December 3, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 23

 

The Grand Xiuda Tournament

Tiga hari berlalu begitu cepat. Kelompok Radiant Battle Squad sekarang sudah memiliki pengertian mendasar satu sama lain. Sayangnya, tidak ada waktu yang cukup untuk saling mengenal lebih baik lagi saat mereka dipaksa untuk pergi menuju ke turnamen.

Turnamen diadakan di alun-alun terbesar di Xiuda. Besarnya alun-alun itu melebihi sepuluh kali lipat lapangan bola. Mereka telah membuat 51 arena di alun-alun sejak lama sekali. Selain arena di tengah yang dipersiapkan untuk semi-final dan final, arena lainnya digunakan untuk mengadakan pertandingan. Setelah menarik undian, kami berada di kelompok nomor 198 sementara Wind Dragon Battle Squad milik Bi Qi berada di kelompok nomor 803. Kami masih belum menghadapi satu anggotapun dari timnya.

Kami berlima tiba di dekat arena. Semua orang yang ada di sekeliling arena adalah bagian dari battle squad sementara para penonton ditempatkan di tempat tinggi di luar arena. Ada juga anjungan dan tempat duduk yang baru dibangun untuk para penonton.

Setelah melihat sekitarku, aku menyadari bahwa mayoritas peserta berpakaian warrior dan hanya beberapa orang yang memiliki profesi berbeda. Aku menggunakan seragam yang sama seperti timku, pakaian warrior berwarna putih. Kami berencana untuk menyembunyikan magicku sebanyak mungkin selama babak penyisihan.

Peraturan turnamennya dijelaskan oleh para penyelenggara sesaat sebelum memulai turnamen. Berdasarkan undian yang kami dapat, kami tidak akan bertanding sampai pertandingan ketiga. Berdasarkan penampilannya, pertandingan ronde pertama hanyalah warrior biasa dari kedua pihak. Yang bisa mereka lakukan hanyalah mencoba menebas yang lain karena tidak ada satupun Earth Knight yang berpartisipasi. Pada akhirnya, kelompok yang menang mendapat poin tiga banding dua.

Pertandingan kedua tidak jauh berbeda. Kami hampir saja tertidur saat menonton semua pertandingan ini sebelum wasit dari grup ke seratus sembilan puluh delapan akhirnya mengumumkan, “Pertandingan ketiga, Radiant Squad melawan Steel God Soldier Squad.”

Xing Ao tertawa, “Bukankah Steel God Soldier Squad sebenarnya hanya tumpukan besi berkarat?” Kami semua secara serentak tertawa seolah terhibur. Xiu Si berkata padaku, “Untuk menghemat waktu kita akan langsung menghadapi tim lawan.”

Aku mengangguk tanda setuju.

Kami tiba di atas arena dan mengejutkan para penonton dengan seragam putih kami yang sama dan tubuh kami yang tinggi besar melebihi 180 centimeter. Dari sisi lain arena yang tinggi terdengar suara langkah kaki yang berat. Bang! Bang! Astaga! Mereka terlalu berlebihan.

Kelompok Steel God Soldier Squad muncul. Mereka benar-benar sombong! Mereka berlima berpakaian lengkap dengan baju besi hitam yang tampak berat dan memiliki tinggi rata-rata dua meter. Dilengkapi dengan pedang besar di kedua tangan mereka, sepertinya mereka bukan lawan yang ringan!

Xiu Si berbisik ketelingaku, “Ah, mereka benar-benar perhitungan. Ruang di atas arena ini sangat terbatas, jadi mereka berencana menyerang kita untuk merobohkan kita dan menang!”

Aku menjawab, “Kasihan sekali mereka berhadapan dengan kita.” Kami tertawa dengan hati yang penuh kepercayaan diri.

Sebenarnya aku harus maju untuk bernegosiasi dengan mereka sebagai kapten dari tim. Mereka dengan senangnya setuju untuk bertanding secara berkelompok karena itu menguntungkan mereka.

Wasit mengumumkan dimulainya pertandingan dengan tiupan peluit. Dengan cepat, kelima orang Steel God Soldier mengayunkan pedang besarnya dan menyerang kami semua. Meskipun semangat mereka luar biasa, kecepatan mereka terlalu lamban. Dong Ri, Xiu Si, dan aku tidak bergerak sama sekali. Kami hanya berdiri di pinggir arena dengan Gao De dan Xing Ao yang memegang pedang besar mereka di depan kami. Xiu Si sudah mengatakan padaku sebelum pertandingan, bahwa jika itu mungkin kita harus menang dengan jumlah orang yang sedikit.

Saat lima lawan kami sampai ke hadapan kami, Xing Ao menyambut mereka dengan sebuah raungan saat battle spirit berwarna kuning menyelimuti pedang besarnya. Kedua pedang besar itu bertemu dan musuh yang besar dan berani itu terpental oleh tebasan Xing Ao. Xing Ao juga sudah memotong pedang besar lawannya saat mereka saling memberi serangan.

