December 9, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 33

 

Resting at Lunwa

Sambil tersenyum, Zhan Hu berkata, “Apa yang bagus dari itu? Kami tidak bisa terbang seperti kalian para mage, pelan dan bertahan lama sambil melihat-lihat pemandangan. Menggunakan battle spirit untuk terbang akan mengurasnya dengan cepat. Itulah mengapa kami maju dengan cepat secepat yang kami bisa. Kami tidak bisa merasakan nikmatnya terbang sama sekali.”

“Tapi tetap saja, memiliki kemampuan terbang itu hebat. Aku tidak tahu kapan kemampuan bela diri milikku bisa sampai ke level itu.”

Dong Ri berkata, “Cukup. Kau sudah cukup menakutkan. Kau bahkan belum berusia dua puluh tahun, dan kau sudah menjadi seorang magister. Kau masih ingin menjadi seorang sky knight? Kau meminta terlalu banyak.”

Kata-kata Dong Ri diterima oleh semuanya. Bahkan Zhan Hu berkata bahwa aku tidak boleh mencoba terlalu jauh dan berkonsentrasi untuk mempelajari magic. Meskipun aku yang paling kuat di antara semuanya, aku adalah yang paling muda setelah Dong Ri. Apa yang bisa aku katakan kepada mereka? Aku hanya bisa menurut membiarkan masalah ini melayang pergi.

Kota Lunwa adalah kota pertama yang kami datangi setelah tiba di Kerajaan Dalu. Kota ini benar-benar layak disebut sebagai kota perdagangan. Di kota perbatasan ini, perdagangan tumbuh dengan pesat. Jalanan utama sangatlah sibuk dan kegembiraan. Sepertinya semua orang tenggelam dalam kesenangan dari membeli dan menjual.

Pertama kami mencari sebuah hotel yang cukup bagus untuk bersitirahat. Bagaimanapun juga, kami tidak kekuarangan uang. Aku bahkan belum menggunakan uang seribu koin berlian yang Guru Di berikan padaku saat aku meninggalkan rumah. Belum termasuk jumlah besar yang dibawa kakak Zhan Hu bersamanya. Setelah makan malam, Kami berkumpul bersama untuk membicarakan tindakan kami selanjutnya.

Aku melebarkan peta di atas meja. Sambil menunjuk area yang yang menggambarkan Dalu, aku berkata, “Semuanya lihat. Saat ini kita sedang berada di sini. Empat ratus kilometer ke arah selatan adalah letak provinsi Kena berada. Guru Di mengatakan bahwa Holy Sword berada di suatu tempat di dalam sebuah lembah di provinsi Kena. Kita harus mencarinya melewati hutan ini. Apakah ada yang ingin bertanya?”

Zhan Hu berkata, “Peta milikmu ini terlalu umum. Aku merasa ada baiknya untuk membeli sebuah peta mengenai provinsi Kena. Kita harus memberi tanda tempat-tempat yang mungkin adalah lokasi Holy Sword dan mencarinya satu demi satu. Bagaimana menurutmu?” Semua orang langsung setuju dengan ide milik Zhan Hu.

Xiu Si berkata, “Saat ini, hanya ini yang bisa kita lakukan. Petunjuk kita terlalu sedikit. Kita hanya bisa mencari dengan melemparkan jaring dan mencari sedikit demi sedikit dengan sepenuh hati. Tidak peduli apa yang terjadi kita tidak boleh melupakan satu area yang mencurigakan sedikitpun.”

Dong Ri berkata, “Saat ini dengan kekuatan kita, kita seharusnya bisa menghadapi bahaya apapun. Apa yang harus kita cemaskan adalah tidak menemukan lokasinya.”

Aku menghela nafas dan berkata, “Baiklah! Ayo kita pergi Dong Ri. Pertama kami akan membeli peta provinsi Kena lalu kita akan membicarakan ini lebih jauh. Semua orang sebaiknya beristirahat dulu. Setelah kami kembali, kita akan pergi untuk makan.”

Dong Ri dan aku tiba di jalanan utama yang sangat sibuk. Beberapa pertanyaan sederhana membawa kami ke sebuah toko peta kecil. Aku melihat ke segala arah dan melihat peta dari seluruh tempat. Pemilik toko mendekat dan bertanya, “Tuan-tuan, peta apakah yang anda cari? Peta di toko ini adalah yang paling lengkap. Kami bahkan memiliki peta seluruh benua, tidak terkecuali benua di barat.”

Aku berkata dengan terkejut, “Oh! Kau bahkan memiliki peta Benua Barat? Bisakah kau memperlihatkannya padaku?” Ras Iblis dan klan monster adalah sebuah misteri untukku. Itulah kenapa aku ingin melihat apakah ada perbedaan area dengan Benua Timur.

Pemilik toko membawa sebuah silinder kecil yang tersegel di kedua sisi. Saat dibuka satu sisinya terlihat sebuah peta yang terbuat dari kulit domba yang tergulung di dalamnya. Sepertinya sudah berusia beberapa tahun.

