December 1, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 19

 

Revealing the Enemy’s Weakness

Aku menenangkan diriku. Aku kesulitan untuk menekan rasa takut dalam hatiku. Aku merasa jika aku benar-benar bertarung dengannya, hasilnya akan sangat kacau. Tingkat kekuatan dari Radiant Knight setara dengan magister. Aku tentu saja tidak boleh menjadi lengah. Secara diam-diam aku mengatur magic powerku sehingga sampai di puncaknya.

Bi Qi melihat sesuatu yang berbeda di hadapannya. Pertama, Bi Qi tersenyum karena melihatku menjadi pucat karena tekanannya, berpikir bahwa ternyata aku tidak bisa menahannya. Mendadak, sebuah Halo dari cahaya putih keluar dari tubuhku dan menekan seluruh tekanan yang dia keluarkan. Ini membuatnya berkata kepada dirinya sendiri. “Anak nakal ini. Mungkinkah… Dia sebenarnya memiliki kekuatan yang sebanding untuk bersaing denganku? Kalau begitu bukankah itu artinya dia memiliki kekuatan seorang Magister? Itu sungguh tidak bisa dibayangkan seseorang yang sangat muda memiliki kekuatan seperti itu.”

Saat itu, kami sedang berdiri berhadap-hadapan. Aku mendengar suara dari sisiku. Suara yang berbeda dari komunikasi sihir secara spiritual, ini dibuat menggunakan sebuah benang. Dengan cara ini hanya aku yang bisa mendengar isinya. Itu adalah suara Guru Wen. Dia berkata dengan tidak sabar, “Cepatlah berhenti melawan, Zhang Gong. Jangan biarkan dia merasakan kekuatanmu. Cepat!”

Jangtungku berdegup karena tersadar. Ah benar! Sangat tidak bijak menunjukan kekuatanku yang sebenarnya. Perlahan aku membuat magic powerku kembali kedalam tubuhku. Sekali lagi, ekspresi wajahku terlihat seperti aku tidak sanggup menahan tekanannya.

Bi Qi tampak lega. Dia berpikir bahwa kekuatanku hanya sementara dan kekuatan asliku jauh lebih lemah. Tepat saat aku ingin bertindak, musuh lamanya muncul.

“Oh! Angin apa yang membawa seorang Duke datang jauh-jauh kemari? Hehe. Ah, apa yang anda lakukan di sini dengan pasukan sebesar ini?” Kata-kata Guru Wen tidak seperti penampilannya yang mengerikan. Malah sebaliknya, kata-katanya sangat lembut.

Setelah melihat Guru Wen datang, Bi Qi dengan enggan menarik kembali tekanannya. Dia berkata dengan sinis, “Aku baru saja berpikir apakah hantu tua Bangka ini akan muncul. Aku datang kesini untuk menuntut keadilan darimu, bukan karena gosip.”

Pura-pura kebingungan, Guru Wen bertanya, “Keadilan? Keadilan apa? Ah, aku tidak menyinggungmu, Tuan Duke.”

Lemak yang ada di wajah Duke itu bergetar sebelum dia menjawab dengan marah, “Kau tidak tahu? Muridmu melukai orang dan kau tidak tahu? Hari ini kau harus menjelaskan tentang ini. Muridmu melukai anakku dan sebagai tambahannya anak dari bangsawan lain. Katakan padaku. Apa yang harus dilakukan?”

Anehnya, Guru Wen menjawab, “Benar, sepertinya memang ada laporan seperti itu. Namun, aku diberitahu hal yang berbeda. Muridku bilang bahwa anak bangsawan itu yang menghinanya duluan. Setelah dihina itulah dia baru bertindak. Tata susila menyatakan bahwa merekalah yang memancingnya terlebih dahulu.”

Sepertinya Bi Qi sudah sedikit lebih tenang karena tidak sedikitpun emosi terlihat diwajahnya. Siapapun yang mengenalnya dengan baik tentu tahu bahwa dia sangat marah sekarang. Dia berkata dengan dingin, “Itulah yang kau katakan, kau ingin melindungi muridmu.”

Guru Wen masih memiliki tempramen yang bagus, jadi beliau dapat bertanya dengan senyuman, “Boleh aku melihat kondisi anakmu dulu?”

Tanpa menunggu Bi Qi untuk bicara, seorang anak remaja yang berpakaian mewah berlari keluar dari kerumunan. Dia dengan liciknya dia berkata, “Anda lihat, anda lihat! Dia memukul wajahku!” Sambil mengatakan itu, dia menunjukkan wajah gemuknya kepada orang-orang.

Guru Wen dan orang-orang lainnya yang menyaksikan ini tertawa. Ternyata anak muda ini hanya ditampar, dan itu meninggalkan sebuah behas telapak tangan di wajahnya. Ah, sepertinya tangan Dong Ri kemarin masih sangat ringan. Sebenarnya aku berpikir dia sudah benar-benar babak belur karena jika tidak kenapa dia membawa sekian banyak orang untuk membalas dendamnya? Diam-diam aku menarik baju Dong Ri dan berbisik kepadanya, “Ah, tanganmu masih sangat ringan!” Dia membalas, “Tapi aku tidak bisa melukai orang seenaknya. Itu cukup untuk memberi mereka sebuah pelajaran.”

