November 26, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 12

 

Big Brother Zhan Hu

Aku dan Zhan Hu memasuki desa itu. Dia benar-benar seperti idola di desa tersebut, saat seseorang melihatnya mereka langsung menyapanya. Dia bahkan merespon mereka satu per satu. Dia menyuruh seluruh bawahannya untuk pulang dan membawaku ke tempat tinggalnya. Dia tinggal di sebuah rumah kecil yang terbuat dari bambu di bagian paling dalam di desa. Di sekitar rumah itu terdapat pagar yang reyot.

Aku berkata dengan sedikit menyindir, “Kau harus memperbaiki rumah ini, atau angin akan meniupmu bersama dengan rumah ini.”

Dia tidak peduli dengan sindiranku. Sepertinya kata-kataku menimbulkan kekhawatiran dalam pikirannya. Dia mulai bergumam, “Setiap bulan delapan, angin musim gugur yang kencang meniup bambuku yang berat. Bambu itu jatuh ke sungai dan tersebar kemana-mana. Di tempat tinggi, angin mengambil ranting-ranting dan dahan pohon yang tinggi. Di bawah, tercipta sebuah angin puyuh, melubangi tanah di bawahnya. Sebelumnya, aku hidup dalam kemewahan, sekarang tidak ada apa-apa. Kebalikannya, hanya hidup yang sederhana dan biasa saja adalah keinginanku.”

Aku menepuk pundaknya, “Sepertinya kau sangat terluka oleh kejadian di masa lalu. Bisakah kau ceritakan padaku? Aku akan mendengarkanmu. Keluarkan semua isi hatimu, kau akan merasa jauh lebih baik.”

Dia melihat ke arahku. Matanya menunjukkan tatapan seorang sahabat baik, dan berkata dengan berani dan putus asa, “Benar, memikirkan semuanya terus-terusan membuatku merasa tidak baik. Hari ini akan aku biarkan kau mendengarnya. Ayo jalan, kita masuk ke rumah, berbincang dan minum.”

Dia belum pernah menikah dan hidup seorang diri. Dia membawa sebuah kendi berisi anggur entah dari mana dan mengeluarkan makanan yang cukup sederhana. “Ayo makan. Adikku, besok aku akan memberikanmu sesuatu yang lebih baik.”

Aku langsung berkata, “Ini sudah cukup baik.”

Dia mengeluarkan dua gelas anggur besar dan berkata, “Mari, silahkan minum.”

Aku sedikit malu-malu, “Aku belum pernah minum anggur sebelumnya. Bagaimana jika kau minum sendirian saja?”

“Tidak minum itu mustahil. Anggur adalah sesuatu yang sangat bagus. Kami para pria punya kesulitan sendiri sepanjang hidup kami, tanpa merokok (tembakau), tanpa minum-minum, kau lebih baik hidup seperti anjing. Ayo, minumlah.”

Sulit menolak dengan keramahan seperti itu. Aku ingin mencoba anggur dan merasakan seperti apa rasanya, “Baiklah, hari ini aku akan menemanimu dan minum denganmu.” Aku mengambil kendi berisi anggur itu dan mengisi gelas kami sampai penuh. Kami mengangkat gelas kami masing-masing dan meminumnya habis dalam satu tegukan, “Aku menghargaimu kakak, menghargaimu untuk menghabiskannya duluan.”

Dia tampak sangat bahagia dan minum lagi. “Bagus, minumlah sampai kau puas.”

Saat kami minum anggur itu, aku mulai merasa sedikit panas, aku juga mencium aroma sederhana dan murni. Dengan begitu, tidaklah sulit untuk meminumnya. Namun di dalam perutku terasa seperti api yang menyala-nyala, aku merasa perutku seperti terbakar. Wajahku menjadi merah padam. Setengah hari sesudahnya, tenagaku perlahan-lahan kembali.

Zhan Hu sambil tertawa berkata, “Tidakkah kau minum cukup lambat? Kekuatan anggur ini tidak bisa dianggap lemah. Kemampuan perutmu untuk minuman keras akan menjadi sangat kuat di masa depan. Jika orang rata-rata minum segelas anggur milikku, mereka bisa berada di ambang kematian.”

Dengan wajah yang sudah sangat merah, aku berkata, “Oh, jadi ini adalah anggur seperti itu.” Aku dengan cepat mencoba makanannya.

Setelah kami makan sebentar, aku bertanya, “Kakak, kenapa kakak memilih menjadi bandit? Dengan kemampuan kakak yang seperti itu, kakak seharusnya bisa pergi kemana-mana dan mendapatkan status yang sangat tinggi.”

Zhan Hu menghela nafas, kemudian berkata, “Adik, kau tidak akan tahu. Sebelumnya, aku sangat bersemangat sepertimu. Aku dulunya dianggap sebagai jenius di generasi muda Kerajaan Xiuda. Saat aku berusia dua puluh tahun, aku sudah menjadi seorang Heaven Knight. Saat itu, aku menjadi simbol kebanggaan keluargaku, apa yang diharapkan orang-orang untuk dicapai.” Dia berhenti dan minum seteguk besar anggur.

Aku sedikit menyela dengan berkata, “Lalu bagaimana dengan kelanjutannya?”

Dia melanjutkannya dengan berkata, “Kemudian, aku bergabung dengan pasukan tentara. Karena performaku yang mengagumkan, aku mendapat pujian dari banyak orang. Dengan cepat, aku mencapai posisi yang diinginkan dan diimpikan oleh banyak orang. Kau harusnya tahu tentang unit andalan Kerajaan Xiuda.”

