December 16, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 47

 

The Forbidden

“Baiklah, aku pasti akan ke sana.” Untuk dapat menggunakan kekuatan Holy Sword dan menjadi seorang Grand Magister, tidak ada kemungkinan aku tidak akan ke sana.

“Pertama-tama aku akan mengajarkan kalian sebuah mantra. Setelah itu, kalian harus mencoba memecahkannya sendiri.” Setelah berkata demikian, enam cahaya emas dari patung Dewa, diarahkan secara khusus ke arah upper dantian kami. Kami merasa seolah-olah sesuatu sudah ditambahkan ke dalam pikiran kami.

God King itu berkata, “Aku sudah mengukir mantra itu di dalam pikiran kalian sehingga kalian akan mengingatnya selamanya.”

Setelah merasa pusing sesaat, sebaris kata-kata pendek muncul dengan jelas.

Kami dengan sadar mulai membaca kata-kata pendek itu.

Zhan Hu berkata, “God King memberikan kepadaku sebuah War God armor. Tidak akan ada kejahatan yang bisa melewatiku karena aku akan menghalangi Monster jahat.”

Xiu Si berkata, “God King memberikan kepadaku sebuah Sky God horn. Raungan suara tandukku akan menembus sembilan surga.”

Xing Ao berkata, “God King memberikan kepadaku sebuah Titan God hammer. Aku akan mengguncang surga dan menggerakan bumi untuk melindungi jalan kebenaran.”

Gao De berkata, “God King memberikan kepadaku sebuah Lightning God shield. Bahkan sepuluh ribu pedang tidak akan menghentikanku.”

Dong Ri berkata, “God King memberikan kepadaku sebuah Wind God bow. Anak panahku yang halus akan melesat dengan cepat dan kejam.”

Aku berkata, “God King memberikan kepadaku sebuah Radiant Holy Sword. Dia akan bersinar dengan cahaya yang menjulang dari kubah surga.”

“Sudah cukup, berhentilah merapal. Jika kalian terus menerus merapalkan mantra itu, kalian tidak akan bisa menghentikannya. Hanya dengan meningkatkan kemampuan kalian maka kalian akan mengerti betapa kuatnya sihir ini. Dalam Klan Dewa, sihir ini merupakan top grade spell (spell tingkat teratas). Ini akan jauh lebih kuat dari forbidden spell milik kalian para manusia. Karena itu, aku akan menamakan top spell ini – All God’s Awakening Symphony.”

Kami mendengarkan apa yang dikatakan oleh God King kepada kami dan berhenti merapalkan mantra tersebut. Meskipun spell itu belum selesai dirapalkan, kami masih bisa membayangkan seberapa kuat spell itu jika kami selesai merapalkan mantranya.

God King berkata, “Anak-anak, aku sudah menjelaskan dan memberikan kalian semua yang ingin aku berikan kepada kalian. Selanjutnya untuk tugas ini, kalian harus bergantung kepada diri kalian sendiri. Aku percaya bahwa kalian pasti mampu menghancurkan seluruh Monster, membawa keharmonisan dan kedamaian kembali untuk dunia ini untuk selamanya.”

Pada saat ini, aku merasa terdorong saat aku mendengarkan kata-kata menarik God King. Kami semua membungkuk dalam-dalam ke arah patung Dewa itu.

God King itu berkata, “Sudahlah, kalian tidak perlu melakukan itu. Godly Weapon kalian bisa disembunyikan di dalam tubuh kalian. Mereka bergantung kepada pengendalian kalian terhadap spiritual power kalian. Saat kalian bertemu dengan Raja Monster dan bawahannya, aku berharap kalian tidak menunjukkan kekuatan kalian terlalu cepat. Bahkan jika kalian hanya ingin melatih Godly Weapon kalian, kalian harus mencari area yang terisolasi untuk berlatih. Sekarang aku akan mengirim kalian keluar dari Forest of Gods. Selama lima tahun ke depan, kalian harus bekerja keras untuk berlatih. Aku memohon kepada kalian untuk melakukan itu. Setelah hari ini, Forest of Gods ini akan menghilang dan menjadi sebuah hutan biasa. Setelah kalian pergi, aku akan kembali ke kuil para Dewa dan bergabung dengan anggota Klan Dewa yang lainnya untuk memperkuat segel Demon King. Anak-anak, kita akan bertemu lagi.”

Kami semua berlutut dan aku berkata kepada patung Dewa, “Di dalam hati kami, anda akan menjadi Dewa kami selamanya. Kami akan merindukanmu.”

God King tertawa dan berkata, “Tunggu hingga kau menghancurkan Raja Monster, kita masih akan bertemu lagi. Dengan gelar yang aku miliki sebagai God King, kirimlah manusia dan elf yang ada dihadapanku kembali ke tempat asal mereka.” Sebuah Golden Halo bersinar dari patung Dewa dan menyelimuti kami. Dengan kilatan cahaya itu, kami sudah kembali di depan Forest of Gods.

Jika tidak ada tanda Godly Weapon yang bersinar di tangan dan tubuh kami, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Kami melihat satu sama lain, merasa seperti kami sudah kembali kepada kenyataan.

Zhan Hu menghela nafas dan berkata, “Aku tidak percaya bahwa setelah pengalaman berbahaya itu, kita semua akhirnya mewarisi Godly Weapon. Sekarang, kita sudah mendapatkan tujuan baru kita. Kita harus bekerja keras!”