Guru Wen berkata kepada Bi Qi, “Aku rasa luka anakmu yang sangat kau hargai tidak segawat itu. Apakah memang dibutuhkan untuk seorang Duke untuk mengumpulkan pasukan sebanyak ini hanya untuk hal seperti ini? Lagipula ini adalah Knight Academy level paling tinggi milik keluarga kerajaan.” Tentu saja ada ancaman tersembunyi dibalik kata-kata ini.

Bi Qi dengan marah menendang anaknya kembali kedalam kerumunan. Dengan nada benci dia berkata, “Kau anak bangsat! Siapa yang mengizinkanmu masuk kesini? Kau sudah membuatku benar-benar kehilangan muka!” Dia berpaling kepada Guru Wen dan berkata, “Anda menahan diri untuk tidak mendesakku hari ini jadi jika anda memberikanku penjelasan untuk masalah ini sekarang aku akan melupakannya.”

Guru Wen menahan dirinya untuk tersenyum dan berkata dengan dingin, “Lalu apa yang kau pikir akan kau lakukan? Anakmu mencaci-maki muridku. Jangan bilang kalau kau ingin muridku meminta maaf? Aku tidak mencari keadilan darimu, dan kau, kelompok yang bersalah datang padaku. Kau pikir aku akan dengan mudah ditindas, begitu?” Mengikuti kata-kata Guru Wen, kerumunan siswa di pimpin oleh para guru dari setiap cabang keluar dari akademi. Murid-murid ini seluruhnya adalah pilar yang mendukung kerajaan. Tidak satupun dari mereka yang lemah bahkan gurunya yang setidaknya adalah earth knights. Dengan kekuatan itu, aku khawatir bahwa hanya Earth Dragon Corps yang sanggup menandingi mereka. (Catatan penulis: Peraturan dari Kerajaan Xiuda. Setiap bangsawan boleh memiliki pasukan sesuai dengan pangkat mereka. Seorang pangeran boleh memiliki lima ribu pasukan, seorang duke tiga ribu, dan earl dua ribu pasukan sementara yang lainnya boleh memiliki paling banyak seribu pasukan. Sementara di sisi lain, Knight Academy memiliki sekitar delapan ribu murid. Ini adalah salah satu alasan kenapa Guru Wen tidak takut kepada Bi Qi sama sekali.)

Wajah Bi Qi berubah. “Baiklah. Anda terlalu kasar. Kita akan membawa masalah ini kepada yang mulia untuk diadili. Apa pentingnya seberapa banyak orang yang ingin menekanku?”

Guru Wen membalas dengan hinaan, “Kau memiliki pasukan yang lebih sedikit dariku. Jika kau ingin pergi maka pergilah. Aku tidak takut padamu.” Guru Wen sudah diberikan posisi sebagai ‘Teacher of the State’. Di Xiuda, posisi ini memiliki ketenaran dan pengaruh yang luar biasa. Karena dia menjalankan sebuah proyek untuk menyediakan pendidikan terbaik, knight academy menjadi organisasi resmi yang diakui kerajaan. Meskipun gelar yang diberikan tidak seperti Bi Qi, di dalam Xiuda dia tidak lebih lemah dari Bi Qi.

Bi Qi membuat semua bangsawan pergi dan menunggu pesan darinya. Guru Wen juga membubarkan semua orang di akademi. Sebelum dia pergi, dia menggunakan benang suara untuk memberitahuku untuk tidak mengambil tindakan apapun jika dia tidak kembali dan menjaga Dong Ri.
Sebenarnya, sejak kami melihat kekuatan sebenarnya dari Bi Qi, aku dan Dong Ri menjadi banyak merenung. Kami tidak mengira bahwa orang seperti Duke memiliki kemampuan bela diri yang sangat luarbiasa. Siapa yang menyangka bahwa dari keluarga bangsawan ada orang yang sekuat itu? Tentu saja kami tidak akan membalas dendam dengan gegabah lagi. Tentu saja Dong Ri butuh beberapa bujukan sebelum dia bisa melepaskan emosinya. Orang lain bilang bahwa dia harus mengutarakan kata-katanya. Tidak perlu menjadi marah dan menderita.

Bi Qi dan Guru Wen pergi ke Istana Raja untuk mendapat keadilan. Tidak ada yang memberikan celah sedikitpun. Di sisi lain, aku dan Dong Ri hanya bisa kembali ke kamar dan menunggu dengan gelisah. Bahkan aku yang rakus saja tidak bisa makan. Hanya setelah Dong Ri menenangkanku aku merasa lebih baik, “Tenanglah. Dengan hubungan yang dimiliki Guru Wen dan kerajaan, pasti tidak akan ada masalah.”

Tentu saja, setelah satu jam lebih Guru Wen kembali. Namun, dia tampaknya tidak senang.

Translator / Creator: Veve