November 25, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 8

 

Encountering Bandits

Seorang pria paruh baya yang pendek dan gemuk berjalan mendekat, “Permisi tuan, apakah tadi anda yang ingin menggunakan kartu amethyst untuk membayar tagihan?”

“Benar. Ada apa?” Aku menjawab dengan malas. Aku sudah makan, sekarang keinginan terbesarku adalah tidur.

“Boleh saya tahu apa profesi anda?” Pria paruh baya itu bertanya dengan tersenyum.

“Aku seorang mage. Apa hubungannya dengan makanan ini? Biarkan aku segera membayar makanan ini. Aku ingin segera pergi.”

“Begini tuan, alasan mengapa kami disebut Signature Tavern karena setiap orang yang makan di sini memiliki posisi atau kekuatan yang besar di masyarakat. Asalkan anda menulis tanda tangan anda di sini, anda bisa mendapatkan makanan secara gratis.”

“Jadi ada hal bagus seperti itu. Kalau begitu aku akan memberikan tanda tanganku.” Makan sesuatu tanpa perlu membayar, tidak buruk.

“Kalau begitu apa rank mage milik anda?”

Aku mengeluarkan kartu identifikasi magic union milikku, “Great Mage, apakah ini rank yang cukup tinggi?”

Pemilik restoran ini menunjukkan sebuah senyum terkejut yang ramah, “Itu cukup tinggi. Tidak diragukan lagi. Kalau begitu maaf merepotkan anda.”

Hanya dengan sebuah tanda tangan pada nama empat makanan enak, aku dibebaskan dari beberapa makanan bernilai beberapa koin emas. Sepertinya kartu identifikasi itu memiliki fungsinya sendiri. Tidak buruk.

Generasi selanjutnya berkata kepada pemilik toko, tanda tangan si anak cahaya terjual di pelelangan seharga 20.000 koin berlian.

Aku memilih hotel secara acak untuk bermalam. Besok pagi, aku akan pergi ke gerbang kota di sebelah timur. Itu adalah dimana aku berjanji dengan pria kuat itu kemarin.

Ada sangat banyak orang dan angkutan terparkir di pinggir jalan. Aku rasa ini adalah caravan yang akan aku kawal. Bukankah itu orang kuat yang kemarin? Dari apa yang aku lihat, dia seperti berbincang-bincang dengan beberapa orang pedagang.

“Hai, aku sudah datang. Kapan kita berangkat?”

“Ah, kau sudah datang. Ijinkan aku mengenalkan kalian. Ini adalah pemimpin caravan yang akan kita kawal, Li Ci Meng.” Ujarnya sambil menunjuk ke pedagang yang gemuk. “Orang ini adalah seorang great mage. Ah benar juga. Aku belum tahu namamu. Namaku Long Meng Hai.”

“Namaku Zhang Gong Wei. Salam kenal semuanya. Aku merasa terhormat untuk mengawal kalian semua dengan Long Meng.”

Tuan Meng melihat ke arahku dengan tidak percaya, “Kau seorang great mage?”

“Itu benar, apa? Tidak percaya padaku? Wahai light element yang dahsyat, dengarlah panggilanku, sahabatku. Berkumpulah dihadapanku, jadilah cahaya suci yang membinasakan semuanya.” Aku hanya memperlihatkan kekuatanku, jadi aku bisa sedikit dimudahkan dalam perjalanan.

Mengikuti rapalan mantraku, tubuhku tiba-tiba mengeluarkan cahaya menyilaukan yang mendorong orang menjauh dariku dalam jarak lima meter.

“Kalau kau memiliki sedikit pengetahuan tentang magic, seharusnya kau tahu itu magic tingkat enam.” Suaraku keluar dari Holy Light.

Magicku yang kuat menarik perhatian banyak orang yang ada saat itu dan semuanya terkejut. Aku menarik kembali Holy Light milikku, “Dengan ini seharusnya kau percaya.”

Seperti dugaan dari seorang pedagang, Tuan Meng mendekat dengan senyuman, “Maafkan kami, seharusnya kami tidak meragukanmu, great mage. Dengan kehadiranmu dalam perjalanan kami, keselamatan kami terjamin.”

Long Meng juga mendekat. Beberapa saat lalu sewaktu aku melepaskan Holy Light, dia tidak dapat bertahan sedikitpun. Dia berkata dengan malu, “Sebenarnya, aku juga meragukan kemampuanmu di awal kita bertemu. Sekarang aku tahu betapa bodohnya aku. Dalam misi mengawal ini, kelompok mercenaryku dan aku akan mendengarkan perintahmu.”

