December 2, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 21

 

New Teammates

Aku dan Dong Ri Bangun pagi-pagi sekali. Mengingat hasil latihan kemarim malam, kami tidak bisa menahan senyuman. Kami penuh dengan keyakinan mengenai kompetisi ini. Kami tidak melihat Guru Wen di dalam rumah, mungkin beliau pergi mencari teman satu tim untuk kami. Aku juga tidak sabar untuk melihat teman satu tim yang baru.

Menunggu adalah cara yang paling baik untuk menjadi jengkel. Sebelum siang Guru Wen sudah kembali. “Apakah anda sudah menemukan tim untuk kami? Bagaimana mungkin anda pergi sangat lama?” Aku mengeluh.

Guru Wen hanya tersenyum dan berkata, “Aku tahu kau penasaran, tapi aku jauh lebih penasaran! Aku harus menyaring mereka semua, hanya anggota tim yang paling cocok yang akan dipilih. Hehe.”

“Jadi anda mengatakan bahwa anda sudah menemukan beberapa kandidat yang cocok? Siapa mereka?” Aku sangat ingin tahu.

“Aku mengatakan kepada mereka untuk datang dan melapor setelah siang hari karena kita masih harus makan siang dulu. Saat mereka tiba di sini, Kita akan membahas peraturan dan sistem yang berlaku dalam turnamen lagi. Kalian berdua bisa sedikit berlatih sebelum makan siang. Hanya saja jangan terlalu berlebihan. Hal yang paling penting adalah berada di kondisi optimal. Kau tidak akan bisa mendapat solusi dalam waktu yang singkat.”

“Oh. Kalau begitu kami akan berlatih.” Ujarku tidak puas sambil menarik Dong Ri pergi untuk berlatih.

Dengan cepat, hari berubah siang. Kami sedang di dalam rumah dan beristirahat saat kami mendengar beberapa orang berseru, “Xiu Si Ma Li, Xing Ao Li Si dan Gao De Jin, melapor untuk bertugas.” Sepertinya itu anggota tim kami yang sudah tiba.

Guru Wen menjawab, “Bagus. Masuklah.” Aku dengan Dong Ri melesat keluar untuk menyambut anggota tim baru kami.

Mereka bertiga memiliki penampilan yang berbeda. Dua diantaranya sangat tinggi, melebihi dua meter dan memiliki postur tubuh yang tegap. Meskipun mereka tidak tampan, kau bisa langsung tahu dari penampilan mereka bahwa mereka sudah menempa diri mereka melalui latihan yang sangat sulit. Mereka memiliki aura yang sangat mengerikan. Dari ujung kepala hingga ke ujung kaki mereka memiliki otot yang besar sehingga mereka tampak gagah. Mereka tampaknya berusia dua puluh tujuh atau dua puluh delapan tahun. Orang yang terakhir tampak lebih pendek, sekitar serratus delapan puluh centimeter tingginya, hanya sedikit lebih pendek dari aku dan Dong Ri dan tampil dengan formal dan rapi. Dengan mata yang jernih dan menyimpan banyak kebijakan, dia tampak seperti dua puluh empat atau dua puluh lima tahun.

Guru Wen juga ikut keluar dari rumah dengan berseri-seri. “Ayo, aku akan memperkenalkan kalian. Yang satu ini namanya Zhang Gong. Dia datang dari Aixia dan memiliki keahlian sihir. Yang ini adalah Dong Ri, muridku. Dia juga adalah yang paling lemah diantara kalian semua, jadi kalian harus saling menjaga di masa depan.”

Guru Wen menunjuk kepada orang yang gagah dengan pakaian samurai berwarna merah. “Ini adalah Xing Ao Li Si. Kekuatannya mendekati level sky knight. Sebenarnya dia bisa lulus sejak lama, tapi untuk belajar kemampuan bela diri yang lebih dalam, dia tinggal untuk melanjutkan pelajarannya. Dia salah satu warrior yang paling ahli di akademi.”

Dong Ri dan aku langsung mendekat untuk memberinya salam. Meskipun etika milik Xing Ao sangat tinggi, dia tidak benar-benar melihatku dan Dong Ri.

Guru Wen menunjuk kepada orang gagah lainnya. “Ini adalah Gao De Jin. Keadaan yang dia hadapi sama seperti Xing Ao. Dia juga seorang warrior yang ahli.”

Tepat sekali, keadaan mereka sama saja. Dia tidak benar-benar melihatku ataupun Dong Ri.

Akhirnya, Guru Wen tiba di sisi pemuda yang lembut dan pendiam itu dan menepuk pundaknya, “Ini adalah Xiu Si Ma Li. Dia di kagumi semua orang sebagai ahli nomor satu di akademi dengan kekuatan setara dengan sky knight.” Dia benar-benar memiliki kekuatan yang besar. Sambil melihatku dengan teliti, dia mengambil inisiatif dan mengulurkan tangannya, “Halo, namaku Xiu Si.”

