December 14, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 40

 

Forest Giants

Akhirnya kami masuk. Semua orang memiliki perasaan yang murni.

Saat fajar, kami sudah berkelana sekitar tiga atau empat kilometer dalam Forest of Gods. “Semuanya pelan-pelan. Kakek Barrier mengatakan ada banyak bahaya di sini.” Aku meminta semua orang untuk berhati-hati.

Kami dikelilingi oleh pohon yang tingginya sampai ke langit. Apakah Holy Sword itu benar-benar ada di sini?

“Semuanya tunggu sebentar. Sepertinya ada bahaya.” Aku mendadak merasakan bahaya. Tidak, seharusnya aku bilang kalau Xiao Jin merasakan bahaya dan memberitahuku. Apakah kita berani mendatangi sesuatu yang bahkan mampu membuat Xiao Jin takut?

Kami semua sepakat untuk melihat sekitar tapi kami tidak menemukan apapun. Namun, perasaan bahaya yang Xiao Jin berikan kepadaku menjadi semakin kuat.

Zhan Hu menunjuk ke arah sebuah padang rumput dan mendadak berkata, “Itu tidak kelihatan normal. Perhatikan baik-baik tanahnya.”

Melihat ke arah jarinya menunjuk, tanahnya tertutupi rumput dan sepertinya tidak ada yang aneh dengan itu. Namun, setelah dilihat baik-baik, hampir terlihat seperti rumput pendek itu sedikit bergoyang. Tidak, itu memang bergoyang!

Xiu Si yang sudah berpengalaman berbaring di atas perutnya dengan telinganya menempel pada tanah.

Aku betanya dengan cepat, “Bagaimana keadaannya?”

Xiu Si mengayunkan tangannya di udara memintaku untuk tidak mengganggunya.

Setelah beberapa saat yang singkat, Xiu Si melompat dari tanah, dan dengan wajah pucat berkata, “Ini tidak bagus, sepertinya ada makhluk yang tidak diketahui mendekati kita dari segala penjuru. Dari suaranya, aku bisa memperkirakan dengan kasar masih ada jarak sekitar dua kilometer dari kita. Aku khawatir mereka tidak kecil karena langkah kaki mereka cukup berat.”

Dong Ri berkata dengan ketakutan, “Apa yang harus kita lakukan?”

Semua orang tenggelam dalam pikirannya.

Kakak Zhan Hu berkata dengan mantap, “Ayo cari sebuah area yang dipenuhi pohon-pohon. Kita tidak bisa membiarkan mereka menyerang kita dari segala arah. Sepertinya mereka sudah mengepung kita jadi yang bisa kita semua lakukan hanyalah berharap bahwa mereka lemah.”

Saran dari Zhan Hu mendapat persetujuan semuanya. Kami dengan cepat menemukan area kecil yang dipenuhi pepohonan.

Xiu Si memberi saran, “Saat mereka datang, semuanya membentuk sebuah lingkaran kecil dan menutupi jarak antara satu dengan yang lain. Zhang Gong, kau harus menembakkan fire magic dari tengah.”

“Baiklah. Kemampuan Dong Ri juga berbeda dan harus berada di tengah. Xing Ao dan Xiu Si harus membentuk kelompok dengan kakak dan Gao De di kelompok lain. Semuanya saling mendukung satu sama lain.”

Saat kami selesai menyusun rencana, kami dapat mendengar suara langkah kaki itu dengan jelas. Jantung kami berdegup kencang. Mereka ini sebenarnya apa?

Akhirnya kami bisa melihat mereka. Semuanya tidak bisa menahan diri dari melihat satu sama lain dengan cemas dan menghirup udara dingin.

Barisan rapat para raksasa berjalan ke arah kami. Mereka tidak sedikit dalam hal jumlah. Mereka tampak seperti diukir dari cetakan. Tinggi mereka mencapai dua setengah meter. Seluruh tubuh mereka terbuat dari batu. Dari celah di pepohonan, mereka mendekati kami selangkah demi selangkah. Saat mereka sudah dekat kami bisa mendengar mereka mengatakan ini berulang-ulang, “Hancurkan penyusup. Hancurkan penyusup.”

Tidak mungkin! Ini terlalu menakutkan. Mereka ini apa? Raksasa batu?

Saat mereka mendekati kami, Zhan Hu mengeluarkan siulan panjang dan kami bersiap untuk menyerang.

Di saat yang membuat putus asa ini, pikiranku sangat jernih. “Kita tidak bisa mati seperti ini, terus bertahan sampai orang terakhir. Kita tidak tahu mereka ada berapa banyak dan sudah tidak ada lagi jalan untuk kembali. Kita harus maju menuju ke bagian dalam hutan. Kakak dan Xiu Si harus membuka jalan di depan. Xing Ao dan Gao De akan bertahan di bagian belakang. Dong Ri dan aku akan membantu dari tengah.”

Para raksasa batu itu sudah berada di hadapan kami. Aku berteriak dengan keras, “Semuanya, Maju!”

