November 19, 2016

Child of Light – Volume 2 / Chapter 33

 

Not Returning To School

“Kenapa?” Aku langsung bertanya karena aku tahu aku adalah yang paling muda untuk menjadi seorang magic scholar. Mengapa itu membuatku tidak bisa lebih kuat dari Guru Di? Aku sudah percaya sejak dulu aku memiliki bakat yang luar biasa, aku yakin cukup untuk menjadi seorang Legendary Grand Magister seperti yang dulu. Kata-kata Guru Di mengejutkanku, cukup untuk menghancurkan kepercayaan diriku.

“Jangan khawatir. Dengarkan penjelasan dariku.” Guru Di berhenti sejenak, “Kau tahu berapa usiaku saat ini?”

“Sekitar 80 tahun?”

“Tahun ini aku berusia 83 tahun. Apakah kau tahu berapa usia wakil kepala sekolah?”

“Aku tidak tahu. Menurutku dia sedikit lebih muda daripada anda.”

“Tahun ini dia berusia 62 tahun. Sebelum kau datang, dia adalah orang paling muda yang menjadi seorang magic scholar. Saat berusia 20 tahun, dia sudah lulus dari Royal Advanced Magic Academy. Saat berusia 30 tahun dia sudah menjadi magister. Kau mau tahu kenapa dia belum berkembang dalam waktu tiga puluh tahun terakhir?”

Aku menggelengkan kepalaku.

“Meskipun sekarang hanya ada beberapa orang magister, ribuan tahun yang lalu terdapat beberapa ratus magister. Tapi tidak seorangpun yang menjadi Grand Magister. Setelah mencapai level magister, kau akan masuk ke tahap bottleneck. Kau hanya mampu meningkatkan kemampuan dan pondasi magicmu, tanpa mampu meningkatkan magic powermu. Saat ini, dari sepuluh magister yang ada di benua ini tidak ada perbedaan kekuatan magic. Kami hanya dinilai berdasarkan ketenaran dan kemampuan.

“Apakah bottleneck itu sangat sulit untuk bisa dicapai? Lalu bagaimana aku bisa memiliki kesempatan itu?” Kataku dengan rasa tidak percaya diri.

“Sampai saat ini, belum ada metode yang bagus. Dulu, ada banyak sekali magister yang melakukan percobaan, tapi hanya tiga yang menghasilkan. Satu sudah menyerah, yang kedua menjadi gila, dan yang terakhir melukai tubuhnya dengan magic power dan mati.”

“Ah, sesulit itu?” Aku berpikir untuk menyerah. Lagipula, aku sudah sejauh ini. Aku pasti menjadi seorang magister, bukan pilihan yang buruk kurasa.

“Itulah kenapa aku tidak ingin kamu berjalan di jalan yang telah aku tempuh dan pergi ke Royal Advanced Magic Academy. Aku tahu jika kau mencoba meningkatkan magic powermu disana, kesimpulan terakhirmu adalah menyerah. Beberapa tahun yang kita lewati untuk belajar sihir bersama, membuatku mengerti tentang tempramenmu.”

Aku menggaruk kepalaku sambil sedikit tertawa karena malu.

“Aku tidak berpikir bahwa kau harus menjadi Grand Magister dengan resiko apapun, tapi aku menginginkanmu mencoba sebuah metode baru yang berbeda. Setidaknya masih ada harapan untukmu menjadi seorang Grand Magister tanpa harus mengambil jalan yang berbahaya.”

“Ya, masih ada harapan. Ada sebuah alasan terakhir yang sangat penting kenapa para magister tidak sanggup berkembang, itu karena tubuh mereka tidak sanggup menanggung semua magic power yang ada. Dan juga, karena kami tidak dapat mengerti magic element. Saat ini, keuntungan terbesarmu adalah kemampuanmu menjadi satu dengan magic element. Ini juga adalah alasan kamu bisa menciptakan berbagai macam sihir baru.”

“Lalu apa yang harus aku lakukan? Aku akan mendengarkannya.”

Setelah berputar-putar cukup lama, akhirnya sebuah kesimpulan diucapkan.

“Sebenarnya ini sangat mudah. Kau akan tetap mengikuti Royal Advance Magic Academy. Hanya saja aku berharap kau akan mengikutinya sedikit terlambat. Aku ingin kau berkelana selama beberapa tahun, dan belajar dari pengalaman itu, setelah itu, kembalilah untuk melanjutkan sekolahmu.”

“Berkelana dan belajar dari pengalaman?” Semudah ini? Aku kira akan menjadi sesuatu yang sangat rumit. Ternyata hanya perlu berkelana dan bersenang-senang. “Baiklah, aku juga ingin mencoba berkelana.”

