December 22, 2016

Child of Light – Volume 4 / Chapter 15

 

Returning Home to Report

Aku terkejut dan bertanya, “Tidakah ini terlalu cepat untuk memulai sebuah perang?” Aku melihat ke arah Ma Ke. Dia juga terkejut. Dia jelas tidak tahu keadaan saat ini.

Hai Shui menjawab, “Kenapa itu tidak mungkin? Tiga kekuatan utama saat ini sudah mempersiapkan tentara mereka! Kapanpun itu, mereka akan memulai sebuah perang.”

Aku menghela nafas. “Perang adalah yang paling kejam! Jika perang benar-benar terjadi, yang paling menderita adalah para rakyat biasa. Ditambah lagi, kekuatan kerajaan akan melemah selama perang. Itu akan mengganggu keseimbangan antara tiga kerajaan.”

Hai Shui menatapku sesaat, dengan mata yang membesar. “Wow~ aku tidak menyangka kau akan menganalisis situasi sampai seperti itu. Akan sangat bagus jika kau bergabung dengan keluarga Xing kami. Dengan magic powermu, itu pasti bisa membawa keluarga ini ke puncaknya!”

Aku tertawa dan melihat ke arah Ma Ke dengan gelisah. ”Aku rasa kita harus melupakan saran tentang itu dulu karena sekarang masalah yang kami punya dengan saudarimu tidak bisa diselesaikan.”

Ma Ke membelaku, sambil berkata, “Benar, benar! Kau harus berhenti menempatkan Zhang Gong sebagai pusat perhatian!”

Hai Shui mengerutkan bibir kecilnya yang manis, “Humph! Kakak bukanlah masalahnya! Aku tidak peduli! Apakah kau akan mengatakan kepadaku kalau kau setuju atau tidak? Aku hanya akan bertanya kepada kakekku, oke?” ‘Hai Shui merupakan salah satu kandidat sebagai penerus keluarga Xing sehingga posisinya dalam keluarga sangat tinggi. Jika dia benar-benar menyarankan aku untuk masuk menjadi bagian keluarganya, kemungkinan berhasilnya pasti sangat tinggi.’

Aku langsung menggelengkan kepalaku. “Tidak! Lupakan saja! Aku tidak ingin dikekang dan aku sangat mencintai kebebasanku. Ditambah lagi, aku baru saja menyinggung keluarga Ri. Jika aku bergabung dengan keluargamu, tidakkah itu akan membuat konflik di antara dua keluarga?”

Hai Shui menundukkan kepalanya dan berpikir. “Apa yang kau katakan itu benar! Tapi, penawaranku masih berlaku. Jika suatu saat kau mengubah pikiranmu, kau harus memberitahuku! Kalian nikmatilah makanan kalian; aku akan pergi dulu.”

Saat Ma Ke fokus ke arah punggung Hai Shui yang sedang pergi, dia berkata kepadaku, “Bos, terima kasih! Aku tahu kau menolak Hai Shui karena aku. Aku benar-benar tidak tahu apa…”

Aku menepuk bahunya. “Berhentilah mengatakan hal seperti itu! Kita adalah saudara! Lagipula, aku juga tidak ingin bergabung dengan keluargamu juga. Sejujurnya, aku berharap ini tidak berakhir dengan peperangan! Apakah kedamaian seburuk itu? Kita hanya bisa memperindah diri kita jika kita tetap bersatu. Pada petualanganku dulu, aku bertemu dengan ras Magic. Mereka tidak melihat kita para ras manusia dengan maksud baik dan lebih menginginkan kita menghilang. Jika terjadi perang di dalam negeri, bukankah itu akan menjadi kesempatan yang bagus bagi mereka untuk menjajah kita?”

“Ras magic? Bos, kau bertemu dengan ras Magic?”

“Itu benar! Kenapa?”

“Ini masalah besar! Aku akan langsung memberitahu ayahku. Informasi tentang ras Magic yang ingin menjajah kita itu sangat penting!”

Aku bertanya dengan keheranan, “Kau tidak perlu segugup ini, bukan?”

Ma Ke menegurku, “Bagaimana mungkin aku tidak gugup? Ras Magic itu sudah menggunakan cara yang tidak kita ketahui untuk masuk ke Benua Timur kita. Ini membuktikan kalau mereka memiliki maksud buruk kepada kita para ras manusia. Informasi ini sangat penting!”

Aku menggaruk kepalaku dan memikirkan lagi tentang  wajah indah dan cantik milik Putri dari Ras Magic. “Ras magic itu tidak menakutkan. Mereka hanya seperti kita, hidup di dunia ini. Kenapa kau terlihat seperti sudah bertemu hantu?”

“Ras magic itu dan kita para manusia tidak sama! Mereka adalah musuh dari semua ras manusia.”

