October 12, 2016

Child of Light – Volume 2 / Chapter 7

 

Magical Beast’s Birth

Kugenggam telur magical beast dengan kedua tanganku dan mulai mengumpulkan kekuatan magicku. (Setelah istirahat seharian, kekuatan magicku sudah pulih sekitar 7/10nya.) light element mengalir dari tanganku menuju telur tersebut dan membawanya melayang di udara. Kugunakan tangan kiriku untuk membuat magic hexagram dengan telur magical beastku berada di tengah-tengahnya. Lalu aku mulai merapal mantra.

“Seluruh makhluk hidup di dunia ini, saksikanlah. Aku, Zhang Gong Wei, akan membagi energiku dengan makhluk di depanku ini!” Kugigit jari tengahku hingga berdarah (sakit sekali), dan kuteteskan darahku ke atas telur tersebut. Segera saja telur itu memancarkan cahaya keemasan yang menyilaukan.

“Ah! Seekor magical beast jenis growth.” Kata Guru Xiu dengan kagum.

Telur magical beastku mulai retak, sebuah kepala kecil putih berbentuk segi tiga mengintip dari dalam celah retakan telur. Dia menoleh ke kanan dan kiri, melihat ke sekitarnya. Dia menegadahkan kepala dan begitu melihatku, dia memekik senang. Wusss. Dia bergegas menghampiriku tubuhku dan menjilati wajahku dengan lidah kecilnya. Ternyata hewanku ini adalah seekor ular putih kecil. Lucu sekali dia. Di atas kepalanya yang berbentuk segi tiga, ada sepasang mata hitam yang berkilau seperti batu permata. Tubuhnya terbungkus lapisan kulit yang sangat indah. Di kepalanya juga ada garis emas yang memanjang hingga ekornya. Mengagumkan sekali.

“Guru Xiu, magical beast apa ini?”

“Ah!” Guru Xiu tersadar dari kekagumannya dan menghampiriku. “Zhang Gong, kau telah mendapat harta karun. Ini adalah magical beast dengan tipe growth yang langka. Hewan ini hanya bisa ditemukan satu kali dalam satu abad! Meskipun dia sekarang hanya magical beast tingkat 1, kekuatannya akan terus bertambah seiring bertambahnya kekuatanmu. Tapi sebaiknya jangan kau perlihatkan dia kepada siapapun sebelum dia tumbuh dan kuat, karena magical beast lainnya tidak akan membiarkan magical beast tipe growth seperti ini untuk tumbuh dewasa.”

“Oh!” Aku tidak lagi memperhatikan perkataan Guru Xiu setelah itu.

“Aku akan memeberimu nama yang bagus. Apa ya? Xiao Bai? Tidak, tidak. Namanya jelek. Seperti nama anjing kecil saja. Kau punya garis emas dari kepala hingga ekor, jadi kau akan kupanggil Xiao Jin. Oke?” Aku melihat pada Xiao Jin sembari menanyakannya. Dia tampak senang sekali. Dia menggerakkan tubuhnya maju dan mundur.

“Nah, Zhang Gong, bawalah dia di tubuhmu. Tunggu hingga ranknya meningkat sedikit, baru kau bisa membuat perjanjian dengannya sebagai fate beastmu. Fate beast bisa terhubung secara spiritual dengan masternya. Jadi, mereka nanti bisa dipanggil hanya dengan mantra pemanggil paling sederhana sekalipun. Sekarang, biarkan dia melekat di badanmu dan menyerap energimu.”

Kubiarkan Xiao Jin membelit perutku dan kukumpulkan beberapa light element di tempatnya membelitku. Xiao Jin menyerap energiku banyak-banyak. Dia baru berhenti setelah menyerap setengah dari energiku. Lalu sepertinya dia tertidur di atas badanku.”

“Guru Xiu, mengapa dia menyerap sampai setengah energiku? Bukankan biasanya magical beast hanya butuh sedikir energy masternya untuk bisa bertahan? Jika dia terus menyerap sebanyak itu, aku bisa mati kehabisan energi!”

“Ini adalah pertama kali baginya menyerap energimu, makanya dia butuh menyerap agak banyak. Ke depannya, dia tidak akan menyerap sebanyak itu. kau harus berlatih magic dengan sungguh-sungguh. Magical beastmu hanya akan tumbuh semakin kuat jika kau juga jadi lebih kuat.”

Akhirnya aku punya magical beast. Haha. Dengan tipe growth pula! Sunguh menyenangkan!

Baru kali ini aku merasakan semangat belajar yang luar biasa. Itu karena aku ingin magical beastku cepat tumbuh.

