December 20, 2016

Child of Light – Volume 4 / Chapter 10

 

The 10 Great Masters

Saat bel yang menandakan sekolah sudah selesai itu berbunyi, aku perlahan-lahan bangun. Saat Mu Zi masih membereskan mejanya, aku tersenyum senang kepadanya dan berkata, “Bolehkah aku mentraktirmu makan? Bagaimana pelajaran hari ini? Apa yang aku katakan membuat guru itu terdiam!”

Mu Zi membalas dengan dingin, “Siapa yang ingin makan denganmu? Kau hanya akan merusak nafsu makanku. Lagipula, semua yang kau katakan itu tidak benar. Guru hanya tidak ingin membuat kehebohan tentang dirimu.”

Aku menunjukkan ekspresi seolah diperlakukan secara tidak adil. “Bagaimana mungkin itu tidak benar? Itu semua adalah hasil penelitianku dalam waktu yang lama. Apa yang menakutkan dari aku yang ingin mentraktirmu makan? Ayo kita pergi bersama.”

Mu Zi mendengus dingin dan berjalan pergi tanpa melihat ke arahku.

Aku berpikir, kenapa kau berbuat seolah kau susah sekali didapatkan, bahkan dengan penampilanmu yang biasa-biasa saja? Aku pasti akan membuatmu jatuh hati kepadaku, tunggu saja.

Masih ada waktu sebelum makan malam jadi aku bicara dengan Ma Ke di asrama dan mengajarinya beberapa magic. Setelah makan malam, aku melakukan rutinitas setiap hari untuk pengembangan diri: aku tidur.

Saat aku bangun, aku merasa sangat segar dan penuh dengan magic power yang siap digunakan kapan saja.

Baru saja aku akan pergi dan mencarinya, Ma Ke datang. “Ma Ke! Apakah kau tertarik untuk berlatih bersamaku? Tubuhku sudah gatal ingin berlatih!”

Ma Ke dengan cepat menggelengkan kepalanya. “Itu tidak perlu! Level magic milikku tidak bisa dibandingkan dengan milikmu jadi bagaimana mungkin itu bisa menjadi sebuah pertandingan? Dan aku juga tidak ingin ditindas olehmu. Kalau kau memang ingin bertanding, itu tidak terlalu sulit. Kau hanya perlu menantang murid yang ada di peringkat sepuluh besar dari sekolah ini.”

“Peringkat sepuluh besar dari sekolah ini? Apa itu?”

“Akademi ini memiliki sistem peringkat. Mereka yang bisa membuat diri mereka mendapat peringkat adalah jagoan dari akademi ini.”

“Bagaimana kau mendapatkan peringkat?”

“Itu sangat mudah! Kau hanya perlu menantang murid yang memiliki peringkat lebih tinggi dari dirimu. Kalau kau memenangkan pertandingan, kau akan mendapatkan peringkat miliknya dan peringkat dibawah posisi itu akan naik.”

“Apakah kau memiliki peringkat?”

Ma Ke menyatakan dengan bangga, “Tentu saja aku punya! Saat ini aku berada di peringkat lima.”

Ma Ke hanya berada di peringkat lima meskipun level miliknya seperti itu. Jelas akademi ini memiliki banyak murid berbakat. Ini menarik semangatku, “Siapa lagi yang ada di peringkat sepuluh besar?”

Ma Ke berkata, “Peringkat tertinggi adalah murid dari tahun kelima yang menguasai earth magic. Dia sangat kuat. Kau pasti tahu bahwa earth magic memiliki pertahanan yang bagus, tapi sedikit buruk pada serangannya. Namun, orang itu tidak hanya memiliki pertahanan yang tidak bisa ditembus, kekuatan serangannya juga sangat tidak bisa diprediksi. Dia sangat sulit dihadapi. Aku sudah pernah bertanding dengannya sebelum ini, tapi aku bahkan tidak bisa menghancurkan pertahanannya. Dia seharusnya berada di level magic scholar. Kau harus pergi dan langsung menghadapinya. Jika kau menang, kau akan menjadi peringkat pertama di akademi ini. Dia dikenal sebagai Si Wa Ming.”

Aku bertanya dengan penasaran, “Bagaimana dengan sisanya?”

Ma Ke menjelaskan, “Di peringkat kedua adalah seseorang yang kau kenal. Dia adalah Hai Ri. Dia memiliki bakat yang luar biasa. Dalam beberapa tahun terakhir di Advanced Magic Academy, dia dengan cepat mengembangkan dirinya; bahkan fire magic miliknya sedikit lebih kuat dari milikku. Sebenarnya, tidak ada banyak perbedaan antara murid yang ada di peringkat sepuluh besar. Menurutmu siapa yang ada di peringkat ketiga?” Ma Ke memberiku tatapan yang penuh rahasia.

Siapa itu? Apakah aku kenal dengan orang itu? Itu pasti Hai Shui. Kemampuannya sedikit di atas kakak perempuannya, Hai Yue, jadi aku memutuskan kalau dia adalah jawabanku.

“Apakah dia Hai Shui? Sihir Absolute Disruption dan Water Dragon seharusnya menjadi lebih kuat daripada sebelumnya.”

Ma Ke menggelengkan kepalanya, “Hai Shui berada satu peringkat dibawahku di peringkat ke enam”

“Jika itu bukan Hai Shui, lalu siapa lagi yang bisa? Itu tidak mungkin keturunan keluarga Ri itu bukan?”

Saat aku menyebut dirinya, ekspresi Ma Ke menggelap, tapi dia tetap menggelengkan kepalanya. “Meskipun dia memang kuat, dia berada satu peringkat di atasku di peringkat empat.”