Setelah memberikan peta itu kepadaku, dia berkata, “Tuan, peta ini diwariskan turun-temurun oleh leluhurku. Ini adalah peta dari Benua Barat dari dua ratus tahun lalu. Saat ini Benua Barat pasti sudah berubah di beberapa bagian, namun lokasi pastinya seharusnya masih tepat.”

Aku mengambil peta itu. Peta itu digambar dengan cermat. Ada banyak wilayah kecil di sana. Di bagian tengah kiri aku menemukan ibukota dari ras iblis, Kota Sadan. Aku kembali teringat kepada wanita yang sangat cantik dari ras iblis yang aku temui. Mungkinkah dia berada di sana? Sambil memikirkan wajah cantiknya itu, aku tidak bisa menahan diri dari menjadi bengong seperti orang bodoh.

“Zhang Gong, Zhang Gong, apa yang kau lakukan? Apa yang kau cari dari peta Benua Barat? Cepatlah selesaikan urusan kita di sini.” Dong Ri mengingatkanku dari sampingku.

Aku tersadar dari khayalanku, “Ah? Apa katamu tadi? Oh, aku tahu. Tuan pemilik toko, bisakah anda memberikan peta dari provinsi Kena? Aku juga ingin peta dari Benua Barat ini. Berapa total semuanya?”

Pemilik Toko berkata, “Sebuah peta dari provinsi Kena harganya dua koin tembaga. Peta dari Benua Barat ini harganya dua coin berlian.”

Dong Ri berkata dengan keras, “Dua koin berlian? Sama saja kau mencuri dari kami. Zhang Gong, kembalikan peta itu kepadanya.”

Aku mengangkat tanganku untuk menghentikan Dong Ri. Dari kantung di dadaku, aku mengeluarkan amethyst card milikku dan memberikannya kepada pemilik toko. Hanya dengan melihat amethyst card milikku pemilik toko tersebut tahu kalau kami bukanlah orang biasa. Dengan sebuah senyuman di wajahnya, dia berkata, “Benar-benar, orang rendah hati ini memiliki mata tapi tidak bisa melihat gunung Tai. Aku akan memberikan peta provinsi Kena kepadamu, tapi untuk peta Benua Barat ini..”

Aku dengan tidak sabar mengayunkan tanganku, “Harga adalah harga. Cepatlah!” Melihat bahwa aku benar-benar ingin membelinya, Dong Ri tidak berkata apapun lagi. Setelah pemilik toko menyelesaikan pembayaran menggunakan kartu amethyst, dia mengembalikannya kepadaku dengan penuh penghormatan. Aku meletakkan peta Benua Barat dalam kantung dimensional milikku. Dengan peta provinsi Kena di tangan, Dong Ri dan aku kembali ke penginapan.

Sambil berjalan, aku bertanya kepada Dong Ri, “Saat kau pergi, kau tidak mengatakan apa-apa kepada adik perempuan itu, Hong Xue, maksudmu? Haha.”

Dengan sebuah senyum pahit, Dong Ri berkata, “Jangan meledekku dengan itu. Saat aku datang, aku tidak mengatakannya. Apa status miliknya itu? Dan apa status milikku? Itu tidak akan mungkin terjadi.”

“Baiklah sudah cukup. Kau mengatakannya lagi. Sudah berapa kali kami mengatakan kepadamu? Jangan merasa sangat kecil. Kau tidak berbeda dari orang lain. Katakan saja apakah kau menyukai Hong Xue atau tidak.”
Wajah Dong Ri berubah menjadi merah dan kemudian menghindar dengan mengatakan, “Itu mungkin saja terjadi.”

“Hehe, itulah yang disebut kau menyukainya. Aku juga melihat Hong Xue sangat menyukaimu. Apa yang lebih bahagia dari pasangan yang harmonis? Kejarlah dia. Guru Wen pasti akan mendukungmu. Kali ini, kau pergi tanpa mengatakan apapun. Hong Xue pasti sedih karena tidak tahu ini. Saat kita kembali kau harus pergi untuk meminta maaf!”

Merasa malu, Dong Ri berkata, “Ayo kita bicarakan ini saat kita kembali!”

Di perjalanan, Dong Ri tidak mengatakan apapun lagi. Sepertinya dia sedang memikirkan Hong Xue. Aku tidak mengganggunya lagi.

Saat kembali ke hotel, kakak Zhan Hu melihatku memegang petanya dan berkata dengan senyuman, “Akhirnya kau membelinya! Letakkan itu, ayo kita makan dulu. Kami hampir kelaparan. Ayo kita lanjutkan membahas peta itu saat kita kembali.”

Kami mencari meja yang tenang untuk duduk di dalam restoran milik penginapan. Kami memesan makanan yang sangat banyak dan mulai memanjakan perut kami. Dalam beberapa hari terakhir, kami tidak mendapat makanan yang sangat lezat. Makanan ini dilahap dan harganya tidak kurang dari empat puluh koin emas. Makanan ini benar-benar membuat kami sakit jantung!

Translator / Creator: Veve