December 13, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 39

 

The Forest of Gods

Petang hari, di luar Forest of Gods.

“Peng!” Dengan suara itu, sebuah halo bercahaya keluar dan memenuhi langit.

Tujuh hari yang lalu, Third Elder menuntun kami dengan lancar menuju God’s Barrier. Dalam seminggu ini, kami sudah kehilangan berbagai cara untuk bisa melewati penghalang itu. Kami menggunakan serangan sihir, serangan battle spirit, serangan gabungan dan serangan untuk menembus (semuanya di tempat yang sama) dan kami masih saja gagal.

“Aku sudah tidak memiliki kekuatan lagi. Sepertinya kita tidak punya harapan untuk melakukannya hari ini lagi.” Setelah menembakkan dua spell tingkat delapan, aku duduk di sebelah Zhan Hu dengan kelelahan.

Xiu Si mengernyitkan alisnya dan berkata, “Mungkinkah ini benar-benar penghalang yang diciptakan oleh para Dewa? Bahkan dengan seluruh serangan kita, kita tidak bisa mengoresnya sedikitpun. Ini benar-benar menakutkan.”

Xing Ao dengan marah menjawab, “Aku menolak untuk mempercayainya! Aku akan mencobanya lagi.” Saat dia mengatakan ini, dia memadatkan battle spirit miliknya ke dalam knight sword miliknya dan melepaskan sebuah tebasan kuat. “Peng!” Tidak perlu dikatakan lagi, penghalangnya tetap utuh.

Penghalang ini berwarna transparan dan ketika penghalang itu menghadapi sebuah serangan, penghalang ini akan mengeluarkan tujuh warna cahaya yang menyilaukan. Kami tidak tahu seberapa banyak kekuatannya. Aku merasa kalau sebuah spell terlarang juga tidak sanggup menembusnya.

Aku bergumam, “Jangan bilang padaku kalau kita benar-benar harus menyerah? Wajah apa yang tersisa bagiku jika aku mengatakan kepada Guru Di kalau aku meninggalkan gunung harta karun ini dengan tangan kosong?”

Dong Ri berjalan ke sisiku dan menenangkanku, “Jangan memikirkan hal ini terlalu keras. Sebuah hati yang tulus adalah yang paling efektif. Ayo beristirahat untuk hari ini dan lanjutkan besok.”

Perkataan Dong Ri memberiku dorongan dan aku dengan tidak sabar bertanya, “Apa yang baru saja kau katakan?”

Dong Ri menatapku dengan tatapan kosong dan berkata, “Aku bilang kita harus beristirahat dulu dan melanjutkannya besok! Ada masalah apa?”

“Bukan yang itu. Bagian yang sebelumnya.”

“Sebelumnya aku mengatakan kepadamu untuk tidak memikirkannya terlalu keras. Sebuah hati yang tulus adalah yang paling efektif.”

“Ya, ya, ya! Bagian itu. Sebuah hati yang tulus adalah yang paling efektif. Mungkinkah metode yang kita gunakan ini salah?”

Setelah mendengar kata-kataku, mata Xiu Si juga kembali cerah. “Itu benar! Mungkinkah kita seharusnya tidak menyerangnya, tapi menenangkannya?”

Aku memikirkannya dan berkata, “Lupakanlah. Kita akan membiarkannya seperti ini untuk hari ini. Semuanya sudah kelelahan jadi kita akan beristirahat dulu, dan kemudian kita akan mempelajarinya dengan hati-hati besok.”

Kami berbaring di atas kasur yang terbuat dari daun daun pohon yang tersebar dan melihat bintang di langit. Bagaimana kami melewati penghalang yang tidak bisa dihancurkan? Kekuatan tidak berguna. Kelembutan dan hati yang tulus, cara tulus apa yang akan bekerja? Semua pemikiran ini terus menerus muncul di pikiranku, membuatku melontarkan tubuhku di atas tempat tidur, tidak bisa tidur. Lupakan saja. Aku tidak bisa tidur, jadi aku akan bermeditasi. Aku akan memulihkan magic powerku secepat mungkin dan memikirkannya besok.

Dengan perlahan aku mengkonsentrasikan pikiranku kepada Gold Dan milikku. Aku merasa sangat tenang dan bisa merasakan light element di sekitarku. Banyak dari cahaya bulan berkumpul ke arahku. Aku berpikir kepada diriku sendiri, “Sahabatku tercinta, kemarilah. Aku membutuhkanmu.”

Mengikuti kedatangan light element, secara perlahan Gold Dan milikku memperkaya dirinya sendiri. Beberapa waktu kemudian berlalu dan Gold Dan milikku sudah memulihkan tenaganya. Perasaan penuh ini benar-benar nyaman. Aku membuka mataku. Hari sudah menjelang fajar. Semua orang masih terlelap. Aku berjalan sendirian menuju penghalang itu dan dengan lembut mengusap penghalang tak terhancurkan dengan tanganku. Aku menghela nafas sepuluh juta kali. Setelah perjuangan selama satu tahun, kami akhirnya sampai di sini dan tapi untuk berhenti sekarang rasanya tidak bisa ditahan.

