October 10, 2016

Child of Light – Volume 2 / Chapter 4

 

A Genius’s Fate

Setelah mengucapkan selamat tinggal pada Ma Ke, aku kembali ke penginapan bersama Guru Xiu. Tiba-tiba aku teringat sesuatu. Kulihat nilaiku. Aku ada di peringkat pertama. Apa ini artinya akan banyak yang akan menantangku nanti? Oh, tidak! Aku tidak berpikir sampai ke situ. Celaka aku! Gurunya Ma Ke ternyata bijaksana juga.

“Guru Xiu, jika nilai ujianku bagus, lalu aku masuk ke Royal Intermediate Magic Academy, apakah nantinya akan banyak yang ingin menantangku?”

“Tentu saja.”

“Ah? Lalu kenapa guru menyuruhku berlatih lebih keras?”

“Zhang Gong, kemampuanmu hanya akan benar-benar meningkat jika kau terlibat dalam pertarungan sungguhan. Kau harus berusaha sekuat tenaga jika tidak ingin dikalahkan. Guru melakukan ini untuk kebaikanmu.”

Untuk kebaikanku. Sepertinya mulai sekarang hari-hariku akan suram. Dengan beban pikiran ini, sulit bagiku untuk bermeditasi.

“Waktunya bangun, Zhang Gong. Kita akan melihat pengumuman peserta yang lolos ke ujian selanjutnya.”

Begitu tahu bahwa kami akan melihat pengumuman, aku langsung turun dari tempat tidur. Aku ingin segera tahu hasilnya. Kuharap rankingku tidak terlalu tinggi.

Sesampainya di gerbang Royal Magic Academy, aku melihat 4 lembar kertas kuning besar yang ditempel di dinding. Tiga kertas pertama berisi daftar nama 500 orang dengan nilai tertinggi di setiap tahap ujian, sedangkan kertas yang satu lagi berisi nama 500 orang yang lolos ke ujian selanjutnya.

Aku segera berlari menyeruak kerumunan untuk melihat hasilku. Aku pasti ada di urutan sekitar empat ratusan. Tidak mungkin di urutan seratusan. Sekarang aku tidak seyakin saat selesai ujian kemarin.

Tidak mungkin. Aku mendadak pusing.

Beginilah nilaiku: magic power peringkat 9, magic perception peringkat 1, magic control peringkat 2 (peringkat pertamanya ternyata teman baruku Ma Ke.) Secara keseluruhan aku ada di peringkat 2. (Di peringkat pertama ada anak yang bernama Hai Long Yang. Semua nilainya ada di peringkat lima besar.)

Selesai sudah. Keberuntunganku sudah habis. Tapi ini tidak terlalu buruk, setidaknya aku bukan di peringkat pertama.

Tapi saat itu juga seorang penguji keluar dari gedung akademi. Dia menuju kertas pengumuman yang berisikan nilai keseluruhan, mencoret nama di urutan 10 dan 11, lalu menuliskan nama Hail Long Yang sebagai gantinya.

“Perhatian, semuanya. Karena Hai Long Yang telah melakukan kecurangan dalam ujian, pihak akademi telah memutuskan untuk menurunkan peringkatnya. Yang awalnya pertama, kami turunkan 10 angka menjadi urutan 11. Maka dari itu, peserta dalam urutan sepuluh besar naik satu peringkat.” Mendengar pengumuman ini, semua peserta di sekitarku langsung ramai. Satu persatu mereka mulai berkomentar dan mendiskusikan kejadian ini.

“Wah, aku penasaran kecurangan apa yang dilakukan Hai Long Yang. Sial sekali dia. Padahal awalnya dia ada di urutan pertama.”

“Karena Hai Long Yang turun peringkat, maka di peringkat teratas sekarang ada anak yang bernama Zhang Gong ini.”
Aku tidak mendengar komentar berikutnya karena aku sudah tertegun sendiri. Beruntung apanya? Tidak mungkin! Seorang jenius tidak boleh seperti ini!!!!”

Lalu aku merasa seseorang menepukku dari belakang dan ini membuatku takut. Aku menoleh dan ternyata yang menepukku adalah Ma Ke.

“Ada apa Zhang Gong? Kenapa kau murung begitu? Apa kau tidak lolos? Biarkan aku melihat pengumumannya.”

