December 7, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 26

 

With Xiao Jin

Shan Yun menyeka mulutnya. Dia tersenyum pahit dan berkata dengan enggan, “Sepertinya aku sudah meremehkanmu. Aku tidak menyangka bahwa kau masih sangat muda, untuk memiliki kekuatan seorang magister. Ini benar-benar sulit dibayangkan. Sepertinya aku sudah tidak bisa menyembunyikan kekuatanku. Sebenarnya, gerakan ini ingin aku gunakan saat berhadapan dengan Bi Qi, dari Wind Dragon Squad. Sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain menikmati saat menggunakannya padamu. Ayo saudaraku! Buat mereka menyaksikan kekuatan kita yang sebenarnya.”

Sambil mengatakan itu, dia mengangkat pedang panjangnya tinggi ke langit. Empat rekan satu tim Shan Yu mengirimkan empat aliran battle spirit putih mereka ke langit. Shan Yu terlihat sangat tegang. Cahaya putih yang ada pada pedangnya perlahan berubah warna menjadi cahaya merah. Mendadak cahaya itu terbang ke langit, bergabung dengan empat aliran cahaya putih. Kemudian itu membentuk sebuah longsword berukuran besar berwarna merah darah.

Xiu Si berteriak, “Ini tidak bagus! Ini adalah divine battle spirit!”

Shan Yu terlihat sedikit pucat, tapi dia memperlihatkan senyum kemenangan. Dengan bangga dia berkata, “Benar. Ini adalah divine battle spirit. Ayo kita lihat apakah kekuatanku sebagai Radiant Knight mampu mengalahkan seorang Magister atau tidak. Ayo! Lihatlah teknik terkuatku, Bloodstained Glory.”

Sesaat yang lalu, aku mengarahkan Halo milikku ke arah tim Pangeran. Tapi setelah mendengar seruan Xiu Si, sudah terlambat untuk menghindar. Aku akan mengeluarkan semuanya. Aku menggertakkan gigiku dan melepaskan seluruh magic power milikku. Brilliant Halo mengeluarkan cahaya menyilaukan yang lebih besar lagi. Aku membuat Halo itu untuk maju ke arah mereka untuk kedua kalinya.

Kedua kekuatan besar ini bertemu di langit, meledak dengan keras, membuat energi mereka tersebar ke seluruh arena. Shan Yun dan timnya terjatuh ke tanah. Yang paling menyedihkan adalah aku, aku batuk darah dengan kerasnya. Pikiranku kabur, aku tumbang dalam rangkulan Dong Ri. Aku merasa seluruh tubuhku sudah menghabiskan magic power. Golden Sphere milikku kehabisan kekuatannya.

Itu adalah sebuah keberuntungan bahwa para penonton tidak terkena dampak apapun dari jarak itu. Saat mereka melihat kekuatan kami yang sangat hebat, mereka semua mengeluarkan suara kekaguman.

Dong Ri dan Xiu Si berada di belakangku dan tidak terkena dampak apapun. Mereka hanya tertutup oleh sedikit kotoran.

Shan Yun bangun dari tanah. “Sihir yang sangat kuat! Dengan lima kekuatan kami disatukan, kami masih kesulitan untuk menahan kekuatanmu. Aku sudah kehabisan semangat bertarung.” Dia melihat rekan satu timnya sudah tumbang ke tanah. Dia menggelengkan kepalanya dan tersenyum dengan pahit, mengatakan, “Mereka tidak bisa bertanding lagi.”

Xiu Si berkata dengan dingin, “Kalau begitu menyerahlah. Kami masih punya dua orang yang bisa bertanding.”

“Menyerah? Tidak mungkin. Keluarlah, Young Hawk. Bersatu.” Meskipun tubuhku tidak bisa bergerak lagi, aku tahu bahwa Shan Yun menggunakan penggabungan dengan magic beast, dia dapat memulihkan sedikit kekuatan untuk bertanding. Digabungkan dengan kekuatan dari magical beast miliknya, Shan Yun akan mempertaruhkan semuanya untuk untuk melawan Dong Ri dan melukai Xiu Si.

Dengan suara yang lemah, aku memanggil Xiao Jin dari dalam hatiku, “Xiao Jin, aku sudah tidak memiliki magic power. Apakah kau masih bisa bertarung? Tolonglah aku.”

Xiao Jin membalas dengan mengatakan bahwa dia sudah mengumpulkan cukup energi untuk membantuku selama kurang lebih tiga menit.

Dengan kesulitan, aku mengulurkan tanganku untuk menghentikan Dong Ri dari menyerang. Dengan suara yang pelan, aku berkata, “Simpan kemampuan rahasiamu untuk pertandingan selanjutnya. Biar aku saja. Keluarlah, Xiao Jin.”

Cahaya emas berkelebat, Xiao Jin muncul ke dunia, menutupi langit. Dengan penampilan naga yang kasar, dia meraung ke arah langit. Aku tahu bahwa waktunya sangat tipis dan langsung memberikan perintah untuk menyerang. Untuk menghemat tenaganya, aku membuatnya menyerang menggunakan serangan fisik.

Xiao Jin mengepakkan sayap besarnya dan menyerang Shan Yun. Shan Yun terdiam ketakutan. Hanya sampai dia merasakan bahaya dia mengayunkan longsword yang menyatu dengan magical beast miliknya. Dia berteriak dengan keras, “Divine Hawk’s Storm Sword!” Seekor elang yang terbuat dari muncul dari ujung pedangnya, maju untuk menyerang Xiao Jin. Sebenarnya, kekuatan Shan Yun sudah hampir habis. Dia bergantung sepenuhnya kepada magical beast miliknya.

