November 30, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 17

 

Orphan Dong Ri

Sambil melihatku pergi, Nona Hua Lun berkata kepada Dong Ri, “Oh, temanmu itu sangat penuh perhatian. Dia pergi begitu cepat.”

Dong Ri mengeluh didalam hatinya, teman macam apa dia? Dia kabur tanpa aku. Kali ini aku sudah terjebak bersama Hong Xue dan tidak akan bisa kabur selama beberapa saat.

Mengesampingkan bagaimana Dong Ri berurusan dengan Hong Xue, aku berkeliling di sekitar jalanan utama dengan santai setelah berpisah dari mereka. Sambil aku berjalan-jalan, aku mendadak sadar bahwa ada banyak orang berkumpul di depanku. Apa yang mereka inginkan? Aku tidak bisa menahan diri dari rasa ingin tahu dengan tempramen seorang remaja, jadi aku mendekat untuk melihat. Ternyata ada sebuah pengumuman. Aku berusaha maju ke bagian depan dari rombongan ini. Di pengumuman itu tertulis bahwa bulan depan akan ada turnamen besar nasional. Mereka mengundang para ahli dari seluruh penjuru untuk datang dan berpartisipasi. Itu tidak dibatasi hanya dengan seni bela diri, dikatakan bahwa sihir juga diperbolehkan. Sepuluh orang yang berada di peringkat teratas dapat langsung masuk ke Earth Dragon Corps. Aku tidak begitu tertarik dengan itu karena aku sudah memiliki seekor Five Clawed Golden Dragon. Sebenarnya aku tidak tertarik pada naga palsu.

Aku kembali ke akademi dan menemukan bahwa Dong Ri masih belum kembali. Aku bertanya kepada Guru Wen tentang kompetisi yang aku baca di pengumuman.

Guru Wen bertanya padaku, “Kau ingin berpartisipasi, Zhang Gong? Ah, ini sebuah kesempatan yang bagus untukmu.”

Aku menggelengkan kepalaku dan berkata, “Aku tidak ikut berpartisipasi. Semua orang adalah knight dan aku akan menjadi satu-satunya mage. Apa gunanya? Selain itu, aku tidak ingin bergabung dengan Earth Dragon Corps. Akan lebih baik untuk anda jika Dong Ri ikut berpartisipasi.”

Saat itulah Guru Wen menyadari Dong Ri tidak kembali bersamaku.

“Kemana Dong Ri?”

Aku memberikan sebuah senyum yang misterius, “Dia, aaah… Dia baik-baik saja. Dia sedang berkencan dengan gadis bernama Hong Xue Hua Lun.”

Guru Wen mengernyitkan alisnya, “Jadi gadis itu adalah Hong Xue.”

“Anda juga mengenalnya?” Tanyaku.

“Tentu saja aku tahu. Dia adalah keponakan perempuan Yang Mulia. Anak dari adik perempuan raja. Sejak aku menghadiri pesta di rumah keluarga kerajaan bersama Dong Ri, dia selalu datang untuk mengganggu Dong Ri. Aku khawatir kalau hal ini akan mempengaruhi pelajaran Dong Ri jadi aku memastikan Dong Ri menghindarinya sebisa mungkin.”

“Inilah letak kesalahan anda. Keduanya laki-laki dan perempuan harus menikah. Bagaimana mungkin anda menghalangi jalan cinta?” ujarku sambil tertawa kecil.

“Kau anak nakal. Kau bahkan tidak serius sama sekali, seperti orang tua Lao Yun. Hmph! Tunggu sampai aku bertanya pada Dong Ri saat dia kembali.” Ah, Dong Ri. Kau tidak boleh menyalahkanku. Aku benar-benar tidak sengaja.

Setelah kira-kira satu jam atau lebih, Dong Ri kembali. Segera setelah dia masuk, dia disambut dengan wajah marah Guru Wen, “Guru, aku kembali.”

“Hmph! Kau masih tahu kapan harus kembali. Tidak ada hal bagus yang bisa dikatakan dari kemampuan bela dirimu tapi kau masih pergi dan menggoda perempuan. Kau membuatku kehilangan muka.”

Dong Ri tidak bertindak seperti yang aku kira. Bukannya mengakui kesalahannya dengan rasa takut dan ragu-ragu, dia malah berkata dengan suara pelan, “Aku seorang anak yatim piatu, dan dia adalah keturunan dari keluarga kerajaan. Keunggulan apa yang aku miliki untuk menggodanya? Aku akan pergi beristirahat sekarang.” (Dong Ri diasuh oleh Guru Wen sejak dia masih kecil. Sejak saat itulah dia sudah mengikuti Guru Wen.) Setelah mengatakannya, dia berbalik dan pergi menuju kamarnya, meninggalkan Guru Wen yang menatap ke arah mata kecilku dengan mata besarnya. Guru Wen berkata, “Anak ini, bagaimana dia bisa menjadi seperti ini? Ah, dia belum pernah membantahku sebelumnya.”

Aku memikirkannya sejenak sebelum berbicara, “Dia pasti merasa diperlakukan secara tidak adil karena dia merasa rendah. Anda bisa tenang. Aku akan coba menenangkannya. Aku juga harus bertanggung jawab untuk masalah ini. Aku seharusnya tidak meninggalkannya tadi.”

Saat aku kembali ke ruangannya, aku menemukan Dong Ri sedang duduk di pojok ruangan sambil menatap ke angkasa seperti orang bodoh. Aku berjalan sampai ke depannya dan bertanya, “Ada apa, Dong Ri? Siapa yang menindasmu? Ini kesalahanku, seharusnya aku tidak meninggalkanmu di sana.”

