December 16, 2016

Child of Light – Volume 4 / Chapter 1

 

Returning Home

Setelah kami mengucapkan salam perpisahan kepada para Nature Elf, kami mulai perjalanan pulang. Kami akhirnya sampai di perbatasan Xiuda. Selain aku, semuanya memiliki perasaan akrab saat mereka kembali ke kampung halaman mereka.

Setelah tiga hari, di jalanan bercabang, kami berhenti di salah satu jalan menuju ke Xiuda dan yang lainnya menuju kerajaan Aixia. Akhirnya tiba waktunya untuk berpisah.

Kakak Zhan Hu berkata, “Zhang Gong, kau harus menjaga dirimu sendiri, aku akan pergi bersama yang lainnya menuju Xiuda untuk mengunjungi ayahku dan keluargaku lalu kembali ke sarang bandit milikku untuk latihan.”

Aku menjawab, “Kakak, kau juga harus menjaga dirimu. Saat aku kembali ke Aixia, aku juga akan berlatih dengan keras. Setelah kira-kira tiga tahun, saat aku merasa aku bisa mencari warisan dari Holy God, aku akan datang dan menemuimu.”

Xiu Si berkata, “Semua orang harus rajin berlatih. Zhang Gong, setelah tiga tahun, kita akan bertemu di Xiuda.”

Aku menganggukkan kepalaku. Ujung mataku mulai terasa basah. “Ya! Saat kalian kembali, tolong sampaikan salamku kepada Guru Wen. Dong Ri, kau harus berhenti merasa rendah diri. Selain kita, berapa banyak orang yang memiliki warisan Dewa? Kita semua hebat, dan Hong Xue adalah gadis yang baik. Kau harus sangat menghargainya.”

Dong Ri merangkul bahuku yang lebar dan menangis, sambil berkata, “Zhang Gong, terima kasih. Aku akan merindukanmu. Tolong jaga dirimu di perjalananmu kembali ke rumah.”

Kami berpelukan bersama-sama. Aku menarik nafas dalam-dalam dan menyeka air mata di wajahku, sambil berkata, “Semuanya jaga diri kalian, Radiant Battle Squad kita adalah yang terbaik. Aku akan pergi sekarang.”

Setelah aku berkata demikian, aku berbalik dan menyusuri jalan kembali ke rumah. Air mata yang aku tahan sedari tadi mengalir sekali lagi.

Masih ada waktu tiga bulan tersisa sampai akhir dari janji dua tahun yang aku buat dengan Guru Di. Yang pertama aku pikirkan adalah untuk pergi ke rumah dan menemui kedua orang tuaku. Sudah satu tahun lebih sejak terakhir kali aku melihat mereka. Aku sangat merindukan mereka.

Karena aku sendirian, aku bergerak secepat mungkin menuju tempat yang terisolasi dengan menggunakan teleportasi. Aku hanya perlu waktu sepuluh hari untuk sampai ke kota Sen Ke. Aku bisa segera menemui mereka. Pertama, aku memutuskan untuk membelikan mereka hadiah. Saat aku sampai ke Sen Ke, aku membelikan kue kesukaan ibu dan buah kesukaan ayah. Aku mulai membawa mereka semua pulang ke rumah.

Desaku yang sangat aku kenal, aku sudah kembali. Banyak anak-anak desa yang melihatku dengan rasa penasaran. Tampak jelas aku sudah menjadi orang asing.

Siapa itu yang ada di hadapanku? Sebuah sosok yang tidak asing terlihat pada jarak sekitar lima puluh meter dihadapanku. Dia memiliki tubuh yang tinggi, kuat dan tegap. Ada seorang perempuan di sebelahnya yang begitu cantik dan mungil. Mereka tampak sangat akrab.

Aku dengan cepat berjalan maju dan menepuk bahu tegap milik pria itu. Dia menoleh. Terkejut dengan gembira, aku berkata, “Ao De! Itu benar-benar kau.”

Dia melihat ke arahku dengan curiga, tapi ekspresi wajahnya berubah dari bingung menjadi terkejut, “Zhang Gong, kau kah itu? Itu benar-benar kau.” Kami dengan bersemangat saling memeluk satu sama lain.

Ao De berkata, “Kamu akhirnya kembali. Ibumu sangat merindukanmu. kamu lebih tinggi dan gagah dari sebelumnya. aku sangat iri kamu bisa pergi ke kora untuk belajar magic.”

Perempuan di sebelah Ao De menariknya dan bertanya, “Ao De, siapa dia?” Saat itulah, aku mulai memperhatikannya. Dia benar-benar seorang gadis yang cantik. Dia memiliki sepasang mata yang besar yang menunjukkan sedikit ejekan. Sebuah rok berwarna hijau air menunjukkan tubuhnya yang lembut dan halus. Dia juga memiliki rambut tebal dan panjang yang dikepang.

Ao De dengan sedikit aneh tersenyum ke arahku dan berkata, “Ayo, mari aku kenalkan kalian. Ini adalah pacarku, Luo Yu Hong, dan ini adalah Zhang Gong Wei. Dia adalah teman masa kecilku yang terbaik. Dia juga adalah seorang magician yang sangat kuat.”