Xiao Jin mengepakkan sayap besarnya dan sudah menang ketika dia mengeluarkan cakar depannya. Kejadiannya entah kenapa tampak lucu. Elang dari battle spirit yang dilepaskan oleh Shan Yun dotangkap oleh cakar Xiao Jin, seperti menangkap mangsa berupa burung. Burung itu melawan dengan seluruh kemampuannya. Xiao Jin mengayunkan cakarnya ke depan dan ke belakang dan dengan genggaman yang kuat, dia menghancurkan elang itu. Kemudian dia menerkam Shan Yun.

Aku khawatir kalau Xiao Jin akan membunuhnya dan langsung mengatakan kepadanya dalam pikiranku untuk tidak melukai musuh. Xiao Jin menarik cakarnya yang dia keluarkan dan menggunakan sayapnya untuk membuat Shan Yun terpental. Dia pingsan di tanah. Kali ini dia tidak akan bangun lagi.

Bergantung kepada kekuatan dahsyat milik Xiao Jin, kami memenangkan pertandingan. Aku sudah sangat lemah dan dengan susah payah menarik kembali Xiao Jin. Aku tidak tahu apa yang terjadi setelahnya.

…….

Perlahan kesadaranku kembali dan aku membuka mataku dalam keadaan bingung. Aku ada di dalam sebuah ruangan kecil dari kayu. Tidak ada seorangpun di sana. Aku mencoba menggerakkan tubuhku dan seluruh tubuhku terasa sakit dari kepala hingga ujung kaki, membuatku mengerang kesakitan. Sepertinya aku masih kelelahan. Aku berkonsentrasi untuk melihat magic powerku. Itu hanya bisa dideskripsikan dengan satu kata. Kata itu adalah menyedihkan. Itu benar-benar menyedihkan. Sisa dari magic powerku bahkan dibawah tiga puluh persen. Dia bahkan tidak tahu ini hasil dari istirahat yang cukup lama.

Suara Dong Ri datang dari luar, “Guru, sepertinya aku mendengar Zhang Gong bergerak. Aku akan melihatnya.”

Dong Ri mendorong pintu untuk membukanya dan berjalan masuk, “Zhang Gong, kau sudah sadar. Bagaimana kondisi tubuhmu?”

“Ya,tubuhku rasanya memar dimana-mana. Jam berapa sekarang?” Aku bertanya dengan lemah.

“Sekarang sudah siang satu hari setelah kau pingsan. Kau tidak sadarkan diri selama satu hari dan satu malam.” Jawab Dong Ri.

“Ah! Kalau begitu besok kami akan berhadapan dengan Wind Dragon Squad. Bagaimana kondisi yang lain?”

Dong Ri menghela nafas dan menggelengkan kepalanya. Dengan enggan dia berkata, “Gao De dan Xing Ao tidak bisa maju besok. Mereka mendapat beberapa luka serius. Meskipun Xiu Si bisa bertanding besok, aku khawatir dia tidak akan pulih sepenuhnya tepat waktu. Aku tidak menyangka bahwa Prince Squad akan sangat kuat. Benar-benar sebuah kemenangan yang kacau untuk kita. Kita masih tidak tahu apa yang harus dilakukan besok.”

Suara Guru Wen terdengar dari luar ruangan, “Apakah Zhang Gong sudah bangun?”

Dong Ri menjawab, “Ya, dia sudah bangun.”

Guru Wen juga datang. Merasa malu, aku berkata, “Maafkan aku, Guru Wen. Aku gagal memenuhi harapanmu.”

Dia tertawa dan berkata, “Anak bodoh, apa yang kau katakan? Kau sudah melakukannya dengan sangat baik. Aku hanya tidak menyangka kalau Qi Lu akan mengirimkan anaknya untuk pertandingan. Lebih dari itu, aku tidak menyangka dia sudah menjadi seorang Radiant Knight. Sebenarnya ada enam orang Radiant Knight di benua ini. Empat diantaranya ada di Xiuda. Sisanya ada di Kerajaan Dalu. Jika Bi Er juga adalah Radiant Knight maka mustahil untuk kalian menang besok. Kalian sudah mengalahkan musuh yang kekuatannya jauh lebih besar daripada kalian berlima. Aku sudah sangat bahagia. Bahkan jika kau kalah besok, tidak akan ada hal buruk yang datang dari kekalahan itu. Istirahatlah. Jika kau merasa tidak bisa bertanding besok, tidak masalah jika kau menyerah.”

Dengan suara yang tegas,aku berkata, “Itu tidak akan terjadi. Apapun yang terjadi, kami harus bertanding. Bahkan jika hanya aku dan Dong Ri kami masih harus bertanding besok.” Sebenarnya, aku tahu kalau aku ingin menang besok, pasti akan ada sebuah keajaiban yang terjadi.

Guru Wen hanya tersenyum dan berkata, “Istirahatlah, Kita akan membicarakan ini lagi besok.”

Setelah Guru Wen pergi, aku menatap mata Dong Ri dalam-dalam. Menggertakkan gigiku, aku mengatakan padanya, “Besok tidak peduli seberapa baiknya aku pulih, kita harus pergi bertanding dan mengerahkan semuanya bahkan sampai kekuatan terakhir kita.”

Dong Ri mengeluarkan air mata dari matanya dan memegangku, “Benar. Besok aku akan mengerahkan seluruh kekuatanku untuk mereka. Kita harus mendapatkan kembali kehormatan Guru Wen. Kitalah yang benar. Keadilan harus menang.”

Translator / Creator: Veve