November 28, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 14

 

Onward to Xiuda

Aku merasakan light element disekitarku mulai menyelimuti sekelilingku. Seluruh tubuhku tenggelam dalam lautan light element. Apa yang menyebabkan ini? Aku menarik jariku, membiarkan Zhan Hu memahami light element yang lembut itu sendiri. Duduk bersila dihadapan Zhan Hu, aku memusatkan pikiranku pada golden sphere milikku yang hampir transparan. Golden sphere tidak menunjukan tanda-tanda keabnormalan, tidak bergerak di antara kedua alisku.

Aku hanya rileks, berpikir untuk berdiri dan meregangkan tubuhku; mendadak light element di sekitarku dengan ketakutan bergejolak dengan aku ditengahnya. Light element menyebar diseluruh tubuhku, kekuatannya terlalu besar. Aku tidak berani menolak dan hanya berusaha merilekskan tubuhku, menerima baptisan light element tersebut. Light element ditubuhku berkumpul seperti petir. Dari ujung kepala hingga ke ujung kaki, tubuhku seperti sebuah balon yang digembungkan. Aku tidak bisa menyerapnya lagi. Saat ini, golden sphere mulai bergerak. Dia mulai bergerak melalui pembuluh darahku, dengan cepat menyerap kelebihan light element yang ada. Perasaan menggembung itu perlahan-lahan menghilang. Tingkat penyerapan golden sphere jauh lebih besar dari sebelumnya. Dengan cepat, light element yang ketakutan dan memasuki tubuhku itu mulai stabil. Aku akhirnya merasa rileks dan bernafas lega. Aku terus mengendalikan situasi sampai light element tidak lagi masuk kedalam tubuhku.

Aku menarik nafas panjang, mengendalikan golden sphere yang ada didalam tubuhku untuk mengitari tubuhku sebelum kembali ke upper dantianku. Aku kagum saat menemukan bahwa golden sphere yang tadinya hampir transparan kini sudah seluruhnya menjadi transparan, dan mengeluarkan cahaya gemerlapan. Didalam tubuhku, Xiao Jin mengirimkan suasana hati yang penuh semangat. Tampak jelas bahwa dari gejolak ketakutan light element tadi sudah memberikanku keuntungan yang tidak sedikit. Aku ingat Guru Di mengatakan padaku bahwa aku harus berusaha keras agar golden sphere milikku menjadi transparan dalam waktu empat sampai lima tahun. Lalu bagaimana ini bisa terjadi? Aku berusaha mengingat apa yang terjadi sebelumnya dengan hati-hati. Mungkinkah ketika aku mengenalkan light element kepada Zhan Hu mereka mengakuiku sekali lagi? Ini terlalu ajaib. Aku tidak bisa menahan perasaan senang yang begitu dahsyatnya bergejolak didalamku. Saat ini aku sudah menjadi magister kesebelas di benua ini, setidaknya dari magic powerku. Berikan aku sedikit waktu untuk mengendalikan kekuatanku dan aku tidak akan lebih lemah dari siapapun lagi. Ini terlalu hebat.

Aku membuka mataku. Zhan Hu sudah bangun lebih dulu, melihatku dengan teliti. Melihatku bangun, dia dengan terburu-buru bertanya, “Zhang Gong, apa yang terjadi padamu? Sesaat yang lalu tubuhmu mengeluarkan sinar cahaya emas yang menyilaukan, membuatku tidak bisa mendekatimu. Apa yang barusan itu?”

Aku berkata dengan penuh perasaan, “Kakak, aku berhasil. Saat aku mengenalkanmu kepada light element, aku tidak tahu mengapa tapi aku mendapat baptisan light element. Saat ini, sumber magic power yang ada didalam tubuhku, golden sphere milikku sudah menjadi transparan sepenuhnya.”

Saat Zhan Hu mendengar ini, dia menunjukkan wajah kebingungan dan tersenyum sambil berkata, “Bicara lebih pelan, jangan terlalu cepat. Kalau kau bicara secepat itu, aku tidak bisa mendengar dengan jelas.”

Aku melihat kedalam mata Zhan Hu, dan bicara kata demi kata, “Dengan kata lain, saat ini magic power adikmu ini sudah mencapai level seorang magister.”

Setelah Zhan Hu mendengar apa yang aku katakan, mulutnya menjadi huruf O dan berkata dengan kagum, “Adik, kau sudah berhasil. Kau berhasil. Kakakmu ini mungkin tidak bisa menjadi lawanmu sekarang. Haha! Bagus sekali. Aku punya seorang magister sebagai adik kecilku, ayo kita minum sedikit dan merayakannya.”

Sambil merayakannya, aku bertanya apa yang dia rasakan dari light element. Dia mengatakan padaku kalau dia merasa sangat nyaman. Aku mengatakan padanya dia harus memikirkan baik-baik tentang metode yang aku sudah ajarkan padanya.