“Jangan berpikir bahwa hal ini mudah. Aku ingin kau berkelana dan belajar dari pengalaman, tapi aku juga ingin kamu menyelesaikan beberapa tugas. Dengan caramu, menggunakan pengalaman yang kau dapat dari petualanganmu, kau harus menaikkan magic power milikmu ke tingkat magister. Ini adalah sebuah proses yang sangat sulit. Dan juga kau tidak boleh berpikir kau bisa bermalas-malasan selama kau berkelana. Kedua, kau harus menempa tubuhmu dan menguatkan kemampuan fisikmu. Hingga sampai kepada saat dimana kau mungkin belajar menggunakan Duo Qi sederhana.”

Aku menginterupsi Guru Di, “Duo Qi milik seorang warrior? Apakah mungkin menggunakan Duo Qi dan magic secara bersamaan?”

“Secara teori, ini mungkin saja dilakukan. Tapi jika kau mempelajari keduanya, hasilnya adalah kau tidak akan menguasai keduanya. Aku tidak menginginkan kau berlatih Duo Qi sampai ke tahap yang luar biasa, tapi cukup sampai ke tahap dimana kau memiliki tubuh yang lebih kuat dan sehat untuk digunakan. Kau akan tetap mengutamakan latihan magic.”

“Oh, jadi begitu.”

“Ada banyak keuntungan yang bisa kau peroleh dari pengalaman, contohnya meningkatkan pengalamanmu bertarung, meningkatkan pemahamanmu tentang magic dalam pertarungan yang sebenarnya. Ini benar-benar penting. Tapi bagaimanapun juga, belajar dari pengalaman bisa jadi sangat berbahaya. Aku akan mencoba menjauhkanmu dari bahaya ini sebaik mungkin. Saat kau berkelana dan belajar, aku juga akan terus mengajar, memberikanmu tugas-tugas yang rumit, seperti mencari divine artifacts of the legends, yaitu sebuah senjata yang pernah digunakan oleh God of Creation – Holy Sword.

“Holy Sword? Apakah itu benar-benar ada?”

“Benar, sebagai tambahan aku juga tahu lokasi pastinya. Tentang apakah kamu bisa mendapatkannya atau tidak, itu tergantung keberuntunganmu. Itu harus menjadi sesuatu yang membantumu dalam perjalanan. Di dalam Holy Sword terdapat sisa dari kekuatan suci God of Creation. Ini penting dalam menentukan apakah kamu akan berhasil menjadi seorang Grand Magister atau tidak. Itulah mengapa kau harus menemukannya.”

Ternyata ada benda yang hebat seperti itu? Tidak buruk, aku harus rajin mencarinya, “Tenanglah, aku bisa melakukannya.”

“Saat ini, hari kelulusanmu sudah dekat. Dalam beberapa hari kedepan kau harus berusaha keras dengan tekun. Berjuanglah untuk menjadi lebih kuat. Dengan cara ini kau akan lebih aman saat berkelana. Setelah kira-kira satu bulan, aku bisa menemanimu ke rumahmu dan menjelaskan situasinya kepada orangtuamu. Setelah itu, kau bisa mulai pergi berkelana dan belajar. Rencana awalku adalah memberimu waktu dua tahun untuk berkelana. Setelah dua tahun itu berlalu, tidak peduli apakah kamu berhasil meyelesaikan tugas yang aku berikan atau tidak, kau harus kembali.”

Aku menganggukan kepalaku. Tampaknya aku tidak akan memiliki waktu untuk bersenang-senang, tugas ini begitu penting, aku tidak boleh gagal agar aku dapat membuat harapan Guru Di menjadi nyata. Aku harus berusaha keras, aku tidak ingin menjadi terkenal tapi aku ingin menjadi kuat.

Setelah meninggalkan ruangan Guru Di, aku langsung kembali ke asrama untuk mencari Ma Ke. Saat ini hanya dialah teman dekatku. (Karena kami berdua memutuskan untuk mengulang tahun kedua. Selain si rambut hijau, tidak ada seorangpun yang belum masuk ke Advanced Magic Academy. Sejak saat aku menjadi juara pertama di kompetisi akhir, dia terkena pengaruhku. Dia tidak lagi menyebalkan seperti dulu. Hasilnya, dia menjadi teman kami. Tapi kami tidak berhenti memanggilnya rambut hijau. Aku juga harus mengatakan kalau kami sudah berteman dengan Hai Ri dan saudara-saudaranya. Juga, tahun lalu Hai Shui lulus ujian masuk ke Royal Advanced Magic Academy.)

Saat ini, Ma Ke sudah hampir mencapai level magic scholar. Alasan kenapa aku ingin menemuinya adalah karena aku ingin mengajaknya berkelana bersamaku dan belajar bersama dari pengalaman. Dengan bantuannya, mencapai tujuanku akan lebih mudah. Dia sudah memanggilku “Bos” selama bertahun-tahun, tidak mungkin dia akan menolak permintaanku. Aku berjalan kearah asramanya, penuh kepercayaan diri.

Translator / Creator: Veve