“Baiklah! Aku tidak akan terus berdebat denganmu. Lakukan apa yang ingin kau lakukan! Ayo cepat kita selesaikan makanan kita! Aku ingin kembali ke asrama untuk beristirahat.”

Ma Ke meninggalkan akademi dan pergi menuju rumah untuk melaporkan tentang informasi ini kepada ayahnya malam itu juga.

Di kelas keesokan harinya, aku menulis surat lain untuk Mu Zi. Aku hanya menulis beberapa kata: “Kemarin saat aku menerima balasanmu, aku sangat bahagia. Aku hanya ingin bertanya padamu, kenapa kau merasa itu mustahil untuk kita bisa bersama dan ingin aku tidak mengganggumu lagi? Aku benar-benar tidak bisa menghentikan diriku dari menyukaimu. Meskipun kau sangat dingin kepadaku, aku tahu kau sebenarnya baik hati. Biasakah kau memberikan aku kesempatan? Aku berjanji aku akan melindungimu selamanya!” Saat menulis, aku tidak lagi memikirkan tentang balas dendam. ‘Penampilan Mu Zi yang polos menjadi sangat menawan. Itu tidak mungkin kalau aku benar-benar jatuh cinta kepadanya? Tidak, itu tidak mungkin.’  Diam-diam aku mengingatkan diriku untuk tidak lupa untuk melakukan balas dendamku kepadanya.

Setelah aku memberikan surat itu, dia membalas di atas kertas itu, “Berhentilah bertanya padaku! Kita benar-benar tidak bisa bersama. Aku tidak akan pernah jatuh hati kepadamu! Menyerahlah! Hai Shui adalah gadis yang mencintaimu. Seharusnya dialah yang kau pilih!”

Setelah selesai membaca tulisannya yang tidak rapi itu, aku menatap wajahnya. Dia merasakan tatapan panas dariku dan melihat ke arahku. Aku berbisik kepadanya, “Tolong berikan aku alasan?” Saat aku meminta hal itu, hatiku merasakan sebuah rasa sakit.

Mata Mu Zi menunjukkan ekspresi yang campur aduk dan dia berbisik kembali, “Jangan tanya, oke?”

Dia tidak tampak sedingin biasanya, tapi sebenarnya sangat menawan. Jantungku mulai bergetar. Aku mendadak menggapai tangannya yang dingin namun lembut itu. Saat aku menyentuh tangannya, dia berteriak karena terkejut dan hampir terjatuh dari bangku tempat dia duduk.

Pelajaran yang ada di kelas saat ini diajar oleh mage tua yang menyebalkan itu. “Zhang Gong, apa yang kau lakukan? Ini adalah jam pelajaran!”

Aku tertawa dengan canggung, “Guru, Mu Zi ketakutan karena ada kecoa barusan jadi aku hanya ingin membantunya.” Wajah Mu Zi memerah, tapi tidak mengatakan apapun. Dia hanya melihat ke bawah sambil menepuk pakaiannya.

Orang tua itu tidak menemukan bukti untuk melawanku, dengan marah berteriak, “Tolong diingat untuk lain kali! Murid-murid, aku hanya akan mengajar sampai di sini karena kelas hampir berakhir. Kita akan melakukan tes untuk menguji pengetahuan kalian tentang magic spell besok. Aku harap semua murid akan datang ke kelas mempersiapkan tes untuk mendapatkan nilai yang bagus. Ada kemungkinan bagi mereka yang gagal tidak bisa melanjutkan ke tahun keempat!” Setelah mengatakan itu, dia menatap dengan marah ke arahku.

‘Tidak! Ini tidak mungkin terjadi. Ada tes besok? Aku tidak mendengarkan banyak hal di kelas,dan kelasnya sangat singkat. Bagaimana aku bisa menjalani tes pengetahuan tentang spell? Ini tidak sama seperti tes penggunaan magic spell! Sialan! Aku harus minta bantuan kepada Ma Ke kali ini.’

Aku berbisik kepada Mu Zi. “Kau tidak melukai dirimu sendiri, bukan? Bagaimana kalau kita makan siang bersama hari ini?” Mu Zi tidak menjawab, tapi dia mengeluarkan secarik kertas dan menulis di atasnya sebelum melemparnya padaku.

Aku melihat ke atas kertasnya. Dia menulis: “Tolong berhenti menggangguku! Aku mohon padamu! Sekarang, aku jadi bahan tertawaan di kelas. Di masa depan, tolong berhenti menulis surat untukku.” Saat aku membaca kata-katanya, hatiku gemetar dalam dingin. Namun, aku mengingat wajahnya yang memerah. Aku tahu kalau dia memiliki beberapa perasaan untukku. Karena dia menolak bergabung denganku untuk makan siang, aku rasa aku akan melupakannya. Aku akan pelan-pelan sekarang, tapi suatu hari aku pasti akan membuatnya memiliki keinginan untuk datang dalam pelukanku.

Translator / Creator: Veve