November 30, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 18

 

Taking the Initiative to Provoke

“Dong Ri. Sudah diputuskan. Besok aku akan pergi bersamamu untuk mendapatkan keadilan pada mereka.”

Aku membuat kami berdua bermeditasi. Dengan cara ini, kami segera tertidur lelap. Besok aku pasti akan bicara untuknya.

Pagi-pagi sekali, saat aku dan Dong Ri bangun dan baru saja akan memulai latihan untuk menguatkan tubuh, Guru Wen menghentikan kami. Guru Wen berkata, “Hari ini aku memberikanmu hari libur. Istirahatlah dengan tenang.” Setelah mengatakan ini, Guru Wen berbalik dan pergi.

Dong Ri dan aku saling menatap dengan terkejut. Kami berdua mengerti bahwa Guru Wen memberikan kami waktu untuk membalas dendam. Ini bagus sekali. Aku segera meminta Dong Ri untuk mengganti pakaiannya, jadi kami dapat segera pergi menemui kelompok orang-orang hina itu dan memberikannya pelajaran.

“Kepala sekolah, apakah kepala sekolah ada disini?”Suara yang familiar datang dari luar kamar dan aku segera lari untuk melihatnya. Ternyata itu adalah penjaga gerbang.

Aku tersenyum dan berkata, “Kakak penjaga. Ada masalah apa? Aku rasa Guru Wen pergi untuk menginspeksi akademi.”

“Ah, Zhang Gong. Ini tidak bagus. Sesuatu yang besar sedang terjadi. Duke Bi Qi Zhu membawa beberapa tetua Earl untuk datang dan menemui kepala sekolah. Sepertinya sesuatu yang buruk akan datang. Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi. Mereka sudah membawa generasi penerus dari klan mereka. Semuanya kira-kira ada seratus orang atau lebih. Tuntutan mereka yang tanpa henti perlahan-lahan menyingkirkan para penjaga.” Ujarnya sambil bernafas tersengal-sengal. Penjaga itu tampak sangat khawatir.

Ah? Mustahil. Kami bahkan belum pergi untuk membalas perbuatan mereka. Tanpa diduga mereka datang untuk membalas kami. Meskipun mereka membuatku geram, aku berkata dengan tenang, “Kakak penjaga, pertama pergilah ke akademi dan cari Guru Wen. Dong Ri dan aku akan pergi untuk melihat situasinya.”

Dong Ri dan aku sampai ke gerbang akademi dengan secepat kilat. Astaga! Ini benar-benar berisik, sama seperti pasar. Kelompok besar orang-orang ramai memenuhi gerbang akademi. Dong Ri menarik telingaku dan berbisik, “Zhang Gong, lihat. Anak-anak nakal itu adalah anak-anak bangsawan yang aku lawan kemarin.”

Aku berkata didalam hati, adik, kau benar-benar tahu caranya melawan. Semua yang kau lawan adalah anak-anak dari penjabat pemerintah. Mengatakan apapun saat ini tidak ada gunanya. Bersama, aku dan Dong Ri berjalan mendekat, Dong Ri tidak berani mengatakan apapun, jadi aku mengambil inisiatif dan berteriak, “Semuanya tenanglah! Apa yang terjadi? Apa yang menjadi masalah kalian hingga kalian datang mengganggu Knight Academy?”

Seseorang yang sangat gemuk yang berjalan sangat lambat datang mendekat dan berkata, “Siapa kau? Katakan kepada kepala sekolahmu untuk keluar dan bicara. Aku Bi Qi Zhu.” Meskipun dia sangat gemuk, aku merasakan melalui sinar matanya bahwa seorang Duke bukan orang biasa, tapi seorang master.

Aku dengan sopan berkata, “Halo, Tuan Duke. Aku adalah seorang siswa di akademi ini. Membawa sekian banyak orang ke gerbang akademi, aku khawatir ini sudah membuat gangguan yang cukup banyak. Saat kepala sekolah Wen sudah siap dia akan datang. Bisakah anda menunggu di pinggir jalan sebentar?”

Dia mengerutkan alisnya dan merengut, “Kau berasal dari klan apa? Aku belum pernah melihatmu. Apa kau adalah orang biasa?”

Aku mengangguk, “Itu benar. Aku lahir dari orang biasa.” Tanpa menungguku selesai bicara, dia menginterupsiku, “Jadi kau hanyalah anak desa rendahan. Kau tidak punya hak untuk bicara denganku. Minggirlah.”

Mendengar kata-katanya, amarahku langsung bergejolak, “Ada apa dengan orang biasa? Apa orang biasa juga bukan manusia? Memangnya hanya kalian para bangsawan yang bisa dianggap manusia? Tanpa kami orang-orang biasa, apa yang kalian para bangsawan makan, minum? Apakah ini bukan karena nama pendahulu kalian yang namanya kalian bawa? Apa bagusnya itu? Aku tidak akan pergi. Apa yang bisa kau lakukan terhadapku?”

Kata-kataku membuat orang-orang biasa menghela nafas panjang yang memendam kebencian. Rakyat biasa itu sudah menderita cukup lama dari penindasan para bangsawan. Di belakangku, Dong Ri terus menarikku. Kemudian, aku tahu bahwa tingkat kesombongan orang bernama Bi Qi Zhu ini sangat tinggi.

Kata-kataku pasti membuatnya geram, “Oh bagus sekali. Seorang anak desa yang dekil ini berani melawanku. Anak buahku, ayo beri dia pelajaran.” Ini adalah area yang banyak orang. Memangnya dia tidak bisa membedakannya? Kita harus mencari area yang sepi jauh dari kota. Dia memanggil anak buahnya untuk melawanku. Bawahannya tahu maksud dari boss mereka dan bersiap untuk membuatku lumpuh seumur hidup untuk meredakan amarah bossnya.