Pagi-pagi sekali keesokan harinya, Guru Xiu membawaku ke Royal Intermediate Magic Academy. Dia terus menerus menasihatiku. Akhirnya, dengan mata yang memerah, dia pun pergi. Anehnya, aku yang selama ini terus menolak kehadirannya kini merasa sedih akan kepergiannya.

Kuambil nafas dalam-dalam. Lupakan, jangan dipikirkan. Guru Xiu masih akan datang dan menjengukku. Sekarang aku harus segera memberi laporan ke Akademi.

Aku tiba di lantai satu bangunan sekolah yang terletak di tengah akademi. Aku akan melapor. Kuketuk pintunya.

“Masuklah,” kata sebuah suara yang dalam.

“Selamat pagi, Guru. Aku datang untuk mendaftar.”

“Oh, masuklah. Kau peringkat pertama di ujian kemarin. Namamu Zhang Gong, benar kan? Nanti, kau harus berusaha keras dan bawalah nama baik akademi ini.”

Saat memasuki departemen registrasi, baru aku tahu bahwa dia dalah seorang wind element great mage. (Aku mengenalinya dari medali di jubahnya.) Usianya sekitar 50 tahun.

“Berdasarkan hasilmu yang luar biasa dalam ujian pertarungan kemarin, maka pihak akademi menempatkanmu di tingkat dua.” tingkat dua? Aku bahkan belum mulai belajar di sini, tapi mereka sudah menyuruhku melewatkan satu tahun pelajaran?

“Guru, boleh aku bertanya ada berapa tingkatan di akademi ini?”

“Ada 5 tingkat. Di tingkat lima nanti, akan ada ujian kelulusan. Hasil ujian kelulusan ini nantinya akan menentukan kau bisa diterima di advanced magic academy yang mana. (Lulusan Royal Intermediate Magic Academy semuanya bisa masuk ke advanced magic academy.) Sejak akademi ini berdiri, ada murid terbaik yang bisa mencapai rank Great Mage bahkan sebelum dia lulus. Kau harus bekerja keras. Kudengar dari guru-guru lain, kemampuanmu sudah mendekati tingkat advanced mage. Berusahalah dengan keras dan pecahkan rekornya.

Sial! Mudah sekali mencapai advanced rank! Jika aku lulus dari intermediate magic academy ini dengan gelar magister, apa tidak berbahaya?

“Guru, apa tidak bisa aku mulai dari tingkat satu saja?”

“Aku tidak bisa memutuskan. Semua ini sudah diatur dari pihak akademi.”

Tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Aku menerima buku pelajaran dan kunci kamar asrama dari guru itu. aku meninggalkan departemen registrasi dan menuju asramaku.

Setiap kamar di asrama di akademi ini dihuni oleh 4 orang. Aku tiba di asrama untuk murid tingkat 2. Nomor kamarku adalah 208. Kugunakan kunciku untuk membuka pintunya. Sepertinya sedang tidak ada orang di dalam. Mungkin mereka sedang ada di kelas. Hanya ada 1 tempat tidur yang masih kosong. Setelah mengatur letak koperku, aku berbaring di tempat tidur dan mulai bermeditasi (maksudku tidur).

Ada yang memukulku. Siapa dia? Aku membuka mataku dengan bingung. Ada rambut hijau. Saat itu juga dia mendorong kepalaku. “Bangun kau. Bagaimana kau bisa masuk sini? Siapa yang mengizinkanmu tidur di sini?” Perkataannya itu sangat kasar dan keterlaluan. Dia pasti anak bangsawan.

“Ah, hai. Aku murid baru di sini.”

“Murid baru? Kau Zhang Gong Wei? Si peringkat pertama di ujian tahun ini? Tidak mungkin.”

“Ya, aku Zhang Gong Wei. Kau tahu tentangku?”

“Kudengar kau sangat ambisius. Rupanya kau langsung masuk di tingkat 2. Kita harus bertarung dulu.”

“Aku tidak mau. Sebenarnya aku hanya sangat beruntung. Itu saja. Mulai sekarang kau akan kupanggil boss. Bagaimana? Tidak mungkin aku bisa mengalahkanmu. Begitu melihatmu aku langsung tahu bahwa kemampuanmu sudah mencapai rank Great Mage. Bagaimana mungkin aku yang masih tingkat dasar ini menandingimu?” Karena tidak ingin melawannya, akupun berbaik-baik padanya.

“Hmm, bagus. Mulai sekarang, kau adalah adikku. Jadi kau harus menurut padaku!”

Mulai sekarang, sepertinya hari-hariku di sini akan bergantung padanya.

Translator / Creator: Dila fd