November 29, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 16

 

Physical Training

“Kemarilah, ayo bicara sambil makan.” Kami tiba di ruang makan khusus milik kepala sekolah. Awalnya, aku sangat gugup dan makan hanya sedikit demi sedikit. Tapi saat aku melihat bagaimana Guru Wen menyantap makanannya, aku merasa bahwa bayanganku sebelumnya terlalu elegan.

Guru Wen menaikkan satu kaki ke atas bangkunya dan dengan berisik dan kasar dia menyendok makanannya ke dalam mulutnya, membuat makanannya berceceran kemana-mana. Dong Ri memberikanku senyum malu-malu. Aku mendengar suara Guru Wen, “Zhang Gong, kenapa kau tidak makan? Ayo, makan lagi yang banyak.”

Setelah mendengar kata-kata Guru Wen, tentu saja aku langsung bertindak. Aku mulai menyapu semua makanan seperti tornado. Dari pagi hari hingga sekarang, aku hanya makan beberapa bekal perjalanan. Aku sudah merasa lapar setengah mati untuk waktu yang lama. Sekarang saatnya mereka untuk kaget. Dalam waktu singkat yang tidak diperhatikan Guru Wen, aku sudah menghabiskan separuh makanan yang tersaji di atas meja.

“Wah, anak ini. Apakah Lao Lun sudah membuatmu sangat kelaparan, jadi kau kemari untuk memuaskannya?” Guru Wen menggodaku.

Sekarang karena aku sudah makan, aku tidak bisa lagi bersikap sopan seperti tadi. Aku akan makan hingga aku kenyang sebelum memikirkan itu lagi. Dengan mulut penuh, aku menjawab dengan suara yang teredam, “Guru Wen, jika anda tidak segera makan, anda akan kelaparan nanti.”

“Ah! Dong Ri, cepatlah makan. Dia makan terlalu cepat, kita tidak akan makan apa-apa jika kita tidak cepat.”

Bagaimana mungkin kami masih dapat berbicara sambil makan seperti ini, ini tampak seperti sebuah kompetisi. Saat semua makanan sudah habis, aku yakin hanya akulah yang makan sampai kenyang. Guru Wen dengan enggan berkata, “Sepertinya kita harus membuat lebih banyak makanan nanti. Si tua Di mengirimkan aku seorang ember nasi.”

Setelah kembali ke pondok dari kayu, Guru Wen berkata, “Zhang Gong, mulai sekarang kau akan tinggal dengan Dong Ri di rumah yang ada disebelah kiri. Si tua Di mengijinkanku untuk melatihmu selama setengah tahun. Apakah kau bisa berusaha dengan tekun?” Aku melihat sedikit kelicikan dari matanya. Sepertinya hidupku akan jadi sulit. Kalau begitu aku tidak boleh membuat Guru Di malu. Aku menjawab dengan mantap, “Tidak masalah. Aku akan berlatih dengan giat.” Dalam hati aku percaya, dengan pondasi yang aku pelajari dari kakak (Zhan Hu), aku pasti bisa mengatasi apapun yang terjadi.

Kami mulai berbicara sedikit. Dari percakapan kami, aku mengetahui bahwa Guru Wen adalah seorang Radiant Knight dan Dong Ri seorang Earth Knight. Dibalik rambut pirang milik Dong Ri terdapat ciri khas unik sebagai seorang half-elf, telinga yang runcing (half-elf amat sangat langka, mereka adalah hasil dari pasangan manusia dan elf. Mereka memiliki kepintaran seperti manusia dan kemampuan seperti elf. Dong Ri adalah contohnya, dia memiliki tubuh manusia tapi memiliki wajah seorang elf. Semua elf sangat tampan, dalam hal ini Dong Ri membuatku mengakui kekuranganku. Aku tahu dalam hal bakat, dia tidak lebih lemah dariku. Hanya saja dia tidak seberuntung diriku.) Guru Wen mengatakan bahwa kemampuan memanah Dong Ri adalah kemampuan dari leluhurnya. Mereka sangat kuat, bahkan dia mengakui kekurangannya dalam hal ini.

Tanpa sengaja aku mengatakan, “Kemampuan memanah Dong Ri memang bagus. Jika dia belajar menggunakan sihir untuk membuat anak panah sihir, maka itu akan jadi semakin kuat.”

Mereka berdua berhenti bicara dan melihat kearahku dengan tatapan aneh. Mata Dong Ri seperti dipenuhi keinginan tanpa batas. Aku bertanya, “Apa? Apakah aku mengatakan sesuatu yang salah?”

Untuk pertama kalinya, Guru Wen mulai tampak serius dan berkata, “Tidak, apa yang kau katakan tidak bisa lebih masuk akal. Jika kau tidak datang, aku akan mengirim Dong Ri kepada si tua Di untuk mengajarinya beberapa sihir. Sekarang karena kau sudah datang, kalian berdua bisa saling mengajari satu sama lain. Sebagai pertukarannya, aku juga akan mengajarimu beberapa seni bela diri.”

Aku berkata sambil tersenyum, “Jangan terlalu serius, pak. Saudara Dong Ri dan aku tidak akan membuat anda dan Guru Di kecewa.”