Dong Ri mendadak keluar dari belakangku dan berkata, “Apa yang berani kau lakukan? Ini adalah Knight Academy. Kami tidak akan mentoleransi kekacauan yang kalian buat.”

Kemunculan Dong Ri tidak hanya membuatku bisa menghindar dari masalah ini tapi juga membuat dirinya berada dalam masalah. Dari dalam rombongan yang di bawa Duke seseorang berteriak, “Itu dia! Kemarin dialah yang melawan kami!”

Bi Qi Zhu menatap kearah Dong Ri dan dengan marah berkata, “Jadi kau yang sudah melawan anakku! Hmph! Aku akan memberikanmu kematian yang buruk! Cepat! Kepung mereka untukku! Jangan biarkan mereka lolos!”

Kaki tangan Bi Qi Zhu dengan cepat mengepung kami. Keadaan kami jauh dari kata baik. Aku bisa merasakan Dong Ri di belakangku sedang gemetar ketakutan. Dengan penuh perhatian, aku merespon apa yang dia rasakan, “Kau takut apa? Kau lupa aku adalah seorang magister?” Kata-kataku meningkatkan keberanian Dong Ri dengan drastis. Dengan seorang magister, apa yang akan kau takutkan? Meskipun kau bertarung, itu mustahil untuk kalah.

Kami dikelilingi seperti air didalam ember, dengan tiga baris yang dikelilingi tiga barisan lagi. Kau tidak perlu sampai ekstrim seperti ini. Kami hanya dua orang anak. Duke gemuk itu memberikan perintah, “Cepat. Tangkap mereka untukku.” Sepertinya dia ingin tempat yang tepat untuk ‘menghukum’ kami. Meskipun massa yang ada merasa tidak senang bahkan geram karena keberadaan para bangsawan yang menindas orang awam, namun dengan adanya pasukan besar Bi Qi mereka tidak berani bicara.

“Siapa yang berani mencoba?” Aku benar-benar marah. Tempramenku yang dulu selalu membuatku menghindari masalah. Mungkin karena kemampuanku saat ini sangat kuat dan karena mereka juga sudah menindas kami terlalu banyak, aku sudah kehilangan kesabaranku. Aku sudah memutuskan untuk tidak lari tapi akan bertarung untuk hidup dan mati.

Secara diam-diam aku merapal mantra untuk melindungi aku dan Dong Ri dari dalam. Sebuah lapisan bercahaya membungkus kami seperti cincin. Selain Dong Ri, semua orang berpikir itu adalah battle spirit. Sebenarnya itu adalah sihirku, Divine Halo.

Bi Qi sempat terkejut, dan berkata kepada dirinya sendiri, kedua anak nakal ini ternyata sangat kuat. Tidak heran mereka dapat melawan anakku. Untungnya aku membawa banyak orang. “Semuanya bersama! Aku yakin mereka tidak sanggup menahan kita semua!”

“Benar-benar tidak tahu malu. Kau sampai butuh sebanyak ini untuk mengalahkan kami?” Ujarku dengan nada menghina.

Mendengar kata-kataku, sebagian besar orang yang dibawa oleh Bi Qi menghentikan gerakan mereka. Sepertinya mereka masih menghargai kehormatan mereka. Jiwa ksatria benar-benar berakar didalam pikiran mereka. Akan lebih mudah jika seperti ini.

Aku mulai merapal, “Light element yang dahsyat, sahabatku, aku memintamu untuk mengeluarkan cahaya yang tidak terbatas.” Ini adalah light attack spell tingkat 5. Penampilannya memang mengerikan bagi orang lain, meskipun potensi menyerang dari sihir ini tidak terlalu kuat.

Mengikuti rapalan mantraku, cahaya menyilaukan muncul dari dalam tubuhku, menutupi semuanya dalam jarak lima puluh meter. Para preman yang mendekatiku dalam jarak sepuluh meter terlempar cukup jauh. Beberapa preman yang lebih lemah terluka cukup parah.

Aku mendengus dengan dingin, “Siapapun yang tidak ingin hidup lebih lama lagi, jangan ragu untuk maju. Ayo kita lihat apa yang kedua orang ini bisa lakukan untuk meredakan hal yang tidak penting ini.”

Orang-orang yang ada disana tidak berani bergerak. Bi Qi yang merasa situasi ini menjadi tidak beres, melangkah kedepan sambil berayun, mata kecilnya yang ada diwajahnya yang gemuk itu sempat dibutakan dan terbentuk seperti celah, “Apa yang kalian gunakan barusan itu adalah magic? Baiklah anak nakal, sepertinya aku sudah meremehkanmu. Akan kuizinkan kau melihat kemampuanku. Mengetahui kalau jabatanku sebagai seorang Duke bukan karena kebetulan.”

Setelah dia mengatakan itu, aku merasa tekanan di tubuhku naik. Tubuh Duke yang pendek memperlihatkan kemegahan yang tinggi sampai kelangit. Ini terlalu jauh untuk dipikirkan. Jangan bilang padaku… Mungkinkah?

Kata-kata Duke tepat seperti dugaanku. Dengan bangganya dia berkata, “Kau tidak mengira aku adalah Radiant Knight dari penampilanku bukan? Di Xiuda, kekuatan tidak terbatas dari penampilan seseorang.”

Translator / Creator: Veve