December 21, 2016

Child of Light – Volume 4 / Chapter 14

 

Stirring the Heart

Saat aku berjalan keluar dari ruangan, itu sangat sunyi. Ke mana semua orang pergi? Saat aku sampai ke lantai bawah dari asrama, aku bertemu dengan resepsionis asrama, seorang pria tua. Dia menyeringai ke arahku. “Kau sudah terlambat masuk kelas! Kenapa kau tidak bergegas?”

Aku sempat terkejut. “Pukul berapa sekarang? Kenapa aku terlambat?”

Dia menjawab, “Jika kau tidak cepat, pelajaran ketiga di kelas pagi akan segera berakhir.”

Ah! Ternyata sudah sangat terlambat. Setelah berterima kasih kepadanya, aku bergegas keluar dari asrama. Saat aku sampai di pintu masuk ruang kelas, Guru Si Lan Yu sedang mengajar di kelas. Ayo kita hadapi saja musiknya! Lagipula aku hanya terlambat.

Aku berseru, “Meminta izin untuk masuk!”

Guru Yu menjawab, “Masuklah!”

Aku membuka pintu ruang kelas. Saat aku masuk ke dalam kelas, aku menundukkan kepalaku. “Guru, maafkan aku karena terlambat.” Aku bisa merasakan seluruh murid di dalam kelas melihat ke arahku.

Guru Yu berkata, “Tolong ingat untuk tepat waktu lain kali dan cepatlah pergi ke tempat dudukmu.” Guru Yu benar-benar baik! Haha, sepertinya aku bisa lolos begitu saja! Aku kembali tenang dan duduk di tempat dudukku. Sesuatu terasa berbeda hari ini. Pandangan mata para murid tidak serumit itu. Seluruh mata mereka dipenuhi dengan rasa hormat dan bahkan memiliki tanda keinginan. Sepertinya kemenangan melawan Feng Liang memiliki efek yang besar di kelas ini!

Aku melihat ke arah Mu Zi, yang ada di sampingku. Dia adalah satu-satunya murid yang tidak melihatku sejak aku masuk ke ruang kelas. Aku berbisik kepadanya, “Hei, apakah kau ada di sana saat aku bertarung melawan Feng Liang kemarin?”

Mu Zi tidak melihat ke arahku dan membalas dengan dingin, “Aku tidak ada di sana dan tolong berhenti bicara selama kelas berlangsung.”

Aku mengerut dan mengeluarkan selembar kertas dari tasku untuk melanjutkan perang surat cinta. Dengan semangat aku menulis di atas kertas itu dan tidak peduli untuk keluar kelas saat istirahat. Akhirnya, setelah pelajaran ke empat, aku selesai menulis hasil karyaku sebanyak dua ribu kata.

Apa yang aku tulis tidak terlalu dangkal. Itu adalah perasaan yang aku rasakan saat aku bertanding dengan Feng Liang. Aku menggunakan beberapa kalimat terakhir untuk mengekspresikan perasaanku kepada Mu Zi. Aku membalik halamannya. ‘Aku harap kali ini Mu Zi tidak akan merobeknya. Jika dia benar-benar merobeknya, itu berarti kegagalan. Aku tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk membuatnya jatuh cinta kepadaku. Saat ini, aku tidak tahu kenapa, tapi perasaanku untuk membalas dendam sudah berkurang. Aku bahkan menyukai sikapnya yang dingin daripada membencinya.’

Aku meletakkan kertas itu di atas mejanya dan menunggu apakah dia akan mengambilnya. Dia menoleh dan melotot ke arahku saat aku tersenyum kembali kepadanya. Dia melihat ke kertas itu dan, melihat kalau isi surat itu bukanlah surat cinta yang isinya dangkal, namun sebuah analisis pertarungan. Dia terlihat serius dan tampak sangat tertarik dengan apa yang dia baca. ‘Masih ada harapan! Haha! Luar biasa!’

Mu Zi membalik halamannya dan menulis beberapa kata di halaman terakhir sebelum memberikannya kembali padaku. Aku hampir berteriak kegirangan karena dia tidak merobek suratku dan bahkan membalasnya. Perasaan bahagia memenuhi seluruh tubuhku.

Aku mengambil surat itu dan melihat sebaris kata-kata yang tidak rapi. Aku terkejut bukan karena apa yang ditulisnya, melainkan karena tulisan tangannya sangat jelek! Tampak seperti tulisan seekor berudu (kecebong). Aku menolehkan kepalaku untuk melihat ke arahnya sebelum kembali melihat ke tulisannya. Sambil menahan tawa, aku mencoba dengan serius untuk menguraikan kata-kata dari tulisan berudunya.

Untungnya, kemampuan menguraikanku sangat kuat dan aku cukup mengerti apa yang dia tulis: ‘Kau memang sangat kuat karena kau berhasil mengalahkan Feng Liang Ri, tapi ini mustahil bagi kita untuk bisa bersama. Mulai dari sekarang, tolong berhentilah menggangguku.’