“Earth Dragon Corps?” Aku mendengar Guru Di mengatakan ini sebelumnya. Jika ada di daratan biasa, satu Earth Dragon Legion mampu menghabisi segala macam musuh. Earth Dragon memiliki kekuatan magic defense yang mengagumkan. Kecuali yang ditemuinya adalah seseorang dengan magic tinggat tinggi, pada dasarnya akan mustahil untuk bisa melukainya dan pasukannya. Di benua timur, hanya Kerajaan Xiuda yang memproduksi Earth Dragon, tapi jumlahnya hanya beberapa.

“Ya, kau benar. Saat itu, diantara tiga Earth Dragon Corps, aku adalah pemimpin yang paling kuat.”

Ah? Jadi dia adalah orang yang sangat kuat dulunya. “Jadi saat itu, kau sangat bangga pada dirimu. Bagaimana dengan earth dragonmu? Aku dengar saat seekor earth dragon mengenali tuannya, dia akan mengikutinya selamanya.”

Zhan Hu terus menuangkan bergelas-gelas anggur dan dengan sedikit sakit dia berkata, “Nama earth dragon milikku adalah Zhan. Dia adalah earth dragon paling kuat yang ada di Earth Dragon Corps. Alasan terbesar yang membuatku seperti ini adalah karena dia. Saat latihan kami yang pertama, karena kesalahanku, Xiao Zhan mengorbankan nyawanya. Dia mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkanku.” Dia menggenggam rambutnya sendiri sambil kesakitan.

Aku menggenggam tangannya, dan menenangkannya, “Jangan lakukan itu. Semua itu sudah berlalu. Tidak ada gunanya untuk terus menyesalinya. Kau harus mulai melangkah kedepan.”

Mungkin karena usahaku menenangkannya mulai mempengaruhinya, dia perlahan-lahan menjadi tenang. Kami melanjutkan minum dan berbincang-bincang. Dia berkata bahwa sejak kematian Xiao Zhan, dia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri. Semua orang menyalahkannya, mereka semua berkata bahwa itu adalah kesalahannya sehingga dia kehilangan earth dragon miliknya yang berharga. Hal ini membuatnya kehilangan posisi sebagai ketua Corps. Saat itu, dia mulai minum-minum alkohol. Setiap hari mabuk, setiap hari melihat orang-orang tanpa perbedaan. Dia tidak bisa menahan diri lagi dan kabur. Tanpa tujuan, dia berjalan tanpa tujuan hingga sampai kesini. Saat tiba di sini, semua orang tertekan karena bandit. Karena kemampuan Zhan Hu, secara alami orang-orang di desa Li dapat diatur. Tapi kemudian, karena dia merasa simpatik dengan hidup para bandit dan secara bersamaan menginginkan sebuah rumah, dia memilih untuk tinggal dan menjadi kepala bandit mereka.

Jadi ternyata masa lalunya sangatlah sulit. Aku merasa tergerak. Aku minum seteguk besar anggur dan berkata dengan terus terang, “Ka… Kakak, aku sangat mengagumi karaktermu. Hik. Bagaimana jika kita bersumpah menjadi saudara?” Lidahku sudah menjadi besar, Saat ini rasa anggur sudah berubah menjadi manis. Aku melihat dua Zhan Hu bergoyang di mataku.

Zhan Hu minum hampir sebanyak yang aku minum. “Bagus. Adik yang sangat baik, kakak menghargai adik kecil ini. Suatu saat nanti, jika ada masalah, beritahu kakak. Kakak akan menolongmu menyelesaikan masalah.”

Aku merangkul bahunya dan sambil sedikit bergoyang, aku mengangkat gelasku, sambil berkata, “Baguslah, untuk kasih sayang kita sebagai saudara, ayo, kita habiskan minuman ini.” Begitulah, dia minum segelas, aku minum segelas, terus menerus bergantian hingga akhirnya kami berdua tumbang.

Ah, kepalaku sakit sekali. Saat pagi tiba, aku akhirnya bangun, dengan merasa pusing dan kepala yang kacau. Lebih lagi, dengan sakit kepala yang luar biasa.

“Adik, kau sudah bangun.” Suara Zhan Hu datang.

“Oh, kakak, kepalaku, kenapa rasanya sakit sekali?”

“Haha, kemarin kau minum sangat banyak, bagaimana mungkin kau tidak sakit kepala?” Zhan Hu berkata sambil tersenyum.

“Lalu bagaimana kau bisa baik-baik saja?” Aku penasaran.

“Aku minum setiap hari. Aku sudah terbiasa. Adik, kemarin kau mengatakan bahwa kau ingin kita bersumpah menjadi saudara. Benarkah demikian?”

Sedikit mabuk, aku berkata, “Tentu saja, aku akan merasa terhormat jika memiliki kakak seperti dirimu.”

Tergerak secara emosi, Zhan Hu mengatakan, “Baiklah, aku mengakuimu sebagai adikku. Kenapa kau tidak bangun, cuci wajahmu dan makan sesuatu? Lalu kepalamu tidak akan sakit lagi.”

Setelahnya, itu karena bantuan dari Zhan Hu si anak cahaya ini menemukan kasih sayang sejati. Bahkan, Zhan Hu kemudian menjadi sosok besar yang tidak terlupakan dalam sejarah.

Translator / Creator: Veve