“Jadi inilah rankingku. Magic power di peringkat 18, magic perception peringkat 16, magic control, tanpa kusangka, ternyata peringkat 1. Begitu saja. Tapi tidak terlalu buruk, kan? Peringkat keseluruhanku tidak terlalu tinggi, hanya di urutan 12. Masih terbilang bagus. Sekarang aku akan melihat nilaimu.”

Setelah melihat nilaiku, Ma Ke pun tercengang. Dia tiba-tiba meraih kedua bahuku dan berteriak, “Wow! Zhang Gong, kau keren sekali! kau urutan pertama di peringkat keseluruhan!”

Teriakan Ma Ke menarik perhatian ribuan orang di sekitar kami. Segera saja mata mereka tertuju ke arah kami.

Seketika aku merenungkan pilihanku. Sambil menggerutu pada Ma Ke, aku cepat-cepat menggunakan teleportasi jarak pendekku dan berpindah 500 meter dari keramaian itu. Setelah itu aku berteleportasi beberapa kali lagi berturut-turut untuk bisa langsung sampai ke penginapan. Saat aku berteleportasi aku berteriak, “Ma Ke, kau payah sekali!”

Sekarang aku hanya bisa berharap orang-orang tadi tidak ada yang melihat wajahku dengan jelas.

Guru Xiu rupanya juga kembali. Dia tersenyum aneh.

“Zhang Gong. Kau benar-benar murid yang baik. Tak kusangka kau mendapat peringkat pertama. Bagus, bagus. Tapi sebaiknya kau tidak usah keluar-keluar dulu sebelum ujian besok. Di luar setidaknya ada seribu orang yang menunggu untuk menantangmu. Hehe.”

“Guru Xiu, bisakah kita kembali saja ke Senke? Aku…”

Mendengar keinginanku itu, Guru Xiu langsung marah. “Apa? Pulang? Baiklah! Kau kembalilah saja sendiri. Orang tuamu mungkin akan memaafkanmu juga. Saat kau berangkat, orang tuamu berharap besar padamu. Ah, ya. Kau bisa pulang dan bilang pada mereka bahwa kau mendapat peringkat pertama, tapi kau mundur karena takut ditantang peserta lain. Memangnya mereka akan memaafkanmu? Lalu bagaimana kau akan belajar magic setelah itu?”

Mengingat pesan ibu dan ayah sebelum aku berangkat, aku tidak bisa berkata-kata lagi.. (Meskipun aku malas, aku masih punya satu hal yang kupegang teguh, yaitu kepatuhanku terhadap orang tuaku. Jika bukan karena ibu dan ayah, aku tidak mungkin ada di sini kan?)

“Guru, jangan marah. Aku tadi hanya bercanda. Tentu aku akan berusaha sekuat tenaga.”

Waktu tahu aku telah membuang jauh-jauh pikiran untuk pulang, Guru Xiu lalu tersenyum lebar lagi. Peringkat pertamaku ternyata membuatnya begitu gembira.

“Sudah kujelaskan padamu peraturan ujian besok. Jadi seperti ini. Semua peserta peringkat 500 besar akan mengambil undian yang akan menentukan siapa yang akan mereka lawan. Yang menang mendapat 50 poin, sedangkan yang kalah mendapat 30 poin. Hasil dari ujian sebelumnya akan ditambahkan di ronde kedua. Seluruh skor akan dihitung untuk menghitung peringkat peserta. Sekarang kau ada di peringkat satu, jadi kau akan dapat tambahan 50 poin. Jadi meskipun kau kalah besok, kau tetap punya 80 poin dan itu pasti cukup untuk membawamu setidaknya ke peringkat dua ratusan. Peserta yang di peringkat 2 akan mendapat bonus poin 49,9 di ronde kedua, dan seterusnya. Peserta di peringkat terbawah tidak mendapat bonus poin, jadi hasil ujian preliminarymu sangat membantu. Dalam ujian nanti kau tidak boleh memakai hewan magis maupun ilmu beladiri (lagipula, ini kan Akademi Magic).

Rasanya sudah tidak mungkin untuk kabur dari Royal Intermediate Magic Academy. Ini bukti bahwa seorang jenius juga bisa saja bernasib sial. (Omong kosong, Jenius.) Besok aku harus kalah. Diam-diam akan kupikirkan caranya.

Translator / Creator: Dila fd