November 23, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 5

 

Successful Escape

Sangat kuat. Darkness magic ternyata sangat kuat! Mereka adalah ras iblis, sehingga mereka memiliki kebencian kepada manusia yang terukir di tulang dan hati mereka. Bagaimana mungkin mereka akan membiarkan aku pergi? Lagipula, aku belum pernah menghadapi mereka sebelumnya sehingga aku tidak tahu cara untuk menghadapi darkness magic. Ini tidak bisa, aku harus melarikan diri. Lagipula keselamatan adalah yang paling penting. Aku bisa memikirkan cara menghadapi mereka di masa mendatang. Aku mengambil keuntungan dari kenyataan bahwa darkness magic masih menyelimuti Brilliant Empire milikku untuk dengan cepat menggunakan teleportasi jarak pendek dan kabur dari tempat itu. Aku memilih sebuah arah dan kemudian melakukan yang terbaik untuk kabur.

Sebenarnya, aku tidak perlu terlalu cemas untuk melarikan diri. Mereka tidak mengejarku sama sekali. Meski tongkat bambu itu balik menyerang Brilliant Empireku, itu pasti memakan banyak tenaga. Darkness dan light magic adalah elemen yang saling berlawanan. Lagipula, sejak awal dia tidak memiliki keuntungan apapun.

Setelah menetralkan energi dari Brilliant Empire, tongkat bambu itu menarik nafas panjang. “Light magic itu benar-benar kuat tapi dia juga tahu spatial magic. Sepertinya mustahil untuk mengejarnya. Dia masih muda dan dia memiliki kekuatan yang sangat kuat. Ah, tuan putri, sepertinya kau sendiri tidak bisa dibandingkan dengannya.”

“Guru, bagaimana kau? Jangan bilang padaku… Bahkan guru tidak dapat menanganinya? Apakah dia sekuat itu?” Gadis cantik itu langsung pergi untuk menolong tongkat bambu itu. Dia bertanya seperti itu karena tidak percaya.

“Ah, tuan putri. Jika apa yang anak muda itu katakana benar, maka ras iblis kita berada dalam bahaya.” Tentu saja, mereka adalah ras iblis.

“Light magic mereka adalah sesuatu yang sudah lama tidak kita hadapi. Kekuatannya sangat kuat. Tadi dia pasti belum menggunakan seluruh kekuatannya. Meskipun dia tidak bisa melawanku sekarang, dalam beberapa tahun dia akan bisa melampauiku. Dia sudah tahu bahwa ras iblis sudah menyerang manusia jadi dia pasti mengambil keputusan yang tepat. Kelihatannya kita harus menghentikan invasi kepada manusia untuk beberapa saat. Kita harus memastikan kekuatan dari manusia sebelum melanjutkan rencana kita.”

“Baiklah, aku akan mendengarkanmu. Lalu apakah kita akan pergi ke Kerajaan Aixia?”

“Kita akan tetap pergi. Tapi kalian semua harus pergi lebih dulu, dan mencari tempat untuk bersiap-siap. Aku harus kembali ke kota kita dan melaporkan situasinya kepada Yang Mulia. Aku akan menanyakan Yang Mulia apakah kita harus merubah rencana kita.”

“Baguslah, kalau begitu kami akan segera pergi.” Wanita cantik itu menoleh pada delapan pelayannya dan berkata, “Bagaimana kondisi kalian? Cepatlah berganti pakaian yang bagus. Kita akan berangkat sekarang. Saat kita sampai di tembok kota, kita akan mencari tempat untuk istirahat dan memulihkan diri.”

Kembali kepadaku. Setelah berlari entah sudah berapa lama, aku bernafas terengah-engah. Ah, aku sangat lelah. Sambil berlari aku menoleh ke belakang dan tidak melihat siapapun mengejarku. Seharusnya tidak ada masalah jika aku berhenti berlari. Aku menemukan pohon yang rindang dan duduk di bawahnya sambil mengusap keringat yang ada di dahiku. Apa yang dilakukan ras iblis disini? Nasib tidak beruntung macam apa yang aku miliki sehingga aku bertemu dengan mereka? Aku benar-benar tidak beruntung hari ini. Baru saja aku memulai perjalananku dan kemudian bertemu dengan musuh sekuat itu. Hal yang bagus adalah aku bisa melarikan diri dengan cepat. Aku masih merasakan takut saat tongkat bambu itu menggunakan selimut hitamnya padaku.

Bagaimanapun juga, pemimpin dari para wanita itu sangat cantik. Apakah ras iblis memiliki banyak wanita cantik? Aku sebenarnya berpikir bahwa dua kakak adik perempuan yang sulit dipahami itu adalah yang paling cantik, tapi wanita ras iblis ini jauh lebih cantik! Aku menggelengkan kepalaku. Meskipun hatiku belum pernah tergoda oleh gadis manapun, kali ini aku sedikit tergoda. Tapi dia sedikit terlalu kejam. Saat dia melihatku, dia tidak hanya ingin menghajarku, tapi juga akan membunuhku. Jika aku menikahinya di suatu saat nanti, tidakkah hidupku akan menjadi sangat menyedihkan? Sedikit kata-kata bergairah dan dia akan memberikanku pedangnya. Ini sudah berakhir. Sepertinya semua wanita cantik itu galak. Kelak, aku rasa aku akan baik-baik saja dengan gadis yang biasa saja sebagai istriku. Melihat wanita cantik saja sudah cukup.

