November 25, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 9

 

Bandit Leader’s Charge

“Lalu bagaimana kalau kita membuat taruhan?”

“Taruhan apa?” Dia tidak melihatku dengan jelas.

Aku berpura-pura berpikir sebentar, “Ayo bertaruh bahwa kau tidak bisa mengalahkanku.” Kata-kataku barusan membuat seluruh bandit tertawa dengan liar, selain bandit yang ada di samping pimpinan bandit.

Ketua bandit tidak berhenti berpikir sebelum menjawab, “Oke. Aku terima taruhanmu. Tapi kita tidak hanya bertaruh dengan seluruh barangmu, tapi juga semua hidup rombonganmu. Kau masih mau bertaruh?” Tampaknya dia tidak begitu bodoh, dengan memanfaatkan rombonganku.

Sekarang aku ada di posisi yang sulit, aku harus mempertimbangkan hidup dari beberapa ratus orang. “Ijinkan kami mendiskusikan ini sebentar.”

Aku kembali ke rombonganku, “Kalian semua mendengarkan percakapanku dengan pimpinan bandit itu, apa yang kalian pikirkan?”

Long Meng dengan bersemangat berkata, “Aku memberikan nyawaku padamu, great mage, aku yakin kau akan mengalahkannya. Bagaimana menurut kalian, saudara-saudara?” Semua mercenary dibawah pimpinan Long Meng berkata dengan serempak, “Kami setuju!” Sebuah kelompok yang penuh orang-orang berani.

Aku melihat ke arah pemimpin caravan, Tuan Meng, “Bagaimana dengan kalian, apakah tuan-tuan bersedia menaruh nyawa kalian di tanganku ini?”

Tuan Meng sangat ragu-ragu, “Bisakah aku mendiskusikannya lagi dengan ketua bandit itu?” Semua orang memiliki hak untuk membuat keputusan. Meskipun kelompok Long Meng semua menatap kearahnya, aku tidak membuat ekspresi apapun, “Baik, kau boleh mencoba bernegosiasi dengannya.”

Aku menemani Tuan Meng menemui pemimpin dari para bandit, dengan sopan Tuan Meng berkata, “Jika kami para pedagang tidak berpartisipasi dalam taruhan ini, bolehkah kami hanya menyerahkan barang bawaan kami dan biarkan kami tetap hidup?”

Ketua bandit dengan tidak sabaran berkata, “Baiklah, kalian benar-benar menyusahkan. Cepatlah tentukan apa yang akan kalian lakukan. Kami menyetujui permintaanmu dan membiarkanmu kalah. Aku tidak akan bersikap sopan lagi kalau kau tidak memutuskannya segera.”

Tuan Meng merenung sebentar. Pertama dia berkata padaku dengan nada tidak berdaya: “Aku harus menjamin keselamatan semua orang. Kuharap kau mengerti.” Kemudian dia melihat kepada pemimpin bandit, “Kami akan memberikan semua barang-barang kami.”

Aku menghela nafas tanpa suara. Sebenarnya ada alasan untuk mundur tanpa harus kalah. Tapi sekarang aku tidak ingin bertarung, karena sudah tidak alasan lagi. Namun kata-kata yang sudah keluar seperti air yang tumpah, tidak bisa ditarik lagi.

Melihat ketua bandit yang sepertinya menikmati ini, aku, yang jarang sekali marah, entah kenapa merasa kesal. Pertama-tama dengan tenang aku berkata kepada Tuan Meng, “Karena kau tidak mempercayaiku, maka mulai sekarang aku dengan kelompok mercenary dibawah pimpinan Long Meng akan mengundurkan diri dari tugas yang kau berikan.” Tuan Meng menggelengkan kepala sambil menghela nafas. Tampaknya dia akan menyiapkan barang-barangnya untuk dikirim.

“Aku memberikan nyawaku dan nyawa duapuluh saudaraku ini sebagai taruhannya. Jika kami menang, biarkan kami pergi. Jika kami kalah, maka nyawa kami adalah milikmu.” Aku menggertakkan gigiku saat bicara. Dengan kekuatanku, aku tidak akan kalah dari seorang Heaven Knight.

“Anak baik. Kau memiliki keberanian. Ayo!”

Seluruh bandit menyingkir, membuat sebuah ruangan terbuka yang kosong. Sepertinya orang-orang di Xiuda sangat menghargai keadilan dalam sebuah pertukaran. Kelompok Long Meng juga ada di dalam lingkaran, memberikanku rasa percaya diri. Para pedagang melihat dari kejauhan, menunggu pertarungan kami selesai dan menyerahkan barang-barang mereka.

Aku melihat ke arah kelompok mercenary Long Meng dengan senyum percaya diri, “Saudara-saudara, percayalah padaku. Aku akan membuat semua orang keluar dari situasi ini.”

