December 16, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 46

 

God’s Reward

Zhan Hu melihat armor barunya dan mencoba bergerak dengannya. Siapapun bisa melihat kalau dia sangat bersemangat. Dia berlutut dan bersujud pada God King tiga kali  dengan kepalanya menyentuh tanah setiap kali dia besujud, sebelum berkata, “Yang Mulia, aku pasti tidak akan membuatmu kecewa. Memberantas Raja Monster akan menjadi satu-satunya tujuanku.”

God King memujinya dan berkata, “Bagus, kau harus melakukan latihanmu dengan baik sehingga kau layak memiliki War God Armor ini.”

Zhan Hu berjalan kembali ke kelompoknya dan berkata, “Dengan memakai armor ini, aku merasa seluruh tubuhku dipenuhi kekuatan. Ini begitu ringan dan perasaan saat memakainya sangat luar biasa.”

Semuanya melihat ke arahnya dengan sedikit iri dan berpikir apa yang mungkin akan mereka dapatkan.

God King berkata lagi, “Selanjutnya, Xiu Si.”

Saat dia mendengar perintah dari God King, Xiu Si berjalan ke depan patung Dewa. God King itu berkata, “Xiu Si, aku akan memberimu Sky God horn. Dengan menggunakan ini, kau bisa memulihkan daya hidup milikmu, selama kau belum mati.”

Cahaya emas yang sama berkelebat, dan sebuah tanduk yang kecil dan halus muncul di tangan Xiu Si.

“Tentang bagaimana cara untuk menggunakan itu, kau harus mengandalkan kemampuanmu untuk menemukannya.”

Xiu Si membungkuk ke arah God King dan berkata dengan hormat, “Terima kasih atas hadiahmu, Yang Mulia.” Setelah mengatakan itu, dia kembali ke tempat kelompoknya berdiri. Dia menatap tanduk yang memiliki garis bercahaya emas spiral dan memainkannya dengan rasa kagum.

“Selanjutnya, Xing Ao.” Setelah mendengar namanya, Xing Ao bergerak secepat mungkin untuk berdiri di depan patung itu. Dengan mata yang penuh harapan, dia melihat ke arah patung Dewa tersebut.

“Xing Ao, aku akan memberimu sebuah Titan God hammer. Meskipun kau sudah menggunakan sebuah heavy sword, saat kau menggunakan palu ini, kekuatanmu akan meningkat dengan pesat.” Sebuah cahaya emas berkelebat, dan sebuah pegangan sepanjang satu setengah meter dan palu berdiameter lima puluh centimeter mendadak muncul di tangan Xing Ao. Dilihat dari postur tubuhnya yang tampak santai, kelihatannya palu itu tidak terlalu berat.

“Terima kasih atas hadiahmu, Yang Mulia.” Xing Ao tampak sangat puas dengan senjata barunya dan berlari kembali menuju kelompoknya dengan semangat yang menyala-nyala.

“Gao De.” God King berbicara lagi dan Gao De dengan gembira berlari untuk berdiri di depan patung Dewa.

“Aku akan memberikanmu Lightning God shield. Kau bisa menggunakannya untuk menghentikan segala bentuk serangan fisik.” Cahaya emas berkelebat, dan sebuah perisai kecil yang sangat indah dengan diameter sekitar sepuluh centimeter mendadak muncul di lengan kiri Gao De.

“Terima kasih atas hadiahmu, Yang Mulia.” Gao De melihat ke arah perisai mungilnya dan tampak sedikit kecewa.

Dong Ri dan aku adalah yang tersisa, dan belum menerima hadiah apapun. Aku tidak bisa menahan diri dari bergumam kepada diriku sendiri, kenapa aku belum dipanggil? Selanjutnya pasti giliranku.

“Dong Ri.”

Dong Ri melangkah maju dan berkata, “Ya.”