Mereka semua sudah dikalahkan oleh Xing Ao. Setelah berhadapan dengannya beberapa kali, semua lawannya berayun ke sana-kemari dengan tidak stabil. Gao De menggerutu, “Kau tidak memberiku bagian dan mengurus mereka semua sendirian.” Semua orang peserta yang menonton melihat ke arah kami seperti orang bodoh. Banyak dari mereka yang terlihat kesal karena kami hanya menggunakan satu orang.

Aku berjalan maju ke depan dan menghentikan Xing Ao dari melanjutkan serangannya. Aku berkata kepada tim lawan, “Aku sarankan kalian semua menyerah. Aku yakin kalian menyadari perbedaan kekuatan diantara kelompok kita berdua.”

Pemimpin tim lawan menggunakan pedangnya untuk menopang tubuhnya dan berkata dengan berat hati, “Kakak, apakah baru saja rekan kelompokmu menggunakan Earth Battle Spirit?”

Aku menganggukan kepalaku. “Itu benar.” Aku tidak tahu apakah aku harus tertawa atau menangis tentang apa yang akan terjadi.

Kelima orang lawan kami berjalan menuju Xing Ao dan berlutut dihadapannya saat pemimpin mereka berkata. “Kakak, tolong terima kami sebagai muridmu. Kami berpartisipasi dalam turnamen ini dengan harapan menemukan seorang guru yang ahli dalam menggunakan battle spirit.”

Wajah Xing Ao berubah menjadi merah. Dia sudah berlatih bela diri seumur hidupnya namun belum pernah menghadapi situasi seperti ini. Xiu Si datang dan mengatakan kepada kelima lawan kami untuk menemui kami setelah turnamennya selesai dan memberikan mereka detail kontak kami.

Tidak mudah bagi kami meninggalkan Steel God Soldier Squad. Dalam perjalanan kembali ke akademi setelah menyelesaikan pertandingan pertama kami, Gao De terus mendorong Xing Ao sambil berkata, “Ah, tidak buruk. Kakak sudah menerima lima orang murid di hari pertama turnamen. Haha. Jika semua pertandingan nanti berakhir seperti ini, kita akan bisa membentuk pasukan milik kita sendiri!”

Xing Ao tidak menghiraukannya dan bertanya kepada Xiu Si, “Bos, menurutmu aku akan bisa menerima mereka?”

Xiu Si tersenyum, “Dari apa yang aku lihat, mereka adalah orang yang sederhana dan jujur. Seharusnya tidak ada masalah dengan menerima mereka sebagai muridmu. Tentang apakah kau akan menerima mereka atau tidak, itu terserah padamu.”

Selanjutnya, setiap hari kami berpartisipasi dalam pertandingan satu grup. Semua pertandingan berjalan lancar untuk kami hanya dengan Xing Ao, Gao De dan Dong Ri yang mengalahkan mereka semua. Xiu Si dan aku hanya menonton dengan pengamatan secara terpisah. Dalam sepuluh pertandingan, kami meraih sepuluh kemenangan, membuat kami maju dari kelompok urutan 198 kedalam semi-final.

Disela-sela setiap pertandingan kami, kami akan menonton pertandingan Wind Dragon Squad Bi Qi. Semua pertandingan mereka tanpa diduga menang hanya dengan satu orang yang memiliki rank Earth Knight, membuat mereka masuk ke semi-final tanpa harus berusaha keras. Dari awal hingga akhir, kami tidak melihat anggota lain dari kelompok mereka.

Guru Wen mengatakan bahwa dia khawatir orang ini adalah yang paling lemah dalam tim milik Bi Qi. Keadaan kami tidak terlihat terlalu baik.

Setelah mengakhiri pertandingan penyisihan, kami diberikan waktu dua hari untuk beristirahat sebelum kami menarik undian lagi. Ronde pertama dari pertandingan yang menggunakan sistem gugurakan diadakan selama empat hari dan kami akan berpartisipasi pada hari ketiga. Dengan kata lain, kami memiliki empat hari untuk beristirahat. Kami cukup senang dengan susunan ini. Kami tidak pergi keluar untuk menyelidiki kekuatan lawan kami, namun kami tidak berhenti berlatih untuk membangun kemampuan kami sebagai sebuah tim. Saat battle spirit milik Dong Ri tidak banyak berkembang, dia pasti melihat perkembangan paling banyak. Dia sudah mampu menggunakan beberapa light magic tingkat dasar dengan bergantung kepada persamaan elf dengan element dan bimbinganku dengan magic power. Bahkan, dia mampu meningkatkan kekuatannya dengan menggabungkan light magic tingkat dasar, Light Arrow, dengan anak panahnya sendiri.

Translator / Creator: Veve