“Ah~ Aku pasti tidak bisa menebaknya. Mereka semua adalah murid yang aku tahu jadi cepat katakan, siapa yang ada di peringkat ketiga?”

Ma Ke menyeringai dan berkata, “Kau tahu orang yang ada di peringkat ketiga; dia tidak lain dari gadis yang duduk di sebelahmu, Mu Zi Mo.”

Aku berkata dengan terkejut. “Aku tidak menyangka itu adalah dia. Dia tidak tampak sekuat itu. Itu sulit dipercaya!”

Ma Ke tersenyum dan menjawab, “Kenapa tidak bisa dipercaya? Mu Zi adalah orang yang sangat menghindari perhatian, tapi wind magic miliknya adalah yang terbaik yang pernah aku lihat. Pengendalian magic miliknya jauh lebih besar dari milikku. Dia pasti berada di level seorang Magic Scholar. Jika bukan karena Tu Ke Feng, mungkin saja peringkat pertama akan menjadi miliknya. Saat pertama kali aku ke akademi ini, aku kalah saat aku bertanding melawannya pada saat acara pertandingan murid baru. Aku tidak puas dengan hasil pertandingan, jadi aku terus menantangnya setelah hari itu, tapi aku selalu kalah. Sekarang aku tidak berani bertanding dengannya. Kalau kau menantangnya, aku akan menganggapmu membantuku melakukan balas dendamku.”

Aku menghela nafas. “Kau tidak tahu tentang ini, tapi hari ini aku menulis sebuah surat cinta untuknya.”

Ma Ke melompat karena terkejut dan berseru, “Apa?! Kau benar-benar menulis sebuah surat cinta kepadanya! Meskipun magic power milik Mu Zi sangat kuat, penampilannya tampak biasa saja. Dia juga dikenal sebagai putri es dari akademi ini. Orang terakhir yang mencoba menaklukkan dirinya menghadapi hasil yang mengerikan. Kenapa kau memilihnya? Kau seharusnya memilih Hai Shui. Aku tidak yakin Mu Zi pantas menjadi pacarmu!”

Aku tertawa sebelum memberitahu Ma Ke tentang motif dibalik surat cinta itu. Ma Ke mendadak mengerti apa yang terjadi. Dia mengangkat jempolnya. “Bos, aksi yang berani yang kau ambil benar-benar luar biasa. Aku kagum. Itu juga menjadi sebuah jalan untukku untuk menyelesaikan dendamku. Ha ha, jangan khawatir! Aku pasti tidak akan memberitahu siapapun tentang ini.”

“Ayo kita kembali ke kelas! Aku akan memutuskan siapa yang ingin aku tantang setelah sekolah.”

Selama pelajaran, aku melakukan hal yang sama seperti hari sebelumnya. Aku mengeluarkan selembar kertas dan dengan gelisah menulis di atasnya. Isinya adalah: Mu Zi, aku sangat terkejut ketika aku tahu kalau kau adalah peringkat ketiga dari akademi ini. Untuk membuktikan kalau kekuatanku seimbang dengan dirimu, aku sudah memutuskan untuk melawan satu dari sepuluh orang yang ada di peringkat sepuluh besar di akademi ini. Bisakah kau memberiku semangat? Saat ini aku semakin mencintaimu lebih dan lebih besar lagi… (Selanjutnya dari surat ini berisi apa yang akan ditulis seseorang kepada pacarnya. Aku tidak akan membuang-buang waktuku untuk menulis semuanya)

Seperti hari sebelumnya, setelah aku menuliskan surat itu, aku memberikannya kepada Mu Zi. Dia menatapku dengan dingin dan tidak mengambil surat itu. “Kau sangat membosankan.”

Aku mencoba memberikan surat cinta itu kepadanya sekali lagi. “Bacalah, ini penting! Jika kau tidak membacanya, kau akan menyesal.”

Mu Zi menatap ke arahku dengan kesal sebelum membaca surat itu sekilas. Wajahnya mulai berubah menjadi merah, mungkin karena yang aku tulis terlalu dangkal. Sepertinya aku masih memiliki kesempatan, jadi aku harus menjadi lebih serius lagi.

Sayang sekali suratku diperlakukan dengan sangat kejam. Dia meremasnya menjadi bola, tapi kali ini dia tidak melemparnya kepadaku. Dia langsung saja melemparnya keluar jendela.

Aku langsung marah kepadanya. Aku berdiri dan berteriak, “Tidak masalah jika kau tidak mau menerimaku, tapi kau tidak bisa melempar surat cintaku keluar begitu saja?! Aku sudah dengan tulus menulis surat itu!” Setelah aku meledak, seisi kelas langsung larut dalam kegemparan.

Sial! Aku sadar aku masih berada di kelas. Wajah Mu Zi menjadi pucat dan bibirnya tampaknya mulai bergetar.

Guru Si Lan Yu, yang sedang berdiri di panggung pengajar, berkata, “Zhang Gong, apa yang kau lakukan? Ruang kelas ini bukanlah tempat yang romantis untuk menyatakan perasaan cintamu.”

Aku berkata dengan nada menyesal, “Maaf Guru Yu, aku akan lebih memperhatikan lain kali, tapi baru saja, Mu Zi melempar keluar sebuah kertas keluar dari jendela. Untuk kebersihan dari akademi, bisakah anda memberikan saya izin untuk mengambilnya?”

Guru Si Lan Yu menatapku sebelum tawanya meledak, “Silahkan, kau anak nakal!”

Translator / Creator: Veve