December 10, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 35

 

Elven Dispute

Dengan perkataan ini, elf tua itu menunjukkan sisi kemanusiaannya. Sepertinya dia bukan tidak bisa menerima manusia. Dia melanjutkan sambil berkata, “Jika mungkin, ayo kita bicarakan sambil berjalan.” Sambil mengatakan ini, dia mengepakkan sayap elfnya dengan lembut untuk maju, memimpin jalan kami.

Aku bertanya penasaran, “Bagaimana kau yakin kalau kami bukan orang jahat? Bukankah mungkin saja kami akan membantu Dark Elves menyingkirkanmu?”

Elf yang sudah berumur itu tertawa dan berkata, “Kau masih anak-anak. Kau tahu berapa usiaku tahun ini? Semua yang dari ras elf memiliki hidup yang panjang. Aku sudah melihat banyak hal. Jika aku tidak salah, apa yang baru saja kau gunakan adalah light magic. Sebagai tambahan, kau setidaknya berada pada level magister. Mereka yang bisa menggunakan light magic memiliki kemurnian dan budi luhur. Itulah alasan kenapa aku membiarkan kalian membantu kami.”

Dong Ri mendadak menyela, “Apakah kau tahu tipe elf apa aku ini?” Sepertinya dia ingin bertanya tentang hidupnya.

Elf tua itu tersenyum dan berkata, “Tentu saja aku tahu. Jika kita membicarakannya secara umum, elf bisa dibagi menjadi dua tipe utama. Tipe pertama adalah kami, para Nature Elf. Kau adalah tipe ini. Yang lainnya adalah musuh kami, Dark Elf. Dengan jumlah Dark Elf di benua ini, kami adalah bagian yang tidak beruntung. Namun, dengan kekuatan kami, kami hanya bisa menandingi jumlah elf berdarah murni. Ini karena hanya elf berdarah murni yang memiliki kekuatan untuk mengeluarkan kekuatan bertarung mereka yang sebenarnya. Sebagai contoh, kau tidak memiliki kemampuan untuk menggunakan kekuatan alam.”

Dong Ri tampak kecewa, mengatakan, “Jadi kau tidak tahu darimana aku sebenarnya berasal?”

Elf tua itu berkata dengan tidak berdaya, “Terlalu banyak Nature Elf di dunia ini. Jika kau adalah elf murni, aku bisa melihatnya. Tapi saat ini, aku khawatir..”

Melihat penampilan Dong Ri yang tampak kecewa, aku langsung menghentikan topik ini dan bertanya, “Ada berapa banyak elf berdarah murni yang dimiliki setiap ras? Apa yang dimaksud dengan kekuatan  itu bertarung?”

“Saat ini populasi dari elf berdarah murni sudah sangat menipis karena perjalanan yang dilakukan selama bertahun-tahun. Setiap sisi memiliki sekitar seribu elf berdarah murni. Dark Elf sudah menyerang desa kami pagi ini. Hutan tempat desa ini berada sebenarnya adalah tempat yang paling cocok untuk para elf tinggal. Itulah mengapa Dark elf mencoba menghancurkan kami.”

Sambil mengangguk, aku berkata, “Kenapa tidak semua orang hidup dalam kedamaian? Dengan hutan sebesar ini, apa yang harus ditakutkan dengan dua ribu orang? Hanya jika kau menginginkannya maka sungai darah akan mengalir.”

Elf tua itu menghela nafas dan berkata, “Jika semua orang berpikir sama sepertimu, dunia tidak akan memiliki konflik. Aku merasa aku semakin menyukaimu, nak.”

“Kalau begitu, aku juga menyukaimu, pak tua, haha.” Kami tertawa dengan tulus bersama-sama.

Xiu Si berkata, “Tuan, berapa jauh lagi hingga kami sampai ke desamu? Ayo cepat sedikit dan hidari resiko yang tidak penting.”

Elf tua itu berkata, “Baiklah. Ikuti aku dengan hati-hati.” Dia berubah menjadi sebuah bayangan dan terbang maju.

Kakak Zhan Hu mengikutinya, sambil membawa Xing Ao di tangan kirinya dan Dong Ri di tangan kanannya. Xiu Si mengikuti dari dekat, membawa Gao De. Aku mengikuti dengan santai mereka menggunakan teleportasi jarak pendek, tidak lamban ataupun dekat.

Entah sudah berapa jauhnya kami berjalan, elf tua itu berhenti dan menunggu kami semua sampai di dekatnya. Dia memberikan senyuman untuk kami semua dan perlahan berjalan maju.

