November 26, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 10

 

The Formidable Xiao Jin

Seluruh area yang kami gunakan untuk bertarung dipenuhi luapan kekuatan sihirku dan battle spirit miliknya. Aku sedikit protes dalam hatiku, kenapa aku harus bertemu dengan bandit sekuat ini? Jangan bilang… Apa semua orang di Xiuda sekuat ini? Itu cukup mengerikan untuk dibayangkan.

Battle spirit miliknya perlahan-lahan menyusut, sepertinya ini lebih dari yang bisa ditangani olehnya. Aku akhirnya melihat sebuah cahaya harapan. Meskipun aku sudah menggunakan banyak magic power, aku masih bisa melanjutkannya. Dengan cepat, aku memanfaatkan kesempatan ini dan melancarkan seranganku. Usahaku tidak sia-sia. Dia lengah dan aku berhasil melukai bahunya. Dia terpental cukup jauh. Kekuatan sihir serangan attack spell tingkat 6 memang sangat mengerikan. Meskipun dia memiliki battle spirit yang melindungi tubuhnya, aku tidak yakin dia hanya akan mengalami luka ringan.

Aku berhenti melancarkan seranganku karena aku tahu ada sebuah kesepakatan bahwa para knight akan berhenti jika musuh sudah tidak bisa melawan lagi. Karena dia telah berbaik hati, mengapa aku tidak bersikap layaknya seorang ksatria juga?

Setelah dia bangkit dari tanah, aku melihat bahu kirinya sedikit tidak normal. Dia tertawa seperti orang aneh dan dengan kasarnya dia berkata, “Anak nakal, aku tidak menduga kau akan sekuat ini. Sungguh sesuatu yang mengagumkan dapat mencapai level ini dengan usiamu yang sekarang. Apapun hasil dari pertarungan ini, aku akan melepaskan kalian. Sebenarnya, aku tahu jika kau ingin lari, kami tidak akan sanggup mengejarmu. Tapi kau memilih tinggal untuk teman-temanmu. Aku benar-benar mengagumimu sebagai sesama laki-laki.”

Tidak peduli hasil dari pertarungan ini? Apa maksudnya itu? Apa itu artinya dia masih ada kekuatan untuk menyerang balik? Aku membalasnya dengan jawaban yang tidak berbeda: “Kalau begitu aku berterima kasih padamu. Aku juga sangat mengagumi sikap ksatriamu itu.” Kata-kata ini berasal dari hatiku.

Sambil membersihkan kotoran yang ada di tubuhnya, dia berkata, “Aku akan menunjukan kekuatanku yang sebenarnya. Keluarlah, War Tiger.” Setelah mengatakan ini, seekor harimau besar berwarna cerah muncul dengan raungan yang keras. “Ini adalah magical beast milikku, War Tiger. Kau juga boleh memanggil magical beast milikmu, lalu kita bisa bertarung dengan seluruh kekuatan kita. Aku sudah lama tidak menikmati hal seperti ini. War Tiger, bersatu.” War Tiger itu mengaum dengan keras sebelum maju ke arah bandit itu. Dengan cepat, pria itu dan harimaunya sudah bersatu. Di tubuhnya muncul armor yang bergaris-garis seperti harimau. Armor itu menutupi bagian-bagian penting tubuhnya, sekitar 60% dari tubuhnya. Bahkan pada Knight Swordnya muncul garis-garis. Rambutnya bahkan menjuntai dengan indah. Penampilannya yang mengagumkan ini membuatku merasa sedikit kewalahan.

Wah! Inilah armor hasil dari penggabungan yang sukses antara seorang warrior dan magical beastnya! Guru Di pernah mengatakan padaku sebelumnya bahwa magical beast milik warrior mirip dengan magical beast milik mage. Keduanya membantu tuannya untuk menyerang dan bertahan. Bagaimanapun juga, jika seekor magical beast mencapai tingkat tujuh dan tuannya memiliki Heaven Battle Spirit, maka magical beast bisa bergabung dengan tuannya dan menjadi armor. Ini akan meningkatkan kekuatan serang milik tuannya. Dibandingkan dengan bertarung secara individu, cara ini jauh lebih kuat. Mampu menciptakan armor dengan cara menyatu dengan magical beast berarti dia sudah mencapai level Radiant Knight. (Setara dengan seorang magister.)

“Biarkan aku melihat magical beast milikmu.”

Tampaknya aku akan kalah kalau aku tidak membiarkan Xiao Jin keluar untuk bertarung denganku. Aku masih belum pernah berpisah dari kenangan Xiao Jin sejak pertarungan sebelumnya. Akan kucoba dan membiarkan Xiao Jin keluar. Ini sudah berbeda dari yang dulu. Xiao Jin seharusnya tidak mudah dikalahkan sekarang. “Keluarlah Xiao Jin.” Dengan kilatan cahaya emas, tubuh Xiao Jin yang besar muncul dan berbaring di dekatku.