‘Saat aku membaca tulisannya, aku tidak merasakan kesedihan apapun, malah aku merasa benar-benar bahagia! Aku akhirnya berhasil menggerakkannya! Ini tidak sama seperti sikap tidak peduli yang dulu; dia membalasku. Masih ada harapan! Harapan yang besar!’

Aku dengan hati-hati menyimpan surat itu. Sepertinya semangatku belum mencapainya. ‘Aku akan terus mencoba mengejarnya besok. Aku yakin jika aku terus mengejarnya tanpa menyerah, aku akan mendapatkan hasilnya.’

Seusai sekolah, aku menemui Ma Ke. “Kenapa kau tidak datang menjemputku pagi ini?”

Ma Ke menjawab, “Tadinya aku khawatir kalau efek setelah pertandingan kemarin terlalu serius, dan kau belum benar-benar pulih. Dilihat dari penampilanmu, sepertinya kau sudah baik-baik saja.”

Aku berkata dengan gembira, “Tentu saja aku baik-baik saja! Pemulihan magic power milikku saat ini benar-benar cepat. Ayo pergi dan cepat cari beberapa makanan! Aku sudah sangat kelaparan!”

Setelah kami berjalan ke kantin, dengan lengan kami di atas bahu satu sama lain, aku menunjukkan karakteristik White Rice Bucket milikku dan dengan rakusnya aku melahap makananku. Tiba-tiba, aroma yang menarik mendekat saat Hai Shui duduk di meja yang sama dengan kami.

Dia bertanya, “Zhang Gong, bagaimana kabarmu? Bagaimana dengan pemuliihan lukamu?”

Aku tersenyum sambil menjawabnya. “Aku benar-benar harus berterima kasih padamu tentang ini. Jika kau tidak membantuku merawat lukaku kemarin, aku mungkin tidak bisa turun dari tempat tidur hari ini.”

Hai Shui berkata, “Selama kau baik-baik saja, itu sudah cukup!” Setelah mengatakan itu, dia terlihat seperti merasakan sesuatu, dan wajahnya yang kecil, manis, dan lembut itu memerah.

Ma Ke menggodanya. “Kenapa wajahmu begitu merah?”

Hai Shui menatap kearahnya dengan galak dan merengut sambil bercanda, “Itu tidak akan terjadi jika dia terluka.”

Aku dengan cepat menyela, “Hai Shui, bagaimana kondisi Feng Liang? Dia seharusnya tidak berada dalam kondisi yang berbahaya, bukan?”

Hai Shui merengut. “Dia baik-baik saja. Dia selamat dan sudah sadar. Namun, akan memakan banyak waktu sampai dia benar-benar pulih. Seranganmu saat itu benar-benar mengerikan.”

Aku menghela nafas, “Aku tidak punya pilihan lain saat itu. Kau seharusnya melihat pertarungan itu. Magic spell yang dia gunakan saat itu sangat tidak biasa. Itu terlihat seperti dark magic. Jika aku tidak bertarung dengan segenap kemampuanku, kau pasti tidak akan bisa melihatku hari ini.”

Hai Shui cekikian dan menjawab, “Feng Liang tidak hanya tidak memarahimu, tapi juga ingin berterima kasih atas apa yang kau lakukan kemarin. Jika kau tidak langsung merawatnya, dia pasti sudah mati. Meskipun itu adalah pertarungan yang berimbang, hasilnya akan sangat tidak diinginkan jika ada yang kehilangan nyawanya di akademi ini. Ditambah lagi, dia memiliki kekuatan keluarga Ri yang yang membantunya! Itu benar! Tentang keluarga Ri, kau harus terus mengawasi mereka. Kau tidak akan pernah tahu kapan mereka akan membalaskan dendam mereka. Kemarin, setelah kakek Feng Liang, seorang tetua keluarga Ri yang dihormati, Si Feng Ri, mengetahui kalau kau sudah melukai Feng Liang Ri separah itu, dia menjadi marah besar. Jika bukan karena kau ada di akademi, dia pasti sudah datang untuk membalaskan dendamnya. Orang tua yang keras kepala itu akan melakukan apa saja untuk mempertahankan wibawa keluarganya. Mulai sekarang, kau harus mencoba dan menjaga dirimu sedikit tertutup. Dia seharusnya menjadi tenang setelah Feng Liang pulih.”

Aku berkata sambil tersenyum, “Terima kasih sudah memberitahuku hal ini; tapi memangnya kenapa kalau keluarga Ri ingin membalaskan dendamnya? Apakah mereka hanya akan mengadilinya dengan kebangsawanan mereka? Feng Liang dan aku bertanding dalam kompetisi yang seimbang. Aku ingin melihat apa yang akan mereka lakukan kepadaku!”

Hai Shui dengan ragu berkata setelah mendengar ucapanku, “Kecilkan suaramu! Akan sangat berbahaya jika orang lain mendengar apa yang kau katakan. Tidak mungkin kau tidak tahu kalau seluruh kerajaan akan berada dalam perang dalam waktu dekat? Saat ini, Kaisar sedang berada dalam beberapa nafas terakhirnya. Saat dia berhenti bernafas, perang akan dimulai. Ditambah lagi, tiga keluarga utama memegang kekuatan yang besar di seluruh kerajaan.”

Translator / Creator: Veve