November 29, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 15

 

The Knight Academy

Memasuki perbatasan Xiuda, ada banyak perbedaan dibandingkan Aixia seperti dugaanku, tapi sifat sederhana dan kejujuran orang-orang di sini masih sama. Di mana pun di Xiuda, kau bisa melihat para warrior menggunakan pakaian knight. Bahkan beberapa desa terpencil juga seperti ini. Tampak jelas bahwa Xiuda sangat menghargai tradisi militer.

Di perjalanan, aku berlatih beberapa spell tingkat 8 yang sebelumnya tidak bisa aku gunakan dengan buku light magic yang diberikan Guru Di padaku. Meskipun sihir itu hanya satu tingkat lebih tinggi, mereka sangat menakjubkan, hasilnya benar-benar berbeda bagai bumi dan langit. Peningkatan kekuatanku membuatku merasa penuh percaya diri dalam menyelesaikan petualangan untuk belajar ini.

Karena aku menggunakan baju earth knight (yang diberikan Zhan Hu padaku), aku sampai ke ibukota Kerajaan Xiuda tanpa kesulitan. Ah, bangunan yang megah sekali, menara gerbang kota yang sangat tinggi menakuti orang saat pertama kali melihatnya. Dari pengamatanku, penjaga kota seluruhnya terbentuk dari advanced warrior, benar-benar kuat.

Saat petugas penjaga kota dan orang-orangnya melihatku menggunakan pakaian earth knight, mereka memberikan tatapan menghormati, memuaskan rasa banggaku. Saat aku ingin masuk kedalam kota, aku mendadak mendengar seseorang berteriak dari dalam kota, “Semua orang yang ada di depan, minggirlah!” Tanpa sadar aku berdiri di pinggir dan melihat kota. Wah, apakah itu earth dragon?

Aku melihat sepuluh makhluk berukuran besar keluar. Di atas setiap makhluk terdapat seorang knight mengenakan armor duduk dan memegang tombak naga yang panjangnya mencapai tiga meter enam puluh centi. Benar-benar membangkitkan rasa hormat. Makhluk besar ini pasti earth dragon. Aku mengamati dengan cermat, panjang tubuh mereka sama seperti Xiao Jin, hanya saja sedikit lebih pendek. Tubuh mereka sekitar lima meter panjangnya, dan tingginya dua meter, dengan dua kaki belakang yang besar untuk menopang tubuh mereka dan dua cakar besar di tubuh bagian depan mereka. Tidak bisa diragukan lagi mereka mampu merobek seekor harimau menjadi dua.

Aku bertanya kepada orang di sebelahku, “Halo, apakah ini Earth Dragon Corps?”

Prajurit yang ada di sebelahku melihatku dan berkata, “Kau bukan berasal dari sini? Earth Dragon Corps secara rutin melakukan patroli di kota setiap hari. Mereka benar-benar idola kami.”

Aku tertawa dan berkata, “Itu benar. Aku datang ke sini untuk menuju ke Royal Knight Academy. Aku belum pernah melihat earth dragon sebelumnya. Mereka sangat mengagumkan.”

Prejurit itu memasang wajah penuh penghormatan dan mengatakan degan hormat, “Di masa depan kau pasti akan menjadi seorang anggota Earth Dragon Corps.”

Melangkah masuk ke kota Xiuda, seluruh tempat di dalam kota penuh dengan keramaian suara dan semangat. Aku hanya bertanya satu kali dan menemukan arah menuju Royal Knight Academy. Saat tiba di gebangnya, baru saja aku ingin melangkah masuk, seorang penjaga menghalangi jalanku.

Dengan sopan dia bertanya, “Halo tuan, boleh aku tahu siapa yang sedang anda cari?”

Dengan tegas aku berkata, “Halo. Aku adalah seorang alumni dari Royal Intermediate Magic Academy dari Kerajaan Aixia, atas nama kepala sekolah Lao Lun Di datang untuk menemui kepala sekolah akademi ini, Li Ke Wen.”

“Jadi kau datang dari Kerajaan Aixia, aku akan membawamu menemui kepala sekolah.” Ujarnya dengan terus terang.

“Kalau begitu aku sangat berterima kasih.” Dia menjelaskan aku kepada seorang penjaga lainnya, kemudian membawaku masuk ke akademi. Yang pertama kali aku lihat saat masuk kedalam gerbang adalah sepasang patung kuda bangsawan yang tangkas. Sepertinya ini adalah lambang para knight. Penjaga dan aku melewati tujuh ruangan dan melewati delapan bangunan sekolah dan beberapa lapangan latihan yang luas, sampai ke pelosok akademi ini. Lingkungannya sangat bagus. Terlihat seperti hutan kecil, sangat jarang melihat ada tanaman sebanyak ini yang tumbuh. Di tengah hutan, ada sebuah halaman, di tengah halaman ada sebuah ruangan. Tanpa perlu mendekat, aku bisa mendengar orang-orang berbicara.

