December 2, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 22

 

Radiant Battle Squad

Tentu saja aku tidak hanya bergantung pada ini. Sihir ini hanya untuk memberiku lebih banyak waktu untuk merapalkan mantra yang lebih kuat. Kesepuluh diriku secara bersamaan mulai merapal, “Wahai light element yang hebat, sahabatku yang paling dekat dalam hidupku, jadilah sebuah halo light yang paling indah untuk dipancarkan di muka bumi ini.” Ini adalah spell tingkat delapan paling halus yang bisa aku gunakan, Brilliant Halo. Ini juga merupakan sealing spell. Ini adalah pertama kalinya aku menggunakan sihir tingkat delapan.

Mengikuti rapalan mantraku, sepuluh orang diriku mengeluarkan cahaya emas yang redup. Dari setiap tubuh ilusiku keluar sebuah lingkaran cahaya yang tampak lemah, membungkus semua orang yang ada di sana. Selain Xiu Si, semuanya tampak terkejut. Setelah mereka semua terbungkus, mereka berhenti, termasuk Dong Ri. Dengan menggunakan battle spirit miliknya yang besar dan reflex yang cepat, tubuhnya mengeluarkan white heaven battle spirit, menahan serangan dari halo itu. Namun semuanya tidak ada gunanya. Lingkaran cahaya itU terus mengejarnya dan akhirnya berhasil membungkusnya.

Kesepuluh diriku membuka mulut, berkata, “Siapapun yang berhasil menembus magicku, aku akan mengakui kalian sebagai kapten dari tim ini. Jika tidak ada yang bisa menembusnya, maka aku yang akan menjadi kapten dari tim ini.

Dong Ri langsung berhenti melawan. Selama yang terperangkap di sana tidak melawan, sihir ini hanya akan mengurungnya didalam, tanpa menyakitinya. Ketiga anggota tim baru sepertinya tidak bisa menanganinya dengan baik. Mereka mencoba untuk melawan sekuat mungkin, mengeluarkan battle spirit milik mereka salam upaya menyaingi lingkaran cahaya milikku. Aku paling memperhatikan Xiu Si. Hampir seluruh tubuhnya tertutup oleh lingkaran cahaya. Kelihatannya seperti selimut cahaya sudah mengurungnya didalam.

Sesaat kemudian, tidak peduli seberapa banyak mereka melawan, mereka tetap tidak sanggup menghilangkan sihirku. Inilah perbedaan kekuatannya, perbedaan antara seorang magister dan heaven knight.

Xiu Si mengambil inisiatif bicara, “Aku menyerah. Aku menerima senior sebagai kapten dari tim.” Mendengar ucapan bos mereka, bahkan Gao De dan Xing Ao tidak melawan lagi.

Aku menarik kembali sihirku. Xing Ao berbicara, menggerutu dengan marah, “Kau benar-benar menyedihkan, melancarkan serangan diam-diam pada kami.”

Aku tersenyum, berkata, “Apa kau mau mencobanya lagi? Kali ini aku akan membiarkanmu mempersiapkan diri dengan baik. Coba kita lihat apakah kau sanggup menghindarinya.”

Xing Ao dengan marah berkata, “Kau!” Kemudian dia menoleh kepada Xiu Si, “Bos, kau harus bicara. Kita tidak bisa membiarkan iblis kecil ini menjadi pemimpin kita.”

Xiu Si sudah bicara, “Xing Ao, jangan bicarakan ini lagi. Kemampuan seseorang tidak dilihat dari usianya. Kau berpikiran terlalu sempit mengenai Zhang Gong. Bahkan meski kita bersiap-siap, kita tidak akan bisa melawan sihirnya. Ada perbedaan diantara kekuatan kami. Jika aku tidak salah menebak, hanya dengan kemampuan seorang magister dia dapat menggunakan kekuatan untuk menekan magic secara bersamaan pada kita bertiga. Zhang Gong, kau adalah seorang magister.” Kalimat terakhir ditujukan untukku, dengan nada penuh keyakinan.

Aku mengangguk. Tidak perlu menyembunyikan hal ini dari mereka.

“Baiklah, kami akan menurutimu. Sebelumnya aku sudah mengira bahwa aku adalah orang yang jenius. Tapi dibandingkan denganmu, aku masih banyak kekurangan. Aku akan berjuang keras di masa depan. Setelah aku melampauimu, aku akan mengambil kembali gelar itu.” Ujar Xiu Si, tanpa maksud merendahkan atau meninggikan diri. Mengetahui aku adalah seorang magister, Xing Ao dan Gao De tidak mengatakan apapun.

“Baguslah, aku akan menunggumu. Aku juga berharap kau mampu menyelesaikan ini. Karena mulai dari sekarang kita adalah rekan, dan kita juga akan menjadi sahabat.” Kataku dengan tulus, sambil memegang tangannya. Meskipun penampilan Xing Ao dan Gao De terlihat masih tidak yakin ,aku tahu bahwa mereka sudah menerimaku dalam hatinya.

Aku menggaruk kepalaku, sambil berkata, “Kakak Xiu Si, kamu yang menentukan apa nama tim petarung yang akan kita gunakan, apa ini tidak apa-apa?”