Terlihat jelas bahwa penampilan Xiao Jin membuatnya takut. Dia berkata dengan terkejut, “Ah! Magical beast apa itu? Kau besar sekali.”

Tubuh Xiao Jin yang sekarang berukuran sekitar sepuluh meter panjangnya dan dari kepala hingga ke ujung ekornya ditutupi sisik berwarna putih dengan tiga garis emas yang berkerlap-kerlip. Tanduk di kepalanya sudah tumbuh dan sayap di punggungnya hanya sedikit lebih pendek dari ukuran orang dewasa. Pada bagian abdomennya terdapat lima cakar yang menggores tanah. Dia tampak sangat mendominasi.

Aku menyadari bahwa Xiao Jin tidak ingin bertarung juga. Dia mengaum dengan semangat karena sudah lama dia tidak keluar. Mungkin dia berpikir aku memanggilnya untuk bermain. Itu hanya sampai aku mengatakan padanya bahwa kita harus melawan musuh melalui telepati kemudian dia dengan gugup menggelengkan kepalanya yang indah dan melihat disekitar kami. Dia merasakan bahwa hanya para banditlah yang menjadi bahaya untukku dan bertanya menggunakan telepati, “Apakah ini semua musuhnya?” Aku memberikan respon yang mengatakan iya.

Tanpa diduga, Xiao Jin mendadak memiliki sifat mengagumkan seorang raja dan mulai menatap dengan galak kepada bandit yang dianggap musuh. Seluruh sisiknya sedikit terangkat dan dia bahkan membuka kedua sayapnya dan mengepak-ngepakkannya, membuat badai pasir kecil. Sifat yang mengagumkan tapi juga menakutkan ini membuat semua bandit yang berkumpul menjadi tersebar ke semua arah sambil mereka berteriak, “Monster!”

“Berhenti, berhenti. Aku tidak ingin bertarung lagi.” Dari badai pasir terdengar suara bandit.

Aku meminta Xiao Jin untuk berhenti, tapi di dalam hatiku, aku tidak mengerti dengan bandit ini. Baik aku atau Xiao Jin belum ada yang menyerang tapi bandit itu sudah menyerah.

“Sial. Magical beast macam apa ini? Dia sungguh menakutkan. War Tiger milikku terlihat sangat ketakutan karenanya dan ingin berpisah dari tubuhku. Aku sudah menyerah jadi cepatlah suruh dia kembali.” Sepertinya setelah bandit itu berhadapan dengan Xiao Jin, dia sudah tahu kalau dia tidak akan mungkin menang melawanku. Jadi dia memilih mengambil inisiatif untuk menyerah.

Benar sekali, Xiao Jin sangat kuat bahkan aku sendiri sulit mempercayainya. Aku tahu aku bukan musuh bagi Xiao Jin. Terlebih lagi setelah dia menunjukan sifat mengagumkan seorang raja miliknya. Aku ternganga keheranan, benarkah ini Xiao Jin ku yang dulu sangat imut dan menggemaskan?

Xiao Jin dengan terpaksa kembali kedalam tubuhku. Aku mendadak merasa lemah. Aku sudah memakai banyak magic power. Meskipun aku mengeluarkan banyak magic power selama pertarungan, memanggil Xiao Jin juga memakan banyak tenaga karena dia sangat kuat. (Aku memenuhi seluruh tenaganya.) Dia tidak menyerang karena aku akan pingsan. Sepertinya perjalananku masih sangat panjang. Jika di masa depan aku dan Xiao Jin mampu menunjukkan kekuatan penuh kami secara bersamaan, Aku rasa kekuatan kami tidak akan jauh berbeda dengan yang dimiliki oleh Legendary Grand Magister.

Setelah debu yang di udara menghilang, aku bisa melihat bandit itu berdiri tidak jauh dariku dengan tubuh tertutup tanah dan kotoran. Dia sudah memanggil kembali War Tiger miliknya. Aku tidak melihat adanya bahaya permusuhan di matanya saat dia melihatku dengan tidak berdaya. Dengan mengandalkan kekuatan Xiao Jin yang luar biasa, aku mengalahkannya.

Dengan tawa yang pahit, dia mengatakan padaku, “Aku harus mengatakannya anak muda, magical beast milikmu tidak biasa. Ah, bagaimana kau menemukannya? Aku tidak tahu dia keturunan apa.”

Aku membalas dengan senyuman, “Aku sendiri tidak tahu dia keturunan apa. Aku hanya tahu dia adalah teman baikku. Sebenarnya, kau sama sekali tidak kalah. Hanya saja magical beast milikmu tidak sekuat milikku. Kekuatan kita kurang lebih setara.”

Aku rasa kata-kataku barusan memuaskan rasa sombongnya karena dia tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. “Baiklah kalau begitu. Kau benar-benar seorang pria. Kita adalah teman mulai dari sekarang.”

Translator / Creator: Veve