Setelah aku menjadi magister, kami terus bertukar pengetahuan masing-masing. Dua bulan sudah berlalu dengan sekejap mata dan aku sudah berlatih Ascending Dragon Judgement sampai pada tahap basic understanding. Zhan Hu sangat kagum dengan kecepatan belajarku. Kami berdua mengakui bahwa spirirtual powerku saat ini sangat kuat. Sehingga tidak hanya bisa digunakan untuk mengontrol magic power, itu juga bisa digunakan untuk mengendalikan battle spirit sampai ke tingkat yang luar biasa. Tubuhku sudah lebih kuat dari yang dulu, dan sebagai hasil sering mengisi perutku sendiri dengan banyak makanan setiap hari, berat badanku naik sampai lima kilogram. Sebagai tambahannya, kulitku sedikit coklat karena berlatih setiap hari. Dari Zhan Hu, aku belajar tiga teknik berpedang. Battle spirit milikku pada dasarnya sudah membantu penggunaan sihirku.

Perkembangan Zhan Hu juga sama besarnya. Dia sudah bisa menggunakan beberapa light spell yang paling mendasar. Aku pertama-tama mengajarkannya beberapa sihir pendukung, karena mempelajari sihir light attack level advance bukanlah sesuatu yang bisa dipelajari dalam waktu singkat. Dia sudah mampu menggunakan sihir pendukung light element dengan knight sword miliknya dan battle spiritnya dalam permainan pedangnya. Itu menghasilkan sesuatu yang bagus. Jika aku menggunakan advanced attack spell untuk menyerangnya, itu tidak akan mempengaruhinya. Sangat mudah untuk menjelaskan ini padanya. Dengan semangat dia mengatakan padaku dia sudah mulai melangkah menjadi seorang Radiant Knight. Aku yakin dia akan segera berhasil. Dia juga mengatakan bahwa dia tidak akan membiarkanku maju sendirian dan akan melampauiku.

Dua bulan tinggal bersama membuat kami seperti saudara kandung. Kami sudah sampai pada titik di mana kata-kata tidak lagi diucapkan. Aku memberitahunya tentang tugas yang Guru Di berikan padaku. Dia mengatakan padaku jika aku sudah menyelesaikan perjalananku dari Xiuda aku harus kembali dan dan mencarinya. Dia ingin menemaniku menyelesaikan tugas yang berat ini. Sebenarnya, aku sangat senang. Memiliki kemampuannya yang kuat akan membantu banyak untuk menyelesaikan tugas ini. Dengan kedua kekuatan kakak-beradik ini yang digabungkan, mereka bisa menghancurkan emas. Haha, aku tidak menduga Ma Ke tidak bisa ikut dan mendapat Zhan Hu untuk menemaniku.

Aku harus pergi. Zhan Hu mengantarku pergi dari pintu masuk desa. Dia memberiku hadiah satu set baju ksatria miliknya yang dulu. Meskipun tidak tampak indah, saat aku menggunakannya, itu tampak sangat bersemangat. Untuk menyesuaikannya, dia memberiku sebuah pedang besi, pedang itu memiliki penampilan yang sangat mempesona. Zhan Hu berkata dengan begini aku akan diterima dan disambut di Xiuda. Ini juga akan memudahkanku untuk mendapat hormat dari banyak orang. Ini akan membuatnya sangat mudah saat ingin masuk atau keluar dari sebuah kota.

Berdiri di pintu masuk desa, aku melihat desa kecil itu yang ukurannya sama dengan sebuah kebun buah peach, dan kemudian berkata sambil menghela nafas, “Kakak, aku benar-benar tidak menyukai untuk berpisah dengan tempat ini.”

Zhan Hu menarik bahuku kearahnya dan mengatakan, “Adik, bahkan sebuah pesta akan mencapai akhirnya. Jagalah dirimu baik-baik sepanjang perjalananmu. Saat kau menyelesaikan perjalananmu di Xiuda cepatlah kembali dan temui aku. Kita akan menemukan Holy Sword bersama-sama. Kakak akan menunggu saatnya untuk pergi bersama dan menciptakan sebuah dunia baru.”

“Baguslah. Kakak, tenanglah. Aku akan kembali secepat mungkin.”

Zhan Hu dengan sedikit sedih berkata padaku, “Saat kau ada di Xiuda, kalau kau ada kesempatan, maukah kau menengok rumahku? Tapi kau tidak boleh mengatakan kepada mereka keadaanku sekarang. Selama mereka aman, aku akan sangat lega.” Tampaknya dia masih sangat khawatir terhadap rumahnya. Lagipula itu adalah rumah di mana dia dilahirkan dan dibesarkan.

“Lalu kenapa kau tidak kembali saja? Itu akan sangat bagus jika kau kembali bersamaku! Lalu kita tidak harus berpisah. Sang raja sudah tidak semuda itu lagi. Meskipun dia memiliki harapan yang tinggi terhadapmu, dia tidak akan berharap kau untuk pergi lagi.” Aku mengatakan itu untuk mencoba membujuknya bersamaku.

“Aku tidak bisa. Kau tidak mengerti. Kita akan membicarakan ini lagi setelah kau kembali jadi kita bisa berangkat untuk mencari Holy Sword. Kau pergilah sekarang. Cepatlah pergi jadi kau bisa cepat pulang.”

Sepertinya aku tidak bisa mengajaknya bagaimanapun juga. Dengan enggan aku melambaikan tangan tanda perpisahan kepada kakak yang aku miliki hanya dalam waktu dua bulan ini. Menatap ke arah Xiuda yang luas, aku melanjutkan perjalananku.

Translator / Creator: Veve