December 9, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 32

 

Arriving at Dalu

Aku memimpin mereka menuju perbatasan antara Xiuda dan Aixia. Awalnya mereka berpikir aku berjalan ke arah yang salah. Hanya setelah aku menjelaskan kepada mereka bahwa aku harus menemui seseorang mereka akhirnya mengerti.

Aku berjanji kepada kakak Zhan Hu bahwa setelah urusanku di Xiuda selesai, aku akan mencarinya dulu dan mengatakan kepadanya tentang kondisi keluarganya. Meskipun kami jadi harus berjalan sedikit lebih jauh, mereka tidak mengatakan apapun.

Dalam perjalanan, aku merasa mereka hanya datang untuk melihat-lihat. Meskipun Xing Ao dan Gao De masing-masing hampir berusia tiga puluh tahun, mereka berdua bertingkah seperti anak-anak. Dan kapanpun Dong Ri menemukan sesuatu yang baru, dia langsung membicarakannya dengan yang lain. Seperti biasa, Xiu Si yang selalu tenang tampak sangat tenang.

Setelah melakukan perjalanan yang melelahkan, kami akhirnya sampai ke tempat tujuan kami. Saat kami baru saja memasuki gunung, kami bertemu dengan sedikit masalah. Sekitar dua puluh orang melompat dari atas pohon dan mengepung kami. Bos mereka berteriak, “Berhenti! Apakah ini tempat yang ingin kalian tuju? Serahkan uang kalian dengan hati-hati dan setelah itu berbaliklah. Jika tidak kau tidak bisa menyalahkan paman ini untuk membunuhmu.”

Sepertinya kami sudah bertemu dengan bawahan kakak. Aku berjalan mendekat untuk melihat. Bukankah ini adalah orang yang ada di sebelah kakak saat itu? Aku tidak tahu apakah dia masih mengenaliku. Tanpa menungguku mengatakan sesuatu, dia berkata dengan keras, “Ah! Apakah dia bos kedua?”

Karena terkejut aku terjatuh dengan keras dan berkata, ”Sejak kapan aku menjadi bos kedua?”

Bandit itu berkata, “Ah, itu benar-benar kau, bos kedua.” Saat dia memanggilku demikian, ketika aku melihat yang lain, mereka menatapku dengan curiga; aku dengan segera menjadi pucat. Tolong jangan anggap aku sebagai seorang pemimpin bandit.

“Jangan panggil aku bos kedua. Apakah kakak Zhan Hu baik-baik saja?”

“Kau adalah saudara dari bos kami, tentu saja kau menjadi seorang bos kedua. Bos selalu membicarakan tentang dirimu setiap hari. Kau sudah kembali sekarang jadi cepatlah dan pergi. Saudara, bukakan jalan untuk bos kedua.”

Apa yang terjadi selanjutnya sangat tidak jelas. Kami hanya mengikuti dua puluh orang atau sekitar itu masuk ke dalam gunung sambil aku menjelaskan kepada semuanya kejadian yang aku alami sehingga aku bisa mengenal Zhan Hu. Mereka semua ingin segera bertemu dengan Heaven Knight yang mampu menyaingi kemampuan bela diri milikku.

Saat kami tiba di desa, Zhan Hu keluar dan menyambut kami. Sepertinya pasukannya melapor dengan sangat cepat. Aku dengan cepat berlari mendekatinya dan berhenti untuk merangkulnya. Dengan penuh perasaan aku berkata, “Kakak, aku sudah kembali.”

“Bagus, bagus, bagus. Baguslah kau sudah kembali. Ayo. Kita bicara di dalam rumah.”

Setelah kembali ke pondok beratap jerami milik Zhan Hu, aku memperkenalkan semuanya kepadanya. Kakak sangat bahagia untuk bertemu dengan yang lainnya dari tempat asalnya sehingga dia mengeluarkan makanan yang sangat lezat sebagai penghormatan untuk kami.

Di atas meja berwarna merah, melihat ekspresi tidak sabaran dari kakak, aku tahu dia ingin bertanya. Aku tersenyum dan berkata, “Kakak, rumahmu dalam keadaan baik. Setelah kita selesai makan, kita akan membicarakannya secara terperinci.” Zhan Hu langsung tampak tenang.

Saat makan, semua orang berada dalam semangat yang tinggi. Semua orang memanggil Zhan Hu kakak. Hari ini Zhan Hu dengan sengaja minum lebih sedikit dari biasanya. Aku juga hanya mengecapnya.

Malam hari tiba. Semua orang sudah masuk kedalam dunia mimpi indah. Zhan Hu dan aku pergi menuju sebuah bukit kecil. Di atas bukit itu aku mulai menceritakan semua yang terjadi dalam waktu singkat setelah aku pergi. Dia sangat gembira saat dia mendengar kalau kakak keduanya sudah mencapai rank seorang Radiant Knight dan dia sangat gelisah saat dia mendengar aku mendapat luka yang cukup serius.

“Kakak, kakak Shan Yun mengatakan kalau mereka semua sangat merindukanmu. Selama ini mereka tidak menyalahkanmu. Akankah kau kembali lebih cepat? Dia berjanji untuk beberapa waktu lamanya dia tidak akan mengatakan apapun tentangmu kepada Yang Mulia Pangeran. Aku merasa anda harus kembali. Ini sudah bertahun-tahun lamanya.”

