December 8, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 28

 

The Competition’s End

Dia melihatku dengan tatapan dingin dan bertanya, “Zhang Gong. Apa aku benar?”

Dengan gemetaran, aku berdiri dari rangkulan Xiu Si. Setelah berayun sedikit, Xiu Si segera membantuku. Aku menyeka darah yang sudah mengering dari ujung bibirku dan menjawab dengan senyuman pahit, “Kau benar. Namun aku masih belum mendapatkan hasil yang aku harapkan, jika tidak, kau sudah ada di lantai.”

Bi Er tersenyum berkata, “Sebenarnya, aku sangat mengagumimu, karena dua hari yang lalu kau dengan susah payah mengalahkan tim milik Pangeran. Tentu saja, aku yakin bahwa hari ini akan mustahil bagimu untuk masih memiliki tenaga yang tersisa untuk melawan. Aku benar-benar tidak mengira kalau kami akan kehilangan empat orang. Jika aku bukan bertanding untuk kehormatan ayahku, aku pasti sudah tidak bertanding denganmu.”

Aku merasa bahwa kata-katanya barusan adalah sebuah ejekan. Aku mengangkat tanganku dan berkata dengan dingin, “Berhenti bicara. Kata-kata itu tidak ada gunanya. Apakah kau yakin kalau kami sudah kehilangan keinginan untuk bertarung?Apa kau yakin kau akan menang? Kalau begitu majulah. Kami tidak akan menyerah. Kalahkan aku sampai aku tidak sangup berdiri lagi.” Xiu Si dan Dong Ri membantuku berdiri dari sebelah kiri dan kananku.

Aku berbisik dalam suara yang hanya bisa didengar oleh mereka, “Aku sudah tidak bisa bertanding. Kalian berdua majulah. Kalian harus mengalahkan dia.” Dong Ri melonggarkan tali busurnya secepat kilat, setiap tarikannya menunjukan sebuah anak panah yang melesat langsung ke arah Bi Er.

Bi Er sedikit tersenyum dan berkata, “Masih ada trik dibalik lengan kalian?” Tangannya tidak diam, dengan cepat menghalau anak panah yang melesat ke arahnya. Dampak kuat dari anak panah elf memaksa Bi Er untuk mundur. Dia tidak bisa menahan diri dan memujinya, “Benar-benar teknik memanah yang luar biasa, kau adalah pemanah terbaik yang pernah aku lihat. Aku sama sekali tidak sanggup menghindar dari anak panahmu. Jika ada kesempatan aku pasti akan membuatmu bergabung dengan Corps kedua (Earth Dragon) milikku.

Karena datang dari lawan, Dong Ri yakin kalau Bi Er sedang menghinanya. Sambil menyingkirkan busur panahnya, Dong Ri mengayunkan knight longswordnya dan menyerang Bi Er. Aku langsung berkata, “Xiu Si, majulah bersamanya. Dia tidak bisa maju sendirian.”

Xiu Si membantuku duduk di tanah, dan langsung masuk ke pertarungan.Meskipun Xiu Si hanya satu tingkat dibawah Bi Er, namun dalam pertarungan sebenarnya, perbedaannya jauh lebih besar. Bi Er tanpa bersusah payah menangani serangan gabungan mereka dan secara bersamaan berkata, “Zhang Gong, kenapa kau tidak memanggil magical beast yang kau gunakan pada saat itu? Itu adalah satu-satunya cara agar kau bisa menang.”

Aku tersenyum dengan pahit. Jika aku bisa memanggil Xiao Jin, apakah kau masih akan memancing amarah kami seperti itu? Saat ini, magic power dalam tubuhku sudah terkuras habis. Apa yang bisa aku gunakan untuk melawannya?

Melihatku tidak menjawab Bi Er menduga kalau aku tidak dapat memanggil Xiao Jin dan memperkuat serangannya. Saat dia akan mengalahkan Xiu Si dan Dong Ri, aku berkata dengan cepat, “Xiu Si tahan dia, Dong Ri tembakkan panah!”

Mendengar kata-kataku, Dong Ri menarik dirinya dari pertempuran dan mempersiapkan busur panahnya, kemudian melepaskan anak panahnya. Dia tidak bisa memberikan Bi Er sakit kepala yang lebih besar. Bi Er berteriak dengan kuat, “Profound Thunder Leopard Sword Technique – Furious Leopard’s Violent Thunder!” Knight sword di tangannya berubah menjadi tembakan anak panah dan mengarahkannya pada Dong Ri dan Xiu Si. Anak panah Dong Ri hancur oleh serangan dari Bi Er. Xiu Si menahan sebagian besar kekuatan serangan itu. Keduanya terpental secara bersamaan oleh tekanan yang luar biasa dari serangan ini. Hujan darah tersebar di mana-mana, memenuhi langit.

Di barisan penonton yang terpisah, Guru Wen dan Duke Bi Qi masih berdiri.

Saat aku melihat Xiu Si dan Dong Ri, mereka berdua terbaring di tanah di sebelahku, penuh dengan luka dan memar. Dong Ri sudah tidak sadarkan diri. Xiu Si masih memiliki sedikit kesadaran. Armor yang dipakainya sudah hancur dan berserakan.Tangannya kesulitan menggenggam knight swordnya.

Ini berakhir. Ini sudah berakhir. Apakah kami benar-benar tidak bisa mengalahkan Bi Er?

