December 15, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 44

 

Tale of the Gods

Sakit sekali. Rasanya seperti seluruh tubuhku remuk. Meskipun tubuhku merasakan sakit yang luar biasa, kehangatan ini sangat nyaman. Sebuah gelombang energi hangat membuatku nyaman dan memulihkan tubuhku yang remuk. Apa ini?

Aku perlahan membuka mataku dan terpesona oleh pemandangan yang ada di hadapanku. Aku berada di dalam sebuah kuil yang sangat besar dengan banyak patung-patung dewa. Lantainya terbentang luas sekitar 10.000 meter persegi dan tinggi atapnya lebih dari seratus meter. Banyak batu berharga yang tertanam di langit-langit dan dindingnya. Aula utama bersinar seolah-olah ini siang hari. Benar-benar sebuah bangunan yang mewah!

Kami semua diselimuti cahaya. Sepertinya mereka masih belum bangun dan energi hangat datang dari cahaya yang menyelimuti kami.

Aku mencoba bergerak, tapi kemudian mendapatkan rasa sakit yang tidak tertahankan. Tubuhku kejang dengan rasa sakit. Aku mencoba berteriak kesakitan, tapi suaraku tidak keluar. Saat aku panik, aku kembali pingsan.

Aku tidak tahu berapa lama waktu yang sudah berlalu sebelum aku tersadar. Suara Dong Ri menggema di telingaku. “Zhang Gong sudah bangun!”

Aku membuka mataku dan menyadari kalau semua orang mengelilingiku. Aku menggerakkan tubuhku, yang ternyata sudah tidak terasa sakit lagi. Sepertinya cahaya itu sudah merawat lukaku.

“Bagaimana keadaan yang lain?” Aku bertanya dengan lemah.

“Tidak masalah, semuanya baik-baik saja.” Jawab Dong Ri.

Aku tersenyum dan berkata, “Baguslah! Sepertinya kita berada di kuil para Dewa. Ini pasti tempat tujuan kita. Apakah kalian sudah menemukan Holy Sword?”

Xing Ao menjawab, “Kami baru saja bangun beberapa saat yang lalu dan memeriksa area ini, tapi kami tidak menemukannya.”

Dong Ri membantuku berdiri. Aku menarik nafas panjang sebelum memeriksa kondisi tubuhku. Magic power milikku sudah benar-benar pulih. Bagaimana itu bisa terjadi? Apakah cahaya itu mengubah tubuhku?
Aku dengan terburu-buru bertanya kepada kelompokku, “Apakah kalian merasa ada yang berbeda?”

Gao De berkata, “Ya, sangat berbeda. Rasanya seperti seluruh tubuhku sudah banyak berubah. Keenam indraku meningkat pesat. Namun, kemampuanku tetap tidak berubah seperti sebelumnya, tapi aku merasa kalau aku terus-menerus berlatih, kecepatan perkembanganku akan meningkat dengan pesat.”

Zhan Hu menganggukkan kepalanya dan berkata, “Itu benar! Aku juga merasakan hal yang sama. Seperti aku sudah membuang tubuh manusiaku dan mengganti tulang-tulangku.”

Tepat di saat aku akan mengatakan sesuatu, sebuah suara yang sangat baik menggema di dalam seluruh kuil. “Aku menyambut kalian semua, anak-anak yang baik.” Itu adalah sebuah suara yang sangat tidak asing.

Kami melihat ke sekeliling kami, tapi kami tidak bisa menemukan dari mana suara itu berasal. Suara itu sepertinya berasal dari segala arah pada saat yang bersamaan.

Suara yang baik hati itu menggema lagi, “Berhentilah mencari. Kalian tidak akan pernah bisa menemukanku. Atau, apakah kalian lupa siapa yang memperbolehkan kalian semua masuk?”

Ah~ aku ingat. Dengan lembut aku berkata, “Apakah anda adalah Kakek Barrier?”

“Haha, ternyata kau ingat. Bagaimanapun juga, aku bukanlah Kakek Barrier. Sebenarnya, untuk dirimu, aku seharusnya dipanggil sebagai God King.”

Kata-katanya membuat kami semua ternganga. Dong Ri tergagap dan berkata, “G-G-God King?”

“Benar. Mungkinkah kalian berpikir kalian bisa masuk melewati penghalangku tanpa seizinku?”

Kami ternyata bertemu dengan seorang dewa. Jika memang begitu, apakah dia akan menyalahkan kami karena mencarinya untuk mendapatkan Holy Sword miliknya? Seharusnya dia tidak begitu karena cahaya yang sebelumnya pasti dilepaskan olehnya. Jika dia ingin membahayakan kami, dia tidak akan menyelamatkan kami. Namun, aku tidak boleh terlalu sopan. Aku harus lebih waspada. Sambil memikirkan ini, aku berkata, “God King, kami ada di sini untuk mencari Holy Sword. Jika anda tidak ingin kami mendapatkan Holy Sword, kami akan segera pergi. Aku hanya berharap kepada Anda untuk melepaskan semua orang. Aku yang akan menanggung kesalahan itu.”