Di tengah tempat ini, ketua bandit dan aku berdiri saling berhadapan.

Dengan tenang aku melepas jubahku dan mengayunkan tangan tanganku, “Terbukalah, penyimpanan dimensional.”

“Anak muda, kau adalah seorang mage. Kalau begitu kau tidak akan menggunakan kuda. Aku tidak akan menggunakannya juga. Ayo kita langsung mulai saja pertarungan ini.” Sepertinya bandit ini memang cocok disebut sebagai heaven knight, dia memiliki sikap seorang ksatria.

Dari penyimpanan dimensional, aku mengambil jubah Light God dan menggunakannya. Lagipula, aku memegang nyawa beberapa puluh orang ditanganku ini. Aku harus hati-hati. Menggunakan jubah Light God, aku langsung mendapat kekuatan yang banyak. Aku merapalkan beberapa mantra pelindung untukku, “Ayo, ijinkan aku melihat kekuatan dari heaven knight ini.”

Bandit itu tertawa dengan liar, menarik pedangnya, kemudian maju kearahku. Sangat cepat, aku hanya melihat bayang-bayang sesaat dan dia sudah sampai dihadapanku, dengan gerakan yang cepat, mencoba memotong bahuku.

Dia sangat cepat, terlalu cepat sampai aku tidak ada waktu untuk menggunakan teleport. Aku mengayunkan tanganku dan cahaya terang datang dan menghalanginya.

Bandit itu berhenti sejenak. “Kau seorang mage atau prajurit? Bagaimana mungkin kau memiliki Heaven Battle Spirit?”

“Aku tidak menggunakan battle spirit, ini hanya metode lain untuk menggunakan magic.” Ini kekuatanku yang sebenarnya. Saat ini aku bisa menggunakan beberapa sihir tanpa harus merapal mantra. Aku hanya butuh keinginan yang kuat lalu light element akan berkumpul menjadi bentuk yang aku inginkan. Aku butuh tiga tahun untuk menguasai ini. Meskipun masih ada jarak antara kemampuanku dengan kemampuan Guru Di, kekuatanku sedikit mirip seperti menggunakan battle spirit. Saat ini, bandit itu tidak menyerangku karena aku terlalu kuat. Meskipun aku mampu menahan serangannya yang barusan, tubuh sebelah kananku terasa kaku sekarang. Lagipula, bertarung satu sama lain dengan senjata jarak pendek bukanlah keuntungan seorang mage. Aku tidak akan memberikan kesempatan seperti ini lagi.

Menggunakan teleportasi, aku bergerak keluar dari jangkauannya. Sepertinya aku harus menggunakan sihir yang lebih kuat karena battle spirit milikknya ternyata sangat kuat. Serangannya yang barusan nyaris saja melukaiku, jika dia menggunakan seluruh kekuatannya aku tidak akan bisa bertahan. Aku terus menggunakan teleportasi untuk merubah posisiku. Sebenarnya dia sangat cepat hanya saja sedikit lebih lambat dariku ketika aku menggunakan teleportation magic. Aku hanya cemas dia akan melukaiku jika aku berhenti, situasi ini tidak bisa terus berlanjut.

Aku menghindar ke pinggir dan mulai merapal mantra. Tanganku mulai memancarkan cahaya putih yang sedikit pudar. Kemudian cahaya itu menjadi semakin terang. Sihir yang ini berbeda dengan apa yang baru saja aku gunakan. Ini adalah Light Severing Sword milikku yang sudah dikembangkan. Dengan mengayunkan tanganku, aku bisa mengontrol sihirku, menggunakannya untuk menyerang secara langsung. Ini adalah spell tingkat enam, dan kekuatan single target attack miliknya sangat kuat. Benar-benar cocok untuk situasi semacam ini. Jika Brilliant Empire tidak bisa mengenainya karena kecepatannya, dan serangan area yang terlalu besar menyebar terlalu kecil kesempatan untuk bisa mengenainya, maka saat ini hanya Light Severing Sword yang bisa aku gunakan untuk melawannya.

Aku mendadak berhenti dan menoleh dengan cahaya putih. Dia dengan cepat menggunakan teknik battle spirit movement dan menyerang kearahku menggunakan pedang yang mengeluarkan cahaya putih yang sama. Aku menggunakan magicku untuk menahannya. “Benar, jangan lari. Ini tidak menyenangkan jika kau lari.”

“Baiklah kalau begitu. Aku akan memberikan sesuatu yang menyenangkan.” Secepat kilat, aku menembakkan Light Servering Sword ke arahnya secara terus-menerus. Hasilnya, dia menggunakan pedang ksatrianya untuk menangkis seranganku. Meskipun aku tidak berhasil melukainya, dia juga tidak bisa menyerangku. Sekarang kita akan melihat siapa yang bisa bertahan lebih lama, magic power milikku atau battle spirit miliknya.

Translator / Creator: Veve