Xiu Si memutar-mutar terompet tanduk Sky God dan berkata, “Itu benar! Kita tidak boleh membiarkan Raja Monster berhasil.”

“Ayo kita berangkat, kita harus mengunjungi desa Nature Elf sebelum kita kembali.” Aku tahu bahwa semua orang harus berpisah, karena kami semua memiliki masalah pribadi yang harus diselesaikan.

“Kalian semua cobalah menyimpan Godly Weapon kalian di dalam tubuh kalian. Kita tidak bisa terus membawa mereka ke mana-mana dengan kita. Jika tidak, kita akan dikenal sebagai Dewa yang turun dari langit, haha.”

Xing Ao mengayunkan Titan God hammer miliknya dan berkata, “Bagaimana caranya? Godly Weapon milikku sangat besar. Apa aku benar-benar bisa menyimpannya di dalam tubuhku?”

Aku tertawa setelah mendengar apa yang dia katakan, “Semua Godly Weapon ini bisa menjadi sebuah energi murni jadi mereka tidak akan mengisi ruang apapun di dalam tubuhmu. Kau hanya perlu memikirkan mereka kembali ke dalam tubuhmu.”

Setelah mengatakan itu, Wind God bow di tangan Dong Ri dengan cepat menghilang. Dengan gembira dia berkata, “Aku berhasil!” Untuk membiasakan dirinya dengan kegiatan ini, dia mencoba mengeluarkannya dan memasukkannya lagi beberapa kali. Semua orang melakukan apa yang aku katakan. Setelah beberapa saat, mereka sudah benar-benar menguasai cara untuk memanggil Godly Weapons milik mereka.

Desa para Nature Elf masih seindah saat pertama kali kami datang ke sini. Karena ini adalah siang hari, para Nature Elf tampak sibuk bekerja. Dengan kembali ke sini, aku merasa seolah-olah aku sudah pulang ke rumah. Baru saja kami sampai di pintu masuk desa, kami sudah diketahui. Seorang elf muda terbang mendekat dan berkata, “Zhang Gong, kalian semua sudah kembali!”

“Itu benar. Bagaimana keadaan desa? Apakah semua baik-baik saja? Apakah para Dark Elf itu menyerang lagi?” Aku bertanya kepadanya dengan ramah.

“Tidak, mereka tidak berani datang lagi. Bahkan jika mereka datang, mereka akan merasakan kekuatan light magic.”

“Itu benar. Kau harus meluangkan lebih banyak waktu untuk berlatih light magic saat kau ada waktu luang. Saat light magic menyatu dengan kemampuan alami yang kau miliki, kau tidak akan perlu merasa takut kepada mereka lagi.”

Saat ini, Raja Nature Elf membawa serta empat eldernya dan berkata, “Kami menyambut kepulanganmu dengan selamat. Marilah, ayo masuk ke dalam desa.”

Saat itulah aku mendadak menyadari kalau aku masih berada di pintu masuk desa. Kami mulai mengikuti Raja Nature Elf. Kami melewati jalan yang tidak asing lagi dan sampai ke ruang pertemuan. Selain dari empat orang elder, Raja Nature Elf meminta seluruh elf yang lain untuk meninggalkan ruangan. Kenyataan bahwa kami sudah memiliki Godly Weapon merupakan sebuah rahasia sehingga hanya Raja Nature Elf dan keempat orang elder yang boleh mengetahuinya.

Raja Nature Elf bertanya, “Bagaimana? Apakah kau mendapatkan keuntungan dari datang ke sini?”

Aku menceritakan kepadanya tentang pengalaman kami yang penuh bahaya, tapi tidak menceritakan tentang kami mendapatkan Godly Weapon. Aku hanya menjelaskan bagian dimana Dewa itu mengubah tubuh kami.

Setelah mendengarkan kami, Raja Nature elf dan keempat orang elder tersebut menunjukkan ekspresi yang memberi hormat. Raja Nature elf berkata, “Aku tidak menyangka bahwa kalian akan diterima oleh God King. Tenanglah, saat kalian harus melawan Raja Monster, kami, para Nature Elf, akan ikut membantu. Untuk kedamaian dan keharmonisan dunia, inilah yang harus kita lakukan.”

Zhan Hu tersenyum, “Itu luar biasa! Dengan bantuan kalian, kekuatan bertarung kami akan meningkat. Benar juga, apakah kalian masih memiliki fruit wine itu? Bisakah kalian mengeluarkannya?”

Keempat orang elder menunjukkan wajah takut, dan Third Elder mengatakan, “Aku khawatir pada saat ini kami tidak memiliki wine lagi. Kalian smeua meminum semuanya saat kalian datang ke sini sebelumnya.” Sebenarnya, mereka masih memiliki lima botol wine lagi, tapi saat aku meninggalkan desa dulu, aku sudah memintanya kepada mereka. Kali ini, mereka benar-benar tidak memiliki wine lagi.

Setelah mendengar kata-kata Third Elder, semua orang selain aku, menunjukkan ekspresi kecewa.

Untuk mengeluarkan mereka dari topik ini, aku berkata, “Kami ingin beristirahat di sini untuk hari ini dan akan kembali pulang besok. God King mengatakan kami memiliki waktu tepat lima tahun sebelum perang. Kami juga tidak memiliki pengetahuan apapun tentang rencananya. Selama waktu ini, kami harus bekerja lebih keras dalam latihan kami sebagai persiapan untuk menghancurkan Raja Monster.”

Translator / Creator: Veve