November 21, 2016

Child of Light – Volume 3 / Chapter 1

 

 Brotherly Feelings

Saat itu, Ma Ke sedang membaca sebuah buku di asramanya. “Bos, kenapa Guru Di mencarimu?”

“Dia tidak ingin aku masuk ke Royal Advanced Magic Academy.”

Saat itu, Ma Ke dan aku saling berhadapan saat aku memberikan kejutan besarnya. “Bos, sihirmu itu sempurna, tidak melanjutkan sekolah akan menjadi sia-sia. Kenapa Guru Di berpikir begitu?”

“Kau tidak perlu cemas. Sebenarnya begini.” Aku mengulang perkataan Guru Di yang ditujukan kepadaku saat di kantornya. “Jadi bagaimana? Ikutlah denganku dan ayo kita kumpulkan pengalaman bersama. Kita adalah saudara, meskipun kita tidak meningkatkan kekuatan sihir kita tapi kita masih bisa meningkatkan pengetahuan kita.”

Ma Ke tidak menyetujui dan gembira seperti perkiraanku. Setelah bergumam kepada dirinya sendiri selama beberapa saat kemudian berkata, “Bos, ijinkan aku memikirkannya dulu. Aku ingin pulang dan mendiskusikannya dengan kedua orang tuaku kemudian aku akan memberitahu keputusanku besok. Apakah itu tidak apa-apa?”

Aku memukulnya dengan tinjuku. “Kau anak nakal, ini tidak seperti dirimu. Aku tidak ingat kau menjadi sangat terus terang seperti ini. Baiklah kalau begitu. Aku tidak akan memaksamu. Kita bicara lagi besok.”

Jawaban Ma Ke membuatku sedikit kesal, jadi tanpa bicara apapun lagi, aku berlatih sendirian.

Aku sudah tumbuh besar, dari penampilanku saja kau bisa berpikir aku adalah orang dewasa. Namun wajahku masih terlihat seperti anak remaja biasa yang belum tumbuh. Berikut adalah data milikku dan Ma Ke: (Berikut data mengenai keadaan tubuh sesuai dengan yang di tetapkan bagi mereka yang mencapai usia ini.)

Nama : Zhang Gong Wei                     Tinggi : 181 cm                               Berat : 70 kg

Major Magic : Light Element                        Minor Magic : Spatial Element

Magical Beast : Xiao Jin (Five-Clawed Golden Dragon)

Kekuatan Magic secara keseluruhan : Magic Scholar (Belum dibuktikan oleh Mage Union)

Pengendalian Sihir : S

(Peringkat dibagi menjadi S, A, B, C, D, E, F)

Magic Power : A                               Magic Perception : SS                     Magic Defense : A

Magic Attack : A                                Speed : A (Tidak  memiliki kemampuan terbang)

Serangan Fisik : F                              Pertahanan Fisik : F                         Stamina : D

Nama : Ma Ke Sai                                           Tinggi : 180 cm                               Berat : 74 kg

Major Magic : Fire Element                          Minor Magic : Wind Element

Magical Beast : Fire Lion (Aku tidak tahu darimana dia mendapatkannya. Itu bahkan sudah pada tingkat delapan)

Magic Strength secara keseluruhan : Magic Scholar (belum dibuktikan oleh Mage Union)

Pengendalian Sihir : S

Magic Power : B                                Magic Perception : A                      Magic Defense : A

Magic Attack : A                              Speed : A (Memiliki kemampuan terbang)

Serangan Fisik : F                              Pertahanan Fisik : F                         Stamina : E

Karena aku dan Ma Ke makan sangat banyak, tubuh kami tumbuh dengan cepat. Bahkan tinggi badan kami sudah melebihi rata-rata orang dewasa. Dengan penampilan kami yang seperti itu, kami menjadi sangat populer diantara murid perempuan. Namun aku tidak tertarik dengan hal semacam ini. Bahkan aku merasa perempuan itu sangat menyebalkan jadi aku tidak bersama siapapun saat ini. Di sisi lain, Ma Ke sepertinya menyukai Hai Yue, dan dia tampaknya tidak terlalu mementingkan gadis lain. Hal yang menarik adalah meskipun aku dan Hai Yue adalah teman, dia masih menolak untuk mengakui Ma Ke. Sepertinya dia sudah terpengaruh julukannya, Red Haired Rice Cake.

Keesokan harinya, aku tidak bisa menunggu lagi dan segera pergi mencari Ma Ke, namun dia malah menemukanku lebih dulu. Ma Ke tampak sangat lesu seperti terong beku. Melihatnya seperti ini, aku memiliki firasat yang tidak enak. Seperti dugaanku, Ma Ke menolak tanpa melihatku.

