December 5, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 24

 

A Display of Strength

Pertandingan pertama kami di semi-final diadakan hari ini. Kami tidak tahu seberapa kuat musuh yang akan kami hadapi, tapi kami tahu mereka tidak akan bisa menghentikan kami untuk maju. Setelah kami tiba di alun-alun Xiuda, kami melihat bagian penonton sudah terisi penuh.

Setelah semuanya naik ke atas panggung, wasit mengenalkan kedua pihak. “Maju dari arena 384 dari 512 panggung yang ada dari 1024 kelompok, yaitu Radiant Battle Squad dari Royal Knight Academy dan kelompok yang terdiri dari orang-orang berbeda negara, Devil Battle Squad.” Setelah perkenalan mereka, para penonton mulai mencemooh mereka. Kemudian aku tahu kalau dari semua pertandingan babak menyisihan mereka sudah membuat luka serius pada lawan mereka. Mereka bahkan membuat beberapa orang terluka hingga nafas terakhirnya.

Devil Squad terdiri dari tiga orang warrior dan dua orang mage. Aku merasakan kekuatan yang hebat dari musuh kami. Aku berkata ke Xiu Si, “Sepertinya hari ini kita semua harus maju bersama.”

Lawan kami ternyata ahli dalam pertarungan secara kelompok. Setelah masuk ke arena, kedua tim mengambil posisi bertarung, menunggu wasit untuk memberikan tanda dimulainya pertandingan.

Ketiga orang warrior dari tim Devil Squad belum mulai menyerang, tapi kedua mage yang ada di tim mereka mulai menggunakan sihir pertahanan kepada mereka. Ini sangat mengejutkanku, karena kedua mage lawan memiliki kekuatan seorang grand mage. Meskipun kekuatan mereka jauh berada dibawahku, mantra pertahanan yang mereka gunakan sangat hebat.

Aku menghentikan Xing Ao dan Gao De, yang keduanya sudah tidak sabar untuk menyerang, “Biar aku saja. Karena musuh kita memiliki mage, biarkan mereka merasakan apa itu magic yang sebenarnya.” Sampai sekarang di kompetisi, aku masih belum berpartisipasi dan sudah gatal untuk beraksi. Melihat musuh memiliki mage membuatku ingin menunjukkan kemampuanku.

Xiu Si berkata dengan tidak peduli, “Jangan berikan musuh kesempatan. Bereskan mereka dalam sekali serang.”

Xing Ao tahu dengan jelas kalau dia tidak bisa menangani musuh dengan baik. Dia berbisik kepadaku, “Jika kau bisa membereskan mereka semua sendirian, aku akan kagum padamu.”

Aku melempar pandanganku ke arahnya dan membalasnya, “Ah, jadi ternyata kau masih belum yakin padaku. Baiklah, hari ini aku akan memperlihatkan kepadamu attack magic milikku. Kalian semua turunlah.” Aku menggarahkan kalimat terakhir untuk timku.

Xing Ao dan Gao De masih tampak gelisah. Xiu Si berkata, “Pergilah. Ada perbedaan yang mendasar antara mereka dan Zhang Gong.” Semuanya turun meninggalkan arena. Ketika musuh hampir selesai merapal, mereka menyadari aku satu-satunya petarung di sana. Mereka semua terkejut. Salah satu mage bertanya, “Apakah kau akan bertarung sendirian? Mungkinkah kau mewakili seluruh timmu?”

Aku berkata dengan senyuman, “Tentu saja aku akan mewakili timku. Selama kalian bisa mengalahkanku, aku akan menganggap kalian menang.”

Orang yang memakai armor berwarna merah berteriak dengan marah, “Kau sepertinya terlalu meremehkan kami! Bahkan seorang Radiant Knight tidak akan mampu bertahan saat kami menggabungkan kekuatan kami. Semuanya, ayo serang dia dan buat dia membayar kesombongannya itu.”

Ketiga warrior itu maju untuk menyerangku. Kedua mage itu sudah mulai merapalkan mantranya. “Fire element yang dahsyat, berkumpulah di sekitarku. Memadatlah menjadi naga api dan kalahkan musuh dihadapanmu!” Seekor naga api. Sepertinya orang ini adalah fire mage. “Water element yang dahsyat, berkumpulah disekitarku. Memadatlah menjadi naga air dan kalahkan musuh dihadapanmu!” Ini adalah naga air. Jadi dia adalah water mage.

Sepasang sihir tingkat enam, naga air dan api, mendatangiku. Ketiga warrior itu, masing-masing memiliki kekuatan seorang earth knight, menyerangku secara bersamaan. Mereka benar-benar kuat dan marah karena aku, maju untuk menyerangku dengan semua kekuatan mereka.

Jika ini tiga atau empat tahun lalu aku pasti akan terluka parah oleh kombinasi kemampuan bela diri dan magic ini, tapi untuk saat ini itu tidak mungkin terjadi.