“Di depan kita adalah bagian belakang desa. Ayo masuk dan lihat.”

Saat berbelok di dekat bukit, sebuah desa elf terlukis dalam mata kami. Sebuah desa yang sangat besar. Bahkan lebih besar dari desa bandit Zhan Hu. Sambil mengamati pemandangan, kami mengikuti elf itu masuk ke dalam desa. Semua orang tampak sangat sibuk.

Elf tua itu menghentikan seorang elf dewasa dan bertanya, “Shan Nian, bagaimana situasinya?”

Elf dewasa bernama Shan Nian itu menjawab, “Third Elder, anda sudah kembali. Raja Dark Elf saat ini berusaha menangkap kami. Ini bisa dikatakan sebagai perkelahian.”

Elf tua itu memanggil kami untuk maju ke sisi lain dari desa. Aku menyadari kalau semua elf di sini memiliki dua sayap. Kemampuan mereka lebih hebat daripada elf yang ada di luar. Kebanyakan elf memiliki pedang sebagai senjata pilihan mereka.

Setelah tiba di depan dua formasi pertempuran, medan perang benar-benar suram dengan langit hitam dan tanah hitam. Aku menyadari bahwa tidak banyak perbedaan antara Nature Elf dengan Dark Elf. Nature Elf memiliki rambut hijau, mata biru, dan sayap hijau, sementara Dark Elf memiliki rambut hitam, mata violet, dan sayap hitam. Hanya inilah perbedaannya, semua pada dasarnya sama bagi mereka. Mereka memiliki penampilan yang sama.

Aku melihat ke arah medan perang dan melihat dua elf dewasa sedang berada dalam pertarungan. Dari aliran energi mereka, aku bisa tahu kalau mereka adalah raja dari kedua kubu. Dari sisi Nature Elf, ada tiga elf yang berusia sama dengan elf tua ini yang dengan gelisah menyaksikan pertempuran ini.

Elf tua itu berjalan ke sisi mereka dan bertanya, “Bagaimana situasinya?”

Elf tua yang berbeda menjawab, “Third Elder, anda sudah kembali. Kami tidak memiliki bala bantuan lagi dan kami sudah bertempur sepuluh kali. Tanpa diduga, ini sudah menjadi satu sisi sejak awal. Jika raja kami kalah lagi, aku khawatir mereka akan maju dan mengalahkan kami semua.” (Untuk penjelasan, mereka akan disebut Great Elder, Second Elder, Third Elder dan Fourth Elder. Yang membawa kami adalah Third Elder.)

Sambil menghela nafas, Third Elder berkata, “Bagaimana ini bisa terjadi? Apakah perbedaannya sebesar itu? Jangan bilang… Ini adalah hari di mana kita akan hancur?”

Aku mendekat kepadanya dan menenangkannya dengan berkata, “Jangan khawatir! Kami pasti akan menolongmu. Third Elder itu mengangguk ke arahku dan mengenalkanku kepada tiga elder lain.

Dalam pertempuran sengit ini, Raja Nature Elf memegang pedangnya dengan kedua tangannya dan berseru, “Jiwa alam yang terhormat, dengarlah panggilanku, jadilah sebuah kekuatan penghancur dan kalahakan kejahatan di hadapanmu – Nature Punishment!” Mengikuti kata-kata ini, dia menebaskan pedangnya dan sebuah gelombang energi hijau yang menyembunyikan langit dan menutupi bumi melesat ke arah Raja Dark Elf.

Dengan sekali tarikan nafas, Raja Dark Elf berkata dengan menghina, “Sudah bertahun-tahun berlalu tapi kita masih saja melakukan rutinitas ini. Kau tidak akan melakukan apapun lagi jadi aku akan membiarkanmu melihat teknik terakhirku. Kejahatan yang tidak ada habisnya, kebencian yang tidak ada habisnya, jadilah kegelapan tidak terbatas dan telanlah semuanya – Endless Devourer.” Sebuah kabut asap hitam mengalir keluar dari tubuh Raja Dark Elf, menutupi area yang luas dan melesat ke arah Raja Nature Elf dengan suara kesedihan. Kedua energi itu bertarung di udara. Energi yang dikeluarkan oleh Raja Nature Elf ditekan sedikit demi sedikit dan terdorong ke belakang. Tampak jelas kalau mundur tidak akan bertahan lebih lama lagi.

Translator / Creator: Veve