Aku benar-benar tidak tahu apa yang dipikirkan tokoh protagonist kami. Saat ini dia terus memikirkan masalah tentang mereka dan dirinya sendiri. Bahkan memikirkan bagaimana ras iblis melewati benteng Si Te Lun dan tiba di benua Tian Wu. Apa tujuan mereka?

Dengan tubuh yang lelah dan tenaga yang habis, tanpa sadar aku tidur di bawah bayangan pohon.

Aku tertidur dengan nyenyak dan terbangun karena dingin. Aku membuka mataku dan melihat bahwa ini sudah malam. Tubuhku sudah basah oleh embun dan keringat. Aku benar-benar lengket. Aku sangat ingin mencari tempat untuk mandi.

Di mana ini? Sepertinya ada cahaya dari jarak yang tidak jauh. Itu terlihat seperti sebuah desa. Tanpa menunda lagi, aku berlari ke arah sana.

Aku berjalan mendekat dan memperhatikan dengan seksama. Seperti dugaanku, itu adalah sebuah desa, desa yang sangat kecil. Kira-kira hanya ada dua puluh rumah. Aku berjalan menuju rumah paling besar dan mengetuk pintunya, “Apakah ada orang?”

Sebuah suara tua terdengar dari balik pintu, “Siapa?”

“Halo, tuan. Saya adalah seorang petualang. Bolehkah saya tinggal semalam saja di sini? Saya akan segera pergi besok.”

Setelah beberapa saat, pintu terbuka. Itu adalah seorang kakek yang sudah tua. Setelah memperhatikanku dari ujung kepala sampai ke ujung kaki, dia berkata, “Silahkan masuk.”

“Terima kasih.” Aku langsung menjawab dan kemudian mengikuti pria tua itu ke dalam rumah. Rumah itu memiliki tiga ruangan yang berbeda. Ruang tamunya sangat sederhana; hanya terdapat sebuah bangku, sebuah meja, sebuah kursi, dan beberapa benda yang diperlukan.

Pria tua itu menuangkan segelas air untukku. Aku langsung berkata, “Terima kasih.”

“Kau tidak perlu sesopan itu. Kau berasal dari mana, anak muda?” Pria tua itu bertanya dengan sebuah senyuman.

“Aku datang dari kota SenKe. Aku ingin berjalan-jalan di sekitar kerajaan Xiuda.” Aku tidak menyembunyikan apapun dengan kata-kata ini. Ini bukanlah rahasia yang harus aku sembunyikan.

“Ah, SenKe, itu adalah kota terbesar kedua. Aku pernah ke sana saat aku masih muda. Oh ya, Kamu pasti belum makan. Lihatlah aku, tua dan pikun. Aku akan mencarikanmu sesuatu untuk di makan.”

Aku memang sangat lapar. Aku harus bersikap sopan untuk kali ini, “Kalau begitu, aku akan sedikit membuat anda repot.” Sebenarnya, dalam pikiranku aku ingin bilang, “Anda harus membawakan makanan lagi, aku makan banyak.”

Aku menemukan sebuah baskom, kemudian mengambil sedikit air dari kendi air di halaman dan mencuci wajahku. Seperti dugaanku, ini sangat menyegarkan. Setelah selesai makan, aku akan mandi.

“Saatnya makan, anak muda.” Pria tua itu memanggil dari dalam ruangan.

“Aku datang.” Saat aku masuk, meja kecil itu sudah penuh dengan berbagai macam makanan, termasuk wadah bambu yang berisi kentang manis dan jagung kukus. Juga ada semangkuk bubur kentang. Ini luar biasa. Aku mencium aroma makanan yang banyak. Aku sangat ingin makan.

“Ayo duduk dan makan. Orang desa sepertiku tidak memiliki sesuatu yang bagus untuk disediakan pada tamu.”

“Ini sudah sangat bagus. Di rumahku, aku selalu makan seperti ini.” Aku tidak bisa menahan diri lagi. Aku melahap semua makanan yang ada di meja dan dengan seluruh kemampuanku, aku mencoba memasukkan semua itu kedalam perutku. Pria tua itu melihatku makan dengan senyuman.

Dengan perjuangan, akhirnya makanan itu semuanya habis. Aku menepuk perutku yang besar, dan dengan puas berkata, “Aku sangat kenyang, aku tidak pernah makan sebanyak ini sejak meninggalkan rumah. Terima kasih banyak.”

Pria tua itu bangun dan membereskan meja. Aku juga dengan sigap membantu. Membiarkanku melahap banyak makanan, bagaimana mungkin akua membiarklan orang lain membersihkannya. Orang tua itu tidak masalah dengan kesopananku dan memberi tahu aku dimana dapurnya.

Translator / Creator: Veve