“Aku akan memberimu Wind God bow. Aku berharap kau akan membawakan kemegahan kepada pemanah Wind God.” Sebuah cahaya emas berkelebat, dan sebuah busur panah pendek yang kecil dan indah muncul di tangan Dong Ri.

“Terima kasih atas pemberianmu, Yang Mulia.”

“Baguslah. Aku berharap kalian semua dapat benar-benar mengerti senjata kalian. Kalian harus menggunakan hati kalian untuk berkomunikasi dengan mereka, untuk menarik keluar kekuatan mereka yang sebenarnya. Setiap senjata Dewa memiliki teknik spiritual yang berbeda-beda. Tentang bagaimana kalian menggunakannya, kalian harus mengandalkan kemampuan kalian. Karena itulah, kalian harus berlatih lebih keras dan meningkatkan kekuatan kalian. Kalian tidak boleh menjadi sombong atau menjadi tidak sabaran. Saat itulah kalian tidak akan mengecewakan aku.”

Selain diriku, semua orang membungkuk pada saat bersamaan dan berkata, “Kami akan mengikuti dan menghormati ajaran Yang Mulia.”

Aku melihat ke kiri dan ke kanan. Semua orang memiliki senjata Dewa, hanya aku yang tidak memiliki senjata itu. Apakah barusan aku membuat God King marah? Aku juga sangat menginginkan sebuah senjata Dewa.

Aku bertanya dengan hati-hati, “God King, mengapa aku tidak mendapatkan senjata?”

God King tertawa dan berkata, “Dan aku mengira kau tidak gelisah sama sekali, haha.” Mungkinkah seorang Dewa bisa menggoda orang lain?

Aku menggaruk kepalaku dengan perasaan aneh dan berkata, “Tentu saja aku gelisah karena Holy Sword adalah tujuanku untuk datang ke sini.”

“Bagus, majulah ke depan.” Apakah ini benar-benar giliranku? Itu bagus! Aku dengan terburu-buru berlari ke hadapan patung Dewa, dan menunggu untuk menerima harta karun yang sudah lama aku impikan.

“Aku akan memberikanmu Radiant Holy Sword. Aku berharap kau akan menggunakannya untuk memimpin orang-orang dalam memusnahkan monster itu.” Itu benar-benar luar biasa! Dengan nama Radiant, itu pasti karena kekuatan yang luar biasa. Ini sangat berbeda dari yang lain. Tidak ada cahaya emas yang bersinar ke arahku, melainkan sebuah bola emas melayang ke arahku. Aku mengulurkan tanganku untuk menerimanya, tetapi saat cahaya itu sampai di hadapanku, cahaya itu dengan cepat masuk ke dalam dadaku dan menghilang.

Apa yang terjadi? Aku menyentuh dadaku. Ke mana Radiant Holy Sword itu? Di mana?

“Berhentilah mencarinya, Radiant Holy Sword itu sudah berada di dalam tubuhmu. Namun, dengan kemampuan yang kau miliki saat ini, kau masih belum bisa menggunakan kekuatannya.”

“Kalau begitu, kenapa yang lainnya bisa menggunakan senjata mereka?”

Suara dari God King menggema di dalam telingaku, sepertinya aku adalah satu-satunya yang bisa mendengar itu, bunyinya, “Mereka hanya akan bisa menggunakan sebagian kecil kekuatan dari senjata Dewa mereka. Senjata Dewa yang mereka miliki adalah senjata Dewa tingkat dua, jadi mereka lebih mudah untuk digunakan. Di sisi lain, Radiant Holy Sword pernah menjadi pedang seorang temanku. Sebelumnya aku telah memberikan pedang itu kepada battle angel milik Radiant God, Mi Jia Lei, sampai pertarungan besar Dewa melawan Monster. Untuk kemenangan terakhir, dia mengorbankan dirinya. Saat itulah, aku mengambil kembali pedang tersebut. Saat ini, perbedaan antara kekuatanmu dan kekuatan Holy Sword sangat jelas. Karena itu, kau harus membiarkan Holy Sword untuk tidur sesaat di dalam tubuhmu. Saat kau mendapatkan kekuatan yang cukup untuk menggunakannya, pedang itu akan terbangun dengan sendirinya.”