Untuk pertama kalinya, Xiu Si tersenyum; senyumannya secerah cahaya matahari. Dia berkata sambil tersenyum, “Sihir apa yang baru saja kau gunakan?”

“Sihir yang tadi aku gunakan adalah light spell tingkat delapan yang bernama Brilliant Halo.”

“Kalau begitu mulai sekarang nama tim kita adalah Brilliance Team.”

Sekarang, nama ini diterima semua orang. Xiu Si membuatku merasa bahwa kebijakannya melampaui kemampuan bela dirinya.

Guru Wen berjalan keluar. Aku tidak tahu apakah itu sebuah kebetulan atau ada maksud tertentu. Masalah kami sudah selesai, pertanyaan orang tua itu muncul, “Sepertinya kalian cukup akrab. Ini bagus sekali. Aku ingin agar kalian saling membantu untuk mengukir sebuah karya yang setinggi langit untuk kalian sendiri. Kemarilah. Aku akan memberitahumu tentang kompetisi ini.”

Kami membentuk hampir seperti lingkaran di sekelilingnya. Guru Wen berkata, “Kau akan menghadapi kompetisi yang sangat sulit. Dalam kompetisi ini, tidak hanya ahli dari Xiuda yang berpartisipasi tapi juga beberapa ahli dari kerajaan Dalu dan Aixia juga akan berpartisipasi. Sebagai contohnya, Zhang Gong adalah orang dari Aixia. Itulah mengapa memenangkan kompetisi akan menjadi tugas yang sangat sulit.”

Dia berhenti sejenak dan melihat kearah kami sebelum melanjutkan, “Pertama, kalian bisa maju sebagai grup. Aku rasa kalian tidak akan bermasalah dengan ini. Semua yang berpartisipasi tidak lemah. Dalam kompetisi, kalian akan maju melewati berbagai macam duel dan juga melalui pertarungan antar tim. Jika kalian bertemu tim yang kuat, aku menganjurkan kalian menantang mereka sebagai tim karena Zhang Gong bisa menggunakan sihirnya. Dengan sihirnya yang kuat, kalian akan bisa menunjukkan kekuatan kalian dengan keuntungan yang ada. Dari hasil penyelidikanku, kompetisi ini terdapat sekitar sepuluh ribu kelompok yang berpartisipasi, dibagi menjadi seribu dua puluh empat cabang berbeda. Di setiap cabang, setiap grup harus melewati sepuluh ronde. Hanya juara dari setiap cabang yang bisa maju ke tahap selanjutnya, kompetisi untuk saling mengalahkan, barulah kemudian kau bisa maju ke babak final.”

Kami belum pernah berpartisipasi dalam kompetisi seperti ini. Mendengar bahwa kompetisi ini memiliki banyak sekali tahap, kau harus mendapatkan setidaknya dua puluh kali kemenangan dalam kompetisi untuk menjadi seorang juara. Kedengarannya seperti lari maraton.

“Peraturan kompetisi ini sangat mudah. Yang harus kalian lakukan hanyalah bertarung diatas arena. Jika kalian merasa kalian akan kalah kalian boleh mengambil inisiatif untuk menyerah. Selain tidak boleh membunuh siapapun, tidak ada larangan yang istimewa. Para peserta boleh menunjukkan kekuatan penuh milik mereka. Tapi aku harus meminta kalian bahwa selain kalian terpaksa, kalian tidak boleh melukai peserta lain. Kita adalah orang yang mengikuti jalan kebaikan. Ini adalah semangat yang tepat untuk kita, prajurit Xiuda.”

Selain aku, empat orang lainnya menganggukan kepala mereka dengan mantap.

“Zhang Gong, dalam kompetisi ini, posisimu sangat penting. Kau akan memberi dukungan untuk serangan yang lainnya. Jika ada situasi dimana kau tidak bisa mendukung, kau harus ikut melawan. Aku percaya bahwa kemampuan sihirmu mampu memberi kita performa yang menakjubkan. Aku melihat persainganmu barusan. Meskipun itu benar bahwa sangat baik untuk semuanya belajar dari interaksi, tapi kau tidak boleh melukai temanmu. Mulai sekarang, kapten dari tim ini adalah Zhang Gong. Xiu Si sudah memantapkan pikirannya dan aku percaya pada keputusannya.” Guru Wen mengangguk kepada Xiu Si.

Xiu Si tidak begitu mengakui pujian dari Guru Wen. Dia hanya mengangguk.

“Masih ada waktu tiga hari sebelum kita pergi menuju kompetisinya. Aku berharap kalian berlatih kerja sama dengan sungguh-sungguh untuk tiga hari kedepan. Kombinasi kalian ini sangat kuat. Sebenarnya, aku harap kalian akan menyelamatkan wajah orang tua ini. Aku juga berharap agar dalam pertandingan yang akan datang, nama kalian akan dikenal ke seluruh daratan sebagai seseorang yang berani dan berjiwa ksatria.”

Bersama, kami mengeluarkan balasan yang kuat, keras, dan mantap, “Kami pasti akan berhasil.”

Seperti inilah, komando dari si anak cahaya, Radiant Battle Squad yang pertama sudah terbentuk. Kedepannya, dalam pertualangan si anak cahaya, Radiant Battle Squad yang kuat meraih prestasi pahlawan yang tidak bisa dihitung jumlahnya.

Translator / Creator: Veve