November 22, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 3

 

Being Away From Home

Cahaya matahari yang terang membangunkanku dari tidurku, mengingatkanku kepada cahaya matahari yang menyebalkan saat aku masih kecil dulu. Benar-benar terasa seperti aku sudah dewasa. Setelah mencuci wajahku, aku berjalan keluar dan menghirup udara dalam-dalam. Saat light elemen di dalam tubuhku merasakan udara segar, mereka tampak senang, dan itu memberiku semangat. Hari ini adalah hari aku akan pergi. Aku akan meninggalkan tempat yang paling nyaman dalam hidupku.

“Zhang Gong, waktunya sarapan.” Suara ibu terdengar dari dapur.

“Aku datang!” Saat ini, aku sangat ingin menikmati sedikit waktu yang tersisa bersama keluargaku sebelum memulai perjalananku. Aku segera berlari kebawah. Seluruh keluargaku duduk mengitari meja makan bersama.

“Ah. Makan lebih banyak, Zhang Gong. Kau tidak akan bisa makan masakan ibu untuk waktu yang lama.” Ibu menambahkan makanan ke mangkuk makanku lagi dan lagi.

“Ibu perlu makan juga. Ibu jangan khawatir. Aku pasti kembali dengan selamat”

“Setelah melihat kamu dan ibumu seperti ini, aku tidak tahu apakah membiarkan Zhang Gong pergi berkelana adalah hal yang bagus sekarang.” Guru Di berkata dengan nada bercanda setelah melihat makanan yang penuh dengan perasaan itu.

Akhirnya, saat untuk berangkat tiba.

“Jagalah dirimu selama perjalanan.” Ibu bicara dengan mata yang memerah.

“Jangan kecewakan aku.” Ayah bicara dengan tangan yang gemetar.

“Jangan lupa dengan gulungan untuk melarikan diri yang aku berikan kepadamu.

Meski aku sebenarnya enggan untuk berpisah, aku pamit kepada mereka dan memulai perjalananku untuk belajar.

Sambil meninggalkan desa, berkali-kali aku menoleh ke belakang untuk melihat. Aku sudah meninggalkan rumah. Perasaan sedih dalam hatiku hampir mustahil untuk diubah. Menurut rencana Guru Di, Pertama aku harus menuju ke Kerajaan Xiuda untuk menemui teman baiknya. Ketua dari Xiuda Knight Academy, Guru Li Ke Wen. Aku akan belajar sedikit disana sebelum melanjutkan misiku.

Tanpa perasaan gelisah, aku berjalan perlahan di jalan sambil mengagumi pemandangan bagus di sekelilingku. Kampung halamanku sebenarnya sangat indah. Didepanku ada sebuah sungai yang mengalir kebawah. Aku membuka peta yang diberikan Guru Di kepadaku dan memeriksanya. Kecepatan berjalanku tidak terlalu lambat. Aku sudah sampai di danau Serene Dream. Setelah melewati satu provinsi lagi, aku akan sampai di perbatasan Kerajaan Xiuda. Dulu, aku ingat Guru Di pernah mengatakan bahwa pemandangan di daerah ini benar-benar bagus. Aku sangat ingin segera sampai dan melihat-lihat. Aku meningkatkan kecepatanku dan berjalan ke danau Serene Dream.

Ah! Danaunya besar sekali. Aku bahkan tidak bisa melihat ujung dari danau ini. Aku bisa melihat ikan-ikan didalam air yang berwarna biru gelap. Sungguh indah. Aku berlutut di pinggir danau dan membasuh wajahku dengan air danau yang bersih. Rasanya sangat dingin. Sangat nyaman. Saat ini adalah permulaan musim panas jadi berendam didalam air dingin danau ini pasti sangat menyegarkan.

Aku melepas sepatuku dan mulai berjalan masuk kedalam air. Menikmati pemandangan danau dan gunung yang indah membuatku merasa nyaman. Mendadak ada suara berdesir di belakangku. Aku berpaling untuk melihat. Aku lihat ada sekitar tujuh atau delapan orang berpakaian hitam lari ke arahku. Dari perawakannya mereka tampak sangat kuat. Sepertinya mereka melatih kemampuan bela diri. Dari tubuh mereka yang kurus, aku bisa menebak mereka semua adalah wanita.

Saat mereka bergerak, aku menghitung jumlah mereka. Ternyata ada sembilan orang. Hari ini sangat panas tapi mereka memakai jubah yang menutupi seluruh tubuh mereka. Sepertinya yang paling tinggi adalah pemimpin mereka sementara yang lain seperti bintang yang menjunjung bulan. Aku tidak mengerti bagaimana mereka tumbuh, tapi mengapa mereka menggunakan jubah di sekujur tubuh mereka? Aku tidak bisa apa-apa selain menatap mereka.

Aku tidak tahu jika tatapan mataku terlalu tajam atau apa, tapi sepertinya salah satu dari mereka menyadari keberadaanku. “Hey, anak nakal yang disana. Apa yang kau lihat! Cepatlah keluar dan pergi. Kami ingin beristirahat disini. Jika kau terus melihat kami akan mencongkel matamu keluar.”

