December 14, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 41

 

Fortunage Passage

Aku mengumpulkan sedikit magic poweku yang tersisa dan mulai merapal, “Wahai light element, teman ku yang dahsyat, aku memintamu, gunakan kekuatanmu untuk menjadi sebuah cahaya yang tidak ada habisnya dan berubahlah menjadi bintang-bintang kecil, hancurkan musuh dihadapanmu.” Ini adalah attack spell terkuat milikku yang melingkupi area luas, light magic tingkat delapan, Bright Stars Shine.

Meskipun siang hari, aku masih bisa melihat bintik cahaya putih berkumpul ke arahku. Cahaya itu mengelilingi tubuhku, berubah menjadi sebuah bola cahaya emas; aku perlahan melayang dari tanah. Saat aku melayang sekitar lima meter dari tanah, bola cahaya itu mendadak meledak dan melepaskan cahaya bintang berwarna emas dalam cakupan yang luas. Raksasa batu dalam jarak seratus meter seluruhnya ditutupi oleh cahaya bintang. Saat cahaya itu melewati tubuh mereka, sebuah lubang terbuka tersisa di sana. Raksasa batu dalam jarak seratus meter musnah. Ini membuat sedikit waktu untuk keamanan.

Saat aku berada di udara, aku memuntahkan sejumlah darah dari penggunaan magic power yang berlebihan dan terjatuh. Sebuah cahaya emas berkelebat dan Xiao Jin menangkapku di atas punggungnya.

Seratus meter jauhnya, aku melihat raksasa batu pelan-pelan mendekat. Aku berteriak dengan gigi yang bergemeretak, “Xiao Jin, gunakan kekuatan terakhirmu dan bawa semuanya pergi, cepatlah!”

Xiao Jin mengeluarkan suara meratap, sangat jelas dia tidak ingin meninggalkanku.

Semua orang sudah mendekat dan berkumpul. Semuanya sudah terluka, kami tersenyum pahit satu sama lain.

Aku berkata dengan cepat, “Cepatlah pergi! Atau semuanya akan terlambat.”

Zhan Hu tersenyum, “Adik kecil yang bodoh, kau pikir kami masih memiliki kekuatan untuk terbang? Aku khawatir magic beastmu juga sudah tidak bisa membawa orang lagi. Lihatlah sayapnya.”

Benar saja, pada sayap kiri Xiao Jin terdapat sebuah luka yang besar. Tampaknya dia tidak bisa terbang.

Merasa tertekan, aku berkata, “Jangan bilang padaku kalau semuanya ingin tempat ini menjadi kuburan mereka? Salahkan aku. Salahkan aku yang membuat kalian mengikutiku. Salahkan aku karena tidak mendengar peringatan Kakek Barrier dan membuat semua orang terkubur bersamaku. Aku tidak layak untuk kalian. Jika aku membuat kalian pergi dari awal mungkin kalian masih bisa melarikan diri.” Air mata penuh penyesalan mengalir kebawah pipiku.

Xing Ao menegurku, “Cukup. Zhang Gong, kita semua adalah saudara yang baik. Meskipun kita bisa hidup bersama, apakah mati bersama seburuk itu? Kita akan membuat Brilliant Battle Squadron lagi di kehidupan selanjutnya dan menyapu dunia hantu.” Dengan kata-kata ini, dia menggenggam tanganku erat.

Xiu Si berkata, “Xing Ao benar. Kita adalah saudara selamanya. Lagipula, kau tidak melakukan kesalahan apapun.”

Xiao Jin merendahkan tubuhnya dan menjilatku dengan lidahnya. Sambil menutup matanya, dia duduk merapat denganku. Tampak jelas bahwa dia ingin mati bersamaku.

Semuanya saling berpegangan tangan. Rasa persahabatan yang besar mengisi hati kami. Kami melihat para raksasa batu itu sudah berjarak lima puluh meter dari kami, mereka semua mengumumkan pernyataan kematian kami. Saat ini, perlawanan tidak akan ada gunanya. Tidak ada seorangpun yang mengeluarkan suara dan sama-sama menunggu kematian untuk datang menjemput.

Para raksasa perlahan-lahan mendekat.

Empat puluh meter… tiga puluh meter… dua puluh meter… sepuluh meter… lima meter…

Kami melihat satu-sama lain, kemudian kami menutup mata.

Belum ada satu menit berlalu, Kebingungan, aku berpikir, ‘Bagaimana mungkin aku masih belum mati? Aku tidak takut mati. Yang lainnya gemetaran saat mereka menunggu kematian mereka.’

Tidak sanggup menahan rasa tidak sabarku, aku membuka mataku. Aku terpesona oleh pemandangan yang ada dihadapanku.

Tempatnya sama seperti saat kami baru saja memasuki Forest of Gods. Sangat rimbun. Sangat indah. Sekelilingku diisi oleh pohon tua yang tingginya menjulang hingga ke langit. Bahkan, raksasa haus darah itu semuanya menghilang tanpa suara. Jika semuanya tidak memiliki luka yang sama seperti sebelumnya, mungkin itu bisa menjadi alasan aku sudah tidak hidup lagi.