Bi Er melangkah baju dua langkah dan berkata dengan suara menyesal, “Maafkan aku. Aku tidak bermaksud menggunakan teknik ini. Karena panah Dong Ri benar-benar sulit untuk dihadapi, aku tidak ada pilihan lain selain menggunakan teknik itu. Sekarang kau harus menyerah.”

Satu-satunya orang yang masih bisa bergerak hanyalah aku. Aku tidak boleh kalah. Belum pernah sepanjang hidupku aku merasa haus akan kemenangan seperti ini. Dihadapkan dengan sebuah kemenangan yang sulit diraih, tanpa diduga aku berdiri. Menatap dingin Bi Er, aku mengangkat tongkat sihirku sambil gemetaran dan mulai merapal, “God of Creation yang Agung, dengan rendah hati aku meminta bantuanmu.Gunakan kekuatanmu yang tidak terhingga dan bukalah asal kehidupanku.” Saat aku mengatakan ini, sebuah bayangan tinggi seorang pria muncul dibelakangku dan menggunakan tangannya untuk memotong leherku. Aku mengerang dan terjatuh pingsan ke tanah.

Itu adalah Guru Wen yang muncul di saat momen penting itu. Dia memegangku dengan penuh emosi saat aku pingsan, sambil bergumam, “Anak bodoh, kenapa kau begitu bodoh? Bagaimana mungkin kau menggunakan life magic? Jika aku terlambat sedikit saja, aku tidak akan bisa memaafkan diriku selamanya.”Air mata mengalir dari sudut mata Guru Wen. Itu benar, aku bermaksud menggunakan life magic untuk membangkitkan life energy terpendam milikku. Namun, bayarannya adalah aku kehilangan sekitar setengah kekuatan hidupku. Meskipun begitu aku ingin membayarnya dengan jiwaku. Sebuah kebetulan bahwa Guru Wen mendengar rapalan mantraku tepat waktu untuk menghentikanku.

Para penonton melihat pertandingan dengan kegemparan yang luar biasa. Banyak orang besar yang mengenal Li Ke Wen. Mereka semua berteriak dengan keras, “Curang! Curang!”

Wasit berjalan mendekat dan bertanya dengan penuh hormat, “Kepala Sekolah yang terhormat, apa yang…?”

Guru Wen memegangku dan berdiri. Dia mengayunkan tangannya, lalu berkata, “Aku menyerah mewakili Brilliance Team.” Dia berpaling ke arah Bi Er dan berkata, “Aku akan menemui ayahmu dan mengakui kesalahanku.” Bi Er ingin mengatakan sesuatu tapi melihat wajah Guru Wen yang penuh penyesalan dia menahan diri untuk tidak mengatakan apapun.

Kompetisi berakhir dengan kekalahan kami.

Aku perlahan mendapatkan kembali kesadaranku. Di mana ini? Sebuah tempat yang tidak aku kenal. Aku menolehkan leherku yang memar dan melihat sekitar. Ini adalah sebuah ruangan yang sangat besar. Di sampingku terdapat empat tempat tidur lagi, masing-masing dengan anggota Brilliant Battle Squad terbaring di atasnya. Gao De dan Xing Ao sedang bicara. Untuk Dong Ri dan Xiu Si, aku tidak tahu apakah mereka sedang tidur atau masih tidak sadarkan diri.

Aku mengerang kesakitan, Xing Ao berkata, “Ah, Zhang Gong sudah sadar! Bos Zhang Gong, bagaimana perasaanmu?” Apa? Sejak kapan aku menjadi bosmu?

Aku berkata dengan lemah, “Aku belum mati. Bagaimana kita bisa ada di sini? Apa yang terjadi di pertarungan terakhir kita?”

Xing Ao menghela nafas dan mulai bicara tentang apa yang terjadi setelah kami kehilangan kesadaran.

Yang terjadi adalah setelah kompetisi berakhir, Raja Xiuda sudah mendengar tentang semangat kami yang gigih dan membuat kami dirawat secara khusus dalam Imperial Palace dibawah pengawasan dokter kerajaan. Hal lain yang membuatku kagum adalah Duke Bi Qi tidak menekan Guru Wen untuk meminta maaf. Dia hanya mengatakan bahwa masalah ini sudah selesai.

Mendengar bahwa Guru Wen tidak dihina, aku menghela nafas panjang dan dengan penuh penyesalan berkata, “Ini semua karena aku gagal memenuhi apa yang diharapkan dariku. Sepertinya jalan yang harus aku lalui masih sangat panjang.”

Xing Ao tertawa dan berkata dengan serius, “Itu sudah cukup, Zhang Gong. Saat ini, aku bertekad bulat untuk melayanimu. Dengan kekuatan kami ternyata kami berhasil mengalahkan pasukan Pangeran. Itu benar-benar sesuatu yang mengejutkanku, bahkan lebih dari itu kalian bertiga hampir bisa mengalahkan Wind Dragon Squad. Aku mendengar dari Guru Wen bahwa jika dia tidak menghentikanmu, kau akan menggunakan life magic. Kau benar-benar terlalu kompetitif. Jika bukan karena dirimu, aku khawatir kalau kekuatan gabungan kami akan jauh dibawah itu. Saat kita mengalahkan pasukan Prince, Gao De dan aku, bahkan bos Xiu Si sudah memutuskan bahwa kami semua harus mengikuti dan menemanimu dalam petualanganmu. Kami tidak akan mengikuti siapapun lagi kecuali dirimu.

Translator / Creator: Veve