November 26, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 11

 

Having a Bandit as a Friend

Pemimpin bandit itu berkata dengan semangat, “Baiklah saudaraku. Kau dan teman-temanmu bisa pergi sekarang. Aku akan pergi dan mendapatkan rampasan sekarang. Haha.”

Aku benar-benar tidak menyangka bahwa pada akhirnya akan seperti ini. Terlalu dramatis. Diluar dugaan, aku berteman dengan bandit yang berusaha merampokku.

Saat pemimpin caravan, Tuan Meng melihat bahwa kami sudah membuat musuh menjadi teman, hatinya menjadi tidak tenang. Dalam hatinya dia tidak berhenti memarahi dirinya sendiri karena memiliki penilaian yang buruk. Tanpa melihatku, dia berjalan dengan cepat kearah Long Meng dan memohon, “Ah, Long Meng. Bicaralah dengan Zhang Gong si Great Mage untuk menolong kami dengan menyuruh orang-orang itu membiarkan kami lewat. Kalau kami kehilangan barang-barang kami, kerugian kami akan sangat besar.”

Dengat tatapan menghina, Long Meng membalas dengan dingin, “Bukankah itu sudah terlambat sekarang? Siapa yang menyuruh kalian tidak mempercayai Zhang Gong? Siapa yang harus dinyatakan bersalah? Salahkan dirimu sendiri. Aku tidak akan punya muka kalau aku membantu kalian memohon.”

“Ya, ya. Itu karena penilaianku yang buruk. Aku terlalu egois. Tapi kami ada yang tua dan yang muda. Ada banyak orang kali ini yang jika kehilangan akan kehilangan seluruh masa depannya. Kumohon padamu, bantu aku bicara padanya.” Tuan Meng meneteskan air mata sambil mengatakan ini.

Meskipun Long Meng terlihat seperti orang yang tidak peduli di luar, tapi di dalam dia benar-benar baik hati. Setelah melihat Tuan Meng, yang lebih tua, menangis, hatinya mulai melembut. Dengan nada tidak berdaya, dia menjawab, “Baiklah. Jangan seperti ini. Aku akan mencobanya tapi aku tidak menjamin Zhang Gong akan setuju.”

“Terima kasih, terima kasih! Kau benar-benar orang yang baik!”

Aku mendengar percakapan mereka karena aku sedari tadi berdiri di belakang mereka. Aku merenung sebentar. Ah! Tidak mudah bagi seorang pedagang untuk bertahan hidup. Lupakan! Aku tidak perlu sampai merendahkan diriku seperti itu.

Tanpa memberikan kesempatan untuk Long Meng bicara, aku segera berkata, “Baiklah. Tidak perlu mengatakan apapun Long Meng. Aku akan pergi dan memohon untuk itu.”

Aku berjalan ke arah bandit yang sedang mengambil barang bawaan pedagang itu dan berkata dengan sedikit malu-malu, “Ini benar-benar memalukan. Aku harus mengganggumu.”

Pemimpin bandit dengan terus terang berkata, “Apa yang harus membuatmu malu? Kalau kau ingin mengatakan sesuatu katakan saja.”

“Sebenarnya begini. Tidak mudah untuk para pedagang ini untuk memberikan barangnya jadi maukah kalian membiarkan mereka pergi sekali ini saja? Lagipula, ini pertama kalinya aku menerima misi sebagai mercenary jadi aku tidak mau berhenti di tengah jalan dan harus membayar denda.”

Pemimpin bandit menggelengkan kepalanya dan berkata dengan nada aneh, “Aku khawatir itu tidak mungkin memuntahkan kembali daging besar yang sudah masuk ke mulut kami. Kenapa kau masih ingin menolong mereka? Tidakkah kau baru saja melihat wajah sebenarnya dari rombongan pencari keuntungan itu? Mereka bahkan tidak mempercayaimu jadi kenapa kau masih mau menolong mereka?”

Sambil merasa aneh juga, aku menghela nafas. “Ah, kalau begitu aku rasa tidak ada yang bisa dilakukan dengan hal ini. Pertama, mereka adalah pelangganku, dan kedua, mereka memiliki istri dan anak-anak. Aku hanya berharap kau tidak bersikap terlalu kasar kepada mereka. Aku tahu kau memiliki kesulitan sendiri, tapi semua orang harus memberikan jalan keluar masing-masing.”

Wajah ketua bandit ini menjadi suram, “Apa kau mengancamku?”

Aku menatapnya dengan mantap. “Tentu saja aku tidak mengancammu. Aku hanya berharap kau setuju dengan permintaanku. Di masa depan aku pasti akan membalas perbuatan baikmu.”

Dengan tatapan tegasku, dia perlahan melembut dan menghela nafas. Dengan tidak berdaya dia berkata, “Aku sangat tidak bisa menolak permintaanmu tapi aku menyukai karaktermu. Aku bisa melepaskan satu kuda untuk mereka, tapi tidak sisanya. Aku ingin separuh barang-barangnya karena aku punya banyak orang yang mengikutiku. Tentu saja aku tidak bisa membiarkan mereka pulang dengan tangan kosong. Selain itu, aku ada satu syarat.”