“Bos… Maafkan aku. Aku tidak bisa ikut menemanimu dalam perjalananmu.” Ma Ke bicara dengan suara pelan.

Aku langsung berdiri, “Kenapa? Kenapa kau tidak bisa? Jangan bilang……  kau tidak mau ikut berkelana denganku. Bukankah kita saudara yang baik?”

“Iya.” Ma Ke menjawab dengan tegas. “Bos, aku memiliki masalah yang bersifat pribadi yang tidak bisa aku beritahu kepadamu. Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bisa ikut denganmu.”

“Masalah pribadi apa yang tidak bisa kau beritahu padaku? Kita bisa menyelesaikannya bersama.” Aku tidak ingin menyerah. Lagipula, aku tidak ingin berpisah dengan seseorang yang sudah menjadi saudaraku selama bertahun-tahun.

“Aku benar-benar tidak bisa mengatakannya. Aku hanya bisa memberitahumu ini, masalah ini terkait keluargaku. Keluargaku tidak mengizinkan aku pergi.”

Selama bertahun-tahun kami bersama di akademi, aku belum pernah ke rumah Ma Ke sekalipun. Aku hanya tahu hanya keluarganya sangat kaya raya. Setelah mendengarnya, aku perlahan menenangkan diri. Lagipula aku tidak bisa memaksa orang lain melakukan sesuatu yang tidak ingin mereka lakukan.

Kami saling menatap satu sama lain dalam kesunyian dalam waktu yang lama tetapi aku memecahkan kesunyian ini. Dengan tidak berdaya aku berkata, “Lupakan saja. Karena keluargamu yang tidak memperbolehkanmu pergi, tidak apa-apa. Belajarlah dengan rajin saat kau masuk ke Royal Advanced Magic Academy. Aku juga akan kembali dalam dua tahun.” Saat itu, aku merasa sangat tidak berdaya dan kesepian. Aku merasa harus menghadapi semuanya sendiri di masa depan. Mungkin inilah yang diinginkan takdir. Aku harus menjalani jalanku sendiri.

Ma Ke mendadak mendekat dan memelukku. “Boss…” Sambil dia menangis, aku dengan sabar menahan bahunya dan kemudian menangis juga. Perasaan kami berdua secara perlahan kembali lega dan aku melepaskannya dengan lembut.  “Meskipun kia akan berpisah sementara, kita akan tetap menjadi saudara seumur hidup.”

“Tentu, saudara seumur hidup.” Setelah berhenti sejenak, Ma Ke melanjutkan, “Bos, tahukah kamu bahwa aku sangat ingin pergi, tapi aku tidak bisa mengontrol takdirku. Aku harus mendengarkan apa yang orangtuaku katakan dan melakukan segalanya seperti yang sudah mereka rencanakan. Meskipun aku bukan anak pertama, tapi aku masih memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk keluargaku. Kami adalah klan yang sangat besar jadi aku harus melakukan yang terbaik untuk klanku.”

“Baiklah kalau begitu. Tidak perlu dilanjutkan lagi. Aku mengerti. Kau tidak perlu menjelaskannya karena kita adalah saudara. Apa yang ingin dibicarakan sudah cukup.”

Persahabatan yang erat antara aku dan Ma Ke memenuhi seluruh ruangan. Tidak ada di antara kami yang melanjutkan bicara.

Aku sudah ingin bilang kepada Guru Di bahwa aku tidak lagi ingin pergi berpetualang. Kemudian aku memikirkan rambut Guru Di yang putih abu dan harapannya yang sangat besar padaku. Aku tidak bisa, aku masih bisa melihat Ma Ke lagi, tapi bagaimana Guru Di? Apakah dia masih memiliki daya hidup untuk mencapai mimpinya dan membantu orang lain yang memiliki potensi menjadi seorang Grand Magister? (Catatan: Sejak tahun ketigaku, Guru Xiu tidak lagi datang untuk mengunjungiku. Menurut perkataannya, dia ingin pergi keluar dan berkelana.)

Selama bulan terakhir, aku dan Ma Ke hampir tidak bisa dipisahkan. Kami berdua sangat menghargai waktu bersama kami yang terakhir. Setiap hari kami akan tinggal di asrama yang sama, berlatih dan makan bersama. Tapi, hari perpisahan akhirnya tiba.

Dengan kekuatanku, aku tidak perlu ikut ujian kelulusan dan dengan mulus aku mendapatkan bukti sebagai Great Mage dari Mage Union. (Guru Di tidak ingin aku menunjukkan kekuatanku terlalu dini. Seorang anak berusia enam belas tahun menjadi Magic Scholar akan mengejutkan seluruh dunia. Meskipun seperti ini, tetap saja banyak orang yang terkejut.)

Translator / Creator: Veve