Zhan Hu menghela nafas dan berkata, “Aku benar-benar harus kembali dan melihat. Ayah sudah tua sekarang. Anaknya yang tidak berbakti ini tidak boleh membiarkan orang tua itu menderita lebih lama lagi. Saat kau sudah mendapatkan Holy Sword itu, aku akan kembali.”

“Ah? Kakak, kau ingin pergi juga? Kau tidak perlu melakukan itu. Kau harus segera kembali ke Xiuda.”

“Anak bodoh, apakah Holy Sword benar-benar semudah itu untuk didapatkan? Kau pasti akan bertemu dengan banyak bahaya. Jika aku tidak menemanimu, bagaimana aku bisa merasa tenang? Kau tidak perlu memaksaku, karena ini keinginanku.”

“Kakak….” Aku merangkul bahunya yang tebal dengan penuh perasaan tanpa suara.

Saat kami berangkat keesokan harinya, kami memiliki seorang anggota baru di antara rank kami. Semua orang sangat menghargai Zhan Hu karena dia adalah kakakku. Dengan demikian, kami berangkat dalam perjalanan untuk belajar. Awalnya itu hanya perjalanan satu orang, namun sekarang ini menjadi perjalanan enam orang. Aku tidak tahu jika ini tidak seperti yang diinginkan Guru Di tapi semua orang terlalu antusias untuk aku tolak. Aku sudah mencoba untuk membujuk kakak untuk tinggal dan memimpin desanya. Namun, jawaban yang diberikan olehnya terlalu bagus. Dia berkata bahwa dalam beberapa tahun terakhir desa itu sudah mengumpulkan sejumlah uang yang tidak sedikit sehingga dia mengatakan kepada mereka untuk tidak pergi ‘berburu’ saat dia tidak ada di sana. Apa lagi yang bisa aku katakan kepadanya?

Seperti itu, kami langsung menuju ke provinsi Kena dari Kerajaan Dalu. Ini adalah satu-satunya petunjuk yang Guru Di berikan kepadaku. Rutenya tidaklah pendek. Kerajaan Dalu berada di sisi lain dari Xiuda. Dengan kata lain, kami harus melewati seluruh Kerajaan Xiuda. Saat kami berangkat, semua orang memilih kuda yang baik dari desa Zhan Hu.

Selain diriku, mereka semua adalah knight, masing-masing mampu mengendalikan kuda dengan baik. Aku belum pernah mengendarai kuda sebelumnya, namun tetap saja mereka memberikanku kuda yang paling tinggi dan paling kuat. Baru saja kami mulai perjalanan ini, bahkan tanpa berjalan jauh, seluruh tubuhku terasa sakit. Apakah aku menggunakan battle spirit untuk melindungi tubuhku? Aku tidak bisa menahan diri lagi dan memutuskan ini adalah waktunya untuk belajar bagaimana cara mengendarai seekor kuda. Mengikuti instruksi dari semua orang, aku sekarang bisa bertahan dengan susah payah dan tidak merasa lelah lagi. Sebenarnya aku berpikir untuk mengatakan kepada yang lain untuk membiarkanku menggunakan teleportasi untuk mengikuti mereka, tapi semuanya tidak setuju. Itulah mengapa aku tidak punya pilihan lain selain menderita melewati perjuangan pahit ini.

Setelah kira-kira berjalan susah payah selama dua bulan, kami akhirnya tiba di perbatasan Kerajaan Dalu. Aku melihat peta. Provinsi ini masih sekitar empat ratus kilometer jauhnya. Di depan kami seharusnya terdapat kota Lunwa.

Aku melihat ke arah semuanya dan berkata, ”Setelah kita masuk ke dalam kota di depan kita akan beristirahat selama dua hari. Terburu-buru maju dalam waktu yang singkat ini sudah hampir membuatku mati kelelahan.”

Xing Ao membalas dengan senyuman, “Ah, magister yang besar merasa sangat kelelahan. Sayang sekali kau tidak mengetahui wind magic, jika tidak kau bisa terbang.”

Kata-kata Xing Ao mengingatkanku akan sesuatu. Sambil melanjutkan perjalanan kami menuju kota Lunwa, aku bertanya kepada kakak Zhan Hu, “Aku dengar dari guruku sekali bahwa jika kemampuan bela dirimu mencapai level tertentu, kau akan bisa menggunakan battle spiritmu untuk terbang. Benarkah itu?”

Zhan Hu menjawab dengan rasa kagum, “Aku tidak meyangka bahwa kau bahkan mengetahui ini. Mungkin saja untuk terbang menggunakan battle spirit, tapi kau harus memiliki kekuatan setidaknya setara dengan Heaven Knight. Ini juga adalah asal dari nama Heaven Knight.”

Aku dengan semangat bertanya, “Jadi kau dan Xiu Si bisa terbang?”

Xiu Si menyela dari samping dengan berkata, “Itu benar. Tapi aku hanya sanggup terbang kurang lebih lima kilometer sebelum battle spiritku terkuras. Kakak Zhan Hu seharusnya sanggup terbang lebih lama lagi.”

“Tidak berbeda terlalu jauh.” Kakak Zhan Hu menjawab dengan rendah hati.

Aku berkata dengan penuh harapan, “Aku benar-benar iri pada kalian. Ah! Rasanya sangat nyaman untuk terbang di langit.”

Translator / Creator: Veve