Keesokan harinya, Guru Wen membuatku melatih fisikku dengan Dong Ri. Guru Wen memiliki banyak ketentuan yang keras, jauh lebih keras daripada kakak Zhan Hu. Jika bukan karena kenyataan aku memiliki beberapa pondasi yang kuat, aku pasti sudah pingsan cukup lama. Guru Wen bahkan memujiku dengan mengatakan kemampuan fisikku tidak seperti seorang mage. Mungkinkah dia tahu bahwa aku sudah berlatih selama dua bulan?

Aku akhirnya bisa beristirahat di siang hari. Sebenarnya, Guru Wen ingin mengajariku battle spirit, tapi aku mengatakan padanya kalau aku sudah mempelajari battle spirit dari seorang teman dan tidak ingin mengubahnya. Guru Wen memintaku menunjukkannya padanya, tapi aku mengatasinya dengan mengatakan bahwa temanku tidak ingin aku menunjukkannya kepada orang lain. Guru Wen menjadi sedikit marah dan mengatakan bahwa dia tidak ingin menggangguku lagi tentang itu. Keesokan harinya, dia meningkatkan level latihan fisikku dengan sangat banyak. Rasanya hampir membunuhku.

Itu cukup bagus. Ascending Dragon Judgement benar-benar metode untuk mengolah battle spirit yang bagus. Aku hanya perlu duduk sebentar dan bermeditasi kemudian kekuatan fisikku akan pulih. Magic power milikku sepertinya sudah mencapai bottleneck. Aku tidak bisa menemukan cara untuk mengembangkannya tapi aku punya perasaan bahwa aku akan diperkaya. Bagaimanapun, aku merasakan bahwa dengan kekuatanku sekarang, aku mampu menggerakan gunung-gunung bahkan mengisi lautan. Magic Power milikku sudah seperti aliran air Sungai Yangtze yang tidak ada habisnya.

Aku menggunakan metode yang sama yang aku gunakan kepada kakak Zhan Hu untuk mengajari light magic kepada Dong Ri. Penerimaannya bahkan lebih cepat daripada Zhan Hu. Saat aku mempelajari teknik berpedangnya, aku hanya bisa menggunakan kata ‘menakutkan’ untuk mendeskripsikannya. Dalam jarak 800 meter, menggunakan pengelihatannya yang tajam, dia mampu memotong sayap kanan seekor lalat tanpa menyentuh sayap kirinya. Guru Wen sudah berlebihan dengan mengatakan bahwa hanya dengan melihat sekali saja, Dong Ri sudah mampu membedakan mana lalat jantan dan betina. Karakter Dong Ri lebih mudah bergaul. Sebagian dari karakternya mirip denganku. Meskipun kami belum mengenal satu sama lain dalam waktu yang lama, kami sudah menjadi teman yang sangat baik.

Sore hari adalah waktu yang paling baik dari setiap hari karena kami dapat pergi keluar dan bersenang-senang.

Waktu berjalan begitu cepat. Aku sudah tinggal di Xiuda selama sebulan. Hari ini, Dong Rid an aku pergi keluar untuk bermain. Kami baru saja melangkah keluar akademi saat seseorang memanggil Dong Ri.

“Kakak Dong Ri.” Sebuah suara yang halus mendekat.

Dong Ri dan aku menoleh secara bersamaan. Seorang gadis berambut merah mendekati kami, mungkin satu tahun lebih muda dari kami (Aku lebih tua dua bulan dari Dong Ri). Dia memiliki mata yang besar dan berair dan rambut yang sangat panjang. Aku menepuk Dong Ri dan berbisik kepadanya, “kekasihmu?”

Wajah Dong Ri langsung berubah menjadi merah. Dia dengan tergesa-gesa menjelaskan, “Tidak, kami hanya teman biasa.” Aku menggodanya,

“Benarkah? Tidak terlihat seperti itu. Hehe.”

Sekarang, gadis berambut merah itu sudah sampai dihadapan kami dan berkata kepada Dong Ri, “Kakak Dong Ri, lama tidak jumpa. Apakah Guru Wen bersikap terlalu ketat? Kamu tampaknya kehilangan berat badan.” Wow, dia khawatir kepada Dong Ri sampai seperti itu dan dia masih mengatakan gadis itu bukan pacarnya.

Dong Ri bergumam, “Halo nona Hua Lun.”

Nona Hua Lun mengatakan dengan kesal, “Bukankah aku sudah bilang padamu, jangan memanggilku nona Hua Lun. Panggil aku Hong Xue, mengerti. Eh siapa ini?” Dia baru saja menyadari keberadaanku, apakah aku tidak sepenting itu? Aku rasanya dianggap sebagai angin.

“Hua Lun, ah, tidak, maksudku Hong Xue. Ini adalah temanku, seorang murid dari sahabat Guru Wen. Dia mempelajari sihir.”

Aku tersenyum dan berkata, “Halo, nona Hua Lun, aku Zhang Gong Wei.”Dia membalas dengan lembut, “Halo, namaku Hong Xue Hua Lun. Suatu kehormatan bertemu denganmu.”

Aku berkata kepada Dong Ri, “Dong Ri, aku masih ada beberapa hal untuk dilakukan. Kau dan nona Hua Lun bisa bicara, aku akan pergi duluan.”

Aku dengan cepat pergi menjauh tanpa menunggu jawaban dari Dong Ri. Haha, ayo berikan dia kesempatan.

Translator / Creator: Veve