Kakak Zhan Hu mulai memimpin. Dengan pedang panjang di tangannya, dia menggunakan battle spirit untuk mengirimkan sebuah cahaya putih ke arah raksasa yang ada di depan. Para raksasa mengangkat tangan mereka untuk mencoba menahan serangannya. Apakah mereka bisa menahan kakak yang memiliki kemampuan mendekati level radiant knight? Sebuah cahaya putih berkelebat. “Ka cha.” Sebuah suara gertakkan yang keras. Raksasa batu itu terbelah menjadi dua oleh Zhan Hu dan jatuh menjadi dua bagian

Serangan kakak Zhan Hu yang kokoh dan kuat membuat semangat kami meningkat drastis. Xiu Si menggunakan teknik yang sama untuk membelah sebuah raksasa lagi.

“Light element, sahabatku, bentuklah sebuah perisai cahaya dan tolaklah semua serangan musuh.” Aku langsung menggunakan shield of light untuk semuanya dan sambil bergerak aku menggunakan light element untuk melemparkan blade of energy untuk mengalahkan raksasa di belakang kami.

Seperti itulah, kami masuk dalam pertarungan yang sulit. Akulah yang paling sibuk. Masih ada cukup banyak di hadapan kami. Battle Spirit kakak dan Xiu Si terus mengurangi jumlah raksasa batu itu sebanyak tujuh hingga delapan buah. Bagaimanapun juga, bagian belakang dan sisi kami adalah yang paling berbahaya. Lagipula kekuatan Xing Ao dan Gao De masih sedikit kurang, cukup sulit untuk membantu pertahanan bagian belakang.

Ini tidak akan berhasil. Dengan kecepatan ini, rasanya mustahil untuk melewati pasukan raksasa ini.

Aku memanggil di dalam kepalaku, “Xiao Jin, tolong.”

Tanpa peringatan, sosok besar Xiao Jin muncul dihadapan semua orang. Kemunculannya membuat sosok raksasa yang tinggi besar menjadi tampak kecil.

Xiao Jin mengeluarkan raungan naga yang mengguncang langit dan dan mengeluarkan nafas naga putih dari mulutnya yang berukuran besar. Dia dengan cepat membersihkan jalan yang lebarnya sekitar lima meter.

Aku berteriak dengan keras, “Xiao Jin membuka jalan! Semuanya lewati belakang mereka!”

Kekuatan serangan Xiao Jin yang kuat memiliki efek yang besar. Hanya dengan sapuan ekornya dan ayunan cakarnya, raksasa batu yang mengepung sudah dikalahkan. Sebenarnya di saat yang sama, aku bisa merasakan magic power Xiao Jin terkuras dengan cepat. Semua orang melindungiku di tengah-tengah saat mengikuti gerakan maju Xiao Jin yang sangat cepat. Aku tanpa henti mengirimkan magic power melalui hubungan antara Xiao Jin dan aku.

Seandainya Xiao Jin sudah benar-benar dewasa, kami bisa naik ke punggungnya dan terbang menjauh. Sayangnya saat ini, dia hanya sanggup membawa beban paling banyak dua orang. Bahkan jika Xiu Si dan Zhan Hu dapat bertahan untuk terbang, masih akan ada dua orang yang akan tertinggal. Itu bukanlah sesuatu yang bisa kami terima. Lagipula, itu belum tentu berhasil. Lagipula tidak ada orang yang akan menyarankan hal itu.

Detik dan menit berlalu sedikit demi sedikit. Raksasa batu sudah dihancurkan oleh kekuatan hebat kami. Pelarian mematikan kami sudah berjalan sekitar satu kilometer. Bagaimanapun juga, raksasa batu yang mengepung kami tidak tampak berkurang. Meskipun kekuatan magic powerku sudah berkurang sedikit, beban dari Xiao Jin yang keluar dalam waktu yang lama membuatku lelah. Xiao Jin mulai mendapat banyak luka. Kecepatan bergeraknya tidak sekuat dan selincah seperti saat dia keluar tadi. Sambil tersengal-sengal, dia tetap berjuang untuk mempertahankan garis depan. Yang lainnya juga sudah berada dalam kondisi yang mengerikan. Pedang kakak Zhan Hu sudah patah dan dia sekarang kesulitan menopang dirinya dengan sebuah ranting kayu. Selain aku, semuanya sudah menderita luka yang parah.

Kalau ini terus berlanjut, hanya akan menyisakan kuburan semua orang.

“Dong Ri, Gao De, Xing Ao, kalian semua naik ke punggung Xiao Jin. Gunakan kekuatanmu untuk meringankan tubuhmu. Kakak dan Xiu Si, terbanglah. Aku akan bertahan sebentar. Kalian semua, cepatlah pergi!”

Zhan Hu menggunakan seluruh kekuatannya untuk membelah sebuah raksasa batu dan dengan kesal meraung, “Tidak mungkin! Aku tidak akan meninggalkanmu tanpa mempedulikanmu.”

Dengan marah aku berkata, “Cepatlah pergi! Jangan bilang kau ingin tempat ini menjadi kuburan bagi kita semua?”

Translator / Creator: Veve