Saat aku melihat hutan yang rimbun di sisi lain penghalang, pikiranku semakin lama semakin tenang. Ah, sungguh sebuah pemandangan yang indah. Saat itulah, energi penghalang itu mendadak tidak stabil di mana aku meletakkan tanganku. Mungkinkah itu..?

Aku menyelidiki penghalang ini sambil memikirkan tentang keindahan dan kedamaian. Dengan hati-hati, aku mulai memasukkan sedikit spiritual powerku. Sebagai respon dari spiritual powerku, energi penghalang itu mulai bergejolak lagi sebelum tanpa diduga penghalang itu pelahan mulai menerima spiritual powerku.

Sebuah suara yang penuh kebajikan berbunyi dari lubuk hatiku. Memberiku sedikit rasa takut. “Siapa yang berani mengganggu istirahatku yang abadi?” Mungkinkah penghalang ini hidup? Aku membalas penghalang itu menggunakan telepati, “Halo, aku tidak sengaja mengganggu kedamaianmu. Aku datang ke sini untuk mencari Holy Sword.”

“Holy Sword? Anak muda, sudah lama sekali sejak terakhir kali ada yang datang kemari. Aku sarankan kau berhenti mencarinya disini.”

“Kenapa?”

“Karena aku merasakan kebaikan di dalam hatimu. Aku tidak ingin melihatmu membuang nyawamu begitu saja.”

“Ini adalah tugas yang diberikan oleh guruku kepadaku. Tidak peduli seberapa sulitnya itu, aku harus menyelesaikannya. Aku mohon kepadamu, biarkan aku masuk.”

Butuh waktu setengah hari baginya untuk menjawabku, “Kakek Barrier, apa ini tidak apa-apa?”

“Baiklah. Di dalam sangatlah berbahaya. Ada tiga rintangan yang harus kau lewati. Setiap tantangan lebih sulit daripada yang sebelumnya, jadi kau harus sangat berhati-hati. Kau dan teman-temanmu boleh masuk. Kalian semua harus saling mengawasi satu sama lain dan jika kau tidak bisa melewati cobaan ini, kalian harus tidak tinggal di sana lebih lama lagi dan segeralah mundur. Jangan korbankan nyawamu dengan sia-sia.”

“Baiklah. Terima kasih, Kakek Barrier.” Sepertinya memanggil dirinya seperti ini membuatnya sangat bahagia.

Aku tidak sadar betapa beruntungnya aku. Pertama, penghalang ini diciptakan oleh God of Creation dan entah berapa tahun yang lalu. Semua kekuatan jahat dan kasar dihentikan oleh penghalang ini. Setelah secara tidak sengaja menunjukkan kebaikanku, tanpa diduga aku membangunkan sesuatu yang bernama “Kake Barrier” ini. Kedua, dalam diskusiku dengan kakek Barrier, keyakinanku yang mantap membuatku mendapat rasa kagum darinya. Ini sangat penting untukku mengalahkan Grandpa Barrier. Jika aku tidak mendapatkan izin darinya, akan mutahil bagiku untuk bisa melewati penghalang ini.

Aku kembali ke sisi yang lain dan berteriak, “Semuanya bangun! Cepatlah bangun teman-teman!”

Mendorong ini dang mengguncang itu, semuanya akhirnya terbangun dengan susah payah.

Xing Ao berkata dengan mata yang masih mengantuk, “Ada apa Zhang Gong? Biarkan aku tidur sebentar lagi. Bahkan hari ini belum terang.”

“Itu benar. Apa yang akan kita lakukan sepagi ini?”

Suara yang tidak puas menggema di seluruh perkemahan.

Aku tersenyum dan mendadak berkata dengan suara keras, “Aku menemukan jalan untuk masuk ke dalam penghalang itu.”

Xiu Si adalah yang pertama sadar setelah aku mengejutkan semuanya.

“Benarkah? Kita benar-benar bisa masuk melewati penghalang itu?”

“Iya. Kita bisa melewati penghalang itu. Sekarang cepatlah dan bangun pemalas. Kita berangkat sekarang.”

Dong Ri mengeluarkan pekikan bahagia dan melompat, “Zhang Gong, bagaimana kau melakukannya?”

Aku menjelaskan bagaimana aku terhubung dengan penghalang itu dan kejadian setelahnya.

“Zhang Gong, kami tidak tahu berapa lama penghalang ini berada di sini. Aku merasa ini dibuat oleh para Dewa. Tampaknya keberuntunganmu sangat bagus. Ayo pergi. Jika tidak orang tua itu akan mengubah pikirannya.”

“Hehe. Tidak perlu menahan diri. Ayo pergi.”

Semuanya sekali lagi tiba di hadapan penghalang itu. Setelah menempatkan tangan mereka di penghalang itu, semua orang mulai memberikan perasaan hormat, kedamaian dan kehangatan. Mendadak, penghalang itu mulai menghilang saat tangan mereka diletakkan.

Kami saling melihat satu sama lain dengan perasaan terkejut sambil bersorak bersamaan di saat yang sama. Kami semua membungkuk ke arah dimana penghalang itu berada sebelumnya, kemudian kami berjalan masuk ke dalam dengan secepat kilat.

Translator / Creator: Veve