Semua orang mendengar apa yang aku katakan dan mulai berkomentar dengan marah. Zhan Hu berkata, “Tidak! Jika ada seseorang yang harus disalahkan, maka yang harus kau salahkan adalah aku. Aku adalah yang paling tua di sini. Mereka ada di sini karena dorongan dariku.” Semua orang juga menarik kesalahan itu kembali kepada diri mereka sendiri. Saat ini, God King tidak mengatakan apapun. Keadaan ini seperti dia sedang mengagumi argumen kami.

Aku berteriak, “Berhentilah berkelahi! Kalian semua ada di sini karena aku. Kalian adalah saudara dan sahabat terbaikku. Aku pasti tidak akan membiarkan kalian semua berada dalam bahaya karena aku.”

Suara lemah lembut itu menggema lagi, “Anak-anak, berhentilah berkelahi. Kalian semua adalah anak-anak yang baik dan tidak melakukan kesalahan. Kalian semua sudah melewati ujian berat sebelum sampai ke sini. Saat kalian masik ke dalam Forest of Gods, kalian semua diuji dalam hal keberanian, kekuatan, kebijakan, dan watak. Jika kalian tidak berhasil melewati ujian tersebut, kalian tidak akan sampai ke tempat ini.”

“Jika begitu yang Anda katakan, maka, apakah Anda setuju untuk memberikan Holy Sword itu kepada kami?”

“Kau tidak perlu gelisah seperti itu, Zhang Gong. Biarkan aku menceritakan sesuatu kepada kalian semua.”

Kami semua mengangkat kepala kami dan dengan tenang mendengarkan cerita dari God King.

“Zaman dahulu kala, di dunia ini, terdapat sebuah ras yang amat sangat kuat. Mereka memiliki kebijakan, sebesar kebijakan yang dimiliki manusia. Tidak ada yang tahu bagaimana ras tersebut lahir karena itu terjadi sudah lama sekali. Setelah beberapa generasi yang berevolusi, ras mereka menjadi sangat kuat. Karena mereka abadi, mereka kehilangan kemampuan untuk bereproduksi. Jumlah total dari klan tersebut tersisa sekitar tiga ratus. Mereka semua memiliki hati yang sangat baik, murni. Mereka juga adalah spesies yang sangat mencintai segala sesuatu yang indah. Mereka kemudian dikenal sebagai God Clan (klan dewa) oleh generasi selanjutnya.”

Setelah mendengar ini, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak mengatakan, “Ahhh.”

God King itu melanjutkan ceritanya, “Di seluruh muka bumi, mereka hanya berjumlah 300. Itu benar-benar sangat sepi. Setelah melakukan penelitian, mereka menciptakan berbagai macam spesies untuk berada bersama-sama dengan mereka. Dengan cara itu, mereka berpikir kalau mereka bisa mencerahkan dan memperindah dunia ini. Mereka terus membuat ras manusia yang memiliki kecerdasan tinggi, ras iblis yang mencintai kebebasan, Nature Elf yang baik hati, kurcaci yang sederhana dan tulus, ras raksasa yang mencintai kekuatan, dan ras naga yang kuat. Seluruh ras memiliki sisi positifnya masing-masing. Kelompok-kelompok ras di seluruh benua bermunculan tanpa berhenti, membuat sebuah pemandangan yang subur. Klan Dewa menjadi sebuah objek yang dihormati oleh seluruh klan yang lain, dan juga memiliki posisi yang unggul di antara mereka semua.”

God King berhenti berbicara sejenak, sebelum berkata, “Tepat di saat seluruh dunia diisi dengan keindahan, kedamaian dan keharmonisan, entah darimana, sebuah klan jahat muncul. Mereka dikenal sebagai klan Monster. Mereka semua memiliki banyak kekuatan yang bukan berasal dari Klan Dewa. Ditambah lagi, jumlah mereka sangat besar. Isi pikiran mereka dipenuhi dengan pemikiran untuk menjajah, untuk meneror, membunuh dan mencuri. Saat mereka datang ke dalam dunia ini, mereka membunuh banyak ras. Dibawah pimpinan dari klan Dewa, seluruh klan membentuk sebuah persekutuan untuk bertarung melawan jajahan dari klan Monster.”

Saat ini, God King tampaknya benar-benar merasa kesakitan. Seolah-olah dia sudah kembali ke masa dimana saat itu diliputi oleh asap tebal.

Translator / Creator: Veve