Wow! Mereka semua sangat kasar. Dia benar-benar wanita yang menyebalkan. Itu berlangsung hanya dengan kata-kata wanita itu ingin istirahat dan aku sebagai pria, aku akan pergi ke pinggir. Bagaimanapun, setelah mendengar kata-kata itu, aku tidak akan pergi. Aku menolak untuk mendengarkannya. Aku mengangkat kepalaku dan mulai bersenandung sebuah lagu dari kampung halamanku. “Terkadang kaus kaki yang dipakai dengan tergesa-gesa bisa terbalik, terkadang aku sangat ingin mencuci piring kotor besok saja karena kepalaku sakit atau aku sedang malas. Jangan ganggu aku dan biarkan aku menjadi anak yang manja sesekali—” Lagu ini adalah lagu yang sering ayah nyanyikan yang berjudul “Great Woman.” Mungkin ayah menyanyikan lagu itu karena ayah takut pada ibu. Setelah mendengarnya cukup lama, secara alami aku mempelajarinya.

Melihatku tidak merespon, perempuan yang tadinya marah kepadaku sekarang mulai berjalan kearahku dengan perasaan marah. Tampaknya dia ingin bersikap kasar denganku. Hmph! Siapa takut kepada siapa di sini?

Pemimpin dari perempuan-perempuan muda itu mulai bicara, “Ling Zi, Jangan membuat masalah. Apakah kau sudah lupa tentang apa yang ayahku bilang kepadamu apa yang harus kau lakukan kalau keluar?” Suara yang sangat manis. Bahkan kicau skylark akan tertutupi oleh keanggunan wanita ini. Dibandingkan dengan suaraku, ini jauh lebih indah. Jika dia menyanyi, aku penarasan akan seperti apa hasilnya. Aku membiarkan imajinasiku bermain.

Gadis yang bernama Ling Zi itu mengeluh sebelum akhirnya berkata, “Aku akan memaafkanmu kali ini. Cepat bangun dan pergilah!”

Entah karena kata-katanya yang kasar atau aku hanya ingin mendengarkan suara dari pemimpin mereka lagi, aku menyembunyikan perasaan terhinaku dan aku memprovokasinya. “Apahkah tempat ini milikmu? Ini benar-benar bagus. Bahkan jika kau memaksa aku, seorang pria muda, tidak akan pergi.”

Tentu saja, apa yang aku inginkan tercapai. Pemimpin perempuan itu bicara lagi. “Ling Zi, beri dia pelajaran. Tapi jangan membunuhnya.”

Sangat bagus untuk didengar, suaranya sangat bagus untuk didengar. Kenapa dia tidak bicara lagi? Saat aku sedang terbuai dengan suaranya, sesuatu yang merepotkan datang. Mungkin perempuan yang bernama Ling Zi itu menganggap aku tidak enak dipandang, tapi saat dia mendengar perintah tuannya, dia langsung tampak gugup. Dia mengeluarkan sebuah pedang yang berhias permata dari pinggangnya dan langsung mengayunkannya, rasanya hampir mengenai kepalaku.

Angin yang dingin menerpa tubuhku, membuatku bertahan sambil gemetaran. Aku kemudian berkata, “Wah! Mencoba membunuhku sekarang?” Dengan sekali teleport, aku menjauh sekitar sepuluh meter. Berbahaya, terlalu berbahaya. Beberapa helai rambutku tampaknya sudah terpotong. Benar-benar gerakan pedang yang sangat cepat. “Kau benar-benar ingin melukaiku!”

“Jadi kau adalah seorang mage. Pantas saja kau tidak tahu malu.” Aku saat itu memakai baju yang umum digunakan. Jadi dia tahu aku adalah seorang mage setelah menggunakan magic.

Wah! Apakah semua mage itu tidak tahu malu? Aku berkata dengan murung didalam hati. Aku tidak masalah jika kau hanya menyinggungku, tapi guruku, temanku, dan keluargaku semua adalah mage! Untuk mereka, aku akan memberimu sebuah pelajaran. “Oh light elements, sahabatku, berkumpulah menjadi sebuah panah tajam dan kalahkan musuh dihadapanku!” Light Arrow yang sudah diperkuat ditembakkan dari tanganku.

Dia mulai terlihat sangat benci ketika aku menembakkan beberapa Light Arrow. Pedang yang ada di tangannya mulai memancarkan cahaya lemah berwarna emas dan kemudian dalam sekejap, memotong Light Arrow milikku. Kemudian diikuti dengan dia bergerak kearahku. Lagipula, itu sangat natural jika seorang prajurit mencoba menyerang seorang penyihir dalam pertarungan jarak dekat.

Wah! Itu adalah Heaven Duo Qi. Aku pernah mendengar ini sebelumnya, tapi kali ini aku benar-benar melihatnya. Sepertinya aku harus menggunakan sebagian dari kemampuan sihir asliku. “Oh light elements, sahabatku, berubahlah menjadi Holy Light.” Cahaya putih yang sangat terang keluar langsung dari tubuhku, menyelimuti apapun yang ada disekitarku, menciptakan lapisan pertahanan. Ini adalah sihir level advanced dari light element, Holy Light. Saat dia bertabrakan dengan Holy Light milikku, terlihat seperti dia sangat kesakitan. Dia mundur dengan secepat kilat. Dari ujung kepala hingga ujung kaki, dia gemetaran.

“Kau, kau adalah light mage.”

Translator / Creator: Veve