Saat sihir mereka mulai terbentuk, aku menggunakan teleportasi untuk pindah ke pojok arena untuk memberiku sedikit waktu. Aku mulai merapal, “Wahai light element yang dahsyat, aku ingin meminjam kekuatanmu yang hebat, biarkan cahaya yang tidak terbatas menembus bumi dan bersinar!” Tubuhku mendadak mengeluarkan sebuah cahaya yang menyilaukan dan dengan cepat mengalahkan kedua naga air dan api. Untuk semua Devil Squad, mereka sudah terlempar keluar arena oleh Brilliant Empire milikku.

Saat mereka menyentuhnya, aku mengurangi jumlah magic powernya. Sihir itu hanya mendorong mereka keluar dari arena tanpa melukai mereka. Pasangan naga air dan api itu tidak bisa disebut lemah. Bahkan saat dibandingkan dengan Brilliant Empire milikku, mereka tidak bisa disebut lebih lemah. Namun, magic power mereka sangat jauh lebih lemah dariku. Sebagai tambahan, taktik psikologis milikku berjalan sempurna. Jika mereka tidak gegabah menyerangku dengan marah dan memilih untuk bertahan bersama-sama, maka tidak akan mudah bagiku untuk mengalahkan mereka. Dengan situasi yang menguntungkan seperti itu, tidak aneh bagiku untuk menang dengan mudah.

Para penonton memberikanku tepuk tangan dengan antusias. Berbanding terbalik dengan keadaan ini, aku tidak merasa perlu untuk bersiul sampai ke langit dan banyak yang bertanya siapa pahlawan yang mengesankan yang berdiri di sana.

Saat aku berjalan turun dari arena, Dong Ri dengan cepat datang dan dengan semangat berkata, “Zhang Gong, kau benar-benar kuat! Ternyata magic sangat berguna!”

Aku berkata dengan puas, “Kalau begitu pelajarilah dengan benar. Pelajarilah apa yang kau bisa dari kakakmu ini dan guncanglah dunia saat kau keluar! Haha!” Setelah menunjukkan kekuatanku di pertandingan barusan, Gao De dan Xing Ao akhirnya yakin bahwa aku mengalahkan mereka saat itu bukan menggunakan trik murahan. Akhirnya mereka menurut kepadaku sekarang.

Pertandingan selanjutnya sangat mudah bagi kami karena kami tidak bertemu tim lain yang lebih kuat dari yang tadi. Kami memainkan himne kemenangan kami dan dalam sekejap, kami berhasil masuk kedalam urutan 32 besar.

Dari pengamatan yang dibuat oleh Xiu Si dan aku, semua Wind Dragon Battle Squad sudah menunjukkan kemampuannya. Mereka semua adalah warrior, seperti yang kami perkirakan. Selain dari Earth Knight yang muncul pertama kali, mereka semua memiliki kekuatan seorang sky knight. Namun, masih tidak diketahui apakah mereka masih menyembunyikan kekuatan mereka yang sebenarnya atau tidak. Satu-satunya yang menjadi ancaman bagi kami adalah anak sulung dari Bi Qi. Dari semua pertandingan yang sebelumnya, tidak sekalipun dia menggunakan kekuatan penuhnya. Dia hanya beraksi satu atau dua kali, saat semua anggota tim yang lain dalam keadaan terjepit, ini membuat mereka menang dengan mudah setelahnya. Sebagai pemimpin kedua dari Earth Dragon Corps, dia memiliki wibawa seorang komandan. Tidak peduli situasi pertandingannya, dia pasti sanggup untuk memimpin mereka. Bahkan jika Gunung Tai (jika memang ada Gunung Tai) jatuh dihadapanya, dia memiliki semangat untuk tetap tenang dan kembali memimpin. Tinggi badannya sekitar 190 centimeter dengan tubuh ramping. Kekuatan yang luar biasa dapat dirasakan ketika dia menghadapi masalah. Aku tidak bisa tidak gelisah. Dia belum melewati tahap bottleneck untuk menjadi Radiant Knight, jika tidak kami akan dipermalukan.

Musuh kami selanjutnya muncul disini untuk melindungi Pangeran Kerajaan Qi Lu Xiuda Prince Battle Squad. Dikatakan kalau mereka memiliki harapan menang yang sangat tinggi. Mereka adalah lawan yang paling kuat yang akan kita hadapi. Mereka berlima adalah sky knight. Bahkan mereka terkoordinasi dengan sangat baik. Ternyata, ini adalah hasil dari mereka berlatih bersama setelah bertahun-tahun. Prince Battle Squad milik Sang Pangeran adalah halangan paling berat jika kami ingin melampaui Wind Dragon Battle Squad yang dikirim oleh Bi Qi.

Aku tidak tahu apakah aku dapat bertemu dengan ayah dari Zhan Hu, Pangeran Qi Lu, dan menyelesaikan misi yang diberikan oleh kakak kepadaku.

Translator / Creator: Veve