Dengan semua orang memuji kemampuanku, aku sedikit terbawa suasana. “Kau tidak perlu melakukan itu. Aku hanya tidak ingin orang-orang berpikir aku hanya ikut untuk makanan. Kau tetap menjadi pemimpinnya, aku tidak mau memimpin. Jika terjadi sesuatu, kau cukup memanggilku.”

Hanya seperti itu, perjalananku dengan kelompok mercenary Long Meng mengawal sekitar seratus angkutan pedagang dimulai.

Karena aku sudah menunjukan kekuatanku, semua orang memperlakukanku dengan rasa kagum, membiarkan aku ikut di angkutan yang paling bagus, dan mendapat porsi terbaik saat makan. Aku jadi seperti penumpang. Sepertinya magic tidak dipelajari dengan luas. Mempelajari sihir memiliki banyak keuntungan, tidak hanya aku tidak perlu membayar makanan di restoran tapi aku juga bisa ikut menumpang dengan para mercenary. Haha.

Angkutanku berada di tengah caravan. Diatur sedemikian rupa agar aku dapat memperhatikan seluruh caravan dari depan hingga belakang. Saat aku hampir tertidur, seseorang mengguncangku bangun. Itu adalah Long Meng. Dia tampak kelelahan, alisnya basah oleh keringat.

“Ada masalah apa?” Aku bertanya dengan malas.

“Ini buruk, sepertinya kita bertemu dengan bandit.” Long meng berkata dengan gugup.

“Itu tidak mungkin. Apa ada orang yang berani menyerang caravan sebesar ini?” Dalam pikiranku aku hanya membayangkan sekitar dua puluh sampai tiga puluh orang bandit.

“Kita punya banyak orang? Kenapa kau tidak coba keluar dan lihat sendiri?” Long Meng benar-benar gugup.

Tampaknya ada yang janggal, aku turun dari angkutan, dan terkejut dengan situasi dihadapanku. Sekarang aku tahu kenapa Long Meng berkeringat seperti itu, karena aku juga berkeringat.

Di puncak bukit, aku melihat ada sekitar tiga ratus orang lebih dihadapanku. Benar-benar sebuah kelompok bandit yang besar, kenapa aku benar-benar tidak beruntung? Aku sebenarnya berpikir aku bisa menyelesaikan misi ini dengan mudah, tapi sepertinya kali ini ada sedikit masalah.

Kelompok mercenary Long Meng dan aku berkumpul semua di depan. Grup bandit itu tiba dihadapan kami dengan cepat dan tersebar di semua arah, menciptakan lingkaran yang tidak bisa ditembus.

“Katakan kepada pemimpinmu untuk maju dan bicara.” Seorang bandit berteriak dengan arogan.

Long Meng, Tuan Meng, dan aku melihat satu sama lain, siapa yang akan pergi? Tiba-tiba mereka mendorongku. Ini, ini tidak adil! Tapi aku sudah maju. Ayo lihat situasinya. Jujur saja, lari sendirian tidak akan bisa diterima. Ini tidak mustahil untukku melarikan diri, tapi aku tidak setakut itu. Aku maju beberapa langkah.

“Boleh aku tahu apa yang bisa aku bantu, tuan-tuan?” Setelah aku menanyakan ini, para bandit mengeluarkan tawa arogan mereka.

“Kau pikir kami ini siapa? Tinggalkan seluruh barang kalian sekarang dan aku akan mengampuni kalian. Atau yang lain, hehe.” Pemimpin mereka yang berpakaian armor hitam berkata dengan keras.

“Tuan, kami tidak bisa melakukan itu. Tidak bisakah kau melepaskan kami?” Aku memohon.

“Melepaskanmu? Kami menunggu selama sebulan untuk mendapatkan target yang menarik dan kaya raya dan kau meminta kami melepaskan kalian? Hanya di angan-anganmu.”

Sepertinya mustahil untul lewat disini. Tiba-tiba aku terpikir sebuah ide yang bagus. Dan mengingat apa yang pernah aku dan Guru Di bicarakan. Orang-orang di kerajaan Xiuda sangat menghargai sesuatu, terutama kebanggaan seorang knight. Sepertinya aku bisa memanfaatkan ini.

“Permisi, tuan pemimpin, apakah kau adalah seorang knight?” Kata-kataku sangat keras dan tegas, menembus armor hitam sang pemimpin.

Sebelum dia menjawab, seorang bandit dengan kejam berkata, “Tentu saja. Bos kami adalah Heaven Knight.” Pemimpin itu memiliki perawakan yang terlihat bangga. Tidak buruk, mereka masuk ke perangkapku.

Translator / Creator: Veve