskan, “Jika anda terus menjadi pihak netral dan tidak memilih pihak manapun, perang pasti terjadi. Kampung halaman kita akan penuh dengan darah dan rakyat tidak akan bisa terus hidup dalam damai karena mereka pasti terperangkap dalam pertempuran. Jika, pada saat itu, ras magic mencoba menyerang, kita akan memiliki banyak masalah di tangan kita dan tidak akan bisa bersatu dengan dua kerajaan lain untuk melawan balik. Ditambah lagi, dalam beberapa tahun, Raja Monster akan muncul. Siapa yang tahu metode apa yang akan dia gunakan untuk melakukannya? Jika ras manusia tidak bersatu, ada kemungkinan kalau ras manusia akan binasa. Untuk masa depan ras manusia, aku memohon padamu untuk membantu Pangeran Ke Zha. Guru Di, apakah menurut anda aku terlalu banyak berpikir tentang situasi ini?”

Guru Di menggelengkan kepalanya, “Kau tidak berpikir terlalu banyak. Keadaan seperti itu memang mungkin terjadi. Aku penasaran kenapa kau tidak memintaku untuk mendukung Duke Te Yi dan tiga keluarga besar. Meskipun aku hanya akan menjadi tambahan yang tidak penting untuk pasukan mereka; kemungkinan mereka untuk menang akan sangat tinggi, meskipun kekuatan mereka sudah melebihi kekuatan sang Pangeran. Alasanmu mendukung Pangeran Ke Zha itu Ma Ke, bukan?”

Aku menjawab, “Meskipun Ma Ke bisa mempengaruhi keputusanku sampai tingkat tertentu, dia bukan alasan utamanya. Yang lebih penting lagi, jika tahta itu diwarisi oleh Pangeran Ke Zha, itu akan masuk akal karena dia adalah satu-satunya saudara dari kaisar saat ini. Para rakyat dan bangsawan seharusnya bisa menerima itu. Jika kita bisa memiliki kekuatan untuk menekan Duke Te Yi dan tiga keluarga besar dan membuat mereka sadar kalau rencana mereka itu mustahil, aku yakin mereka tidak akan terus melawan dengan sengit. Lagipula, mereka tidak cocok untuk mewarisi tahta. Pada saat itu, mereka hanya akan mencoba untuk menjaga kebangsawanan dan kehidupan mereka. Kita hanya perlu melakukan beberapa gerakan yang bisa menenangkan mereka sementara. Jika mereka melakukan perlawanan lagi di masa depan, itu tidak akan menjadi masalah untuk membuat kita cemas lagi. Aku merasa kalau pangeran benar-benar mahir dan penuh strategi sehingga dia seharusnya mampu menghadapi mereka. Di sisi lain, jika kita mendukung Duke Te Yi, akan cukup sulit mengetahui apa yang akan terjadi karena Pangeran Ke Zha adalah pewaris tahta yang sebenarnya. Pangeran Ke Zha tidak akan berkompromi dengan mereka. Saat ini dia juga memiliki kekuatan militer seluruh kerajaan. Jika kita tidak mencabut rumput dengan akarnya dan membiarkan dia lari, dia pasti akan kembali untuk mendapatkan tahtanya kembali. Perang pasti akan terjadi. Itulah kenapa aku memilih untuk mendukung Pangeran Ke Zha.

Translator / Creator: Veve