Jawaban darinya sudah sangat memuaskan dan juga pedagang tak bermoral ini harus diberi pelajaran. Ini adalah hasil yang paling baik. Dengan senyuman, aku berkata, “Kalau begitu aku berterima kasih. Beritahu aku syarat apa yang kau inginkan dan aku akan melakukan yang terbaik untuk memuaskanmu.”

“Syaratku sangat kejam. Hatimu harus sudah siap. Kalau kau tidak bisa melakukannya, maka perjanjian tadi hanya sia-sia.”

Jantungku berdegup kencang, dan aku menggertakkan gigiku. “Kalau begitu katakan. Akan aku lakukan jika aku bisa.” Apakah dia akan mempermalukanku dengan sengaja? Dia tidak akan menyuruhku membuka bajuku bukan…..?

Sambil tertawa, dia berkata, “Syaratku adalah…….” Dia berhenti sesaat untuk membuatku merasa tegang. “Mengundangmu datang ke benteng kami di gunung sebagai tamu.”

Setelah mendengar perkataannya, rasanya seperti balon yang kehilangan gasnya. Aku menjadi lemas dan hampir jatuh ke tanah. Aku jatuh. Aku terjatuh dengan kasar. Ah! Bagaimana ini bisa disebut sebuah syarat? Ini terlalu sederhana!

Aku berkata dengan suara lemas, “Bos, akan aku lakukan.”

Ternganga keheranan, dia menjawabku, “Apa? Kau tidak ingin pergi ke tempat kami sebagai tamu? Kalau begitu lupakan. Aku akan membatalkan kesepakatannya.”

Aku menjawab dengan terburu-buru, “Tidak, tidak, tidak. Aku akan pergi. Aku ingin melihat seperti apa tempatmu. Apa kau ingin menakutiku hingga mati?”

Tiba-tiba, dia tertawa dengan sangat bahagia. “Haha! Kau sudah aku tipu. Ini balasanku.”

Aku tidak bisa berkata apapun.

Dengan janji dari pemimpin bandit, para bandit itu mengembalikan setengah barang yang ada kepada pedagang. Para pencari untung ini berterima kasih padaku sampai aku jengkel. Aku tidak peduli kepada mereka. Aku memberi tahu Long Meng kesepakatanku dengan pemimpin bandit dan mengatakan kepada mereka untuk melindungi caravan sampai ke Xiuda. Lagipula aku harus pergi ke sarang bandit untuk beberapa hari sebagai tamu.

Sebenarnya, Long Meng menolak ini dengan keras tapi setelah aku menjelaskan tanpa henti bahwa pemimpin bandit tidak akan melukaiku, akhirnya dia setuju. Dia berkata bahwa dia akan ikut denganku di masa depan, jadi aku harus pergi ke Xiuda dengan selamat. Aku mendadak mendapatkan banyak adik. Aku juga mendapat beberapa sarana. Aku mengatakan kepada mereka bahwa kita akan membicarakan ini suatu saat nanti ketika aku sampai ke Xiuda dan menemui mereka.

Setelah melihat mereka berjalan pergi, aku berpaling dan melihat ke arah ketua bandit itu. Aku berkata dengan senyuman, “Bos, ayo kita pergi. Oh, ya! Aku belum tahu namamu. Namaku Zhang Gong Wei. Aku berusia enam belas tahun tapi akan menjadi tujuh belas tahun dalam tahun ini.”

“Semua orang memanggilku Zhan Hu jadi kau boleh memanggilku begitu. Aku tidak akan menggunakan nama lamaku lagi. Tahun ini aku berusia dua puluh sembilan tahun jadi aku jauh lebih tua darimu. Kalau begitu aku akan menjadi kakakmu.”

Dalam hati aku berpikir, dia pasti memiliki masa lalu yang kelam. Akan lebih baik jika tidak bicara kesana. Aku menjawab, “Tentu saja. Kau adalah kakakku. Kalau begitu ayo berangkat. Ayo kita lihat seperti apa tempat tinggalmu.” Sambil mengatakan ini, aku membuat seorang bandit menyerahkan seekor kuda sebelum maju.

“Kau tahu jalannya? Lebih baik aku yang memimpin.” Kuda milik Zhan Hu jauh lebih bagus. Dalam sekejap dia sudah mengejarku dan berkuda didekatku.

Sarang mereka ada di dalam gunung di perbatasan Aixia dan Xiuda. Sebenarnya itu tidak bisa disebut sarang bandit. Lebih cocok disebut sebuah desa karena lokasinya yang luas. Bahkan, Zhan Hu adalah kepala desanya. Baik yang tua maupun yang muda, saat wanita dan anak-anak melihat para bandit kembali dengan banyak sekali barang berharga mereka menyambut para bandit seolah mereka pahlawan.

Lingkungan desa bandit ini tidak kecil. Gunung yang mengelilingi desa ini terletak di sebuah lekukan jauh didalam gunung, dan ini menciptakan pelindung alami bagi mereka. Seolah-olah desa ini seluruhnya bergabung dengan gunung. Sungguh hijau dan subur. Kalau aku tidak tahu lebih banyak, aku pasti sudah berpikir ini adalah dunia yang terisolasi.

Translator / Creator: Veve