Aku tersenyum sambil menjabat tangannya. “Halo, aku Zhang Gong. Aku menyambut kalian sebagai anggota baru kami.” Setelah melihat Xing Ao dan Gao De berdiri di belakang Xiu Si, aku bisa menebak kalau Xiu Si adalah bos dari mereka.

Guru Wen berkata, “Baiklah kalau begitu. Untuk sekarang, kalian semua bisa pergi berlatih dan saling mengenal satu sama lain. Aku akan bicara tentang turnamen nanti.”

Kami berlima semuanya membungkuk memberi hormat saat Guru Wen masuk kembali kedalam rumah.

Tanpa memberiku kesempatan bicara, Dong Ri terburu-buru bicara, “Ah! Kau adalah kakak Xiu Si. Aku sudah mendengar reputasimu sebagai ahli nomor satu diantara para murid sejak lama sekali. Mohon bimbingannya.”

Xiu Si dengan lembut berkata, “Aku tidak berani memberimu bimbingan. Kita akan saling membantu di masa depan.” Dong Ri hanya bisa merespon dengan senyuman malu-malunya.

Dia benar-benar tahu cara menangkap orang. Aku tidak suka orang-orang semacam ini. Aku menyela, “Ah, tidakkah kita perlu mengorganisasi tim untuk turnamen? Kita perlu memilih kapten dan memberikan tim ini sebuah nama.”

Xing Ao langsung berkata, “Kenapa kita perlu memilih? Tentu saja kapten dari tim adalah boss Xiu Si.”

Xiu Si membalas dengan wajah yang tidak setuju, “Xing Ao, jangan bicara membingungkan begitu. Kemampuanku tidak cukup untuk menjadi kapten.”

“Bagaimana mungkin kata-kataku membingungkan bos? Dengan kemampuanmu jika kau tidak menjadi kapten lalu siapa? Jangan- jangan yang kau maksud adalah mereka?” Ujarnya sambil melihat kami dengan pandangan menjijikkan.

Kasar sekali. Aku berkata sambil tersenyum, “Aku harap kita semua bisa berbicara satu sama lain dengan cara damai. Kita semua berbagi tujuan untuk melewati pasukan Duke Bi Qi dan mendapatkan posisi mutlak sebagai juara untuk memenangkan kehormatan akademi. Akan tidak berguna jika kita beradu mulut hanya karena masalah sepele. Bagaimana dengan ini, masing-masing dari kita akan menunjukkan kekuatan kita dan siapa yang paling kuat akan menjadi kaptennya.”

Xiu Si diam-diam berkata kepada dirinya sendiri dalam hati, ‘Dia masih anak-anak tapi dia memiliki wawasan yang luas. Dia pasti memiliki kekuatan yang tidak biasa.’ Setelah berpikir demikian, Xiu Si menjawab, “Baiklah.”

Xing Ao dan Gao De keduanya mengambil inisiatif untuk menyerah. Dong Ri juga menyerah, dia tidak memiliki ambisi apapun dalam hatinya. Sebenarnya aku juga tidak, tapi untuk membuktikan kepada mereka kalau aku dan Dong Ri tidak lemah, aku harus berkompetisi sedikit dengan Xiu Si.

Tentu saja, Xing Ao dan Gao De berpikir aku terlalu percaya diri. Gao De bahkan mengatakan padaku bahwa akan lebih baik jika aku menyerah, jika tidak kekalahanku akan sangat jelek untuk dilihat.

Aku mengabaikan mereka dan berkonsentrasi kepada musuhku yang setenang air, Xiu Si. “Akankah kau yang memulai duluan atau aku?” Xiu Si menjawab dengan cuek, “Tamu akan menuruti aturan tuan rumah. Aku akan melihat kekuatanmu lebih dulu. (Dia ingin aku mendemonstrasikannya duluan. Aku yakin Xiu Si pasti berasal dari pegunungan. Haha.)”

Aku hanya menjawab, “Baiklah.” Aku berjalan ke tengah-tengah lapangan dan menutup mataku. Aku mulai menggerakkan tubuhku dengan lambat, tapi perlahan-lahan meningkatkan kecepatannya. Seluruh lapangan mulai terisi dengan bayanganku. Mendadak, tubuhku berhenti bergerak di lapangan, namun ada tepatnya sepuluh orang tiruanku yang berdiri membentuk lingkaran.

Xing Ao terkejut, “Trik (sihir) macam apa ini? Kenapa mendadak jadi banyak orang?”

Kesepuluh orang diriku berkata, “Ini bukanlah sebuah trik. Ini adalah spatial magic. Aku menciptakannya dari short range teleportation magic. Setiap refleksi adalah aku namun di saat yang sama mereka bukan aku.” Ini adalah sihir yang aku ciptakan menggunakan short range teleportation magicsebagai dasarnya. Ini belum pernah dilihat di Aixia sebelumnya. Sebenarnya, ini hanya kecepatan teleportasiku yang sangat cepat tapi ini diperlukan jumlah magic power yang cukup banyak untuk bertahan. Hanya saat aku memasuki tingkat seorang magister aku mampu menggunakan sihir ini.

Translator / Creator: Veve