Aku tersenyum kepada Ao De dan mengulurkan tanganku, “Hai, kau bisa memanggilku Zhang Gong. Sebuah kehormatan bertemu denganmu.”

Luo Yu dengan alami menggenggam tanganku dan berkata, “Hai! Aku juga senang bertemu denganmu.”

Aku meninju Ao De dengan pelan dan berkata, “Sialan kau, kau bisa menemukan pacar secantik ini. Aku benar-benar iri!”

Dia tertawa dan berkata, “Itu benar, Luo Yu adalah bunga di sekolah kami. Hanya setelah aku merayunya dengan gigih aku berhasil mendapatkannya. Kondisimu lebih baik dariku. Akan ada sangat banyak gadis yang akan mencintaimu.” Setelah mendengar apa yang Ao De katakan, Luo Yu, yang ada di sebelahnya, mulai mencubitnya sampai dia menjerit kesakitan.

Aku menggaruk kepalaku dan berkata, “Aku belum pernah memikirkan tentang itu sebelumnya. Lain kali,setelah aku masuk ke Advanced Magic Academy, aku akan mulai mencari pacar. Ha ha.”

Ao De berkata, “Aku mendengar dari ibumu bahwa gurumu mengirimmu keluar untuk mencari pengalaman. Bagaimana? Kejadian ini tidak akan menghambat pelajaranmu, bukan?”

“Itu tidak penting. Pergi keluar sangat menguntungkan untuk latihanku. Baiklah, aku rasa kau juga sibuk dan aku juga terburu-buru untuk pulang ke rumah. Datanglah untuk makan malam hari ini.”

“Baiklah, aku akan menemuimu malam ini. Kita sebagai saudara harus pergi dan  minum-minum malam ini.”

Luo Yu yang ada di samping Ao De menarik telinganya dan berkata denang nada tidak senang, “Kau tidak boleh minum! Kau sangat cepat jadi pemabuk!” Melihat hal itu, aku mulai tertawa. “Selamat berdebat! Aku pergi duluan.” Setelah mengatakan itu, aku lari meninggalkan mereka.

Di pintu masuk rumah, aku berseru, “Ibu, Ayah, aku pulang, aku pulang!”

Pintu itu terbuka dengan suara berderit, kemudian ibu berjalan keluar dari dalam rumah. Sudah hampir dua tahun sejak keduanya bertemu. Dia tampak sedikit menua. “Zhang Gong, anakku, kau akhirnya kembali pulang. Aku merindukanmu setengah mati.” Ibu membuka pintu lebar-lebar dan mulai memelukku. Aku juga memeluknya. “Ibu, aku juga sangat merindukanmu.” Air mata mulai mengalir tanpa bisa dikendalikan.

Pada saat yang sama, ayah berjalan keluar dari dalam rumah dan tersenyum, sambil berkata, “Zhang Gong, kau akhirnya kembali. Setelah kau pergi, aku tidak tahu sudah berapa kali ibumu menangis. Dia memikirkanmu setiap hari.”

“Ayah!” Setelah aku melepaskan pelukan ibu, aku mendekati ayah dan memberikan sebuah pelukan yang tulus. Ayah berkata, “Ok, baguslah kau sudah pulang ke rumah. Ayo masuk ke dalam! Kebetulan, kami sedang beristirahat hari ini. Jika tidak, kau tidak akan bertemu kami. Hari ini, ayo biarkan ibumu memasak beberapa makanan. Kita, sebagai ayah dan anak, harus minum-minum.”

“Bagus! Aku suka makan masakan ibu. Makan di luar tidak pernah bisa dibandingkan dengan makan di rumah!” Perasaan kembali ke rumah benar-benar luar biasa!

Setelah masuk ke dalam rumah, ayah bertanya padaku, “Bagaimana perjalanannya? Apa yang kau alami?”

Aku menjawab, “Itu baik-baik saja. Aku tidak mengalami kemunduran apapun. Bisa dibilang sebagai kesuksesan.” Sambil melanjutkan, aku bercerita kepada mereka pengalamanku selama ini. Tentu saja, aku tidak menceritakan kepada mereka saat-saat berbahaya karena aku tidak ingin mereka cemas.

Setelah mendengarku, ibu berkata, “Cukup kembali dengan selamat!”

Aku berkata, “Ayah, ibu, kenapa ayah dan ibu tidak ikut denganku? Saat ini, aku yakin aku sudah bisa menjaga ayah dan ibu dengan baik.”

Ayah melihat ke arah ibu sekali, sebelum mengatakan, “Tidak! Kau hanya harus berlatih dengan baik. Ibumu dan aku sudah terbiasa hidup di sini bertahun-tahun yang lalu. Di sini, orang-orangnya sangat jujur dan tulus. Lingkungannya juga bagus dan cocok untuk kami beristirahat.”

Aku mencoba untuk meyakinkan mereka untuk ikut denganku sekali lagi, tapi ibu berkata, “Kau hanya perlu untuk mengunjungi kami sesekali, tetapi kami tidak akan bisa ikut denganmu.”

“Baiklah, aku akan bersiap untuk menuju ke sana saat waktunya tiba. Setelah latihan di Advanced Magic Academy selama dua atau tiga tahun, aku akan pergi lagi untuk mendapatkan lebih banyak pengalaman.”

Translator / Creator: Veve