Dong Ri menjawab dengan nada tidak peduli, “Ini bukan tentang dirimu.”

“Kalau begitu apa masalahnya? Jangan jadi seperti ini, oke? Aku juga adalah orang biasa, bagaimana dengan itu? Biarkan orang mengatakan apa yang mereka inginkan.” Aku menggunakan kekuatanku untuk mengguncang bahunya.

Mendadak Dong Ri mendorongku dengan kasar sambil berteriak, “Meskipun kau orang biasa, kau masih memiliki ayah dan ibu! Apa yang aku punya? Aku tidak punya apapun. Aku seorang yatim piatu. Kau tahu apa yang mereka katakan padaku? Mereka bilang aku adalah keturunan campuran. Keturunan campuran. Tahukah kamu?”

Saat ini, Guru Wen dengan buru-buru masuk dari luar dan memeluk Dong Ri dengan erat. “Anakku, jangan seperti ini. Kau masih memiliki aku. Aku adalah keluargamu yang paling dekat sekarang.” Sepertinya Dong Ri merasakan kenyamanan berada dalam rangkulan Guru Wen karena dia terlihat menangis. Sambil memeluknya, Guru Wen tidak bisa menahan air matanya juga.

“Anakku, katakanlah. Siapa yang menyebutmu seorang keturunan campuran? Katakan padaku.” Guru Wen mengeluarkan hawa membunuh yang sangat dingin sambil mengatakan itu. Aku sangat yakin bahwa jika sebuah nama keluar dari bibir Dong Ri, Guru Wen akan langsung menerkam orang itu dan mencincangnya. Mungkin Dong Ri sudah tahu apa yang akan terjadi jika dia mengatakan itu, jadi dia hanya mengelap air matanya dan berkata, “Anda tidak perlu bertanya.”

“Katakan padaku.” Guru Wen memegang erat bahu Dong Ri. Aku langsung berlari ke arah mereka, menggenggam tangan Guru Wen dan berkata, “Guru Wen, anda tidak perlu menyinggung masalah ini lagi. Jika anda melakukan sesuatu orang-orang akan berkata bahwa anda adalah orang besar yang mengambil keuntungan dari yang lebih kecil. Biarkan kami yang lebih muda menyelesaikan masalah kami sendiri. Aku akan pergi bersama Dong Ri untuk menuntut keadilan.” Aku juga memiliki amarah dahsyat yang meluap-luap dalam tubuhku. Mereka berani menindas temanku, sepertinya mereka sudah hidup cukup lama.

Sepertinya karena hal inilah Guru Wen secara perlahan menjadi semakin lama semakin tenang, Dia berkata sambil menghela nafas, “Zhang Gong, kalau begitu aku akan memintamu untuk melakukan seperti yang kau katakan.”

Aku menjawab dengan dingin, “Kalian mungkin tidak tahu, tapi sebelum aku tiba disini, magic power milikku sudah mencapai tingkat seorang magister.” Kalau aku ingin meningkatkan kepercayaan dirinya terhadapku, aku tidak bisa menyembunyikan kekuatanku darinya.

Guru Wen dan Dong Ri sama-sama terkejut. Seorang magister yang sangat muda! Siapa yang akan percaya dengan hal itu?

Aku berpikir bahwa mereka masih belum yakin, light element yang sangat kuat bergejolak saat aku mengeluarkan gold dan transparan milikku dari upper dantianku. Setelah mengitariku beberapa saat, gold dan berhenti di depan upper dantianku. Ini adalah salah satu sihir langsung yang paling kuat dari light magic, serangan energi murni.

Sepertinya Dong Ri sudah lupa pada rasa malunya saat dia berkata, “Ah, kau sangat kuat Zhang Gong.”

Aku menarik sihirku dan berkata kepada Dong Ri dengan mantap, “Adik kecil yang baik, besok kita akan mencari mereka yang sudah menindasmu dan membalaskan dendammu. Bukankah kita juga manusia? Di masa depan kita pasti akan bisa membuat karir untuk diri kita sendiri.”

Kata-kataku sepertinya berhasil membuat Dong Ri menenangkan dirinya. Dia menggenggam erat tanganku, Semua kata-kata kami sudah terucapkan.

Setelah Guru Wen pergi untuk beristirahat, aku bertanya kepada Dong Ri apa masalahnya. Dengan menggertakkan giginya, dia bercerita padaku tentang apa yang terjadi saat pertemuan mereka.

Ternyata setelah aku pergi, Hong Xue menjerat Dong Ri dan memaksanya menemaninya jalan-jalan. Tidak lama kemudian, mereka bertemu dengan seorang anak bangsawan. Tidak peduli mereka adalah putra dari seorang Duke atau Earl, mereka semua mencoba menggoda Hong Xue. Hong Xue benar-benar seorang femme fatale (seorang wanita yang sangat menarik yang menyebabkan masalah atau rasa tidak bahagia kepada laki-laki yang terlibat dengannya). Tidak aneh jika mereka sangat cemburu kepada Dong Ri yang bisa menemani Hong Xue. Mereka langsung mengumpat kata-kata yang kasar kepada Dong Ri. Seluruh kata-kata vulgar dilontarkannya kepada Dong Ri. Sejak masa kanak-kanak, Dong Ri tidak pernah memiliki banyak kontak dengan yang lain dan dia juga tidak melawan balik. Hanya setelah Hong Xue membalas mereka untuk Dong Ri barulah dia akan melawan para bangsawan itu dengan marah dan berlari pulang sambil merajuk.

Translator / Creator: Veve