Sama saja, semuanya tidak bisa menunggu lebih lama lagi dan membuka mata mereka satu demi satu. Mereka semua terpesona oleh pemandangan dihadapan mereka.

Setelah beberapa saat, kami akhirnya bereaksi. Kami secara bersamaan meraung bahagia karena sudah lolos dari bahaya yang mematikan.

Aku berteriak dengan keras, “Kita tidak mati! Kita tidak mati!”

Xiao Jin berubah menjadi sebuah cahaya emas dan kembali ke dalam tubuhku.

“Apa yang terjadi? Bagaimana caranya para raksasa itu menghilang?”

“Mungkinkah waktu mereka sudah habis?”

“Entahlah, tidak ada yang mati. Seperti itulah.”

Kami semua duduk di atas tanah dan bersandar di pohon yang besar. Dengan pikiran yang jernih, aku berkata, “Yang paling penting saat ini adalah untuk segera memulihkan kekuatan kita.”

Xiu Si mengeluarkan perbekalan dan air sementara aku mengeluarkan beberapa perlengkapan medis dari kantong dimensional milikku. Semuanya merawat luka mereka, memakan bekal mereka masing-masing dan berbaring dengan cepat. Kami semua benar-benar lelah.

Tanpa mengetahui seberapa lama kami sudah tidur, kami semua bangun. Kekuatan semuanya sudah sedikit pulih. Aku juga merasa jauh lebih nyaman.

Ini sudah malam. Kami sudah makan perbekalan kami dan duduk di sekitar api unggun.

Aku memecah keheningan pertama kali, “Akan lebih baik jika tidak maju lagi. Ayo kita kembali saja.”

Zhan Hu berkata, “Tidak mungkin. Kita semua berkelana sejauh ini dengan banyak kesulitan. Kita tidak bisa berhenti di tengah jalan.”

“Bagaimanapun juga, aku tidak ingin seorangpun untuk terus menemaniku dalam perjalananku. Kalian semua harus kembali. Aku akan menyelesaikan tugasku ini sendirian.”

Xiu Si berkata dengan marah, “Zhang Gong, kau pikir kami ini siapa? Apakah kami setakut itu untuk mati? Apakah ada orang di sini yang ingin pergi?”

Xing Ao berkata dengan keras, “Apa yang dikatakan Xiu Si itu benar. Kami bukan seorang pengecut.”

Aku melihat ke sebelah kiri kemudian ke kanan. Yang mengejutkanku, tidak ada seorangpun yang ingin pergi. Aku menghela nafas dan berdiri. Kemudian aku membungkuk dalam-dalam ke arah semuanya. “Terima kasih semuanya. Kalian adalah saudara-saudaraku yang paling hebat.” Air mata penuh perasaan mengalir.

Dong Ri juga berdiri dan merangkul bahuku, “Zhang Gong, apa yang kau lakukan? Kita semua adalah saudara. Selain itu, kami juga ingin melihat Holy Sword.”

Zhan Hu memecah suasana berat ini dan mengganti topik pembicaraan, dengan berkata, “Kita harus merencanakan pergerakan kita selanjutnya.”

Xiu Si berkata, “Aku rasa sebaiknya semua orang harus memulihkan diri dari semua luka-lukanya dan mencapai kondisi prima. Kemudian kita akan melanjutkan perjalanan. Dengan cara ini, akan menjadi sedikit lebih aman.”

Aku mengangguk, “Benar. Aku juga merasa begitu. Kita tidak tahu bahaya apa yang ada di depan.”

Zhan Hu berkata, “Aku juga setuju. Kita harus menebang pohon di sekitar kita dan membuat lingkaran. Kemudian kita mengambil giliran untuk berjaga. Yang lainnya akan tidur.”

Setelah sepuluh hari beristirahat dan menyusun rencana, semua orang akhirnya sudah pulih ke kondisi prima mereka. Setelah menguras tenagaku yang sebelumnya, Xiao Jin terlihat sedikit tumbuh dewasa. Dia sudah bisa menyerap sedikit energi dari dunia. Dengan cara ini, dia bisa menemaniku di dalam pertarungan untuk waktu yang lebih lama. Gold Sphere di dalam tubuhku terasa lebih stabil dari sebelumnya. Gold Sphere itu mengeluarkan cahaya emas murni dalam tubuhku. Magic mimicry attack milikku (Spell yang mana aku menggunakan magic power secara langsung untuk berubah menjadi bentuk yang aku inginkan tanpa perlu merapal mantra disebut magic mimicry attack) lebih mudah digunakan daripada sebelumnya. Sepertinya aku sudah berkembang. Guru Di benar, hanya dengan sikap pantang menyerah aku bisa mencapai perkembangan yang lebih besar.

Translator / Creator: Veve