Aku mengerti apa yang terjadi sekarang. “Kapankah aku akan mendapatkan kekuatan yang cukup untuk menggunakannya?”

“Itu yang akan menjadi tujuanmu selanjutnya. Di perbatasan barat antara daratan milik manusia dan iblis, terdapat sebuah tempat bernama Sky Splitting Great Valley. Kau harus menuju ke sana. Tahun itu sebelum malaikat petarung Holy God, Mi Jia Lei, mati, beberapa kekuatannya dipindahkan ke sana. Sebuah magic spell digunakan untuk menyegel kekuatannya. Kau hanya harus pergi ke sana dan mendapatkan warisan dari Holy God untuk membuat Holy Sword berada dalam kekuatan penuhnya. Namun, kau tidak perlu gelisah. Kau masih harus bekerja keras dalam latihanmu. Menurut perkiraanku, dalam waktu lima tahun, Raja Monster tidak akan memiliki kekuatan yang cukup. Dalam jangka waktu ini, kau harus mengembangkan dirimu. Seiring dengan meningkatnya kekuatanmu, kesempatanmu untuk menerima warisan itu juga akan meningkat.”

Jadi ternyata seperti itu. Aku sudah mendapatkan Godly Weaponku, tapi aku tidak memiliki cara untuk mengeluarkannya untuk memperlihatkan senjata itu kepada yang yang lainnya.

God King berkata, “Anak-anak, kalian semua sudah menerima Godly Weapon. Sekarang aku akan mengajarkan kalian sebuah magic spell. Sihir ini adalah sihir yang penting yang bisa digunakan untuk menahan Raja Monster. Saat kekuatan kalian mendekati kekuatan para War God, kalian bisa melatihnya, tapi yang dibutuhkan Zhang Gong untuk berlatih spell ini dengan yang lain akan jauh lebih tinggi. Dia harus menjadi seorang Grand Magister sebelum dia bisa melatih spell ini bersama-sama dengan kelompoknya.”

Aku menyela dan berkata, “Apa yang harus aku capai untuk menjadi seorang Grand Magister? Dari apa yang dikatakan oleh guruku sebelumnya, tubuh bagian dalamku harus membuat enam Gold Dan. Apakah hanya itu saja?”

God King berkata, “Kau hanya benar sebagian. Itu saat kau mencapai lubang ke enam, yangmana Gold Dan yang tadi kau sebutkan, kau bisa masuk ke dalam dunia Grand Magister. Namun, kau hanya akan jadi sedikit lebih kuat dari seorang sword saint warrior. Kau harus terus berlatih sampai kau mencapai sembilan lubang. Hanya pada saat itulah kau akan menjadi seorang Grand Magister sejati. Sembilan lubang yang aku maksud bukan hanya sembilan Gold Dan yang kau katakan tadi. Sembilan hanyalah angka kiasan. Ini hanya jika tubuhmu tidak lagi memiliki ruang yang tidak memiliki Gold Dan. Saat seluruh tubuhmu menjadi sebuah Gold Dan yang paling besar, barulah kau akan benar-benar mencapai dunia sebagai Grand Magister. Saat itulah, kau akan memiliki Godly power yang cukup untuk bertarung melawan monster tersebut.”

God King itu sekali lagi menggunakan suara yang hanya bisa didengar olehku, dan berkata, “Kau hanya perlu mendapatkan peninggalan dari Holy God. Tepat di saat itu, kau akan bisa masuk kedalam dunia Grand Magister. Karena itu, kau harus menuju ke sana.”

Translator / Creator: Veve