Sebuah suara yang tegas dan marah mengatakan, “Kenapa kau sangat bodoh? Jangan gunakan serangan yang tidak fleksibel, gunakan apa yang sudah kau pelajari dengan kreatif. Kalau kau terus berlatih dengan tidak fleksibel seperti ini kau selamanya tidak akan pernah bisa menjadi radiant knight. Kau sangat bodoh.”

Suara yang berbeda tapi penuh hormat mengatakan, “Baik, Guru.”

“Aku merasa seperti sedang bersama orang idiot. Ayo, lakukan lagi.”

Aku bertanya kepada penjaga itu, “Apa itu tadi?”

Penjaga itu tersenyum, “Kepala sekolah yang hebat sedang melatih muridnya. Ayo kita kesana.”

Dalam hati, aku merasa sedikit takut, “Apa tidak apa-apa jika kita mengganggu mereka?”

Baru saja aku mengeluarkan suaraku, sebuah suara yang tegas dari dalam halaman itu memotongnya, “Siapa di sana? Bukankah aku sudah memerintahkan untuk melarang siapapun yang ingin menggangguku?”

Penjaga itu mengatakan dengan penuh hormat, “Tuan Kepala Sekolah, Lao Lun Di dari Kerajaan Aixia telah mengirim seseorang untuk menemuimu.”

“Oh? Cepatlah masuk.”

Aku masuk ke halaman bersama dengan penjaga itu. Ada dua orang di dalam sana. Satu adalah orang tua dengan tinggi melebihi dua meter dan memiliki janggut seperti naga. Dia memakai pakaian warrior yang ketat dan memegang sebuah pedang kayu. Di sebelahnya ada seorang remaja yang tampaknya tidak jauh berbeda denganku. Dia sedikit lebih tinggi dariku. Tubuh bagian atasnya berwarna merah cerah dan menunjukkan ototnya yang kasar dan kuat. Sepertinya sesaat yang lalu mereka sedang berlatih menggunakan pedang kayu.

Aku dengan cepat maju kehadapan orang tua itu dan memberikan rasa hormat yang dalam. Aku membungkukkan kepalaku dan berkata dengan hormat, “Guru Li Ke Wen, halo. Namaku Zhang Gong Wei, seorang alumni dari Royal Magic Intermediate Academy di Kerajaan Aixia. Aku dipercaya oleh Guru Di untuk datang dan menemui anda.”

Guru Wen melihatku dari ujung kepala hingga ke ujung kaki dan tersenyum, “Lao Lun orang tua itu, aku kira dia sudah lupa tentangku. Kau adalah muridnya? Sampai sekarang masih ada orang yang ingin belajar light magicnya yang tidak menarik. Sepertinya bakatmu tidak jelek juga tapi tidak setara dengan kemampuan bela diri yang aku pelajari, haha.”

Sebuah karakter yang terus terang, namun kata-katanya barusan membuatku malu. Dengan tidak rendah hati tapi juga tidak arogan, aku berkata, “Light magic milik Guru Di masih sangat kuat. Seperti kemampuan bela diri milik anda, masing-masing memiliki ciri khasnya sendiri. Maaf, murid ini tidak bisa menundanya lagi. Ini adalah sebuah surat dari Guru Di. Silahkan dilihat.”

Guru Wen mengambil suratnya dan berkata, “Tidak perlu bicara seformal itu. Rasanya aneh ketika aku mendengarnya. Aku akan melihat apa yang ditulis oleh Guru Di.” Dengan cepat dia membaca surat dari Guru Di dan sekali lagi mengamatiku dari ujung kepala hingga ke ujung kaki. Sambil melihat rambutku yang lurus, akhirnya dia berkata, “Si tua Di menyatakan bahwa dia sangat percaya diri terhadapmu, karena kau adalah seorang jenius yang menguasai magic. Meskipun aku tidak tahu seberapa jenius.”

Aku tidak berani menjawab, cemas jika sebuah jawaban akan membangkitkan tempramen pemarah orang tua ini. Sebenarnya muridnya itulah yang membantuku keluar dari situasi ini, “Guru, seorang tamu sudah datang, kenapa anda tidak mengundangnya masuk ke dalam ruangan untuk beristirahat? Anda menakut-nakutinya.”

“Hehe, benar juga. Kalian anak muda akan menjadi sangat akrab di masa mendatang, bukan? Kemarilah. Masuklah kedalam ruangan ini. Penjaga, kau boleh kembali.”

Kami masuk ke ruangan yang terbuat dari kayu. Guru Wen menanyakanku bagaimana kabar dari Guru Di. Dari pertanyaannya, aku bisa merasakan bahwa dia dan Guru Di memiliki persahabatan yang erat.

Guru Wen berkata, “Oh, benar juga. Aku belum memberikanmu perkenalan diri. Ini adalah muridku, Dong Ri Huo. Dia separuh elf. Dia adalah seorang anak yang mampu merasakan tempramen gurunya dengan tajam.”

Dong Ri merasa sedikit malu dengan kata-kata Guru Wen. Aku mengangguk kearahnya sambil berkata, “Halo, mohon bantuannya.” Dia hanya membalasku dengan sebuah senyuman.

Translator / Creator: Veve